Tisya
Sukmalatri
24310410022
Psikologi
Inovasi - Kelas Karyawan
Essay
3 – Menjadi Suri Tauladan
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Menjadi
generasi muda yang sukses bukan hanya tentang mendapatkan nilai bagus atau
mencapai cita-cita, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadapi kesulitan dan
memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Mahasiswa sering menghadapi
berbagai tantangan, seperti tugas yang menumpuk, kegagalan mencapai target, dan
kekhawatiran tentang masa depan. Oleh karena itu, resiliensi dan ketekunan
menjadi dua hal penting yang perlu dikembangkan agar kita mampu bertumbuh dan
menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Tips
1: Mengembangkan Resiliensi dengan Belajar dari Kegagalan
Resiliensi
merupakan kemampuan individu untuk menghadapi kesulitan, menyesuaikan diri, dan
bangkit kembali setelah mengalami tekanan. Menurut Dwiastuti et al. (2021),
resiliensi akademik menjadi hal penting bagi siswa dan mahasiswa dalam
menghadapi berbagai hambatan selama proses pendidikan. Resiliensi membantu
individu tetap berusaha meskipun mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan
akademiknya.
Salah
satu cara mengembangkan resiliensi adalah dengan menerima keadaan tanpa
terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Ketika mengalami kegagalan, kita dapat
mencoba memahami penyebabnya, mengevaluasi kekurangan, dan menentukan langkah
yang perlu diperbaiki. Selain itu, menjaga kesehatan diri dan meminta dukungan
dari orang yang dipercaya juga dapat membantu kita menghadapi masalah.
Sebagai
mahasiswa, saya menyadari bahwa proses belajar tidak selalu berjalan sesuai
rencana. Ada kalanya saya merasa lelah atau kecewa ketika hasil yang diperoleh
belum sesuai harapan. Namun, saya perlu belajar untuk tidak berhenti hanya
karena mengalami kesulitan. Saya bisa menjadikan kegagalan sebagai bahan
evaluasi agar lebih siap menghadapi tantangan berikutnya. Dengan demikian,
resiliensi bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi
orang lain untuk tidak mudah menyerah.
Tips
2: Menumbuhkan Ketekunan melalui Kebiasaan Kecil
Selain
resiliensi, ketekunan juga penting untuk mencapai tujuan. Ketekunan berkaitan
dengan kemampuan untuk mempertahankan usaha dan konsistensi dalam mengejar
tujuan jangka panjang. Dyantari dan Simarmata (2023) menjelaskan pentingnya grit
bagi mahasiswa dalam proses belajar dan pencapaian tujuan. Konsep ini relevan
dengan kehidupan mahasiswa yang perlu menjalani proses belajar secara konsisten
meskipun menghadapi berbagai hambatan.
Ketekunan
dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuat jadwal kegiatan,
menyelesaikan tugas secara bertahap, menetapkan target harian, dan mengevaluasi
perkembangan diri. Kita tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Hal
yang lebih penting adalah memulai dari langkah kecil dan melakukannya secara
konsisten. Ketika merasa bosan atau kehilangan motivasi, kita dapat mengingat
kembali tujuan awal dan alasan mengapa tujuan tersebut penting untuk dicapai.
Dalam
kehidupan mahasiswa, ketekunan dapat ditunjukkan dengan berusaha memahami
materi kuliah, mengerjakan tugas tepat waktu, aktif mencari pengetahuan baru,
dan bertanggung jawab terhadap kewajiban. Menurut Vivekananda (2018), grit
pada mahasiswa mencakup konsistensi minat dan ketekunan usaha. Hal ini
menunjukkan bahwa mencapai tujuan tidak hanya membutuhkan keinginan, tetapi
juga usaha yang berkelanjutan.
Saya
percaya bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu
membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Sikap tersebut dapat
menjadi contoh bagi orang lain bahwa keberhasilan membutuhkan proses, bukan
hanya hasil yang terlihat.
Resiliensi
dan ketekunan merupakan dua sikap yang saling melengkapi. Resiliensi membantu
kita bangkit ketika menghadapi kegagalan, sedangkan ketekunan membantu kita
terus melangkah untuk mencapai tujuan. Keduanya perlu dikembangkan agar
generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga dapat
memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Menjadi
suri tauladan tidak harus dimulai dari pencapaian yang besar. Kita dapat
memulainya dengan menunjukkan sikap pantang menyerah, konsisten menjalankan
tanggung jawab, dan mau belajar dari kesalahan. Dengan menerapkan kedua tips
tersebut dalam kehidupan sehari-hari, saya berharap dapat menjadi pribadi yang
terus berkembang dan memberikan inspirasi bagi orang lain melalui tindakan
nyata.
Link
Tips 1 : https://youtube.com/shorts/PY8WSHvVa5k?si=PNIQ7C56OuOeKBfC
Link
Tips 2 : https://youtube.com/shorts/wo0JHNerW5Q?si=nFNX1rR-BjTXhV9_
Daftar
Pustaka:
Dwiastuti, I., Hendriani, W., &
Andriani, F. (2021). Perkembangan penelitian resiliensi akademik di Indonesia:
Scoping literature review. Jurnal Psikologi TALENTA, 7(1). https://doi.org/10.26858/talenta.v7i1.23748
Dyantari, K. R., & Simarmata, N.
(2023). The role of grit for college students in Indonesia. Insight: Jurnal
Ilmiah Psikologi, 25(2). https://doi.org/10.26486/psikologi.v25i2.3167
Vivekananda, N. L. A. (2018). Studi
deskriptif mengenai grit pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen
Maranatha Bandung. Humanitas (Jurnal Psikologi), 1(3), 183–196. https://doi.org/10.28932/humanitas.v1i3.756






