Tugas Esay Psikologi Inovasi Mereview Jurnal
Membangun Perilaku Inovatif melalui Kepemimpinan dan Ekspektasi Kinerja. Sebuah Tinjauan Psikologi Organisasi
Disusun Oleh : Diah Nurul Khazanah
NIM : 23310410105
Psikologi Inovasi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Di zaman globalisasi serta kemajuan teknologi informasi yang cepat, organisasi harus terus beradaptasi untuk bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat. Inovasi menjadi solusi yang sangat penting bagi organisasi untuk menciptakan produk dan layanan yang memberikan nilai bagi berbagai pemangku kepentingan. Salah satu elemen utama dalam pencapaian ini adalah Perilaku Kerja Inovatif (PKI) dari karyawan. Tulisan ini membahas temuan dari penelitian Rusdijanto Soebardi tentang bagaimana perilaku pemimpin dapat memengaruhi perilaku inovatif dari bawahan, dengan ekspektasi kinerja berperan sebagai penghubung.
Dinamika Perilaku Kerja Inovatif
Perilaku yang berkaitan dengan inovasi di tempat kerja dijelaskan sebagai serangkaian aktivitas di mana individu berusaha untuk merancang dan memperbaiki efektivitas kerja melalui empat langkah utama yaitu :
1. Mengidentifikasi kemungkinan tantangan dalam konteks pekerjaan.
2. Menghasilkan solusi dengan cara yang kreatif.
3. Membangun kerjasama dan dedikasi untuk mewujudkan perubahan.
4. Melaksanakan rencana perbaikan tersebut di dalam tindakan sehari-hari.
Studi ini menunjukkan bahwa perilaku kerja inovatif bukan hanya sekadar proses berpikir individu (kreativitas), tetapi juga merupakan hasil dari interaksi sosial dalam tim kerja.
Peran Pemimpin sebagai Katalisator
Seorang pemimpin memegang peranan penting dalam memandu sikap dan tindakan staf melalui berbagai aspek kepemimpinan. Beberapa sikap pemimpin yang telah terbukti mendorong inovasi secara langsung antara lain, Dukungan kepada pekerja menyediakan perhatian mental terhadap kebutuhan staf.
Konsultasi dengan pekerja melibatkan staf dalam proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Pendelegasian dengan memberikan hak kepada staf untuk menentukan metode terbaik dalam menyelesaikan tugas. Pengakuan dengan menyampaikan penghargaan dan pujian atas kinerja yang memberikan dampak positif.
Ekspektasi Kinerja sebagai Mediator
Salah satu penemuan paling signifikan dalam studi ini adalah fungsi ekspektasi kinerja sebagai mediator. Ekspektasi adalah keyakinan subjektif karyawan bahwa perilaku tertentu akan berujung pada hasil yang berhasil. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa tindakan pemimpin tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga memengaruhi secara tidak langsung sikap inovatif dengan meningkatkan ekspektasi kinerja pegawai. Menarik untuk dicatat, dimensi pengakuan sosial (motivasi ekstrinsik) telah ditemukan mempunyai pengaruh lebih besar dalam memacu inovasi dibandingkan dengan dimensi efektivitas kerja (motivasi intrinsik) di dalam kelompok penelitian ini.
Kesimpulan dan Implikasi Praktis
Studi pada 199 pegawai di perusahaan logistik ini menunjukkan adanya dampak yang signifikan sebesar 0,47 (total effect) antara perilaku kepemimpinan dan perilaku kerja inovatif dengan ekspektasi kinerja sebagai mediator. Untuk para praktisi manajemen, disarankan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi dapat dilakukan dengan :
- Mengkonversi rencana tahunan organisasi menjadi tugas pengembangan yang lebih konkret bagi karyawan.
- Melaksanakan kegiatan mentoring dan coaching secara teratur.
- Mengadakan acara penghargaan formal untuk menghargai pencapaian inovasi.
- Memberikan insentif yang berarti bagi karyawan yang berhasil menerapkan ide-ide inovatif.
Daftar Pustaka
Soebardi, R. (2012). Perilaku Inovatif. Jurnal Psikologi Ulayat, 1(Desember), 57–74.
DOI:

