ESSAY 8 – My Most Admirable Accomplishment
Nama: Muhammad Firdaus
NIM:23310410131
Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Tugas: Esai 8 – My Most Admirable Accomplishment
My Most Admirable Accomplishment
Bagi saya, pencapaian tidak selalu diukur dari seberapa besar pengakuan yang diperoleh, tetapi lebih kepada proses panjang yang mampu mengubah diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, tangguh, dan berdaya saing. Dalam perspektif psikologi inovasi, pencapaian merupakan hasil dari kemampuan individu dalam mengembangkan potensi diri, menghadapi tekanan, serta beradaptasi dengan tuntutan lingkungan yang tinggi. Pencapaian juga mencerminkan pertemuan antara motivasi berprestasi (achievement motivation) dan kemampuan individu dalam mengelola tantangan secara efektif.
Pencapaian paling membanggakan dalam hidup saya adalah ketika saya berhasil menjadi anggota Paskibraka Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2021 dan bertugas di Gedung Agung Yogyakarta. Kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan besar karena proses seleksi yang sangat ketat serta tingginya standar yang harus dipenuhi oleh setiap peserta. Saya harus bersaing dengan banyak siswa terbaik dari berbagai kabupaten/kota di DIY yang memiliki kemampuan fisik, mental, dan kedisiplinan yang tinggi.
Proses untuk mencapai titik tersebut tidaklah mudah. Saya harus melalui berbagai tahapan seleksi mulai dari tes fisik, kesehatan, baris-berbaris, hingga tes mental dan wawancara. Selain itu, latihan yang dijalani selama masa persiapan juga sangat intensif dan menguras energi. Setiap hari saya dituntut untuk bangun lebih pagi, menjaga kondisi fisik, serta mengikuti latihan dengan disiplin tinggi. Tidak jarang saya merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Namun, saya terus berusaha bertahan karena saya memiliki tujuan yang jelas, yaitu menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi.
Tantangan terbesar yang saya hadapi bukan hanya berasal dari latihan yang berat, tetapi juga dari tekanan diri sendiri. Saya sempat merasa kurang percaya diri ketika melihat kemampuan peserta lain yang sangat baik. Perasaan ragu tersebut menjadi hambatan psikologis yang cukup mengganggu. Namun, saya mencoba mengubah pola pikir saya dengan lebih fokus pada proses dan perkembangan diri, bukan membandingkan diri dengan orang lain.
Dari sudut pandang psikologi, keberhasilan saya dalam mencapai pencapaian ini tidak terlepas dari adanya growth mindset. Individu dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan latihan yang konsisten (Yeager & Dweck, 2012). Saya mulai melihat setiap kesulitan dalam latihan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai ancaman. Selain itu, saya juga mengembangkan resiliensi, yaitu kemampuan untuk tetap bertahan dan bangkit meskipun menghadapi tekanan yang tinggi (Fletcher & Sarkar, 2013). Resiliensi ini membantu saya untuk tetap fokus dan tidak mudah menyerah selama proses seleksi maupun latihan.
Pada akhirnya, saya berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi dan menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi DIY di Gedung Agung dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi sangat berkesan karena tidak hanya melatih kedisiplinan dan kekuatan fisik, tetapi juga membentuk karakter saya menjadi lebih percaya diri, tangguh, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
Pencapaian ini menjadi yang paling saya banggakan karena merupakan hasil dari perjuangan panjang, kerja keras, serta kemampuan untuk mengatasi keraguan dalam diri. Pengalaman ini juga memberikan saya pelajaran penting bahwa dengan komitmen, konsistensi, dan pola pikir yang tepat, seseorang mampu melampaui batasan dirinya sendiri. Hal ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka
Fletcher, D., & Sarkar, M. (2013). Psychological resilience. European Psychologist.
Yeager, D. S., & Dweck, C. S. (2012). Mindsets that promote resilience. Educational Psychologist.
link vidio
https://youtube.com/shorts/fgTMQqL_aVI?si=223YbjIG-fdBlFVV








.jpeg)