4.3.26

UJIAN REMEDIAL SEMESTER  – Maret 2026 

Fak. Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

NAMA                                : Amanda Salsabila (24310410018)

MATA KULIAH / DOSEN    : Psikologi Lingkungan Kelas SJ & SP / Arundati Shinta

HARI / TANGGAL                Rabu 4 Maret 2026 pukul 12.00 – 17.00 WIB




ANALISIS KRITIS HIERARKI PENGELOLAAN LIMBAH
DAN IMPLEMENTASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH DI INDONESIA

Masalah sampah di Indonesia semakin hari semakin serius. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan kebiasaan masyarakat yang masih banyak menggunakan barang sekali pakai membuat volume sampah meningkat setiap tahun. Karena itu, diperlukan cara pengelolaan sampah yang tepat agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Salah satu konsep yang sering digunakan dalam pengelolaan sampah adalah hirarki pengelolaan limbah. Konsep ini menjelaskan urutan tindakan dari yang paling disarankan sampai yang paling tidak disarankan dalam menangani sampah.

Dalam gambar yang ditampilkan, terdapat enam tahapan pengelolaan limbah, yaitu:

1. Prevention (Pencegahan)

2. Reduce (Mengurangi)

3. Recycle (Daur ulang)

4. Reuse (Menggunakan kembali)

5. Energy recovery (Pemulihan energi)

6. Disposal (Pembuangan akhir)

Urutan tersebut menunjukkan bahwa semakin ke atas, semakin baik untuk lingkungan.

1. Prevention (Pencegahan)

Pencegahan adalah langkah paling baik karena sampah tidak jadi diproduksi sejak awal. Contohnya seperti mengurangi belanja berlebihan, memilih produk yang tahan lama, atau menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Kalau sampah tidak muncul, maka tidak perlu repot mengolahnya.

2. Reduce (Mengurangi)

Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah. Misalnya membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, atau membeli secukupnya saja. Cara ini cukup efektif untuk menekan jumlah sampah.

3. Reuse (Menggunakan kembali)

Reuse berarti memakai kembali barang yang masih bisa digunakan. Contohnya menggunakan kembali wadah makanan atau memanfaatkan pakaian lama. Cara ini membantu memperlambat bertambahnya sampah.

4. Recycle (Daur ulang)

Recycle adalah mengolah sampah menjadi barang baru. Walaupun cukup baik, proses daur ulang tetap membutuhkan energi dan biaya. Tidak semua jenis sampah juga bisa didaur ulang dengan mudah.

5. Energy Recovery (Pemulihan Energi)

Energy recovery dilakukan dengan cara membakar sampah menggunakan insinerator untuk menghasilkan listrik. Cara ini bisa mengurangi volume sampah secara cepat dan menghasilkan energi. Namun, pembakaran sampah bisa menimbulkan polusi udara jika tidak dikelola dengan baik.

6. Disposal (Pembuangan Akhir)

Disposal adalah tahap terakhir, biasanya dibuang ke TPA. Cara ini paling tidak disarankan karena bisa mencemari tanah, air, dan menghasilkan gas berbahaya seperti metana.

Dalam teks soal disebutkan bahwa strategi yang paling disarankan adalah strategi yang menghasilkan energi melalui insinerator. Menurut saya, pernyataan ini kurang tepat.

Dalam konsep hirarki limbah, yang paling disarankan adalah prevention dan reduce, bukan energy recovery. Insinerator memang bisa mengurangi volume sampah dan menghasilkan listrik, tetapi itu bukan solusi utama. Cara terbaik tetaplah mengurangi produksi sampah dari awal.

Kalau pemerintah terlalu fokus pada insinerator, bisa saja masyarakat menjadi kurang peduli untuk mengurangi sampah karena merasa sampah nantinya akan dibakar juga. Padahal, inti dari pengelolaan sampah yang baik adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar lingkungan.

Hirarki pengelolaan limbah menunjukkan bahwa langkah terbaik adalah mencegah dan mengurangi sampah sejak awal. Daur ulang dan penggunaan kembali juga penting. Sedangkan pembakaran sampah untuk energi bisa menjadi solusi tambahan, tetapi bukan yang utama.

Jadi, menurut saya, pembangunan insinerator boleh saja dilakukan, terutama di kota besar yang lahannya terbatas. Namun, yang lebih penting adalah edukasi masyarakat agar menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa perubahan perilaku, masalah sampah tidak akan selesai.


Daftar Pustaka

Chowdhury, A. H., Mohammad, N., Ul Haque, M. R., & Hossain, T. (2014). Developing 3Rs (Reduce, Reuse and Recycle) strategy for waste management in urban areas. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology, 8(5), 9–18.

Gifford, R. (2014). Environmental psychology matters. Annual Review of Psychology, 65, 541–579.

United Nations Environment Programme (UNEP). (2015). Global Waste Management Outlook. Nairobi: UNEP.

World Bank. (2018). What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management to 2050. Washington, DC: World Bank.

0 komentar:

Posting Komentar