Konsistensi : Kunci Perubahan Diri Melalui Jogging
Nama : Ainun Awanda Frisca
NIM : 24310430013
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Esai 7
Lakukan Perubahan Diri
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Juni 2026
Perubahan diri adalah proses mengembangkan potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perubahan ini dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, pendidikan, dan kesadaran diri. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga kesehatan, mengelola emosi, dan membangun pola hidup yang positif.
Menurut Albert Bandura (1997), perubahan perilaku dipengaruhi oleh self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan. Semakin tinggi keyakinan tersebut, semakin besar motivasi seseorang untuk mempertahankan kebiasaan positif dan mencapai perubahan yang diinginkan.
Salah satu perubahan diri yang saya lakukan adalah membangun kebiasaan jogging secara rutin setiap minggu. Keputusan ini muncul dari keinginan untuk meningkatkan kesehatan sekaligus melatih kedisiplinan dalam beraktivitas fisik. Dalam pelaksanaannya, saya biasanya jogging di sekitar Embung Tambakboyo karena suasananya nyaman untuk berolahraga. Saya juga beberapa kali berlari di lingkungan tempat tinggal dan di Stadion Mandala Krida, tergantung waktu dan kondisi yang tersedia.
Awalnya saya melakukan jogging hanya untuk menjaga kesehatan tanpa menghitung waktu maupun jarak tempuh. Namun, sejak 7 April 2026 saya mulai mencatat hasil setiap latihan untuk mengetahui perkembangan kemampuan saya. Pada 7 April 2026 saya menempuh 2 km dalam 60 menit. Selanjutnya, pada 12 April meningkat menjadi 2,5 km (60 menit), 19 April menjadi 2,8 km (60 menit), dan 26 April mencapai 3 km (65 menit). Perkembangan terus berlanjut pada bulan Mei, yaitu 3,2 km (70 menit) pada 1 Mei, 3,4 km (65 menit) pada 9 Mei, 3,7 km (60 menit) pada 16 Mei, 4 km (70 menit) pada 23 Mei, dan 4,5 km (76 menit) pada 30 Mei. Memasuki bulan Juni, saya berhasil menempuh 5 km dalam 80 menit pada 6 Juni, 5 km dalam 75 menit pada 13 Juni, dan 5,1 km dalam 80 menit pada 21 Juni 2026. Dari catatan tersebut terlihat bahwa dalam waktu sekitar dua bulan jarak tempuh saya meningkat dari 2 km menjadi 5,1 km, yang menunjukkan adanya perkembangan kemampuan dan daya tahan tubuh berkat latihan yang dilakukan secara rutin.
Namun, ada juga duka atau tantangan yang saya rasakan. Terkadang saya merasa lelah, terutama ketika harus tetap berlari meskipun kondisi tubuh tidak sepenuhnya fit atau cuaca kurang mendukung. Ada juga saat-saat di mana motivasi menurun sehingga jogging terasa berat untuk dilakukan. Meski begitu, saya berusaha tetap konsisten karena sudah melihat perkembangan yang cukup baik dari waktu ke waktu.
Perkembangan yang saya alami sejalan dengan hasil penelitian dalam jurnal "Latihan Fartlek Time To Distance dan Time To Time: Solusi Optimal untuk Meningkatkan Performa Kecepatan dan Daya Tahan Pelari Jarak Menengah". Penelitian tersebut menjelaskan bahwa latihan yang dilakukan secara rutin dan bertahap dapat meningkatkan daya tahan serta kemampuan berlari karena tubuh akan beradaptasi terhadap beban latihan. Meskipun saya tidak menerapkan metode fartlek secara khusus, jogging yang dilakukan secara konsisten setiap minggu tetap memberikan hasil positif. Hal ini terlihat dari peningkatan jarak tempuh dari 2 km menjadi 5,1 km dalam waktu sekitar dua bulan, yang menunjukkan bahwa latihan yang teratur dapat meningkatkan kebugaran dan kemampuan fisik secara bertahap.
Daftar Pustaka
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman.
Rusdita, J. N. D., Wiriawan, O., Lestari, B., & Wulandari, F. Y. (2025). Latihan fartlek time to distance dan time to time: Solusi optimal untuk meningkatkan performa kecepatan dan daya tahan pelari jarak menengah. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO), 9(1). https://doi.org/10.31539/acmr1k85

