10.10.26
Liany Nur Ramadhani (24310410016) - Esai 5 – Berperilaku Inovatif - Psikologi Inovasi - B
Liany Nur Ramadhani
24310410016
Psikologi Inovasi - B
Esai 5 – Berperilaku Inovatif
Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta M.A
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
(10 Oktober 2026)
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Pot Bunga Estetik sebagai Solusi Ekonomi Kreatif dan Pengurangan Pengangguran
Masalah pengangguran dan keterbatasan lapangan kerja masih menjadi tantangan ekonomi yang cukup mendasar. Di sisi lain, akumulasi sampah anorganik seperti botol plastik bekas minuman terus meningkat dan mencemari lingkungan. Berperilaku inovatif melalui penerapan ekonomi sirkuler dapat menjadi jembatan untuk mengatasinya. Dengan mengubah barang bekas bernilai nol menjadi produk berdaya guna, potensi kewirausahaan baru dapat tercipta tanpa membutuhkan modal yang besar.
Proses kreatif pembuatan pot bunga ini diawali dari tahapan ideasi saat melihat tumpukan botol plastik bekas yang tidak terpakai. Untuk mengubah fungsi utamanya dari sekadar wadah sekali pakai menjadi barang bernilai jual, dilakukan pendekatan upcycling. Langkah-langkah pembuatannya cukup sederhana dan dapat dipraktikkan oleh siapa saja:
- Persiapan Alat dan Bahan: Siapkan botol plastik bekas ukuran 1,5 liter, gunting/cutter, cat akrilik, kuas, serta kuas garis halus.
- Pemotongan dan Pembentukan: Botol dipotong menjadi dua bagian. Bagian bawah dipotong membentuk pola telinga kelinci atau kucing untuk memberikan kesan estetik dan unik. Lubangi bagian bawah botol dengan paku panas sebagai drainase air tanaman.
- Pengecatan dan Finishing: Lapisi permukaan luar botol dengan cat dasar berwarna biru. Setelah kering, lukis wajah karakter kartun yang lucu menggunakan cat warna-warni. Pot bunga siap digunakan untuk tanaman hias indoor maupun outdoor.
- YouTube : https://youtu.be/anAyat-HtoM?si=r7fU8U_fPpnikTXj
- Harga promo produk : Rp. 6.000 / pcs
9.10.26
Liany Nur Ramadhani (24310410016) -Tugas essay 4 - Kelas Psikologi Inovasi - B
24310410016
Kelas Psikologi Inovasi - B
Tugas essay 4
Dosen pengampu: DR. Arundai Shinta M.A
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
(9 Oktober 2026)
"Bangkit dari Kegagalan Seleksi Pramugari : Mengubah Rasa Kecewa Menjadi Resiliensi Diri"
8.10.26
Cindy Auriliya Fikri Andani (24310410023) - ESAI 1 Meringkas Jurnal Entrepreneurship - Psikologi Inovasi
Pengaruh Praktik Kewirausahaan terhadap
Motivasi Berwirausaha Peserta Didik
Cindy Auriliya Fikri Andani
NIM 24310410023
Kelas Karyawan (B)
Mata Kuliah Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
ESAI 1 - MERINGKAS JURNAL ENTREPRENEURSHIP

|
Topik |
Entrepreneurship, Praktik
Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha |
|
Sumber |
Kartika, Y., Sumartono, B.
G., & Syamsuri. (2022). Pengaruh Praktik Kewirausahaan terhadap Motivasi
Berwirausaha Peserta Didik (terbit 29 Juli 2022). Tarbiyah wa Ta’lim: Jurnal
Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 9(2), 129–140. DOI: 10.21093/twt.v9i2.4505. |
|
Permasalahan |
Penelitian ini berangkat
dari rendahnya kecenderungan lulusan SMK Negeri 7 Pontianak untuk memilih
jalur usaha meskipun telah memperoleh mata pelajaran Produk Kreatif dan
Kewirausahaan. Data lulusan tahun 2021 menunjukkan hanya 8% lulusan jurusan
Akuntansi yang berwirausaha, sedangkan wawancara memperlihatkan banyak
peserta didik lebih memilih menjadi pegawai swasta. Kondisi tersebut
menimbulkan persoalan apakah praktik kewirausahaan di sekolah mampu
memperkuat dorongan siswa untuk berwirausaha. Variabel dependen yang menjadi
fokus masalah adalah motivasi berwirausaha peserta didik, sedangkan praktik
kewirausahaan merupakan variabel independen yang diduga memengaruhinya. |
|
Tujuan Penelitian |
Penelitian bertujuan
menggambarkan pelaksanaan praktik kewirausahaan, mengetahui tingkat motivasi
berwirausaha peserta didik kelas XII Akuntansi, serta mengukur besarnya
pengaruh praktik kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha di SMK Negeri 7
Pontianak. |
|
Isi |
Praktik kewirausahaan
dipahami sebagai pengalaman belajar yang memberi kesempatan siswa menerapkan
materi melalui pembuatan produk, pencarian peluang, kreativitas, inovasi, dan
pengenalan karakter wirausaha. Variabel praktik kewirausahaan diukur melalui kesempatan
berkreasi dan berinovasi, pengajaran keterampilan berwirausaha, serta
pengajaran karakteristik wirausaha. Motivasi berwirausaha diukur melalui
ambisi kemandirian, realisasi diri, dan faktor pendorong. Hubungan kedua
variabel dibahas dalam konteks pendidikan SMK yang diharapkan tidak hanya
menyiapkan lulusan sebagai pencari kerja, tetapi juga membekali mereka untuk
menciptakan peluang usaha. |
|
Metode |
Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional.
Partisipannya adalah seluruh 64 peserta didik kelas XII Akuntansi SMK Negeri
7 Pontianak, terdiri atas 34 siswa kelas XII AK A dan 30 siswa kelas XII AK
B. Data diperoleh melalui angket dan dokumentasi. Instrumen kedua variabel
dinyatakan valid dan reliabel. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji
normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana dengan SPSS untuk
melihat hubungan serta besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y. |
|
Hasil |
Hasil menunjukkan praktik
kewirausahaan berada pada kategori sangat tinggi dengan skor 86,03%.
Indikator kesempatan berkreasi dan berinovasi memperoleh 89,11%, keterampilan
berwirausaha 85,29%, dan karakteristik wirausaha 84,64%. Motivasi
berwirausaha juga sangat tinggi dengan skor 86,25%; faktor pendorong mencapai
87,40%, ambisi kemandirian 87,03%, dan realisasi diri 84,90%. Uji regresi
menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga praktik kewirausahaan
berpengaruh signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Nilai korelasi 0,593
menunjukkan hubungan sedang, sedangkan R Square 0,352 berarti kontribusinya
sebesar 35,2%. Persamaan regresinya Y = 17,589 + 0,438X. |
|
Diskusi |
Temuan menunjukkan bahwa
praktik dapat memperkuat motivasi berwirausaha karena siswa tidak hanya
menerima teori, tetapi juga memperoleh ruang untuk mencoba, menciptakan
produk, berinovasi, dan melatih keterampilan usaha. Namun, kontribusi praktik
kewirausahaan hanya 35,2%, sehingga 64,8% sisanya berkaitan dengan faktor
lain yang tidak diteliti, seperti pembelajaran kewirausahaan dan lingkungan
keluarga. Artinya, sekolah perlu mempertahankan praktik sekaligus memperkuat
dukungan lain agar motivasi yang tinggi dapat berkembang menjadi kesiapan
nyata untuk menjalankan usaha setelah lulus. |
Daftar
Pustaka
Kartika, Y., Sumartono, B. G., & Syamsuri.
(2022). Pengaruh praktik kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha peserta
didik. Tarbiyah wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 9(2),
129–140. https://doi.org/10.21093/twt.v9i2.4505
Liany Nur Ramadhani (24310410016) Tugas essay 3a dan 3b psikologi inovasi
- Duckworth, A. L., Peterson, C., Matthews, M. D., & Kelly, D. R. (2007). Grit: Perseverance and passion for long-term goals. Journal of Personality and Social Psychology, 92(6), 1087–1101. (Referensi untuk konsep ketekunan/grit)
- Masten, A. S. (2001). Ordinary magic: Resilience processes in development. American Psychologist, 56(3), 227–238. (Referensi untuk konsep ketangguhan/resilience)
- Southwick, S. M., Bonanno, G. A., Masten, A. S., Panter-Brick, C., & Yehuda, R. (2014). Resilience definitions, theory, and challenges: Interdisciplinary perspectives. European Journal of Psychotraumatology, 5(1), 25338. (Referensi untuk ketangguhan menghadapi perubahan dan adaptasi)
Tisya Sukmalatri 24310410022 - Psi Inovasi - Esai 2 Wawancara Tentang Disonansi Kognitif - Dr. Arundati Shinta - Kelas Karyawan - Oktober 2026
Tisya
Sukmalatri
24310410022
Psikologi
Inovasi - Kelas Karyawan
Essay
2 – Wawancara Tentang Disonansi Kognitif
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
“Mengetahui
Dampak Kopi terhadap Asam Lambung, tetapi Tetap Meminumnya”
Dalam
kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang mengetahui bahwa suatu perilaku
kurang baik bagi dirinya, tetapi tetap melakukannya. Salah satu contohnya
adalah kebiasaan minum kopi pada seseorang yang memiliki masalah asam lambung.
Dalam wawancara ini, saya memilih subjek yang mengetahui bahwa kopi dapat
memperburuk kondisi lambungnya, tetapi tetap mengonsumsi kopi karena menyukai
rasanya dan sudah terbiasa meminumnya. Inisial nama SL jabatan CS.
Berdasarkan
hasil wawancara dengan SL jabatan CS, diketahui bahwa subjek memiliki kebiasaan
minum kopi meskipun mengetahui bahwa kopi dapat menimbulkan masalah pada
lambungnya. Subjek mengatakan, “Saya tahu kopi bisa membuat lambung saya sakit,
tapi saya tetap minum kopi karena sudah terbiasa dan suka.” Subjek juga
mengungkapkan “yang penting tidak terlalu banyak minumnya” atau “kalau lambung lagi
ngga bermasalah, saya masih bisa minum kopi.”
Kondisi
tersebut menunjukkan adanya disonansi kognitif, yaitu keadaan ketika terdapat
ketidaksesuaian antara pengetahuan atau keyakinan seseorang dengan perilaku
yang dilakukannya. Hal ini sejalan dengan penelitian Fadholi et al. (2020) yang
menunjukkan bahwa individu dapat tetap melakukan suatu perilaku meskipun
mengetahui bahwa perilaku tersebut memiliki dampak negatif. Dalam penelitian
tersebut, individu menggunakan informasi atau alasan tertentu untuk memberikan
pembenaran terhadap perilakunya.
Pada
subjek, bentuk pembenaran terlihat ketika ia menganggap bahwa mengurangi jumlah
kopi sudah cukup untuk menghindari masalah pada lambung. Hal tersebut dapat
dikaitkan dengan mekanisme pertahanan diri berupa rasionalisasi, yaitu ketika
individu memberikan alasan yang dapat diterima untuk menjelaskan atau
membenarkan perilakunya. Penelitian Khoirunnisa dan Nugroho (2023) menemukan
bahwa rasionalisasi termasuk salah satu mekanisme pertahanan diri yang
digunakan individu dalam menghadapi konflik atau permasalahan.
Permasalahan
yang terlihat adalah subjek sudah memiliki pengetahuan mengenai dampak konsumsi
kopi, tetapi pengetahuan tersebut belum sepenuhnya mendorong perubahan perilaku.
Hal ini juga sejalan dengan Alfitman (2017) yang menjelaskan bahwa disonansi
kognitif dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan ketegangan yang berpotensi
mendorong individu untuk mengubah sikap atau perilakunya.
Jika
dikaitkan dengan Psikologi Inovasi, kondisi tersebut dapat menjadi peluang
untuk mencari cara baru dalam mengubah kebiasaan. Misalnya, subjek tidak harus
langsung berhenti minum kopi, tetapi dapat mencoba mengurangi frekuensi secara
bertahap atau mencari minuman alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi
tubuhnya. Dengan demikian, perubahan tidak hanya membutuhkan pengetahuan,
tetapi juga kemauan untuk mencoba cara baru dalam menghadapi kebiasaan yang
sulit diubah..
Daftar
Pustaka:
Alfitman. (2017). Konstruk disonansi
kognitif dalam penelitian perilaku konsumen: Apakah popularitasnya memang sudah
meredup? Ekonomi Bisnis, 22(1), 44–57. https://doi.org/10.17977/um042v22i1p44-57
Fadholi, F., Prisanto, G. F., Ernungtyas,
N. F., Irwansyah, & Hasna, S. (2020). Disonansi kognitif perokok aktif di
Indonesia. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 11(1),
1–14. https://doi.org/10.24036/rapun.v11i1.108039
Khoirunnisa, A. S., & Nugroho, R. A.
(2023). Mekanisme pertahanan diri dan coping stress tokoh utama dalam antologi
cerpen “Malam Terakhir” karya Leila S. Chudori: Kajian psikologi sastra. Jurnal
Sastra Indonesia, 12(3), 197–205.
Tisya Sukmalatri 24310410022 - Psi Inovasi - Esai 1 Meringkas Jurnal Motivasi - Dr. Arundati Shinta - Kelas Karyawan - Oktober 2026
Tisya
Sukmalatri
24310410022
Psikologi
Inovasi - Kelas Karyawan
Essay
1 – Meringkas Jurnal Motivasi
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
|
Topik |
Kewirausahaan dalam perspektif
psikologi, khususnya mengenai faktor-faktor psikologis yang mendukung
seseorang dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. |
|
Sumber |
Sallim, M. A., Indarti, A. F.,
Humayra, H. A., & Supriyadi, T. (2025). Mengenal Kewirausahaan Melalui
Perspektif Psikologi. Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara, 1(4),
155–163. |
|
Permasalahan |
Kewirausahaan tidak hanya
menghadapi masalah ekonomi dan teknis, tetapi juga berbagai tantangan
psikologis, seperti kemampuan menghadapi risiko, ketidakpastian, kegagalan,
tekanan, pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi terhadap
perubahan. Karena itu, aspek psikologis perlu diperhatikan untuk membentuk
wirausahawan yang mampu bertahan dan berkembang. |
|
Tujuan Penelitian |
Penelitian ini bertujuan untuk
memahami hubungan antara psikologi dan kewirausahaan serta menggali
aspek-aspek psikologis yang berperan dalam proses kewirausahaan melalui
kajian berbagai literatur ilmiah. |
|
Isi |
Jurnal membahas beberapa aspek
psikologis dalam kewirausahaan, yaitu motivasi dan orientasi berprestasi,
kecerdasan emosional dan ketahanan mental, pola pikir (mindset) dan
self-efficacy, identitas diri, karakteristik kepribadian dan manajemen
risiko, serta pembelajaran jiwa kewirausahaan dan implikasi praktisnya. |
|
Hasil |
Hasil kajian menunjukkan bahwa
aspek psikologis memiliki peran penting dalam keberhasilan kewirausahaan.
Motivasi mendorong individu mencapai tujuan, kecerdasan emosional dan
resiliensi membantu menghadapi tekanan serta kegagalan, sedangkan mindset dan
self-efficacy meningkatkan keyakinan dalam menghadapi tantangan. Identitas
diri juga dapat memperkuat niat berwirausaha, sementara kepribadian dan
kemampuan manajemen risiko membantu individu menghadapi ketidakpastian.
Selain itu, pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat meningkatkan
self-efficacy, kemandirian, inovasi, dan ketahanan mental. |
|
Diskusi |
Jurnal menekankan bahwa
menjadi wirausahawan tidak cukup hanya memiliki pengetahuan bisnis. Individu
juga perlu memiliki motivasi, kemampuan mengelola emosi, ketahanan mental,
keyakinan terhadap kemampuan diri, pola pikir yang berkembang, kepribadian
yang mendukung, dan kemampuan mengelola risiko. Penulis juga menekankan
pentingnya experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung,
karena pengalaman menjalankan usaha dapat membantu individu mengembangkan
keterampilan sekaligus kemampuan psikologisnya. |





