Berani Keluar dari Zona Nyaman Melalui Partisipasi dalam Lomba Lari
Nama : Devi Nur Hasanah
NIM : 23310410117
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.
Sejujurnya saya adalah seseorang yang sangat tidak menyukai olahraga. Selama ini saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk kegiatan lain dibandingkan melakukan aktivitas fisik. Namun, sejak memasuki semester lima dan mempelajari mata kuliah Psikologi Inovasi bersama Bu Shinta, cara pandang saya mulai berubah. Berbagai tugas yang diberikan membuat saya menyadari bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga keberanian untuk mengubah kebiasaan, mencoba pengalaman baru, dan keluar dari zona nyaman.
Menurut De Jong dan Den Hartog (2010), perilaku inovatif diawali oleh keberanian individu untuk mencoba hal-hal baru serta terbuka terhadap pengalaman yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Berangkat dari pemahaman tersebut, saya memutuskan untuk menantang diri sendiri dengan mengikuti lomba lari untuk memenuhi tugas, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan akan saya lakukan. Dukungan dari teman-teman juga membuat saya semakin yakin bahwa saya mampu menyelesaikan tantangan tersebut.
Event pertama yang saya ikuti adalah Jogja Run D-City pada tanggal 24 Mei 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Bagi saya, event ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan lomba lari pertama yang saya ikuti. Menjelang acara, saya sempat merasa kecewa karena pada H-1 diketahui bahwa nama saya tidak tercantum pada BIB akibat kesalahan dari pihak penyelenggara. Tapi kekecewaan saya sangat terobati karena sebelum lomba juga terdapat festival musik yang menghadirkan band favorit saya, yaitu Juicy Luicy. Saya juga berkesempatan menikmati penampilan mereka bersama Mbak Gunarti. Rasanya sangat membahagiakan bisa menonton langsung band yang lagunya saya putar tiap hari di kantor.
Keesokan paginya saya memulai lomba pada pukul 05.45 WIB. Bersama Mbak Gunarti, Mbak Diah, Brigita, dan Mas Adit, saya berhasil menyelesaikan kategori 5 kilometer dengan baik. Walaupun sangat jauh jika dibandingkan dengan pelari profesional, saya merasa sangat bangga karena mampu melawan rasa malas dan keraguan yang selama ini menghambat saya untuk mencoba olahraga. Bagi saya pribadi, kemenangan terbesar bukanlah memperoleh medalinya, melainkan berhasil mengalahkan batas yang ada di kepala saya sendiri.
*Dokumentasi event pertama
Pengalaman kedua saya adalah mengikuti The Lilliput Family Fun Run pada tanggal 20 Juni 2026 di Gedung TCKN. Berbeda dengan event sebelumnya, suasana pada kegiatan ini lebih santai dan berorientasi pada kebersamaan keluarga. Saya mengikuti kategori 3 kilometer bersama Mbak Gunarti, Febri, dan Mbak Banun.
Meskipun jarak tempuhnya lebih pendek, tantangan yang saya hadapi justru terasa lebih berat karena telapak kaki saya masih mengalami bengkak dan nyeri setelah mengikuti event pertama. Saya tidak memaksakan diri untuk menjadi yang tercepat, melainkan fokus menikmati proses hingga mencapai garis akhir. Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa keberanian bukan berarti tidak merasakan sakit atau takut, melainkan tetap melangkah dengan mempertimbangkan kondisi diri secara bijaksana. Dan saya merasa beruntung karena teman-teman saya sangat pengertian dengan mengurangi pace untuk menunggu saya.
*Dokumentasi event kedua
Melalui dua pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa inovasi sering kali dimulai dari perubahan kecil dalam diri sendiri. Saya belajar untuk lebih terbuka terhadap pengalaman baru, berani mengambil tantangan, dan tidak membatasi diri hanya karena merasa "bukan tipe orang yang suka olahraga". Pengalaman mengikuti lomba lari juga meningkatkan kepercayaan diri saya bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang apabila ia bersedia mencoba dan terus belajar.
Saya percaya bahwa keluar dari zona nyaman adalah salah satu bentuk inovasi dalam kehidupan sehari-hari. Sepertinya tidak semua perubahan harus bersifat besar. Terkadang, keputusan sederhana untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan justru menjadi awal dari berkembangnya potensi diri.
Daftar Pustaka
De Jong, J., & Den Hartog, D. (2010). Measuring Innovative Work Behaviour. Creativity and Innovation Management, 19(1), 23–36.






