Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

24.6.16

Review Film : Perjalanan Sebuah Botol Plastik

Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas '45 
Botol plastik sejatinya terbuat dari bahan sintetis yang sulit diurai kembali oleh tanah. Memerlukan ratusan tahun untuk terurai. Jika produksi botol terus dilakukan jutaan kali perhari sedangkan limbahnya memerlukan ratusan tahun untuk terurai maka ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pada film dokumenter ini kita diperlihatkan sebanyak apa botol - botol yang menjadi sampah di bumi ini, jika diibaratan setiap botol disambung - sambung maka akan mampu mengitari bumi ini hingga beberapa kali. Dengan begitu kita tau bahwa penggunaan plastik yang mudah dan praktis tersebut memiliki dampak jangka panjang yang tidak sepraktis penggunaanya untuk memulihkan alam kembali.

Di salah satu kota di India bahkan memiliki gunung botol plastik yang berasal dari berbagai belahan bumi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan recycle tidak serta merta mengurangi limbah bool plastik. Para pencinta alam dunia kini mulai mensosialisasikan bahaya botol plastik. Mereka mengenalkan kreasi - kreasi yang bermanfaat dengan penggunaan kembali limbah botol plastik. Lebih dari itu kini restoran - restoran elit di Amerika dan Australia mulai mempergunakan gelas untuk sajian air mineral mereka. Dan tidak lagi menggunakan botol plastik. Karna hal itu dilakukan oleh sekelompok orang dan konsumen restoran mewah maka ini menjadi trend tersendiri untuk masyarakat mulai menggunakan botol minuman eco-labelling dan gelas untuk konsumsi air mineral.

Review Film : The Story Of Bottle Water

Botol Plastik

Chusnul Rizatul Unsya

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Di era modern seperti saat ini semua serba instan. Begitu juga air mineral kemasan, yang menggunakan botol plastik untuk pengemasannya. Semua itu tentu memudahkan konsumen untuk pengkonsumsiannya. Dan kita serba ingin semua mudah, bahkan minum pun demikian. Namun, kita lupa bahwa plastik botol itu terbuat dari apa, apa dampak yang ditimbulkan ketika kita hanya membuang botol plastik begitu saja.

Botol plastik sejatinya terbuat dari bahan sintetis yang sulit diurai kembali oleh tanah. Memerlukan ratusan tahun untuk terurai. Jika produksi botol terus dilakukan jutaan kali perhari sedangkan limbahnya memerlukan ratusan tahun untuk terurai maka ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pada film dokumenter ini kita diperlihatkan sebanyak apa botol - botol yang menjadi sampah di bumi ini, jika diibaratan setiap botol disambung - sambung maka akan mampu mengitari bumi ini hingga beberapa kali. Dengan begitu kita tau bahwa penggunaan plastik yang mudah dan praktis tersebut memiliki dampak jangka panjang yang tidak sepraktis penggunaanya untuk memulihkan alam kembali.

Di salah satu kota di India bahkan memiliki gunung botol plastik yang berasal dari berbagai belahan bumi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan recycle tidak serta merta mengurangi limbah bool plastik. Para pencinta alam dunia kini mulai mensosialisasikan bahaya botol plastik. Mereka mengenalkan kreasi - kreasi yang bermanfaat dengan penggunaan kembali limbah botol plastik. Lebih dari itu kini restoran - restoran elit di Amerika dan Australia mulai mempergunakan gelas untuk sajian air mineral mereka. Dan tidak lagi menggunakan botol plastik. Karna hal itu dilakukan oleh sekelompok orang dan konsumen restoran mewah maka ini menjadi trend tersendiri untuk masyarakat mulai menggunakan botol minuman eco-labelling dan gelas untuk konsumsi air mineral.

Review Film: The Story Of Bottled Water

The Story Of Bottled Water

Muhammad Duha Saputra Kusnadi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
             
Film ini menceritakan mengenai dampak lingkungan yang disebabkan karena banyaknya limbah botol plastik yang disebabkan banyak masyarakat mengkonsumsi air mineral dalam kemasan botol. Selain itu di film ini juga diungkapkan beberapa hal menarik diantaranya sejarah awal yang menyebabkan adanya perusahaan yang membuat air mineral dalam kemasan botol plastik sampai bagaimana cara penanganan limbah dari botol plastik tersebut serta adanya iklan yang dapat menarik banyak minat masyarakat untuk membeli air dalam kemasan botol plastik.

Review Film: BLOOD DIAMOND

BLOOD DIAMOND

Muhammad Duha Saputra Kusnadi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Blood Diamond adalah sebuah film yang menceritakan mengenai kejadian perang saudara yang terjadi di Sierra Leone (Afrika). Perang saudara dikalangan warga sipil ini terjadi karena adanya pemberontakan yang dilakukan oleh Revolutioner United Front (RUF). Pemberontakan ini muncul akibat adanya sekelompok organisasi yang menentang pemerintahan karena dianggap tidak adil dalam bertindak dan menilai bahwa kinerja pemerintahan pada saat itu adalah korup. Perang saudara ini muncul sejak tahun 1991 – 2000. Sierra Leone merupakan salah satu Negara di Afrika yang memiliki sumber kekayaan alam berupa berlian yang melimpah dan dibalik itu semua dalam memperoleh berlian tersebut banyak sekali terjadi pembunuhan dan penyelundupan berlian untuk dijual secara illegal, inilah yang menyebabkan awal mula adanya sebutan Blood Diamond.

RINGKASAN : “ THE STORY OF BOTTLED WATER”


Murjiwantoro
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



 Di seluruh penjuru dunia, masalah penanganan limbah menjadi suatu tantangan yang cukup serius, karena aktivitas manusia  setiap hari selalu berujung pada limbah. Limbah menjadi sebuah keniscayaan dalam aktivitas sosial dan ekonomi manusia. Semakin banyak jumlah manusia dengan segala kompleksitas aktivitas sosial dan ekonominya, maka akan semakin banyak pula sampah atau limbah yang dihasilkan. Suatu pemikiran yang sangat keliru apabila membicarakan tentang  kemasan tanpa memperhatikan limbah dan isu lingkungan yang menyertainya. Kemasan seringkali disalahkan sebagai penyebab timbulnya berbagai  penyakit. Bahkan  ada persepsi yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa jika industri kemasan mengurangi atau bahkan menghentikan produksi  atau tidak beraktivitas lagi, maka tanah di sekitarnya akan kembali subur dan masalah polusi akan hilang dengan sendirinya. Persepsi ini tentu saja tidak benar.  Ada beberapa bukti  yang menunjukkan bahwa kemasan yang diproduksi dengan baik bisa mengurangi limbah dalam jumlah yang cukup signifikan.


Sebuah perusahaan air minum memberikan solusi nilai praktis pada individu yang disibukkan dengan aktivitasnya. Merasa semakin ada kemudahan untuk pemenuhan kebutuhan air minum, individu semakin tidak mempedulikan lingkungannya. Salah satu masalah yang ditimbulkan dari kepraktisan air minum tersebut adalah limbah botol bekasnya. Setiap hari orang mengkonsumsi air kemasan dan membuang botol bekas mereka tanpa tahu apa yang terjadi dengan limbah botol tersebut. Botol bekas semakin banyak di tempat pembuangan sampah dan susah untuk dikendalikan penambahan jumlahnya. Karena tidak bisa semua di daur ulang maka sisa botol bekas tersebut di buang ke pinggiran kota yang menjadikan masalah baru bagi lingkungan yaitu menjadi gunung plastik yang sangat besar. Jika limbah botol dibuang begitu saja ke lingkungan tentu akan menimbulkan dampak yang sangat parah, berupa pencemaran lahan, tanah, perairan dan pencemaran secara “Visual”. Indonesia mengalami semua  bentuk pencemaran tersebut. Secara gamblang hal ini dapat dilihat di  selokan, kali dan sungai–sungai di lingkungan sekitar  kita, yang sebagian besar dipenuhi oleh limbah botol maupun kemasan pangan. Demikian juga dengan  di  pantai–pantai bahkan sampai  di tengah laut pun dengan mudah kita dapat menemukan limbah botol ataupun kemasan pangan yang terapung–apung. Limbah botol juga bertebaran di lahan kosong, lahan pertanian dan perkebunan, baik di perkotaan maupun pedesaan. 

REVIEW FILM “ BLOOD DIAMOND”


Murjiwantoro
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta




Blood Diamond berlatar belakang kisah nyata tentang konflik yang terjadi di benua Afrika, khususnya yang terjadi di negara Sierra Leone. Negara-negara besar pun bersepakat untuk tak memanfaatkan kekayaan apapun dari wilayah konflik. Namun, tetap saja berlian selundupan yang berasal dari Afrika terus saja berjalan. Hingga akhirnya orang rela berkorban nyawa demi mendapatkan berlian.

Sekelompok pemberontak yang dikenal dengan nama  Revolutionary United Front (RUF), menjadi penghianat dari misi pemerintah dan menciptakan perang di kotanya sendiri, Sierra Leone (Afrika). Mereka menambang banyak berlian untuk kemudian digunakan membeli senjata. Untuk melancarkan misinya kelompok tersebut menciptakan perang di mana-mana. Untuk mendukung perang tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kelompok tersebut akhirnya melakukan penggalian berlian yang ada di daerah tersebut secara tidak manusiawi. Banyak penduduk yang dipaksa untuk mencari berlian bahkan dengan ancaman dan dipisahkan dari keluarganya. Banyak nyawa yang dikorbankan sehingga tidak ada pilihan lain bagi penduduk selain engikuti perintah mereka. Tindakan RUF yang semena-mena membunuhi warga Sierra Leone menjadi korban keserakahan RUF.

Ketegangan begitu terasa dari awal hingga akhir film. Namun, beberapa pemandangan yang diambil dan ditampilkan dalam film Blood Diamond memperlihatkan kalau Afrika juga memiliki keindahan alam.

23.6.16

Review Film “ BLOOD DIAMOND”



Review Film “ BLOOD DIAMOND”
Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta 




Kehidupan masyarakat di pedalaman Afrika tepatnya di Siera Leona yang terlibat konflik untuk memperebutkan tambang berlian yang ada di daerah tersebut. Di daerah itu terjadi perbudakan besar-besaran yang menjadi korban perbudakan justru penduduk pribumi. Sekelompok orang yang yang memanfaatkan kondisi tersebut awalnya sekelompok orang yang dibentuk oleh pemerintah guna membantu misi pemerintah di daerah tersebut. Tetapi pada akhirnya kelompok tersebut membelot dari pemerintah dan akan merebut kekuasaan pemerintah saat itu. Untuk melancarkan misinya kelompok tersebut menciptakan perang di mana-mana. Untuk mendukung perang tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kelompok tersebut akhirnya melakukan penggalian berlian yang ada di daerah tersebut secara tidak manusiawi. Banyak penduduk yang dipaksa untuk mencari berlian bahkan dengan ancaman dan dipisahkan dari keluarganya. Banyak nyawa yang dikorbankan sehingga tidak ada pilihan lain bagi penduduk selain engikuti perintah mereka.

Ringkasan “ The Story Of Bottled Water”



Ringkasan “ The Story Of Bottled Water”

Oleh Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Perkembangan teknologi semakin memanjakan kehidupan manusia dalam lingkungannya. Seseorang tidak harus bersusah payah untuk mendapatkan barang yang menjadi kebutuhannya. Ketika individu semakin disibukkan oleh segala aktivitasnya maka kepedulian terhadap lingkungan semakin kecil. Individu akan melakukan hal yang praktis untuk mengefektifkan waktu mereka dengan semakin banyaknya kegiatan. Bahkan untuk kebutuhan vital sehari-hari pun mereka mencari yang praktis tanpa melihat dampak negatifnya. Kondisi seperti ini sudah diperhitungkan oleh sebuah perusahaan dan membuat suatu produk yang menguntungkan untuk diterapkan pada masyarakat dengan pola hidup sibuk dengan aktivitas tersebut. Sebuah perusahaan air minum memberikan solusi nilai praktis pada individu yang disibukkan dengan aktivitasnya. Merasa semakin ada kemudahan untuk pemenuhan kebutuhan air minum, individu semakin tidak mempedulikan lingkungannya. Salah satu masalah yang ditimbulkan dari kepraktisan air minum tersebut adalah limbah botol bekasnya.

6.6.16

Riview Film

Blood Diamond
Tri Jumiati
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Judul  Film    : Blood Diamond
Genre Film    : Laga,dan Drama
Tanggal Rilis : 08 Desember 2006
Sutradara      : Edward Zwick
Penulis skenario : Charles Leavitt, dan Charles Leavitt
Produksi        : Spring Creek Productions, Virtual Studios dan Warner Bros
Pemain     : Leonardo Dicaprio (Danny Archer), Djimon Hounsou (Solomon Vandy), Jennifer Connelly (Maddy Bowen), Kagiso Kuypers (Dia Vandy), David Harewood (Capten Poison), Anointing Lukola (Istri Solomon Vandy), dan Benu Mabhena (Jassie Vandy).

Blood Diamond adalah sebuah film yang menceritakan dan mengisahkan konflik perebutan tambang berlian di daerah konflik di Afrika. Blood Diamond berlatar belakang kisah nyata tentang konflik yang terjadi di benua Afrika, khususnya yang terjadi di negara Sierra Leone. Negara-negara besar pun bersepakat untuk tak memanfaatkan kekayaan apapun dari wilayah konflik. Namun, tetap saja berlian selundupan yang berasal dari Afrika terus saja berjalan. Hingga akhirnya orang rela berkorban nyawa demi mendapatkan berlian.

Sekelompok pemberontak yang dikenal dengan nama  Revolutionary United Front (RUF), menjadi penghianat dari misi pemerintah dan menciptakan perang di kotanya sendiri, Sierra Leone (Afrika). Mereka menambang banyak berlian untuk kemudian digunakan membeli senjata. Tindakan RUF yang semena-mena membunuhi warga Sierra Leone menjadi korban keserakahan RUF. 


Berawal dari penangkapan Solomon Vandy oleh pasukan RUF, dan membuat Solomon Vandy dipisahkan secara paksa dari keluarganya dan harus terpisah dari istri dan ketiga anaknya. Lolos dari maut, Solomon malah dipaksa bekerja sebagai budak di tambang berlian untuk para pemberontak tersebut.


Disinilah Solomon merasa beruntung sekaligus merasa  sial. Keberuntungan yaitu menemukan berlian berwarna merah muda yang berukuran lebih besar dari lainnya. Namun sayang, ketika hendak menyelundupkannya, Solomon ketahuan bos besar RUF. Namun, Solomon tetap berhasil menyimpan berlian itu dan mengubur berlian tersebut di tepi sungai Kono. Setelah itu, takdir membawa Solomon ke penjara dan disanalah, ia bertemu dengan Danny Archer.

Archer sendiri, adalah seorang mantan prajurit asal Rhodesia yang bekerja sebagai tentara bayaran dengan komandannya, Kolonel Coetzee. Agar bisa terbebas dari belenggu si Kolonel, Archer berusaha menemukan berlian itu. Ia meminta petunjuk keberadaan berlian dari Solomon dan memberi imbalan keluarga Solomon sebagai gantinya.

Awalnya, Archer adalah orang yang tak pernah bermain-main dengan perasaan. Kehilangan orang tua dengan cara yang sadis membuatnya tak lagi peka akan air mata. Begitu pula, saat ia bertemu dengan Maddy. Maddy yang juga seorang wartawati menjadikan Archer sebagai sumber beritanya yang tahu banyak tentang perdagangan ilegal berlian yang dilakukan pengusaha besar Van Der Kaap.

Kemudian, Solomon terlibat dalam petualangan bersama Danny Archer dan Maddy Bowen. Sementara itu, Archer memanfaatkan Solomon untuk memperoleh berlian itu. Namun, hal tak semudah perkiraannya. Solomon dan Archer harus melewati daerah konflik dan berurusan dengan darah. Mau tak mau mereka harus membunuh.


Pimpinan pemberontak RUF yang gagal mendapatkan berlian Solomon membalas dendam lewat putra sulung Solomon, Dia. Dalam usahanya mendapatkan kembali berlian yang hilang inilah Solomon pun bertemu kembali dengan Dia yang telah jadi anak buah RUF. Dia kini, adalah seorang bocah pembunuh.





Adegan sadis pembunuhan banyak diperlihatkan dalam Blood Diamond. Warga sipil yang tak bersalah menjadi korban konflik yang tak berujung. Belum lagi penderitaan orang tua hingga balita yang harus terluka fisik dan batin akibat konflik. Pada akhirnya Danny Archer meninggal karena terkena tembakan dari pasukan RUF, namun sebelum meninggal Danny Archer telah menepati janjinya kepada Solomon Vandy untuk menyelamatkannya dan Danny Archer juga sempat menelpon Maddy Bowen untuk membantu Solomon Vandy untuk bertemu dengan keluarganya dan Danny Archer juga mengucapkan selamat tinggal kepada Maddy Bowen.

Ketegangan begitu terasa dari awal hingga akhir film. Namun, beberapa pemandangan yang diambil dan ditampilkan dalam film Blood Diamond memperlihatkan kalau Afrika juga memiliki keindahan alam.


18.3.16

RINGKASAN FILM : BLOOD DIAMOND

RINGKASAN FILM : BLOOD DIAMOND
Chusnul Rizatul Untsa
Mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



Blood Diamond berlatarkan Afrika pada tahun 1999 dimana terjadi pemberontakan di Sierra Leone oleh RUF (Revolutionary United Front). Diawali ketika Solomon, salah satu korban kekejaman RUF yg disuruh bekerja di tambang berlian, menemukan berlian sebesar ibu jari berwarna merah muda. Ia menyembunyikannya karena tak ingin memberikan berlian itu kepada RUF. Tapi tak lama, seluruh orang di tambang berlian itu termasuk RUF dan penduduk, di penjara oleh pemerintah.

Sementara itu seorang penyelundup, Danny Archer, menjual senjata gelap kepada RUF dan dibayar dengan berlian. Tapi di perbatasan Liberia, Danny tertangkap dan berlian yg ia miliki diambil pemerintah. Danny pun dalam bahaya. Bagaimana pun juga ia harus mendapatkan berlian untuk mengganti rugi berlian yg diambil pemerintah. Mendengar Solomon memiliki sebuah berlian besar merah muda, Danny merayu Solomon untuk mencari berlian tersebut.

Tapi Solo tak mau dirayu semudah itu oleh Danny. Ia memberi syarat Danny harus membantu mempertemukannya dengan keluarganya yg tercerai berai karena perbuatan RUF. Danny pun meminta tolong pada teman jurnalisnya, Maddy, agar mempertemukan Solo pada keluarganya di pengungsian di Guinea. Sayangnya, anak lelaki Solo, Dia, tak ada di pengungsian. Dia telah diambil oleh RUF.

Menepati janji Danny setelah mempertemukan keluarganya, Solo dan Danny pergi ke tambang berlian, ke tempat ia menyembunyikan batu berlian itu. Petualangan mereka pun di mulai. Maddy awalnya tidak ingin membantu Danny. Tapi setelah Danny berjanji akan memberitahukan segala informasi yg dibutuhkan Maddy sebagai jurnalis, Maddy akhirnya bersedia membantunya. Berbagai medan perang pun mereka lewati demi mendapatkan blood diamond, berlian merah muda.

Melalui film ini kita mengetahui bahwa pada jaman itu tak ada artinya sebuah nyawa. Banyak pesan yg bisa kita ambil dari film ini. Cerita dan konflik yg kuat menjadi daya tarik utama film ini. Semua dibuat secara jelas dan terbuka.Melalui film ini kita juga mempunya gambaran lain tentang betapa pedihnya warga negara yang terlunta dan kelaparan di tanah kelahiran penuh kekayaan. Manipulasi yang di ceritakan pun memperlihatkan betapa kejinya para penguasa untuk memeras nyawa yang tidak dihargai lagi oleh mereka. Di cerita ini kita juga belajar hal besar dari sosok Solo yang berani dan bertekad kuat untuk bersatu dengan keluarganya. Harta yang paling besar menurutnya ialah nyawa keluarganya bukan sebongkah berlian yang di perbeutkan antar negara.