Pemanfaatan Kardus Bekas Menjadi Bingkai Foto Kreatif
Putri Dahliani (21310410110)
Psikologi Inovasi- kelas karyawan
Dosen pangampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Kardus bekas merupakan salah satu jenis sampah yang sering ditemukan di lingkungan rumah. Kardus biasanya berasal dari kemasan barang belanjaan atau paket yang sudah tidak digunakan. Sebagian orang memilih menyimpan kardus tanpa memanfaatkannya kembali atau langsung membuangnya. Padahal, kardus bekas masih dapat diolah menjadi barang baru yang bermanfaat. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dan inovasi untuk memanfaatkan barang bekas agar memiliki fungsi dan nilai tambah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah kardus bekas menjadi bingkai foto yang menarik dan bermanfaat. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga bertujuan melatih kreativitas, mengembangkan kemampuan berpikir inovatif, serta melihat peluang usaha dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Alat:
1. Gunting, untuk memotong kardus dan kertas hias.
2. Penggaris, untuk mengukur ukuran bingkai.
3. Pensil, untuk membuat pola pada kardus.
4. Cutter, jika diperlukan untuk membuat lubang pada bagian tengah kardus. Penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan sebaiknya dengan bantuan orang dewasa.
Bahan:
1. Kardus bekas yang masih cukup tebal sebagai bahan utama.
2. Lem untuk merekatkan bagian bingkai.
3. Kertas warna atau kertas kado bekas untuk menghias bingkai.
4. Foto yang akan dipasang.
5. Tali
Pembuatan bingkai foto dimulai dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan. Pertama, kardus bekas diukur dan dipotong sesuai ukuran foto yang akan digunakan. Setelah itu, bagian tengah salah satu potongan kardus dibuat berlubang sebagai tempat untuk menampilkan foto.
Selanjutnya, foto ditempatkan di bagian belakang lubang bingkai. Setelah bagian-bagiannya dihias menggunakan kertas warna atau kertas kado kemudian direkatkan dengan lem agar permukaan bingkai terlihat lebih menarik. lalu kaitkan tali pada atas bingkai untuk menggantung bingkai. Terakhir, bingkai diperiksa untuk memastikan seluruh bagiannya terpasang dengan baik.
Melalui proses ini, kardus yang sebelumnya tidak digunakan dapat berubah menjadi barang yang memiliki fungsi baru. Desain dan hiasan bingkai juga dapat disesuaikan dengan kreativitas pembuatnya. pembuatan bingkai foto dimulai dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan. Pertama, kardus bekas diukur dan dipotong sesuai ukuran foto yang akan digunakan. Setelah itu, bagian tengah salah satu potongan kardus dibuat berlubang sebagai tempat untuk menampilkan foto.
Melalui proses ini, kardus yang sebelumnya tidak digunakan dapat berubah menjadi barang yang memiliki fungsi baru. Desain dan hiasan bingkai juga dapat disesuaikan dengan kreativitas pembuatnya. Sebagai contoh, harga jual dapat ditetapkan sebesar Rp10.000 per bingkai. Harga tersebut merupakan perkiraan awal yang perlu disesuaikan dengan biaya bahan tambahan, ukuran, kerapian, dan kualitas produk. Promosi dapat dilakukan melalui WhatsApp Status atau Instagram Story dengan menampilkan foto bingkai yang sudah selesai dibuat, informasi harga, dan manfaat produk.
Melalui promosi tersebut, produk dapat dikenal oleh lebih banyak orang. Jika mendapat tanggapan positif, pembuatan bingkai foto dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dengan variasi ukuran, warna, dan desain.
Daftar Pustaka
Hennessey, B. A., & Amabile, T. M. (2010). Creativity. Annual Review of Psychology, 61, 569–598. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.093008.100416
Kementerian Lingkungan Hidup. (n.d.). Ekonomi sirkular. https://kemenlh.go.id/contents/18/Ekonomi-Sirkular
European Commission. (2026). Upcycling. Knowledge4Policy, Bioeconomy Knowledge Centre. https://knowledge-for-policy.ec.europa.eu/node/78220_bg




.jpeg)





