ESSAY
1: MERINGKAS JURNAL MOTIVASI
PSIKOLOGI
INOVASI
Dosen
Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Nama:
Cholifahtun Pratista Dewi
NIM:
23310410120
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
2026
Jurnal Gerakan
Ekofeminisme Dalam Bidang Pengelolaan Sampah ini membahas tentang fenomena
sosial yang berkaitan dengan perempuan dan bagaimana komunitas perempuan dapat
menjadi sarana pemberdayaan. Fokus utama penelitian ini adalah melihat adanya
“deviasi positif”, yaitu perilaku atau kondisi yang menyimpang dari kebiasaan
umum tetapi justru menghasilkan dampak yang baik. Berbeda dengan deviasi
negatif yang biasanya merugikan, deviasi positif menunjukkan bahwa ada individu
atau kelompok yang mampu menemukan solusi lebih baik dalam menghadapi masalah
sosial.
Penelitian ini berangkat
dari permasalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, khususnya terkait
ketimpangan dan keterbatasan peran perempuan. Dalam kondisi tertentu, perempuan
seringkali mengalami hambatan baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya.
Namun, melalui komunitas yang terbentuk, perempuan dapat saling mendukung dan
mengembangkan potensi yang dimiliki.
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini cenderung bersifat kualitatif, dengan pendekatan
deskriptif untuk memahami fenomena yang terjadi di lapangan. Peneliti mengamati
bagaimana komunitas perempuan berperan dalam menciptakan perubahan, baik pada
tingkat individu maupun kelompok. Fokusnya bukan hanya pada masalah, tetapi
juga pada solusi yang muncul dari dalam komunitas itu sendiri.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunitas perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan
kemandirian dan kepercayaan diri anggotanya. Melalui interaksi sosial, berbagi
pengalaman, serta dukungan emosional, perempuan menjadi lebih mampu menghadapi
tantangan hidup. Selain itu, komunitas juga berfungsi sebagai ruang belajar
informal yang membantu anggotanya mengembangkan keterampilan baru.
Konsep deviasi positif
dalam penelitian ini menjadi poin penting, karena menunjukkan bahwa perubahan
tidak selalu harus datang dari kebijakan besar atau intervensi formal. Justru,
perubahan bisa dimulai dari individu atau kelompok kecil yang memiliki cara
berbeda dalam menyelesaikan masalah. Hal ini memberikan perspektif baru bahwa
solusi lokal seringkali lebih efektif karena sesuai dengan konteks sosial yang
ada.
Kesimpulannya, jurnal ini
menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dilakukan melalui pendekatan
komunitas dengan memanfaatkan potensi internal yang ada. Deviasi positif
menjadi strategi yang relevan untuk menciptakan perubahan sosial yang
berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pihak terkait untuk
mendukung keberadaan komunitas perempuan sebagai agen perubahan.
Daftar Pustaka
http://kupasiana.psikologiup45.com/2022/10/meringkas-jurnal_19.html




