Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2. Tampilkan semua postingan

2.10.19

Review teori konsep diri dalam teori kepribadian CARL R. ROGER


Review teori konsep diri dalam teori kepribadian CARL R. ROGER
Rr.Sekarlangit Ayuningtyas
183104101179
Psikologi kepribadian 2
Wahyu widiantoro

Carl Ransom Rogers lahir pada 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, Amerika Serikat. Rogers merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Walter dan Julia Cushing Rogers. Rogers lebih dekat kepada ibunya dibandingkan sang ayah. Hal ini terjadi karena profesi ayahnya sebagai seorang insinyur dan kontraktor, membuatnya sering bepergian meninggalkan rumah sejak Rogers masih kecil. Kesuksesan yang diraih sang ayah membuat keluarga Rogers menikmati gaya hidup kelas menengah atas Amerika kala itu. Rogers belajar dari kedua orang tuanya tentang nilai-nilai yang mereka anut yaitu religiusitas dan prinsip kerja keras.

Di sekolah, Rogers termasuk anak yang berprestasi.

1.10.19

Review Teori Kepribadian Menurut Carl Rogers


FENOMENOLOGIS CARL ROGERS

Ika Fatmawati
183104101185
Mata Kuliah : Psikologi Kepribadian II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A.

Pendekatan fenomenologis Rogers menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana manusia memandang realita secara subyektif (subyektif experience of reality). Manusia mampu menetukan nasibnya sendiri, karna sifat manusia mempunyai tujuan, dapat dipercaya, dan mengejar kesempurnaan diri (purposive, trusthworthy, self- perfecting).

29.9.19

Prilaku agresif aparat terhadap demonstran


Prilaku agresif aparat terhadap demonstran


Rr.Sekarlangit Ayuningtyas Rahawarin
18.320.410.1179
Psikologi kepribadian II

Kita pasti pernah melihat orang yang bertindak agresif agresif di tempat umum, berita baru baru ini yang  menyita perhatian kita adalah randy mahasiswa universitas halu oleo  di kendari, korban agresif berupa tembakan peluru tajam yang di sinyalir di lakukan   oleh aparat kepolisian dalam demo RUU, lantas apakah prilaku agresif itu dana pa penyebab munculnya agresifitas.
Agresi dalam perspektif psikologi (shinta,2018) adalah perilaku yg dimaksudkan untuk melukai, menyakiti / merusak.. Beberapa perilaku yang termasuk dalam batasan tersebut antara lain menampar, menghina,  dan bergosip. Perilaku semacam itu bisa dilakukan dengan tenang, ‘dingin’ (tanpa diiringi perasaan takut atau penyesalan) dan terencana rapi sampai hasilnya tampak nyata, atau justru dilakukan secara meledak-ledak (impulsif).
Penyebab prilaku (Djuwita, Ratna,2005),  agresif berdasarkan teori social learning  albert bandura

REVIEW TEORI KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN


REVIEW TEORI KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN
Rr.Sekarlangit Ayuningtyas Rahawarin
Psikologi kepribadian II
Wahyu widiantoro

KONSEP KEPRIBADIAN KURT LEWIN
Kurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 di desa Mogilno, Jerman, sekarang wilayah Polandia. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin, Jerman tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini setelah satu semester belajar psikologi pada universitas yang sama. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914, Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada fakultas Psikologi ‘Berlin Psychoanalytic Institute’.
Tahun 1933 ia pindah ke Amerika dan menghabiskan sisa hidupnya di Amerika Serikat. Lewin bekerja dalam bidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell (1933) selama dua tahun sebelum dipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak (1935-1945). Pada tahun 1945, Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Pada waktu yang sama, ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The Amerika Jewish Congress, yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalah kemasyarakatan. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville, Massachussetts, pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun.
Konsep-Konsep Kepribadian dari Lewin
Bagi Lewin,(Suryabrata) teori medan merupakan sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Konsep-konsep ini harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan-hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk yang ilmiah.
Ciri-ciri utama dari teori Lewin, yaitu :
1)      tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi
2)      Analisis dimulai dengan situasi keseluruhan dimana bagian-bagian komponennya dipisahkan
3)      Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.

Konsep-konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak anak , masa adolesent , keterbelakangan mental , masalah-masalah kelompok minoritas, perbedaan-perbedaan karakter nasional dan dinamika kelompok. Dalam makalah ini, kita akan memusatkan perhatian pada teori Lewin tentang struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orang-orang dan lingkungannya merupakan bagian-bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis. Terakhir kita akan membahas evaluasi konsep kepribadian dari KURT LEWIN .
1)      Struktur Kepribadian Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi berada dalam lingkungan psikologis, dengan pola hubungan dasar tertentu. Dengan cara ini , Lewin berusaha mematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang-bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya.
Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas-batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi), sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P.
Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah dengan menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi. Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkungan psikologis dan ruang hidup. Unsur-unsur pembentuk kepribadian menurut Kurt Lewin terdiri atas :
a. Ruang Hidup
Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. Secara matematis: TL=f(RH). Fakta-fakta non psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar yang bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.
b. Lingkungan Psikologis
yaitu daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan yang disebut region. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel, antar region disebut bondaris. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips, tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi. Secara matematis : P = f (LP) Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan. Secara matematis : LP = f (LP)
c. Pribadi
Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel-sel. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel peripheral (p), sel-sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral (s). Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen, tidak bisa berdiri sendiri.
d. Lingkungan Non-Psikologis
Lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). Apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang bisa termasuk kedalam lingkungan non psikologis seperti benda,obyek, fakta-fakta atau situasi sosial. Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing).
2) Dinamika Kepribadian
Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy), tegangan , kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi ( nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi). Konstruk-konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan-perubahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan.
Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemuasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya. Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.
3) Perkembangan Kepribadian
Menurut Lewin, hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah :
a) Diferensiasi yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus).
b) Perubahan dalam variasi tingkah lakunya
c) Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.
d) Bertambah luasnya arena aktivitas individu
contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dan masa depan. e) Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat ,contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak.
Dari uraian di atatas dapat di simpulkan bahwa

28.9.19


PRILAKU INDIVIDU YANG BERPENGARUH PADA LINGKUNGAN SOSIAL

Hesmi Nurhidayatun
183104101186
Universitas Proklamasi 45 
Yogyakarta



Kepribadian  adalah gambaran arah seseorang bertingkah laku terhadap lingkungan sekitarnya, yang terlihat dari kebiasaan berfikir, sikap dan minat, serta pandangan hidupnya yang khas untuk mempunyai aturan. Karena dalam kehidupan manusia sebagai individu ataupun makhluk sosial, kepribadian senantiasa mengalami warna-warni kehidupan.
Pengalaman hidup membuktikan bahwa manusia juga terkadang mengalami hal-hal yang pahit, gelisah, frustasi, dan sebagainya. Akan tetapi ada kalanya manusia juga megalami senang, gembira, dan tentram. Dengan kata lain, memperoleh kebahagian dan terhindar dari hal-hal yang mengecewakan.

15.10.17

REVIEW PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 CARL ROGERS

REVIEW PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 CARL ROGERS




Oleh  :
Yusuf Wardana ( 163104101130)
Makul Psikologi Kepribadian 2
Fakultas Psikologi  UP45

Dosen pengampu :
Fx. Wahyu Widiantoro,S.Psi, MA


         Teori kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Rogers psikologi humanistic lebih penuh harapan dan optimistic tentang manusia. Ia yakin bahwa dalam diri setiap orang terdapar potensi-potensi untuk menjadi sehat dan tumbuh secara kreatif. Kegagalan dalam mewujudkan potensi-potensi ini disebabkan oleh pengaruh yang bersifat menjerat dan keliru dari latihan yang diberikan oleh orang tua serta, pengaruh-pengruh social lainya. Namun pengaruh-pengaruh yang merugikan ini dapat diatasi apabila individu mau menerima tanggung jawab untuk hidupnya sendiri. Rogers yakin apabila tanggung jawab ini diterima maka kita segera akan melihat- kalau saja represi dan perbudakan pribadi baru” yang penih kesadaran, mengarahkan dirinya sendiri, seoramg penjelajahh dunia batin lebih dari pada dunia luar, yang memandang rendah sikap sikap serba tunduk pada kebiasaan-kebiasaan dan dogma tentang autoritas” (Rogers 1974) . dapat disimpulkan dari penjelasan Rogers tersebut bahwa rogers memandang teori tersebut dengan kesadaran diri sendiri atau yang dikenal dengan self theory yang tidak terpengaruh oleh factor-faktor dari luar diri seseorang.
       Dalam struktur kepribadian terdapat dua konstruk yang penting menurut Rogers yaitu organisme dan diri (self). Orgnisme merupakan lokus atau tempat dari seluruh pengalaman. Pengalaman meliputi segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran organisme pada setiap saat keseluruhan pengalaman ini merupakan medan fenomenal. Medan fenomenal adalah “frame of reference” dari individu yang hanya diketahui oleh orang itu sendiri. “medan fenomenal tidak dapat diketahui oleh orang lain kecuali melalui infrensi empatis dan selanjutnya tidak pernah dapat diketahui dengan sempurna” (Rogers, 1959, hlm 210).  Diri atau konsep diri merupakan gestalt konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ‘diri subjek’ atau ‘diri objek’ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antara ‘diri subjek’ atau ‘diri objek’ dengan orang-orang lain dan dengan aspek berbagai kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi ini. Gestaltlah yang ada dalam kesadaran meskipun tidak harus disadari. Gestalt tersebut bersifat lentur dan berubah-ubah, suatu proses, tetepi pada setiap saat merupakan suatu entitas spesifik. (Rogers, 1959, hlm.200). jadi dapat disimpulkan bahwa dalam struktur kepribadian menurut Rogers diri merupakan pencerminan dari pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam organisme sehingga individu yang menerima pengalaman-pengalaman dapat berpikir realistis yang sesuai dengan penemapatan dirinya.
      Dinamika kepribadian menurut Rogers “oragnisme mempunyai satu kecenderungan dan kerinduan dasar- yakni mengaktualisasikan, mempertahankan, dan mengembangkan organisme yang mengalami” (1951, hal.487). Organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakan oleh hederitas. Ketika organisme itu matang, maka ia makin berdeferensiasi, makin luas, makin otonom, dan makin tersosialisasikan. Tendnsi dasar pertumbuhan ini- mengaktualisasikan dan mengekspansikan diri-sendiri- tampak paling jelas sekali bila individu diamati dalam suatu jangka waktu yang lama. Kesimpulan dari teori tersebut individu yang telah menerima pengalamn akan mengembangkan dan mengaplikasikan untuk memaksimalkan kemanfaatan dirinya.
     Perkembangan kepribadian menurut Rogers “apabila individu hanya mengalami penghargaan positif tanpa syarat, maka tidak ada syarat-syarat penghargaan, harga diri akan menjadi tanpa syarat, kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan positif dan harga diri tidak akan berbeda dengan penilain organismic. Dan individu akan terus berpenyesuaian baik secara psikologis dan akan berfungsi sepenuhnya“(1959, hlm.224). kesimpulan dari teori tersebut bisa dikatakan positif regard membuat individu sadar akan apa perbuatan positif (kebermanfaatan dirinya)  yang harus dilakukan oleh dirinya untuk mencapai aktualisasi diri tanpa harus mengacu pada penghargaan.


Reference :  Hall Calvin s & lindzey Gardner. 1993. Teori-Teori Holistik (organismic-fenomenologis).Yogyakarta: Kansius


13.10.17

REVIEW TEORI KEPRIBADIAN KURT LEWIN

TUGAS REVIEW
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

TEORI KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN


FATKHUL AZIZ
NIM . 163104101141
                                                                                                          Teori kepribadian yang di kemukakan oleh kurt lewin  mudah di pahami dengan membekali diri dengan pengetahuan  tentang struktur, dinamika, dan perkembangan  kepribadian seseorang.
1.      STRUKTUR KEPRIBADIAN INDIVIDU
Pribadi digambarkan dalam ilmu jiwa gestalt secara struktural dengan melukiskan sebagai satu kesatuan tidak terpisahkan dari hal -  hal lain di dunia ini.  Lewin lebih suka menggunakan ruang di bandingkan dengan menggunakan kata – kata untuk menggambarkan struktur kepribadian individu.
Alasan menggunakan ruang tersebut di dasari oleh dua macam sangat mendasar ,pertama penggambaran struktur kepribadian dengan ruangd dimungkinkan dilakukan pendekatan secara eksak sehingga dari rasa keragu – raguan .sementara penggambaran menggunakan cara lain seperti menggunakan kata – kata dirasa tidak bisa mengakomodasi keadaan yang di maksudkan dengan yang sebenar – benarnya.
Menurut lewin pribadi  kedudukannya  terpisah dari hal – hal lain pada diri manusia.yatu dengan menggambarkan dalam bentuk ruang tertutup.
2.      DINAMIKA KEPRIBADIAN INDIVIDU
Kurt lewin menjelaskan kepribadian dengan menggunakan konsep yang digunakan dalam ilmu pengetahuan alam yaitu:
A.      Energi ( tenaga )
Dalam ilmu pengetahuan alam ,energi diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan gerak,lewin mengemukan bahwa energi dalam psikologi dinakam energi psikis.
B.      Tension ( tegangan )
Dalam ilmu pengetahuan alam digunakan untuk mengistilahkan suatu tegangan yang bekerja . lewin mwnggunakan istilah iniuntuk menjelaskan keadaan  pribadi tertentu..
Menurut lewin proses meratanya tenssion ke daearah sistim dalam pribadi tergantung kepada keadaan sistem yang ada. Proses  meratannya energi psikis dalam pribadi seseorang tergantung kepada kuat atau lemahnya batas antara sistem yang ada pada pribadi masing – masing.
C.      Need( kebutuhan )
Keadaan kebutuhan yang dapat meningkatkan tension dikelompokkan sebagai berikut :
·         Keadaan fisiologis
Ketika seseorang membutuhkan sesuatu misal , air minum ketika merasa haus , makan ketika lapar . keadaan seperti ini merupakan keadaan psikologis orang yang bersangkutan .
·         Keinginan akan sesuatu
Orang hidup tidak hannya  butuh malan dan minum tapi juga membutuhkan keinginan  memilikibaju , kendaraan  sehingga  orang yang bersangkutan mengalami peningkatan tension.
·         Keinginan mengerjakan sesuatu
Keinginan mengerjakan sesuatu  seperti menulis , membaca juga meningkatkan tension.
D.     Valence
Bahwa lingkungan hanya sebatas memberikan arah gerakan  dalam lingkungan psikologis, yang berupa penilaian positif dan penilian neatif.
Lingkingan psikologis punya nilai positif mana kala  dapat meningkatkan tegangan ketika pribadi terhalang mendapatkan sesuatu yang di kehendaki. Sebaliknya  memiliki negatif manakala lingkungan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan tegangangan mana kala mendekati.begitu menjauh tegangangan menurut.
E.      Force(vektor)
Gerakan pada pribadi terjadi jika terdapat kekuatan yang cukup besar yang mendorong pribadi untuk melakukan gerakan.
F.       Locomotion( gerakan )
Lewin menggambarkan sebuah gerakan yang dilakukan di tijau dari contoh nyata . misal, orang berjalan di mall melihat sebuah kemeja  di pajang , orang tersebut ber keinginan untuk memilikinya.
G.     Perubahan struktur
Perubahan struktur  lingkungan psikologis terjadi dengan berbagai macam cara seperti perubahan  pada niliai – nilai daerah misal secara kuan titatif yaitu dari positif  sedikit  berubah menjadi positif banyak dan sebaliknya. Secara kaulitatif yaitu perubahan dari negatif ke positif ..dan sebaliknya.
H.     Tujuan proses psikologi
Untuk kembali kepada keseimbangan jiwa  yang merupakan keadaan pribadi tanpa ada tegangangan.

3, PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
                                                                    Perkembangan merupakan perubahan didalam variasi tingkah laku .semakin bertambah usia seseorang ,variasi  kegiatan semakin bertambah pula. Jika di amati secara libih mendetail dari waktu ke waktu , individu yang mengalami perkembangan yang normal menunjkan perubahan – perubahan  struktur relasi , struktur tingkah laku , penambahan aktifitas , taraf realitas, terdeferensi asinya tingkah laku, terjadinya stratifikasi dan perubahan hirarki pada anak yang bersangkutan.

KESIMPULAN
Teori  kepribadian kurt lewn , mengatakan bahwa perubahan  pribadi sesorang  tergantung dari struktur kepribadian, dinamika kepribadian dan perkembangan kepribadian.
Bahwa struktur kepribadian  dan dinamika kepribadian berpengaruh  pada perkembangan kepribadian. Individu yang mengalami perkembangan  secara normal tampak adanya perubahan struktur relasi, misal seorang anak ketika masih bayi  mula – mula baru dapat  mengadakan relasi dengan ibunya. Dari waktu ke waktu  seiring bertambahnya usia anak maka relasi anak tersebut dengan orang lain semakin bertambah.
Sehingga dengan bertambahnya relasi akan menambah wawasan dan kreatifitas di kemudian hari.
Teori kurt lewin ini bisa sebagai acuan untuk mengembangkan pribadi individu ke yang lebih baik , karena dalam teori nya mengandung unsur unsur motivasi perubahan individu yang lebih normal.

SUMBER
Prawira, purwa atmaja .2013.psikologi kepribadian dengan perspektif baru. Yogyakarta. AR-RUZZ MEDIA