Tampilkan postingan dengan label Peer Cure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peer Cure. Tampilkan semua postingan

2.9.17

Inspirasi Kecilmu Bukti Keberhasilanmu

Inspirasi Kecilmu Bukti Keberhasilanmu
Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Apakah Anda pernah mendengar istilah NATO ??? Ya,sebagian anda pasti menjawab  NATO adalah Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Bukan itu ternyata jawabannya, NATO adalah Not Action Talk Only atau bahasa kerennya adalah “Omong Doang”. Itulah fenomena yang banyak melanda kebanyakan orang saat ini. Dari segi diplomasi, teori dan komunikasi mereka sangat luar biasa menguasai. Tetapi ketika dilihat dari tindakan nyatanya dari teori-teori yang disampaikan tersebut adalah “ Nol Besar ”. Tentu kita semua tidak ingin dan sangat sakit hati bila dibilang hanya NATO aja. Untuk mengantisipasi supaya sakit hati tersebut tidak melanda kita, alangkah baiknya kita bisa membuktikan apa yang menjadi pemikiran dan perkataan kita meskipun hanya dengan tindakan sederhana. Segala tindakan yang menurut kita sederhana dan tak bernilai, belum tentu bagi orang lain tak bernilai juga. Bisa jadi hal tersebut sangat bermanfaat bagi mereka dan menjadi sesuatu yang membahagiakan. Nah, dari hal ini kita termasuk beribadah karena bisa membahagiakan orang lain J ,,,

11.1.17

Studi Kasus Pengelolaan Emosi Pada Anak Tantrum Di Taman Kanak-Kanak



Studi Kasus Pengelolaan Emosi Pada Anak Tantrum Di Taman Kanak-Kanak




Tri Welas Asih1), Dewi H. Harahap1), Siti Mahmudah2) & Arundati Shinta1)
1) Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, 2) Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

triasih12@ymail.com

Abstrak

Tantrum adalah letupan emosi yang meledak-ledak pada anak yang ditampakkan dalam perilaku agresif. Perilaku tantrum ini lazim terjadi pada anak usia 1-3 tahun, dan pada usia 4 tahun biasanya tantrum ini mereda. Tantrum ini adalah tahap anak belajar tentang kontrol diri. Contoh perilaku tantrum antara lain berteriak, menendang, memukul, bahkan menyakiti diri sendiri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui cara menangani perilaku tantrum pada anak usia taman kanak-kanak. Manfaat dari studi kasus ini agar orangtua dan guru sebagai lingkungan disekitar anak mampu mendeteksi dan menangani perilaku tantrum yang muncul dari anak.
Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif yang konsisten dari orang tua dan guru serta orang lain diluar keluarga inti seperti nenek dan kakek mampu membantu pengelolaan emosi pada anak sehingga dapat menjadi salah satu cara dalam mengatasi tantrum. Pola asuh otoritatif adalah salah satu gaya pengaasuhan yang memperlihatkan pengawasan ekstra ketat terhadap tingkah laku anak-anak, tetapi orang tua juga bersikap responsif, menghargai dan menghormati pemikiran, perasaan, serta mengikutsertakan anak dalam pengambilan keputusan.
Metode penelitian yang digunakan pada studi kasus ini ialah dengan metode observasi dan wawancara pada subyek tunggal yaitu anak pada usia taman kanak-kanak. Kesimpulan studi kasus ini ialah pola asuh otoritatif yang konsisten dari orang tua serta guru dan keluarga lain yang membantu mengasuh anak, akan membuat anak dapat mengendalikan emosinya sehingga dapat mencegah munculnya perilaku tantrum pada anak.

Kata-kata kunci: Pengelolaan Emosi, Tantrum, Anak.






Pendahuluan

Anak usia dini adalah sosok individu yang unik yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Pada masa ini anak berada di periode keemasan atau golden age, karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang (Dariyo, 2004). Anak pada usia sekolah di taman kanak-kanak berada pada rentang usia 4-6 tahun. Pada masa itu anak mulai berkenalan dan belajar menghadapi rasa kecewa saat apa yang dikehendaki tidak  dapat  terpenuhi.  Rasa kecewa,  marah,  sedih  dan  sebagainya merupakan suatu rasa yang wajar dan natural. Namun seringkali, tanpa disadari orang tua menyumbat emosi yang dirasakan oleh anak. Misalnya saat anak menangis karena kecewa, orangtua dengan berbagai cara berusaha menghibur, mengalihkan perhatian, memarahi demi menghentikan tangisan anak. Hal ini sebenarnya membuat emosi anak tak tersalurkan dengan lepas. Jika hal ini berlangsung terus menerus, akibatnya timbul tumpukan emosi. Tumpukan emosi inilah yang nantinya dapat meledak tak terkendali dan muncul sebagai temper tantrum.
Temper tantrum adalah ledakan emosi yang kuat yang terjadi ketika anak balita merasa lepas kendali. Tantrum adalah demonstrasi praktis dari apa yang dirasakan oleh anak dalam dirinya. Ketika orang-orang membicarakan tantrum, biasanya hanya mengenai satu hal spesifik, yaitu kemarahan yang dilakukan oleh anak kecil. Hampir semua tantrum terjadi ketika anak sedang bersama orang yang paling dicintainya. Tingkah laku ini biasanya mencapai titik terburuk pada usia 18 bulan hingga tiga tahun, dan kadang masih ditemui pada anak usia lima atau enam tahun, namun   hal   tersebut   sangat   tidak   biasa   dan   secara   bertahap akan menghilang. Saat anak mengalami tantrum, banyak orangtua yang beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang negatif, dan pada saat itu juga orangtua bukan saja bertindak tidak tepat tetapi juga melewatkan salah satu kesempatan yang paling berharga untuk membantu anak menghadapi emosi yang normal (marah, frustrasi, takut, jengkel) secara wajar dan bagaimana bertindak dengan cara yang tepat sehingga tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut.

10.1.17

Pahit Itu Menyimpan Pesan Berharga

Pahit Itu Menyimpan Pesan Berharga

Melinda Rahail
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Nama saya Melinda Rahail, saya berasal dari Kei, Maluku Tenggara. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Adik saya perempuan, kami terpaut empat tahun. Namun,  umur saya yang lebih tua tidak menjadi pengukur berati bagi saya untuk bersikap lebih dewasa dari adik saya. Karena, kadang kami bertengkar oleh kesalahpahaman yang tidak berati atau sepele

HARUSKAH MENYAKITI SESEORANG BERDASARKAN ALASAN TERTENTU?



RESENSI ARTIKEL: FENOMENA KLITHIK DAN
PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA


Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Klithik (Jawa: golek-golek) adalah perilaku yang mencari-cari perkara. Perkara itu biasanya menjurus pada kekerasan yaitu menusuk dengan pisau. Akhir-akhir ini, fenomena klithik sangat sering terjadi di Yogyakarta. Remaja, dalam hal ini yang paling sering adalah laki-laki, tanpa alasan apa pun ia langsung menyakiti orang lain. Perilaku menyakiti itu antara lain menyilet dan menusuk tubuh orang yang kebetulan ditemui secara tidak sengaja, sehingga menjadi target.

Persoalan yang berhubungan dengan perilaku klithik adalah korban dan masyarakat tidak mengetahui penyebab dari perilaku menyakiti tersebut. Hal ini karena pelaku dan korban sama-sama tidak saling mengenal, bahkan bertemu pun belum pernah. Oleh karena tidak tahu penyebabnya, maka masyarakat pun juga bingung untuk mencegahnya.

2.1.17

Review Psikologi Berbagi : Melatih banyak Skill dalam satu kesempatan sambil berbagi



Wartono 
153104101120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta




Melatih banyak Skill dalam satu kesempatan sambal berbagi


                Kegiatan Psikologi berbagi yang dilaksnakan oleh kami.Dilakukan di sebuah SMK di daerah Temanggung.Bagi saya ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat baik dan langsung menuju sasaran.Praktek didalam sebuah mata kuliah yang satu ini bukan hanya memenuhi satu mata pelajaran saja.Merupakan satu dari sekian banyak hal yang bisa di praktekan dalam sebuah pemeblajaran.Dimana disan banyak sekali sesuatu yang harus di kaji dan di praktekan.Selain komunikasi itu sendiri juga koordinasi baik dalam perjalanan dan persiapan materi maupun non materi.Kesiapan  mental fisik dan materi itu sendiri sangat amat diperlukan.Menjadi sebuah pengalaman menarik dari pada hanya sekedar memenuhi mata kuliah itu sendiri bagi saya.Selain banyak aspek yang memenag harus dipersiapkan merupakan suatu kebanggan bisa terjun langsung dalam masyarakat.Sejauh yang di lakukan psikologi berbagi harus terus dilanjutkan,karena sangat positif baik bagi kampus maupun penerapan ilmu psikologi itu sendiri dalam kehidupan sehari hari.Semoga kedepan bisa terus berkontribusi dalam kegitan ini untuk terus mengembangkan dan menerapkan ilmu ilmu yang sudah di dapat agar terus terasah dan berguna bagi masyarakat luas.

1.11.16

Melawan Keadaan Untuk Bangkit



Sekitar 3 tahun yang lalu, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa percetakan. Pada saat itu keadaan saya tidak begitu yakin bahwa saya harus tetap bertahan pada pekerjaan saya, melihat kamampuan saya yang tidak begitu mumpuni untuk pekerjaan yang saya terima, tetapi apa daya inilah keadaan yang harus saya jalani dengan sebaik-baiknya. Bukan hal mudah bagi saya untuk tetap bertahan dengan keadaan yang membuat saya kurang nyaman. Apalagi gaji yang saya terima tidaklah terlalu besar, saya terus terpuruk didalam keadaan tersebut.
Setelah hampir satu tahun berlalu, waktu yang saya rasakan benar-benar terasa lama, walaupun terkadang saya bisa tertawa bersama teman-yang senasib dengan saya dipekerjaan tersebut. Pada saat saya bekerja di tempat tersebut ada saja kesalahan-kesalah yang yang say lakukan dalam bekerja. menurut saya memang kesalan yang saya buat tersebut benar-benar tidak terduga sama sekali oleh saya. Mulai dari kesalahan yang terlihat kecil bahkan sampai kesalahan yang terkadang membuat orang jengkel.

DUA PTN MENOLAK, TIGA PTS MENGUCAPKAN SELAMAT DATANG


Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas ’45 Yogyakarta


Sudah menjadi mimpi bagi remaja lulusan sekolah menengah atas bila dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri. Bayangan jenjang karir yang gemilang sudah terpatri pada benak masing – masing. Pandangan bahwa berkuliah di kampus negri dipandang terhormat, dan merupakan siswa – siswa pilihan.
Hal semacam inilah yang juga menjadi keinginan saya 5 tahun silam.

Peer Cure: Tidak Selamanya Apa yang Kita Inginkan Itu yang Terbaik Buat Kita

Tidak Selamanya Apa yang Kita Inginkan Itu yang Terbaik Buat Kita
Muhammad Duha Saputra Kusnadi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam kehidupan ini, baik dari kegagalan untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan, mendapatkan suatu barang yang kita suka dan lain-lainnya. Kegagalan merupakan suatu keberhasilan yang tertunda, kenapa bisa tertunda? Semua bisa saja terjadi karena kita kurang usaha, kurang berdoa atau bisa juga karena memang apa yang kita inginkan atau yang kita kejar itu bukan yang terbaik buat kita untuk saat ini ataupun untuk kedepannya.
Singkat cerita saya pun pernah mengalami kegagalan dalam meraih atau menginginkan sesuatu hal. Sewaktu masa sekolah di SMK pasti kebanyakan siswa

Apa yang kamu pikirkan tentang kegagalan ?

KEGAGALAN TAK SELAMANYA MEMBAWA KEBURUKAN

Tri Jumiati
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Kegagalan?, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Mengapa?, karena seseorang yang berhasil pasti pernah mengalami kegagalan.  Begitu juga dengan saya, meskipun saya belum menjadi orang yang berhasil, tetapi saya juga salah satu orang yang pernah mengalami kegagalan. Kegagalan dalam mendapatkan sesuatu yang saya inginkan, tetapi tidak bisa saya wujudkan. Ketika itu, saya masih SMA, saya berpikir setelah saya lulus SMA saya berharap bisa lulus seleksi di Perguruan Tinggi Negri sesuai dengan keinginan saya. Tetapi semua itu hanyalah mimpi, halnya orang yang pintar dan yang beruntunglah yang bisa lulus ujian seleksi di Perguruan Tinggi Negri itu. 

Singkat cerita, akhirnya saya kuliah di Perguruan Tinggi Swasta yang terletak di Babarsari, Yogyakarta. Di kampus ini saya menemukan banyak hal baru yang belum pernah saya temukan di tempat yang sebelumnya. Pertama kali masuk disana, saya bertemu dengan seorang wanita bernama Firda yang berasal dari Sulawesi, dan Fiki yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Masih banyak juga teman-teman saya yang lain yang berasal dari beberapa pulau yang ada di Indonesia.  Selain itu, saya juga bertemu dengan Dosen yang rata-rata se-umuran dengan  orangtua  saya. Di kampus ini saya juga bisa berbincang-bincang  dengan  dosen  saya  di kantin,  dan  belum  tentu  saya temukan di kampus lain.
                                    
Di kampus ini saya mengambil jurusan Psikologi. Saya sering diberi tugas yang fungsinya untuk menggali potensi para mahasiswa, seperti menulis essay atau artikel dan juga dilatih untuk bisa bicara di depan umum, dengan diberikan tugas yaitu mimbar akademik dan juga menjadi tamu di stasion radio yang ada di Yogyakarta. Selain itu, kami juga pernah mengunjungi Panti Wreda (Panti Jompo), di panti tersebut kami bisa bertemu dengan para lansia yang sebagian besar berada di tempat itu karena dibawa oleh anaknya yang tidak ada waktu untuk mengurus orangtuanya, ada pula karena keinginan lansia itu sendiri. 

Selanjutnya, kami pernah mengunjungi Rumah Sakit Jiwa, di rumah sakit tersebut saya bisa bertemu dengan beberapa teman yang kurang beruntung. Sebagian besar dari mereka masuk di rumah sakit tersebut mengalami stress akibat kurangnya mental mereka dalam menghadapi kenyataan hidup dan tekanan yang mereka alami dari lingkungan mereka. Selain itu, kami juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi beberapa sekolah SMA dan TK yang ada di sekitar Yogyakarta atau di luar kota Yogyakarta untuk berbagi ilmu yang kami miliki khususnya ilmu Psikologi. 

Dari semua itu saya berpikir bahwa saya beruntung bisa masuk di Perguruan Tinggi dan mengambil jurusan sesuai dengan keinginan saya meskipun Swasta, tetapi saya tetap bersyukur karena banyak menemukan kebahagian dan hal baru yang belum saya dapatkan di Perguruan Tinggi   Negri atau Swasta lainnya. Jadi, kegagalan tak selamanya membawa keburukan dihidupmu, karena kegagalan juga akan membawamu untuk merasakan  kebahagiaan.

26.10.16

Kegagalan adalah Jembatan Menuju Keberhasilanku



Kegagalan adalah Jembatan Menuju Keberhasilanku
Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Siapa yang dalam hidupnya tidak pernah mengalami kegagalan ? Semua orang pasti pasti pernah mengalami kegagalan. Termasuk saya juga pernah mmengalami kegagalan. Semua orang mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi dan menyikapi kegagalan tersebut. Sebagian orang menjadikan kegagalan tersebut sebagai pemicu semangat untuk menjadi lebih baik lagi, tapi sebagian ada yang menyikapinya sebagai hambatan dalam mencapai keinginan dan karena kegagalan tersebut mereka merasa putus asa akhirnya tidak mau mencoba lagi.

24.10.16

Berbagi Ilmu Psikologi di SMA N 1 Banguntapan

Oleh : Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45

Psikologi adalah ilmu dasar dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karenanya psikologi menjadi ilmu yang diperlukan di setiap bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Psikologi dalam ranah pendidikan digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan, meliputi penerapan prinsip-prinsip belajar dikelas, evaluasi minat & bakat, pengembangan kurikulum. Karena psikologi mempelajari perilaku manusia, maka penerapan psikologi dalam bidang pendidikan diharapkan mampu menyesuaikan sistem pengajaran dengan keadaan psikis siswanya. Hal tersebut guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal.
Pendidikan level SMA berkaitan dengan psikologi perkembangan remaja. Sekolah, khususnya guru dituntut untuk menghadapi individu-individu yang sedang berada pada fase perkembangan remaja. Menghadapi remaja bukanlah hal yang mudah. Pada fase ini individu cenderung tidak mau diatur, suka memberontak, senang mengeksplorasi diri dengan mencoba hal-hal baru.
Pada kegiatan psikologi berbagi yang diadakan di SMAN 1 Banguntapan, pengalaman yang didapatkan adalah anak-anak pada masa SMA tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan identitas diri mereka. Karena salah satu tugas pada fase remaja adalah mencari jati dari. Pada kegiatan tersebut, kelompok kami memberikan informasi mengenai karakteristik seseorang berdasarkan tulisan tangan (grafologi). Kelompok kami meminta siswa untuk menulis nama pada sebuah kertas yang diletakkan diatas meja masing-masing. Setelah itu kami membahas beberapa contoh tulisan tangan sesuai teori grafologi. Siswa-siswa tersebut sangat antusias, beberapa diantara mereka maju kedepan kelas untuk menanyakan bagaimana karakteristik mereka dilihat dari tulisannya. Bahkan ada diantara mereka yang meminta contac person kami.
Selain itu individu pada fase ini mulai mampu mengkritisi lingkungan sekitarnya. Hal ini nampak pada pertanyaan-pertanyaan yang bahkan terkesan nyeleneh untuk memenuhi kebutuhan akan keingintahuannya. Mereka juga pandai mengkritisi perilaku kelompok kami, mulai dari gerak-gerik kami yang terkesan nervous bagi mereka, kecanggungan kami. Bahkan menurut kuesioner yang kami berikan, materi dan penyampaian kami dinilai kurang menarik. Ini berarti, proses transfer informasi kepada individu pada fase remaja haruslah dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan. Kurang optimal jika dilakukan dengan cara yang kaku dan teoritis.


18.10.16

Aku Bersyukur Tuhan, Karna Pernah Gagal

BERSYUKURLAH KARNA PERNAH GAGAL
Chusnul Rizatul Untsa
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

                Sebagai pelajar tugas utama kita adalah belajar bukan. Apalagi usia – usia SMA yang merupakan masa keemasan untuk kita bersosialisasi dengan teman sebaya. Menghabiskan waktu dengan bermain dan bergaya. Beberapa tahun silam dimana usiaku menginjak 15 tahun dan duduk di bangku kelas satu SMA. Sekolahku merupakan sekolah negri yang terbilang favorit. Beberapa teman – temanku juga kalangan elite. Berawal dari keramahan dan mudahnya aku beradaptasi mereka menjadi sangat akrab denganku. Dan gaya hidup mereka membuat kehidupanku pada fase itu berubah drastis.
                Pada saat masih di bangku SMP saya adalah anak yang tertutup di kalangan teman – teman sebaya. Hanya berteman dengan teman kelas saja. Dan menghabiskan waktu hanya untuk kerja kelompok dan olimpiade. Sebut saja aku cupu waktu itu. Karna tidak tau pergaulan luar. Tempat aku bersekolah SMP adalah kalangan yang lebih elite lagi, karna sekolah saya pada saat itu disebut SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) sekarang sistem itu sudah tidak dipakai menurut kebijakan pemerintah karna menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial itu yang menjadikan saya pendiam saat di sekolah terlebih di luar lingkungan kelas. Karna aku bukan anak yang menenteng laptop dan di antar jemput mobil pada saat itu. Sekolah bertaraf Internasional tapi aku masih pake sepeda ontel yang sangat tidak modern, banyak besi berkarat dan tidak memiliki boncengan di belakang karna sudah rusak.
                Karna lingkungan di SMP yang merasa asing dan cupu itu yang membuatku sedikit kaget ketika mendapat teman – teman yang asyik. Dengan waktu yang singkat saya menjadi anak populer di sekolah hanya karna berani menentang kakak kelas ketika ospek. Dan sejak momen itulah banyak sekali teman – teman mendekati saya. Termasuk anak – anak gaul yang se-SMP denganku. Perlahan gaya hidupku berubah. Otomatis dengan beberapa hal kecil aku jadi lebih sering nongkrong dan sering jalan – jalan dengan mereka. Kedua orang tuaku saat itu masih mampu membiayai ku dengan gaya hidup seperti mereka. Aku biasa mentraktir teman – teman dan sebaliknya aku juga sering di traktir mereka.

                Tapi itu tidak berlangsung lama, musibah menimpa Ayahku di perantauan. Yang berakibat buruk untuk ekonomi keluarga. Termasuk uang jajan dan bulananku. Aku mulai jarang main dengan teman – teman nongkrong. Sampai pada titik aku benar – benar tidak memiliki fasilitas yang menyenangkan saat Ayahku masih sukses. Pada posisi ini aku jarang bawa uang saku ke sekolah. Sampai akhirnya pada keterpurukan ini aku memiliki ide untuk berjualan di sekolah. Satu hal yang aku cintai dari kecil adalah berdagang. Hal itu aku wujudkan dengan berjualan kue ke sekolah. Menjadi pedagang kue berseragam sekolah. Membawa box kue berisi 40 sampai 70 buah perhari. Dan setiap pagi menyempatkan ke pabrik kue untuk mengambil kue yang akan aku jual. Aku hanya menenteng box itu dr parkiran sampai kelas. Mungkin beberapa temanku kaget dengan perubahanku, tapi karna aku sedikitpun tidak minder jadi aku tidak menghawatirkan apapun. Bersyukurnya teman – temanku tidak membully ku, meski ada saja yang mencibir tapi tidak sebanyak yang mendukungku. Berjualan kue di sekolah itu berlangsung sampai aku benar – benar lulus dari SMA. Sampai sekarang aku terkenal sebagai siswi penjual kue. Beberapa guru akan selalu ingat hal itu karna bisa dibilang kegiatanku itu menonjol diantara teman – teman yang lain. Sampai keadaan ekonomi keluargaku memulih aku tetap berjualan sampai detik ini sejak pertama kali aku berjualan sudah 6 tahun berlalu dan aku tidak pernah mengandalkan uang orang tua lagi. Aku jadi terbiasa berproduktif sendiri bahkan untuk biaya kuliahku. Kegagalan itu mengajarkan hal yang sangat besar kepadaku yang berimbas sampai sekarang. Dan aku bersyukur Tuhan karna waktu itu pernah gagal.

14.10.16

PEER CURE : Hikmah dari Pahitnya Kegagalan

Dewi Larasati
Fakultas sikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

         Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, dan pengalaman yang paling terkutuk pasti sangat membekas dihati sampai waktu yang sangat lama. Saya sendiri pernah gagal, dan ada kegagalan satu yang membuat saya depresi dan beruntungnya saya langsung bangkit. Percaya pasti ada jalan lain, rencana Tuhan pasti lebih baik. Saat orang memimpikan sesuatu pasti dia akan berusaha sampai mimpi itu tercapai. Dalam berusaha itu, dia tidak kenal lelah dan rela menempuh jalan yang berliku. 
         2 tahun lalu, saya SMA kelas 12 IPA. mendekati ujian nasional saya sudah target untuk bisa menembus Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan yang saya minati. Selesai menempuh UN, saya memulai berjuang untuk ikut SNMPTN dan mengejar beasiswa. Dari ikut les di bimbel hingga belajar kelompok dengan teman-teman seperjuangan. SNMPTN saya gagal, tidak tembus di PTN manapun. Tapi perjuangan tidak berhenti disitu, saya berniat untuk ikut jalur SBMPTN. Meski harus dengan biaya yang tidak sedikit, karena harus berulang kali mengikuti banyak tes. Tapi hasilnya adalah zonk, saya tidak lulus ujian SBMPTN. Disitu saya sudah putus asa dan tidak mungkin lagi mengikuti jalur mandiri karena biaya sangat mahal. Orangtua belum sanggup membantu. Saat itu saya pasrah dan sangat sedih, kenapa saya tidak ditakdirkan untuk melanjutkan kuliah. Padahal saya ingin sekali kuliah,dengan melihat kondisi keluarga seperti dulu saya tidak tega untuk mendaftar di PTS. 
         Setiap hari saya berpikir untuk tetap lanjut kuliah, sempat terlintas dipikiran bahwa saya bisa tidak yaa bekerja sambil kuliah ??percaya tidak percaya, saya saat itu juga langsung searching di google dengan kata kunci "perguruan tinggi kelas karyawan jogja". Salah satu yang muncul adalah UP45, dan saya lihat-lihat disana ada fakultas psikologi yang saya inginkan. Langsung saya daftar, dan waktu itu sudah gelombang terakhir pendaftaran. Saya langsung mantapkan hati untuk mendaftar, masalah pekerjaan saya berpikir positif dapat cari dengan mudah di Jogja. Modal nekat, bisa dibilang begitu. Karena rumah saya hanya 1 jam ditempuh untuk sampai kejogja, orangtua mengizinkan itu.
       Dan luarbiasa yang terjadi adalah waktu masuk kuliah perdana adalah waktu saya dapat panggilan interview kerja dari surat lamaran yang sudah saya sebar. Saya diterima di Koperasi simpan pinjam sebagai marketing. Hikmah yang saya dapatkan sampai hari ini adalah pengalaman kerja dan dapat merasakan kuliah. Berarti mimpi saya tercapai, malah Tuhan memberi lebih kenikmatan, yaitu kesempatan untuk bekerja. Belum tentu jika dulu saya diterima di PTN, saya akan bisa mendapat pengalaman kerja, kuliah sambil bekerja saja pasti sulit.So, saya percaya diri bahwa saya beruntung mengenal teman-teman kampus yang luar biasa semangat juangnya untuk bekerja sambil kuliah, dan saya paling muda diantara mereka.

25.6.16

PEER CURE: Jangan Menyerah Dengan Takdir

Chapter 10

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45


Setap perempuan siap tidak siap harus bisa menjadi wanita yang mandiri hal ini perlu di persiapkan oleh setiap pasangan karena kita tidak tahu apa yang kan terjadi besok terhadab diri kita apakah kita kan bersama dengan pasangan selama nya atau hanya sampai beberapa saat saja entah itu terpisah karena perceraian ataupun kematian yg terpenting adalah mempersiapkan kemungkinan terburuk itu.jangan sampai jika itu terjadi membuat kita para perempuan hanya menikmati takdir dengan kesedihan yang berkepanjangan.karena itu hanya kan memperburuk suasana saja.namun bagi anda para kawula muda berpikirlah sebelum melakukan pernikahan ataupun buat semua yang sedang dalam fase pacaran hendak nya selektif dalam memilih pasangan pilih;ah pasangan yang setia tidak mudah terpengaruh dengan kondisi dan tetap dalam janji suci yang di ucapkan ketika berlangsung nya sebuah akad pernikahan.

Manfaat kan apa yang menjadi bakat dan minat kita sehingga dalam melakukan pekerjaan itu akan terasa ringan dan mudah jangan lupa niatkan ibadah sehingga ada pahala akhirat selain ada hasil untuk memenuhi kebutuhan dunia .dalam berusaha jangan semata mata karna motif uang semata namun ketika kita harus mengedapan kan sisi kemanusian , sosial dan sejenis nya kita juga harus pertimbangkan secara matang agar usaha bisa berjalan lancar dan hubungan dengan lingkungan juga tidak bermasalah.

PEER CURE: Berkah Ramadhan

Chapter 9

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45


Bulan ramadhan memeng menjdi berkah bagi semua sektor ,begitu juga buat ibu yang satu ini banyak pesanan makanan ataupun pesanan jahitan pakaian yang masuk walaupun itu hanya sekedar dari kerabat dan juga teman satu komunitas ,di kebanyakan teman –teman nya ibu ini memeng di kenal supel sehinga  kawan kawan nya pun tak canggung ketika ingin meminta tolong untuk membantu menyediakan menu makann untuk berbuka atau saur karena memeng kebanyak ibu di komunitas nya adalah ibu ibu dengan kantong tebal sehingga seperti nya agak males memasak sehingga kondisi itu juga membawa berkah tersendiri untuk ibu 2 orang anak ini .

Tutur nya mengatakan ketika menjelang lebaran sudah barang tentu akan banyak pengeluaran untuk persiapan lebaran ,namun tidak kelak dia mengandalkan pemberian dari ayah nya  anak – anak namun dia selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan nya sendiri dengan segala upaya dan juga dengan memanfaat kan ketrampilan yang dimiliki.sepertinya darah seni juga ada di dalam diri nya karena memeng ibu nya juga seorang pengusaha batik sukses pada masa nya  namun karena suatu kondisi akhir nya usaha itu berhenti dan tidak di lanjutkan lagi oleh anak – anak nya .ternyata dia m diam juga sang ibu sering mengajar tari di beberapa sanggar terutama untuk tarian modern dan juga klasik belio menuturkan pada masa muda nya sering ada undangan untuk penyambutan tamu penting di lingkingan pengusaha –pengusaha besar di jogja dalam bentuk tarian yang pada waktu itu tentunya dengan beberapa teman satu sanggar nya 

PEER CURE: Kendali Keuangan Bukan Di Tanganku

Chapter 8

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



Sistem pembayaran anak kos untuk biyaya sewa di beberapa kamar kos nya memang masih manual dengan uang cash , beberapa anak kos terutama  anak anak yang memang melakukan pembayaran dengan bapak nya namun ada juga yang melakukan pembayran dengan sang ibu , namun demikian infonya sang ibu hanya menerima uang tersebut yang selanjut nya akan di berikan ke pada bapak kos itu, bahkan untuk sekedar membeli pulsa prabayar pun beberapa bulan terakhir tidak di perbolehkan padahal hal itu untuk kelancaran oprasional tempat kos nya maklum sepertinya memang di sengaja untuk kamar kamar kos nya di kondisikan menggunakan listrik prabayar ini di gunakan untuk melihat seberapa besar quota pemakaian daya listrik di tempat kos nya ,tibalah saat nya pembayaran sewa beberapa anak sudah di minta untuk  membayar terutama bagi para lajang yang memeng suka terlambat kalo membayar baik melalui media sosial atau pun secara verbal didatangi ke kamar nya .kondisi ini kadang membuat ibu kos yang baik ini tdak enak dengan para penghuni karena memeng ibu kos yang satu ini tidak pernah menagih walaopun sudah jatuh tangal nya .mulai saat ibni ada kebijakan setiap pembayaran akan ada tanda terima dan juga di bubuhi tanda tangan ibu ketika menerima sejumplah uang tersebut.

PEER CURE: Pergi Bersama Keluarga Tanpa Suara

Chapter 7

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45



Di sela sela kesibukan sang ayah mungkin ada alasan untuk sesekali membawa serta keluarga hanya untuk sekedar makan di luar atau jalan –jalan dengan keluarga eperti yang di lakukan oleh keluarga lain hanya untuk sekedar menghabiskan sisa akhir pekan bersama namun yang di rasa adalah sang ayah tdak pernah mengajak berkomunikasi dengan istri pertama nya ini karena walaupun berada dalam satu mobil sang ayah hanya bisa bercerita dengan kedua orang anak nya saja tanpa mengajak ngobrol istri nya hal ini di rasakan tdak ada suasana yang ceria menurut nya malah hanya membuat kondisi atau menciptakan suasana yang menyedihkan dia ada namun di anggap tidak ada karna nyatanya dia tidak di ajak untuk berkomunikasi ataupun sekedar untuk mencairkan suasana untuk tertawa bersama .itu juga yang menjadi penyebab sang ibu lebih memilih pergi bersama teman –temanya dari pada harus pergi bersama suami nya itu karena dia tahu hanya akan penambahan untuk beban batin nya .pernah juga dia meceritakan bahwa sang istri kedua di belikanya mobil baru  yan bisa di bilang cukup bagus di kelas nya bahkan lengkap dengan plat no tertulis nama istri kedua nya dan sudah bukan menjadi rahasia umum juga bahwa setiap kendaraan yang di milikinya pasti akan di tuliskan dengam angka plat no yang sama.

PEER CURE: Rumahku Ramai Karena Adanya Anak Kos

Chapter 6

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45


Sebagai salah satu warga yang memiliki usaha kos- kosan ibu ini mengaku senang karena sedikit ramai untuk kondisi rumah nya ketika dia sedang mersa sepi pada waktu di tinggal kedua buah hati nya beraktifitas biasanya ibu ini mulai membuka obrolan dengan beberpa anak kos yang kebanyakan memeng sudah bekerja sehingga memeng obrolan nya nyambung ada curhat nya, ada humoris nya adan ada juga sisi saran atau nasihat nya karena biar bagaimanapun kan ibu ini adalah lebih tua dan juga labih banyak makan asam garam kehidupan.

Tidak jarang para penghuni kos yang memeng karena kondisi harus di mutasi kerja tetep menjalin hubungan baik melalui media sosial untuk sekedar bercerita kondisi saat sekarang atau memng ada hal hal yang perlu di  sampaikan sebagai bentuk pertolongan , karena memeng ibu ini tergolong orang yang suka menolong dan sangat peka perasaan nya terhadap hal –hal yang bersifat menyedihkan.bahkan ada penghuni nya yang sudah seempat pindah 5 tahun karena hubungan yang baik maka sang mantan penghuni kos itu kemali lagi ke kosan lamanya itu 

PEER CURE: Karenanya Anak Laki-lakiku Jadi Pendiam

Chapter 5

Subur Triyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45


Anak bungsunya sangat pendiam semenjak ayah nya melakukan pernikahan dengan wanita selain ibunya.kemungkinan ada rasa kecewa dan rasa tidak setuju dengan keputusan sang ayah itu.berkomunikasi dengan sang ayah hampir tidak pernah karena hari harinya setelah sekolah biasanya hanya di habiskan di kamar untuk sekedar menikmati siaran TV atau bersenda gurau dengan sodara perempuan dan ibunya.

Hampir semua model kendaran rasanya ada dari sepeda ontel , deretan motor jadul dan beberapa motor keluaran terbaru serta sebuah mobil yang lama sekali terparkir di halaman namun anak ini lebih memilih menggunakan sepeda ontel nya untuk menunjang aktifiitas sehari- hari nya di banding harus naik motor atau hanya sekedar di antar ketika pulang atau waktu berangkat sekolah.karena memeng ibu nya juga mengajarkan nya untuk hidub sederhana agar suatu ketika dia harus mandiri atau dalam kondisi terbatas atau kurang dia tidak kaget ungkap nya .untuk urusan makan juga dia tidak pilih – pilih apa saja yang ada di meja makan  atau  di sediakan oleh sang ibu slalu di lahap nya tanpa complain sedikit pun ,hanya saja kadang ibu nya kewalahan kalo ada tugas pekerjan rumah sang anak yang harus menggunakan tenaga pria maklum kebetulan pria di keluarga ini hanya ada dia dan sang ayah saja.