1.7.26

ESAI 6_ Partisipasi Lomba_ Sulastri

 

Partisipasi Lomba

Sulastri  (23310410122)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A.

April 2026


Kesuksesan bukan tentang menghilangkan ketakutan, tapi  tentang menemukan keberanian untuk menghadapinya. Jangan biarkan ketakutan mengunci pintu kesempatanmu, bukalah pintu dengan keberanianmu.( winda kuncorowati, 29 Agustus 2023)

Keberanian adalah kulitas mental dan emosional yang memampukan seseorang untuk menghadapi tantangan, bahaya atau ketidakpastian tanpa merasa terintimidasi atau gentar. Ini adalah keberanian yang membara didalam diri, mengatasi ketakutan dan membimbing Langkah maju dalam menghadapu ketidakpastian. Penting untuk memahami bahwa keberanian tidak berarti ketiadaan ketakutan, tetapi bagaimana kita menghadapi dan mengatasi ketakutan tersebut.

Satu contoh kisah inspiratif dari J.K Rowling. Penulis terkenal yang menciptakan dunia sihir dalam bukunya yang berjudul Harry Potter. Pada awalnya hidup J.K Rowling bergejolak banyak kesulitan dia mengalami kegagalan, kehilangan pekerjaan, dan menghadapi masa – masa sulit dalam hidupnya. Tapi ditengah tengah keterpurukan, keberanian dalam dirinya muncul dia menemukan Kembali semangatnya untuk menulis dan menciptakan gdunia magic yang membawa kita semua ke dalam petualangan Haryy Potter.

Dalam hal ini saya aplikasikan pada diri saya, pada awal April saya di tunjuk untuk mewakili sekolah dalam lomba Karya ilmiah yang dilakukan di Yogyakarta dengan berbagai sekolah SIT ( Sekolah Islam Terpadu).pada awalnya saya tidak mau menerima karena saya belum pernah menulis karya ilmiah. Namun karena di dorong terus dan sudah dipilih, kudian saya berpikir ini karena izin Allah SWT, dan ini sebuah Amanah dan kesempatan saya untuk bisa mengetahui kemampuan saya. Akhirnya kesempatan itu saya beranikan untuk ambil, namun tidak mudah ketika perjalanan dalam penelitian Tindakan Kelas saya banyak menemukan berbagai tantangan, saya bertanya kesana kemari untuk bisa menuliskan sebuah penelitian dan tentunya di damping oleh Kepala Sekolah saya.saya berusahan dan juga berdoa semoga Allah mudahkan dalam penelitian saya, saya melakukan penelitian Tindakan Kelas selama 6 minggu, kemudian saya tuliskan dalam tulisan karya ilmiah berupa PTK ( Penelitian Tindakan Kelas). Tak lupa saya meminta doa kepada kedua orangtua saya, keluarga kecil saya yang selalu mendukung, anak didik saya disekolah dan wali murid. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, saya di mudahkan pada saat presentasi terkait penelitian saya. Dan setelah seminggu kemudian saya mendapatkan kabar bahwa saya meraih Juara 2. Saya sangat Bahagia dan bersyukur



Kemudian dari keberanian saya, saya mulai ketagihan untuk bisa ikut lomba bukan karena ingin mendaptakan juara tetapi saya mau mengukur keberanian saya dan selalu mencari pengalaman – pengalaman yang positif. Dan di lomba Kedua saya mengikuti Cipta Puisi Tingkat Nasional saya memilih judul “ Doa Yang Terjawab”.namun pengumuman masih pada 20 juli 2026



Kemudian saya mengikuti lomba yang ketiga yaitu dalam Craft (Kreatifitas barang bekas dari gelas kertas), pada awalnya saya hanya hiburan untuk mengikuti namun tidak menyangka saya terpilih dalam ketogi kreatif dan rapi. Kemudain saya mendapatkan hadiah dan di minta untuk menagajari teman – teman yang lain untuk membuat keranjang kecil dari bekas gelas kertas. Awalnya karena ketika pas rapat melihat bekas gelas kertas yang menumpuk dan masih bagus, makanya saya memiliki rasa “ sayang jika di buang“ kemudian saya manfaatkan untuk menjadi keranjang kecil.



Daftar Pustaka :

uncorowati, W. (2023, Agustus 29). Kekuatan keberanian: Membuka pintu menuju kesuksesan. Hipwee. https://www.hipwee.com/narasi/kekuatan-keberanian-membuka-pintu-menuju-kesuksesan/

ESAI 7_ Perubahan Diri Olahraga Joging_ Sulastri

                                                                Perubahan Diri

Sulastri  (23310410122)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A.

April 2026

Perkembangan sebagai rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna. Dalam mempelajari perkembangan perilaku Manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai hal-hal sebagai berikut: (1) Proses pematangan kognitif; (2) proses belajar; (3) pembawaan atau bakat. Belajar adalah proses perubahan perilaku individu yang diperoleh dari hasil interaksi individu tersebut dengan lingkungannya. Seseorang baru bisa dikatakan belajar apabila orang yang bersangkutan melakukan suatu aktivitas yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang relatif lama dan dapat diamati. Kualitas hasil perkembangan manusia itu banyak terpulang pada apa dan bagaimana ia belajar. Selanjutnya tinggi rendahnya kualitas perkembangan manusia yang pada umumnya merupakan hasil belajar akan menentukan masa depan peradaban manusia itu sendiri.

Dalam hal perkembangan diri yang sesuai jasmani, ini adalah hal yang saat penting bagi diri kita sendiri. Perubahan diri untuk jadi lebih baik.seperti hal ini perubahan positif yang saya lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah membiasakan diri untuk berolahraga secara rutin. Awalnya, saya sering merasa sulit meluangkan waktu untuk berolahraga karena kesibukan saya sebagai ibu pekerja, mengurus anak dan rumah.namun, saya menyadari bahwa menjaga Kesehatan merupakan investasi yang sangat penting agar dapat menjalankan bberbagai peran dan tanggung jawab dengan baik.

Dengan tekad yang kuat, saya mulai  menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian saya. Saya melakukanya secara konsisten sesuai kemampuan saya yaitu saya melakukan jogging, setiap hari ahad. Namun untuk olahraga harian saya memilih untuk jalan kaki ataupun senam.seiring berjalanya waktu saya mulai merasakan banyak sekali perubahan, baik secara fisik maupun mental. Dari tubuh yang lebih bugar, stamina meningkat, dan saya mulai merasa lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari – hari.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, olahraga juga membantu saya mengelola stress, meningkatkan suasana hati, serta melatih kedisiplinan dan komitmen terhadap diri sendiri , pengalaman ini banyak mengajarkan saya bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai ddengan Langkah yang besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kedepan, saya akan berkomitmen untuk terus mempertahankan kebiasaan olahraga sebagai bagain dari gaya hidup sehat saya. Saya percaya bahwa denagn tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih positif, saya dapat menjadi pribadi yang lebih piroduktif, lebih siap menghadapi tantangan dan mampu memberiakan manfaat yang lebih baik dalam keluarga. Pekerjaan maupun lingkungan sekitar.

1.    Tabel Laporan kemajuan kegiatan Joging

M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

W

60

75

85

90

100

115

120

130

135

135

140

J

2

3

3,5

3,7

4

4,6

4,7

5

5,2

5,3

5,5

 


dalam perjalanan saya, jogging ini banyak sekali tantangan yang saya lewati namun saya banyak belajar dan mencari strategi supaya saya bisa melatih nafas saya ketika jogging dan berapa kali saya harus istirahat. Dengan melihat jurnal “ Program Latihan Joging untuk Kebugaran Jasmani “ PROGRAM LATIHAN JOGING UNTUK KEBUGARANJASMANI | Jurnal Cakrawala Pendidikan dan 9 Cara Ampuh Jogging Lebih Lama Tanpa Kelelahan. Hal ini dapat membantu saya untuk lebih konsisten. Awalnya saya hanya karena tugas kuliah namun karena menjadi kebiasaan yang baik maka saya mulai merutinkan setiap pekan.karena sebelum adanya tugas perubahan diri ini saya sudah melakukan jogging rutin setiap pekan yaitu hari ahad, Bersama teman mengaji saya karena itu merupakan syiar pekanan yang sudah kami jadwalkan. Sehingga ketika ada tugas ini maka saya mulai meneruskan namun dari yang tadinya santuy tidak ada target tambahan kilometer yang dicapai maka saya mulai menargetkan supaya terdapat perubahab perubahan yang lebih baik. Fdan Alhamdulillahnya, menjadi semangat teman – teman mengaji saya juga.harapan saya saya bisa selalu konsisten dan nanti dapat mengajak keluarga atau teman – teman di sekitar saya untuk olahraga.

Daftar Pustaka :

Sumber: hellosehat.com

PROGRAM LATIHAN JOGING UNTUK KEBUGARANJASMANI | Jurnal Cakrawala Pendidikan

30.6.26

Essay 5 - Psikologi Inovasi : Berperilaku Inovatif - Ainun Awanda Frisca (24310430013)

 

Pemanfaatan Tutup Botol Plastik Menjadi Tempat Alat Tulis 

Nama : Ainun Awanda Frisca

NIM : 24310430013

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi

Esai 5

Berperilaku Inovatif

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Juni 2026

Sampah plastik masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang sering kita jumpai. Salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan adalah tutup botol minuman. Meskipun ukurannya kecil, jika terus menumpuk, tutup botol dapat mencemari lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara kreatif untuk mengurangi limbah plastik, salah satunya dengan mengubah tutup botol bekas menjadi tempat alat tulis. Selain bermanfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga dapat melatih kreativitas dan kemampuan seseorang dalam menciptakan sesuatu yang berguna.

Dalam psikologi inovasi, terdapat konsep Innovative Work Behavior (IWB) atau perilaku inovatif. Konsep ini menjelaskan bahwa inovasi berawal dari kemampuan seseorang menemukan ide, mengembangkannya, lalu mewujudkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Membuat tempat alat tulis dari tutup botol merupakan salah satu contoh perilaku inovatif karena barang bekas yang awalnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual.

Selain itu, psikologi inovasi juga menjelaskan pentingnya Psychological Capital, yaitu efikasi diri, harapan, optimisme, dan resiliensi. Dalam pembuatan tempat alat tulis, efikasi diri terlihat dari rasa percaya diri bahwa seseorang mampu membuat kerajinan yang menarik. Harapan muncul melalui keinginan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat. Optimisme terlihat dari keyakinan bahwa tutup botol bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai. Sementara itu, resiliensi tampak ketika seseorang tetap berusaha menyelesaikan kerajinan meskipun mengalami kesulitan, seperti menyusun tutup botol agar rapi atau menentukan desain yang sesuai.

Proses pembuatannya cukup sederhana. Pertama, kumpulkan tutup botol bekas, kemudian cuci hingga bersih. Setelah itu, siapkan alas dari kardus bekas berbentuk lingkaran sebagai dasar tempat alat tulis. Tutup botol kemudian ditempel satu per satu menggunakan lem hingga membentuk tabung. Setelah selesai, tempat alat tulis dihias menggunakan pita hiasan  agar tampil lebih menarik.


Agar memiliki nilai ekonomi, produk ini dapat dipasarkan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube dan WhatsApp. Dengan harga sekitar Rp20.000 per buah, tempat alat tulis ini cukup terjangkau bagi pelajar maupun masyarakat umum. Selain membantu mengurangi sampah plastik, penjualan produk ini juga dapat menjadi peluang usaha sederhana yang menghasilkan tambahan pendapatan.


Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga belajar berpikir kreatif, percaya pada kemampuan diri, serta lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita dan mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.


Link Youtube : https://youtube.com/shorts/4FyTnlKqs6I?si=mVuVdiCVfrCKiuFW


Daftar Pustaka :

Luthans, F., Youssef-Morgan, C. M., & Avolio, B. J. (2015). Psychological capital and beyond. Oxford University Press.

Marfufah, M. R., & Ngazizah, N. (2024). Proyek STEAM pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi kerajinan vas bunga. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 54–62.

Mubaraq, A., & Sari, D. P. (2024). Hubungan psychological capital dengan perilaku kerja inovatif pada pegawai. JPSY165: Jurnal Psikologi, 3(1), 45–56.

Salpina, S., Maisura, M., & Nur, F. M. (2025). Meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui aktivitas mengolah botol bekas menjadi kerajinan. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 2(1), 12–20.

Scott, S. G., & Bruce, R. A. (1994). Determinants of innovative behavior: A path model of individual innovation in the workplace. Academy of Management Journal, 37(3), 580–607.

Setiawan, I., & Putri, N. K. (2024). Peran innovative culture dan psychological capital terhadap innovative work behavior pada pelaku ekonomi kreatif. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 12(1), 87–98.




Essay 7 - Psikologi Inovasi : Lakukan Perubahan Diri - Ainun Awanda Frisca (24310430013)

 Konsistensi : Kunci Perubahan Diri Melalui Jogging

Nama : Ainun Awanda Frisca

NIM : 24310430013

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi

Esai 7

Lakukan Perubahan Diri

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Juni 2026

Perubahan diri adalah proses mengembangkan potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perubahan ini dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, pendidikan, dan kesadaran diri. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga kesehatan, mengelola emosi, dan membangun pola hidup yang positif.

Menurut Albert Bandura (1997), perubahan perilaku dipengaruhi oleh self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan. Semakin tinggi keyakinan tersebut, semakin besar motivasi seseorang untuk mempertahankan kebiasaan positif dan mencapai perubahan yang diinginkan.

Salah satu perubahan diri yang saya lakukan adalah membangun kebiasaan jogging secara rutin setiap minggu. Keputusan ini muncul dari keinginan untuk meningkatkan kesehatan sekaligus melatih kedisiplinan dalam beraktivitas fisik. Dalam pelaksanaannya, saya biasanya jogging di sekitar Embung Tambakboyo karena suasananya nyaman untuk berolahraga. Saya juga beberapa kali berlari di lingkungan tempat tinggal dan di Stadion Mandala Krida, tergantung waktu dan kondisi yang tersedia.

Awalnya saya melakukan jogging hanya untuk menjaga kesehatan tanpa menghitung waktu maupun jarak tempuh. Namun, sejak 7 April 2026 saya mulai mencatat hasil setiap latihan untuk mengetahui perkembangan kemampuan saya. Pada 7 April 2026 saya menempuh 2 km dalam 60 menit. Selanjutnya, pada 12 April meningkat menjadi 2,5 km (60 menit), 19 April menjadi 2,8 km (60 menit), dan 26 April mencapai 3 km (65 menit). Perkembangan terus berlanjut pada bulan Mei, yaitu 3,2 km (70 menit) pada 1 Mei, 3,4 km (65 menit) pada 9 Mei, 3,7 km (60 menit) pada 16 Mei, 4 km (70 menit) pada 23 Mei, dan 4,5 km (76 menit) pada 30 Mei. Memasuki bulan Juni, saya berhasil menempuh 5 km dalam 80 menit pada 6 Juni, 5 km dalam 75 menit pada 13 Juni, dan 5,1 km dalam 80 menit pada 21 Juni 2026. Dari catatan tersebut terlihat bahwa dalam waktu sekitar dua bulan jarak tempuh saya meningkat dari 2 km menjadi 5,1 km, yang menunjukkan adanya perkembangan kemampuan dan daya tahan tubuh berkat latihan yang dilakukan secara rutin.

Tabel 1. Laporan Kemajuan Kegitan Jogging

M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

W

60

60

60

65

70

65

60

70

76

80

75

80

J

2

2,5

2,8

3

3,2

3,4

3,7

4

4,5

5

5

5,1

Catatan M = Minggu ke-n, W= Waktu dalam menit, J= Jarak dalam km
            Dalam proses ini, saya merasakan beberapa suka dan duka. Suka yang saya alami adalah munculnya rasa puas setiap kali jarak yang ditempuh bertambah. Saya juga merasa lebih bugar, pikiran lebih segar, dan lebih termotivasi karena melihat perkembangan yang jelas dari catatan latihan. Selain itu, jogging juga menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan karena bisa dilakukan sambil menikmati suasana pagi atau sore di tempat yang berbeda.

Namun, ada juga duka atau tantangan yang saya rasakan. Terkadang saya merasa lelah, terutama ketika harus tetap berlari meskipun kondisi tubuh tidak sepenuhnya fit atau cuaca kurang mendukung. Ada juga saat-saat di mana motivasi menurun sehingga jogging terasa berat untuk dilakukan. Meski begitu, saya berusaha tetap konsisten karena sudah melihat perkembangan yang cukup baik dari waktu ke waktu.

Perkembangan yang saya alami sejalan dengan hasil penelitian dalam jurnal "Latihan Fartlek Time To Distance dan Time To Time: Solusi Optimal untuk Meningkatkan Performa Kecepatan dan Daya Tahan Pelari Jarak Menengah". Penelitian tersebut menjelaskan bahwa latihan yang dilakukan secara rutin dan bertahap dapat meningkatkan daya tahan serta kemampuan berlari karena tubuh akan beradaptasi terhadap beban latihan. Meskipun saya tidak menerapkan metode fartlek secara khusus, jogging yang dilakukan secara konsisten setiap minggu tetap memberikan hasil positif. Hal ini terlihat dari peningkatan jarak tempuh dari 2 km menjadi 5,1 km dalam waktu sekitar dua bulan, yang menunjukkan bahwa latihan yang teratur dapat meningkatkan kebugaran dan kemampuan fisik secara bertahap.

Daftar Pustaka

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman.

Rusdita, J. N. D., Wiriawan, O., Lestari, B., & Wulandari, F. Y. (2025). Latihan fartlek time to distance dan time to time: Solusi optimal untuk meningkatkan performa kecepatan dan daya tahan pelari jarak menengah. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO), 9(1). https://doi.org/10.31539/acmr1k85

29.6.26

ESAI 8 - MY MOST ADMIRABLE ACCOMPLISHMENT

                                               ESSAY-8
                                     MY MOST ADMIRABLE ACCOMPLISHMENT

 

 


 

Alifa Maura Bunga Herina 24310430041

 

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.


Fakultas Psikologi 

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Juni 2026


Pada tahun 2015, saya mengikuti Kejuaraan Karate tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di sebuah GOR di Magelang. Di kejuaraan itu, saya harus melewati lima pertandingan sebelum akhirnya berhasil meraih medali emas di kelas pemula. Sampai sekarang, pengalaman tersebut masih menjadi salah satu momen yang paling saya ingat.

Saat datang ke kejuaraan, saya bukan atlet yang sudah memiliki banyak prestasi. Nama saya juga belum dikenal oleh peserta lain. Karena itu, saya tidak terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi. Fokus saya hanya satu, yaitu menampilkan hasil latihan yang selama ini saya jalani dan bertanding sebaik mungkin di setiap pertandingan.

Setiap pertandingan hanya berlangsung sekitar satu menit, tetapi rasanya jauh lebih panjang ketika berada di atas matras. Dalam waktu yang singkat itu, saya harus tetap tenang, membaca pergerakan lawan, dan menentukan kapan harus menyerang atau bertahan. Tidak ada banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, sehingga setiap keputusan benar-benar harus dipikirkan dengan cepat.

Pada pertandingan pertama saya berusaha mengendalikan rasa gugup dan bermain sesuai strategi. Memasuki pertandingan kedua dan ketiga, rasa lelah mulai muncul, tetapi saya mencoba tetap disiplin dan tidak kehilangan konsentrasi. Saat mencapai semifinal dan final, tantangannya bukan hanya menghadapi lawan, tetapi juga mengatasi kelelahan fisik serta tekanan untuk mempertahankan peluang menjadi juara.

Saya masih mengingat suara pelatih, teman-teman, dan keluarga yang terus memberi semangat dari pinggir arena. Dukungan mereka membantu saya tetap percaya diri hingga pertandingan terakhir selesai. Ketika wasit mengangkat tangan saya sebagai pemenang, rasa lelah yang sejak awal pertandingan saya rasakan seolah terbayar. Saya berhasil menjadi juara pertama dan membawa pulang medali emas.

Prestasi tersebut juga membuka kesempatan yang tidak saya duga sebelumnya. Saya mendapatkan tawaran untuk mengikuti program latihan di Jakarta sebagai bentuk pengembangan bagi atlet yang dinilai memiliki potensi. Kesempatan itu membuat saya menyadari bahwa satu pencapaian dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.

Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Saya belajar bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten, kemampuan mengendalikan diri saat berada di bawah tekanan, dan keberanian untuk tetap berjuang meskipun kondisi fisik mulai menurun. Nilai-nilai tersebut terus saya bawa hingga sekarang, baik dalam pendidikan maupun dalam menghadapi berbagai tantangan lainnya.

Medali emas itu masih saya simpan hingga hari ini. Bukan semata-mata sebagai simbol kemenangan, tetapi sebagai pengingat bahwa hasil terbaik dapat diraih ketika saya mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tetap tenang dalam tekanan, dan menyelesaikan setiap tantangan sampai akhir.

Link video youtube: https://youtu.be/TCcf11PrGVY?feature=shared