21.7.26

ESSAY 7: Cholifahtun Pratista D- 23310410120

 

ESSAY 7: REFLEKSI KEGIATAN BERSEPEDA SELAMA 10 MINGGU DI BANTUL, YOGYAKARTA

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

Nama: Cholifahtun Pratista Dewi

NIM: 23310410120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2026

 

Selama sepuluh minggu, mulai tanggal 17 Mei hingga 19 Juli, saya mengikuti kegiatan bersepeda santai yang dilakukan setiap akhir pekan di wilayah Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk olahraga rutin, tetapi juga menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran tentang kedisiplinan, kesehatan, dan menikmati keindahan alam. Berdasarkan laporan kegiatan, saya berhasil menyelesaikan sepuluh sesi bersepeda dengan durasi dan jarak yang terus mengalami perkembangan.

 

Tabel 1. Laporan kemajuan kegiatan bersepeda santai

M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

W

60

75

62

85

68

92

60

78

65

88

J

11.5

19.0

23.6

17.0

23.8

21.5

10.8

30.6

17.9

29.0

Catatan: M = Minggu ke-n (10 Sesi: 17 Mei–19 Jul), W = Waktu dalam menit, J = Jarak dalam Km.

 

Grafik 1. Laporan kemajuan kegiatan bersepeda santai

 

 

Pada minggu pertama (17 Mei), saya bersepeda selama 60 menit dengan jarak 11,5 km. Rute yang dipilih melewati jalan persawahan di daerah Bantul yang masih sepi. Karena baru memulai kembali olahraga, tubuh terasa cukup kaku dan napas cepat lelah. Namun, udara pagi yang segar membuat perjalanan terasa menyenangkan dan memotivasi saya untuk terus melanjutkan kegiatan ini.

Memasuki minggu kedua (24 Mei), durasi meningkat menjadi 75 menit dengan jarak 19 km. Tubuh mulai beradaptasi sehingga kayuhan terasa lebih ringan. Saya mulai menikmati pemandangan hamparan sawah hijau, aliran irigasi, serta masyarakat yang sedang beraktivitas di pagi hari. Tantangannya adalah cuaca mulai terasa lebih panas ketika perjalanan pulang sehingga saya harus lebih banyak minum.

Pada minggu ketiga (31 Mei), saya berhasil menempuh 23,6 km dalam waktu 62 menit. Ini menjadi pencapaian yang cukup membanggakan karena kecepatan bersepeda meningkat. Meski sempat melewati jalan yang sedikit menanjak, saya merasa lebih percaya diri dibanding minggu-minggu sebelumnya.

Di minggu keempat (7 Juni), saya bersepeda selama 85 menit dengan jarak 17 km. Cuaca mendung membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi saya harus beberapa kali berhenti untuk beristirahat karena rute yang dipilih cukup panjang dan berkelok. Walaupun sedikit lelah, saya tetap menikmati perjalanan hingga selesai.

Pada minggu kelima (14 Juni), saya menempuh 23,8 km dalam 68 menit. Minggu ini menjadi salah satu pengalaman terbaik karena kondisi fisik sedang prima. Saya dapat menjaga kecepatan dengan stabil dan menikmati pemandangan pedesaan Bantul yang masih asri. Banyak pesepeda lain yang saling menyapa sehingga suasana terasa lebih akrab.

Di minggu keenam (21 Juni), saya menghabiskan waktu 92 menit dengan jarak 21,5 km. Durasi yang lebih lama membuat tenaga lebih cepat terkuras. Tantangan terbesar adalah rasa pegal pada kaki dan pundak akibat posisi bersepeda yang cukup lama. Namun, rasa lelah tersebut terbayar dengan pemandangan alam yang indah setelah matahari mulai terbit.

Pada minggu ketujuh (28 Juni), saya bersepeda selama 60 menit dengan jarak 10,8 km. Minggu ini saya memilih rute yang lebih pendek karena kondisi tubuh belum sepenuhnya pulih dari aktivitas sebelumnya. Walaupun jaraknya lebih sedikit, saya tetap merasa senang karena berhasil menjaga konsistensi untuk terus berolahraga.

Memasuki minggu kedelapan (5 Juli), semangat kembali meningkat. Saya berhasil menempuh 30,6 km dalam waktu 78 menit, yang menjadi jarak terjauh selama program berlangsung. Walaupun kaki terasa sangat lelah di akhir perjalanan, ada rasa bangga karena mampu melampaui target pribadi.

Pada minggu kesembilan (12 Juli), saya menempuh 17,9 km dalam 65 menit. Cuaca cukup bersahabat sehingga perjalanan berlangsung lancar. Saya mulai menyadari bahwa kebugaran tubuh meningkat karena napas tidak lagi mudah terengah-engah seperti saat minggu pertama.

Akhirnya, pada minggu kesepuluh (19 Juli), saya menutup rangkaian kegiatan dengan menempuh 29 km selama 88 menit. Saya sengaja memilih rute favorit yang melewati persawahan dan jalan pedesaan Bantul sebagai penutup program. Selama perjalanan, saya merasa lebih percaya diri, lebih kuat, dan mampu menikmati setiap kayuhan tanpa terburu-buru.

Selama sepuluh minggu ini, saya merasakan berbagai suka dan duka. Sukanya adalah tubuh menjadi lebih sehat, stamina meningkat, pikiran terasa lebih segar, serta dapat menikmati keindahan alam Bantul setiap akhir pekan. Saya juga belajar disiplin untuk bangun pagi dan menjaga pola hidup sehat. Dukanya adalah rasa pegal, cuaca yang kadang kurang mendukung, serta kelelahan setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Namun, semua tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang membuat saya semakin termotivasi untuk menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Program ini membuktikan bahwa dengan latihan yang konsisten, kemampuan fisik dapat berkembang secara bertahap dan memberikan manfaat yang nyata bagi kesehatan maupun kebahagiaan diri.

Esay 5 Upcycling Sampah Anorganik

 Membuat Bingkai Foto Unik dari Kardus dan Barang Bekas

Psikologi Inovasi 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta. M.A.

 

Nama : Diah Nurul Khazanah
Nim : 23310410105

Karya tangan sendiri selalu memiliki nilai kehangatan yang istimewa, apalagi jika dibuat dari bahan yang biasanya terbuang. Bingkai foto ini terbuat dari kardus bekas, plastik bekas, dan alat sederhana lainnya. Tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bisa disesuaikan dengan imajinasi kita sendiri. Berikut bahan yang saya gunakan untuk membuat bingkai foto dari kardus bekas dengan ornamen dari cup plastik bekas.

Bahan dan Alat yang Diperlukan

- Bahan utama: Kardus bekas yang cukup tebal (seperti kardus kemasan barang), plastik bekas kemasan makanan/minuman yang bersih

- Alat potong: Gunting yang tajam, bisa juga ditambah pisau pemotong kertas jika ada

- Alat hias: Cat akrilik warna-warni, kuas ukuran kecil dan sedang

- Bahan pendukung: Lem kuat, pensil, penggaris, kertas bekas untuk alas kerja

Langkah-Langkah Pembuatan

 1. Menyiapkan dan Memotong Bahan Dasar Kardus

Pertama, tentukan ukuran bingkai yang diinginkan, misalnya untuk foto ukuran 4R atau foto kenangan pribadi. Ukur dan tandai pada kardus menggunakan penggaris dan pensil, buat potongan bagian depan bingkai dengan lubang tengah sesuai ukuran foto, lalu potong juga bagian penyangga belakang agar bingkai bisa berdiri tegak. Gunakan gunting untuk memotong kardus dengan hati-hati agar potongan rapi. Jika ingin bingkai lebih kokoh,bisa menumpuk 2–3 lapis kardus dan merekatkannya menjadi satu.

2. Membuat Ornamen dari Plastik Bekas

Bersihkan plastik bekas dengan sabun dan air, lalu keringkan sepenuhnya. Gambar pola hiasan yang diinginkan di atas permukaan plastik,seperti kupu-kupu, bunga, atau daun,sesuai desain yang telah dibuat lalu potong pola tersebut dengan gunting secara perlahan,

Cara Membuat Bingkai Foto dari Kardus Bekas 

Sebelum merakit,gambar sesuai selera permukaan kardus yang sudah digambar  kemudian warnai terlebih dahulu seluruh permukaan kardus dengan cat akrilik. bisa menggunakan warna yang diinginkan agar warna asli kardus tertutup sempurna. Biarkan cat lapisan pertama kering. Selanjutnya, berikan warna pada ornamen plastik yang sudah dipotong buat sayap kupu-kupu dengan warna cerah, kelopak bunga, serta detail bagian tengah bunga dan tulang daun. Biarkan cat kering sepenuhnya agar warna tidak luntur saat direkatkan.

Setelah cat pada kardus dan ornamen plastik kering total, oleskan lem pada bagian belakang ornamen, lalu tempelkan pada posisi yang diinginkan di sisi kiri, kanan, atas, maupun bawah lubang foto bingkai. Atur posisi agar tampak seimbang dan cantik. Terakhir, tempelkan bagian penyangga di belakang bingkai, dan bingkai foto buatan sendiri sudah siap digunakan.


Membuat bingkai seperti ini adalah bentuk kreativitas daur ulang yang sederhana namun bermakna. Bahan yang dulunya dianggap sampah diubah menjadi barang berguna yang penuh seni. Selain menghemat biaya, proses pembuatannya juga melatih kesabaran dan imajinasi dan hasil akhirnya bisa menjadi tempat terbaik untuk menyimpan foto kenangan.

Daftar Pustaka

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2020). Modul Pembelajaran Seni Rupa dan Keterampilan Daur Ulang. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Pedoman Pengelolaan Sampah Melalui Kreativitas Daur Ulang. Jakarta: KLHK RI.

Sari, R. P., & Wulandari, D. (2022). Kreativitas Kerajinan Tangan dari Bahan Limbah Anorganik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

20.7.26

Esai 8 My Most Admirable Accomplishment

 Pencapaian yang Paling Saya Banggakan

Menjadi Karyawan Terbaik Periode 2023/2024

psikologi inovasi 
Dosen pengampu : DR.Arundati Shinta. M.A.



Nama : Diah Nurul Khazanah 
NIM : 23310410105

Setiap orang memiliki perjalanan pertumbuhannya masing‑masing. Bagi saya, keberhasilan yang paling bermakna dan membanggakan yang pernah saya raih adalah mendapatkan penghargaan Karyawan Terbaik Tahun 2023/2024 di PT Enlig Mandiri Sejahtera, saat saya bekerja sebagai petugas kebersihan melalui sistem penyaluran tenaga kerja. Penghargaan ini bukan sekadar sertifikat atau penghargaan tetapi sebagai bukti bahwa ketulusan, kedisiplinan, dan pengabdian dapat mengubah pekerjaan apa pun menjadi sesuatu yang mulia.

 Saya mulai bekerja sebagai petugas kebersihan pada desember tahun 2022. Banyak orang mungkin menganggap pekerjaan ini sederhana atau kurang penting, namun saya selalu percaya bahwa setiap tugas memiliki nilai tersendiri. Lingkungan yang bersih dan rapi merupakan dasar kenyamanan serta penunjang semangat kerja bagi semua orang yang menggunakannya. Oleh karena itu, saya bertekad melakukannya dengan sebaik‑baiknya denga datang lebih awal dari waktu yang ditentukan, membersihkan setiap sudut ruangan dengan teliti, selalu mengikuti prosedur kerja yang berlaku, serta melayani semua orang dengan sopan dan ramah. Saya pun bekerja sama dengan rekan‑rekan tim agar pelayanan kami tetap terjaga dengan baik, bahkan saat pekerjaan sedang padat.

Kerja keras tersebut akhirnya diakui pada tanggal 15 Maret 2024, ketika saya menerima penghargaan Karyawan Terbaik langsung dari Bapak Indra indrajat, Direktur PT Enlig Mandiri Sejahtera. Mendapatkan dan memegang sertifikat itu, hati saya dipenuhi rasa bangga dan syukur yang mendalam. Itu semua mengingatkan bahwa usaha saya diperhatikan dan dihargai, meskipun saya bekerja di bidang yang sering kali dianggap sepele.

Keberhasilan ini mengajarkan saya dua hal yang sangat berharga. Pertama, tidak ada pekerjaan yang rendah yang ada hanyalah cara melakukannya dengan tidak sepenuh hati. Kedua, keberhasilan lahir dari ketekunan dan kesabaran yang dapat memberikan yang terbaik, apa pun tugas yang kita kerjakan. Penghargaan ini menjadi pendorong bagi saya untuk terus belajar, tetap rendah hati, serta senantiasa memberikan usaha yang maksimal, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari‑hari.

Link Youtube https://youtu.be/xUIZ-QD29vQ?si=9UlLAH9EMdbowgdu

Daftar Pustaka
 
Seligman, M. E. P. (2006). Psikologi Positif: Membangun Kebahagiaan dan Ketahanan Diri. Jakarta: Penerbit Indeks.
 
Seligman, M. E. P. (2012). Teori Kesejahteraan PERMA: Cara Hidup Lebih Bermakna dan Bahagia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
 
Csikszentmihalyi, M. (2010). Kreativitas dan Aliran Kesadaran: Kunci Mengembangkan Potensi Diri. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
 
Kübler‑Ross, E. (2015). Menghadapi Kehilangan dan Menemukan Kembali Makna Hidup. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
 
Azwar, S. (2017). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

ESAI 5 – BERPERILAKU INOVATIF

 

PSIKOLOGI INOVASI

ESAI 5 – BERPERILAKU INOVATIF

PEMANFAATAN BOTOL PLASTIK BEKAS MENJADI TEMPAT ALAT TULIS BERBENTUK HEWAN SEBAGAI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Nama: Gunarti

NIM: 23310410118

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Juni 2026

Salah satu permasalahan lingkungan yang masih sering dijumpai adalah banyaknya sampah plastik, terutama botol minuman sekali pakai. Botol plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga dapat mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan kembali. Berangkat dari permasalahan tersebut, saya mencoba menerapkan perilaku inovatif dengan mengubah botol plastik bekas menjadi tempat alat tulis berbentuk hewan yang memiliki nilai guna sekaligus nilai estetika. Melalui kegiatan sederhana ini, saya ingin menunjukkan bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Ide pembuatan produk ini muncul ketika melihat beberapa botol plastik bekas di rumah yang sudah tidak digunakan. Daripada dibuang, saya berpikir untuk mengolahnya menjadi tempat alat tulis yang lebih menarik. Saya membuat berbagai karakter hewan, yaitu jerapah, sapi, kucing, beruang, dan kelinci. Karakter tersebut dipilih karena terlihat lucu, menarik perhatian, dan cocok digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa sebagai tempat menyimpan pensil, pulpen, spidol, penggaris, atau perlengkapan belajar lainnya.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengumpulkan botol plastik bekas yang masih layak digunakan. Botol dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan. Setelah itu saya menggambar pola sesuai bentuk karakter yang diinginkan, lalu memotong botol menggunakan cutter dan gunting. Bagian tepi botol dirapikan agar aman saat digunakan. Selanjutnya botol dicat menggunakan cat akrilik sesuai warna masing-masing karakter. Pada proses pengecatan ini, anak saya ikut membantu mengecat beberapa bagian, sehingga kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan sekaligus menjadi momen kebersamaan kami. Setelah cat mengering, saya menambahkan detail seperti mata, hidung, telinga, dan motif karakter menggunakan kuas kecil hingga hasilnya terlihat lebih menarik.

Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya yang mahal. Barang yang sering dianggap sebagai sampah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Selain membantu mengurangi limbah plastik, tempat alat tulis ini juga memiliki peluang untuk dijual dengan harga yang terjangkau sehingga dapat memberikan nilai ekonomi. Menurut saya, inovasi seperti ini merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung kepedulian terhadap lingkungan sekaligus melatih kreativitas.

Sebagai mahasiswa Psikologi, saya memahami bahwa Psikologi Inovasi mengajarkan pentingnya melihat peluang dari permasalahan yang ada di sekitar kita. Melalui tugas ini saya belajar bahwa inovasi tidak harus berupa sesuatu yang rumit. Dengan ide sederhana, kemauan untuk mencoba, dan sedikit kreativitas, botol plastik bekas dapat diubah menjadi tempat alat tulis yang menarik, bermanfaat, serta memiliki nilai ekonomi. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk memanfaatkan kembali barang bekas daripada langsung membuangnya.

Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Menyiapkan botol plastik bekas yang masih layak digunakan.
  2. Mencuci dan mengeringkan botol hingga bersih.
  3. Menggambar pola karakter hewan pada botol.
  4. Memotong botol menggunakan cutter dan gunting sesuai pola.
  5. Merapikan bagian tepi agar aman digunakan.
  6. Mengecat menggunakan cat akrilik sebagai warna dasar.
  7. Menambahkan detail wajah dan motif karakter menggunakan kuas kecil.
  8. Mengeringkan hasil pengecatan hingga benar-benar kering.
  9. Tempat alat tulis siap digunakan atau dipasarkan.

Harga Produk

Tempat Alat Tulis Karakter dari Botol Plastik Bekas seharga: Rp2.000,00–Rp5.000,00 per buah.

Link Video Promosi YouTube:
https://youtube.com/shorts/kLKQbWTrEh4?feature=share

Daftar Pustaka

Ellen MacArthur Foundation. (2013). Towards the Circular Economy: Economic and Business Rationale for an Accelerated Transition. Ellen MacArthur Foundation. https://www.ellenmacarthurfoundation.org/publications/towards-the-circular-economy-vol-1-an-economic-and-business-rationale-for-an-accelerated-transition 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). https://sipsn.menlhk.go.id

Munandar, U. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.

19.7.26

ESSAI 6 - PARTISIPASI LOMBA (PSIKOLOGI INOVASI)

Berani Keluar dari Zona Nyaman Melalui Partisipasi dalam Lomba Lari


Nama : Devi Nur Hasanah

NIM : 23310410117

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

Sejujurnya saya adalah seseorang yang sangat tidak menyukai olahraga. Selama ini saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk kegiatan lain dibandingkan melakukan aktivitas fisik. Namun, sejak memasuki semester lima dan mempelajari mata kuliah Psikologi Inovasi bersama Bu Shinta, cara pandang saya mulai berubah. Berbagai tugas yang diberikan membuat saya menyadari bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga keberanian untuk mengubah kebiasaan, mencoba pengalaman baru, dan keluar dari zona nyaman.

Menurut De Jong dan Den Hartog (2010), perilaku inovatif diawali oleh keberanian individu untuk mencoba hal-hal baru serta terbuka terhadap pengalaman yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Berangkat dari pemahaman tersebut, saya memutuskan untuk menantang diri sendiri dengan mengikuti lomba lari untuk memenuhi tugas, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan akan saya lakukan. Dukungan dari teman-teman juga membuat saya semakin yakin bahwa saya mampu menyelesaikan tantangan tersebut.

  1. Event pertama yang saya ikuti adalah Jogja Run D-City pada tanggal 24 Mei 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Bagi saya, event ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan lomba lari pertama yang saya ikuti. Menjelang acara, saya sempat merasa kecewa karena pada H-1 diketahui bahwa nama saya tidak tercantum pada BIB akibat kesalahan dari pihak penyelenggara. Tapi kekecewaan saya sangat terobati karena sebelum lomba juga terdapat festival musik yang menghadirkan band favorit saya, yaitu Juicy Luicy. Saya juga berkesempatan menikmati penampilan mereka bersama Mbak Gunarti. Rasanya sangat membahagiakan bisa menonton langsung band yang lagunya saya putar tiap hari di kantor.

Keesokan paginya saya memulai lomba pada pukul 05.45 WIB. Bersama Mbak Gunarti, Mbak Diah, Brigita, dan Mas Adit, saya berhasil menyelesaikan kategori 5 kilometer dengan baik. Walaupun sangat jauh jika dibandingkan dengan pelari profesional, saya merasa sangat bangga karena mampu melawan rasa malas dan keraguan yang selama ini menghambat saya untuk mencoba olahraga. Bagi saya pribadi, kemenangan terbesar bukanlah memperoleh medalinya, melainkan berhasil mengalahkan batas yang ada di kepala saya sendiri.


*Dokumentasi event pertama


  1. Pengalaman kedua saya adalah mengikuti The Lilliput Family Fun Run pada tanggal 20 Juni 2026 di Gedung TCKN. Berbeda dengan event sebelumnya, suasana pada kegiatan ini lebih santai dan berorientasi pada kebersamaan keluarga. Saya mengikuti kategori 3 kilometer bersama Mbak Gunarti, Febri, dan Mbak Banun.

Meskipun jarak tempuhnya lebih pendek, tantangan yang saya hadapi justru terasa lebih berat karena telapak kaki saya masih mengalami bengkak dan nyeri setelah mengikuti event pertama. Saya tidak memaksakan diri untuk menjadi yang tercepat, melainkan fokus menikmati proses hingga mencapai garis akhir. Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa keberanian bukan berarti tidak merasakan sakit atau takut, melainkan tetap melangkah dengan mempertimbangkan kondisi diri secara bijaksana. Dan saya merasa beruntung karena teman-teman saya sangat pengertian dengan mengurangi pace untuk menunggu saya.


*Dokumentasi event kedua


Melalui dua pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa inovasi sering kali dimulai dari perubahan kecil dalam diri sendiri. Saya belajar untuk lebih terbuka terhadap pengalaman baru, berani mengambil tantangan, dan tidak membatasi diri hanya karena merasa "bukan tipe orang yang suka olahraga". Pengalaman mengikuti lomba lari juga meningkatkan kepercayaan diri saya bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang apabila ia bersedia mencoba dan terus belajar.

Saya percaya bahwa keluar dari zona nyaman adalah salah satu bentuk inovasi dalam kehidupan sehari-hari. Sepertinya tidak semua perubahan harus bersifat besar. Terkadang, keputusan sederhana untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan justru menjadi awal dari berkembangnya potensi diri. 


Daftar Pustaka

De Jong, J., & Den Hartog, D. (2010). Measuring Innovative Work Behaviour. Creativity and Innovation Management, 19(1), 23–36.



Esai 5 Berperilaku inovatif - Psikologi Inovasi – Dr. Arundati Shinta - SPSJ - Juli 2026 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)

 

Pemanfaatan Baju Bekas Menjadi Gantungan Kunci Kreatif

Bernilai Ekonomis


Itsnaini Latifatur Rohmah

(24310440001)

Fakultas Psikologi Proklamasi 45

Yogyakarta



Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering menemukan pakaian yang sudah tidak terpakai lagi tetapi kondisinya masih cukup baik. Biasanya pakaian tersebut hanya disimpan di lemari atau bahkan dibuang begitu saja. Padahal, jika dimanfaatkan dengan kreativitas, baju bekas masih dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang menarik dan memiliki nilai jual. Oleh karena itu, pada tugas ini saya mencoba membuat gantungan kunci dari kain perca yang berasal dari baju bekas sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah tekstil sekaligus melatih kreativitas.  Link YouTube

Saya memilih membuat gantungan kunci karena proses pembuatannya cukup sederhana, bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, dan hasilnya dapat digunakan sebagai aksesori tas maupun kunci kendaraan. Selain itu, produk ini juga memiliki peluang untuk dijual sebagai souvenir atau hadiah. Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi apabila diolah dengan ide yang kreatif.

Dalam proses pembuatannya, saya menggunakan kain dari baju bekas yang dipadukan dengan lem tembak sebagai bahan utama. Agar hasilnya lebih menarik, saya memilih kain dengan warna dan motif yang masih bagus. Meskipun terlihat sederhana, pembuatan gantungan kunci membutuhkan ketelitian, terutama saat memotong pola, menyusun bagian-bagian kain, dan merekatkannya agar hasil akhirnya rapi. Kegiatan ini juga melatih kesabaran karena setiap tahap harus dilakukan dengan hati-hati agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Menyiapkan baju bekas atau kain perca yang masih layak digunakan.
  2. Membuat pola sesuai bentuk gantungan kunci yang diinginkan.
  3. Memotong kain mengikuti pola sebanyak dua bagian.
  4. Merekatkan atau menjahit kedua bagian kain, kemudian menyisakan sedikit celah.
  5. Mengisi bagian dalam menggunakan dakron atau kapas agar bentuknya lebih padat.
  6. Menutup seluruh bagian hingga rapi menggunakan lem tembak atau jahitan.
  7. Menambahkan hiasan seperti pita, manik-manik, atau kancing agar tampil lebih menarik (opsional).
  8. Memasang ring gantungan kunci pada bagian atas.
  9. Merapikan sisa benang maupun lem sehingga hasil akhir terlihat lebih rapi.

Melalui kegiatan ini saya menyadari bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal. Dengan memanfaatkan baju bekas yang ada di rumah, saya dapat menghasilkan sebuah produk sederhana yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual. Selain mengurangi limbah tekstil, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi saya untuk mengembangkan keterampilan membuat kerajinan tangan. Ke depannya saya ingin mencoba membuat variasi bentuk dan desain yang lebih menarik sehingga produk gantungan kunci ini dapat dipasarkan sebagai kerajinan handmade dengan harga yang terjangkau.

Produk gantungan kunci ini saya buat dalam tiga pilihan ukuran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Untuk ukuran kecil saya menetapkan harga sebesar Rp27.000, ukuran sedang Rp35.000, sedangkan ukuran besar dijual dengan harga Rp53.000 (Pre order dan bisa custom nama). Perbedaan harga tersebut disesuaikan dengan ukuran produk, jumlah bahan yang digunakan, tingkat kesulitan pembuatan, serta waktu yang dibutuhkan dalam proses pengerjaannya. Menurut saya, harga tersebut masih cukup terjangkau sehingga memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai kerajinan tangan handmade yang unik dan ramah lingkungan.  LINK YouTube

Daftar Pustaka

Inoi. (2023). Gantungan Kunci dari Kain Perca (Tas) [Video]. YouTube. https://youtu.be/XUMr3CVPInc

ESAI 8 _ MY MOST ADMIRABLE ACCOMPLISHMENT ( SULASTRI)

 

My Most Admirable Accomplishment

Sulastri  (23310410122)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A.

Mei 2026

 




Setiap orang menginginkan dirinya untuk selalu sukses. Dr. Angela Lee Duckworth: Sukses adalah kemampuan untuk memilih tujuan hidup yang bermakna dan berupaya mencapainya dengan konsistensi tinggi. Ini melibatkan ketekunan dan semang

at meskipun menghadapi rintangan
. Hal ini yang saya alami pada bulan Maret, April, Mei 2026. Dimana pada awal bulan Maret saya di tunjuk oleh kepala Sekolah saya untuk mengikuti sebuah lomba yang menurut say aitu sangat berat bagi saya karena saya belum pernah mengikuti lomba tersebut dan belum memiliki ilmunya untuk mengikuti lomba tersebut.

Namun karena saya ditunjuk dan diamanahi saya bismillah mencoba walaupun nanti berjalanya waktru bagimana saya belum tahu. Kemudian awal maret itu saya mulai memilih lombanya dan saya mengikuti yang penelitian Tindakan kelas ( PTK) dan saya mengambil judul tentang motoric halus anak yaitu menggunting garis lurus, karena dalam kelas saya terdapat beberapa anak yang mengalami kendala dalam motoric halus terutama menggunting. Hal ini yang saya angkat dari penelitian saya.

Saya memulai menulis dan pada awalnya saya belum tahu bagaimana cara menulis PTK itu kemudian saya bertanya kepada teman saya yang kebetulan juga ikut lomba tersebut. Jadi disekolah saya mengirim perwakilan 2 orang saya dan teman saya. Untuk teman saya mengangkat tentang sosial emosinya. Seiring berjalanya waktu saya menuliskan dari Bab pertama sampai Bab 2 kemudian saya berhenti pada bulan maret Akhir karena libur idhul fitri, karena saya perlu Tindakan dengan subyek anak – anak, sehingga saya menunggu sampai masuk sekolah Kembali. Dalam Tindakan ini saya mengambil dalam 2 siklus dan Alhamdulillah anak – anak juga kooperatif dan saya menyelesaikan penelitian saya sampai akhir dan pengolahan data selesai dan harus Upload pada 20 Mei 2026. Pada saat itu saya masih kurang Bab penutupan sehingga saya harus lembur disekolah sampai jam 11 malam. Dan selang seminggu terdapat informasi bahwasanaya tulisan saya lolos dan teman saya juga lolos sehingga harus mengikuti grand final dengan presentasi di depan juri. Pada saat  presentasi saya yang nomor 1 alhamdulillah berjalan dengan lancer dan pertanyaan dapat saya jawab pada saati itu perasaan saya  campur aduk. Bersyukur sudah sampai di titik itu apapun nanti hasilnya yang penting sudah berani. Dan setelah seminggu terdapat pengumunan pemenang, dan Alhamdulillahnya saya mendapat kan Juara 2 kategori PTK. Disitu saya tidak percaya seperti mimpi namun ini nyata, ternyata usaha saya selama ini tidak sia – sia, sudah dapat pengalaman, keberanian dan bonus juara juga, saya mengucapkan banyak terimkasih kepada keluarga saya, teman kerja saya, anak doidik saya, orang tua wali murid dan masih banyak lagi. Alhamdulillah setelah itu saya mulai percaya diri dan mulai mencoba mengikuti cabang – cabang lomba lainya.

Dari sini saya dapat menyimpulkan hikmanya, bahwasanya ketika kita ingin sukses, maka kita harus berani bertindak dan yakin pasti bisa, selalu optimis dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Ketika sukses tetap tawadhuk dabn kalaupun gagal harus berani mencoba lagi. Dan selalu meminta dukungan dan doa dari orang – orang sekitar kita, terutama kedua orangtua kita, supaya di mudahkan dalam perjalanannya nanti.

Link Youtube:

https://youtu.be/069ahOM-gI0?si=JGDQrJzdpYvPaBFU

 

Daftar Pustaka :

Duckworth, A. (2016). Grit: The Power of Passion and Perseverance. New York: Scribner.