Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI. Tampilkan semua postingan

21.4.24

Esai 2 - Meringkas Jurnal Work Performance

 Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi


Tugas : Esai 2 Meringkas Jurnal Work Performance

Meringkas Jurnal : Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT.XYZ

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA




Amelia Natasya Rivani (23310410086)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45



Topik

Motivasi kerja dan peningkatan kinerja karyawan,

Sumber

Falah, A. M., & Ayuningtias, H. G. (2020). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Xyz. Jurnal Mitra Manajemen, 4(6), 990-1001.

Permasalahan

Permasalahan yang dibahas dalam jurnal tersebut adalah penurunan kinerja karyawan di PT. XYZ serta pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan tersebut

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT. XYZ serta memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Isi

Motivasi kerja PT. XYZ termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 77.5%. Pada penelitian dimensi kebutuhan kekuasaan memiliki presentase tertinggi dengan presentase sebesar 78. 7% yang memiliki arti bahwa karyawan PT. XYZ memiliki keinginan untuk memengaruhi, melatih, mengajar atau menyemangati orang lain untuk berprestasi. Kinerja Karyawan PT. XYZ termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase sebesar 77.3%. Pada penelitian dimensi task performance memiliki presentase Alisha Maisan Falah 1) , Hani Gita Ayuningtias 2) 1000 JMM Online Vol. 4 No. 6 Juni (2020) 990-1001 tertinggi dengan presentase sebesar 77.7% yang memiliki arti bahwa karyawan PT. XYZ banyak menggunakan kemampuan kognitif seperti pengetahuan tugas, baik secara teknis maupun prinsip-prinsip yang diperlukan, keterampilan tugas dan kebiasaan tugas. Motivasi Kerja berpengaruh secara signifikan positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ, dengan besaran kontribusi pengaruhnya sebesar 31.0%. Hal ini memiliki makna semakin tinggi motivasi kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan PT. XYZ.

Metode

Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dengan instrument penelitian, menganalisis data secara kuantitatif/statistik, dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode kuisioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan variabel motivasi kerja dan kinerja karyawan.

Hasil

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. XYZ, dengan besaran pengaruh sebesar 31%. Hal ini menunjukkan pentingnya motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan tersebut.

Diskusi

Jurnal tersebut menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. XYZ. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan program penghargaan atau reward kepada karyawan guna lebih meningkatkan kinerja mereka. Data kehadiran dan keterlambatan karyawan juga menunjukkan adanya karyawan dengan motivasi rendah, sehingga penting bagi perusahaan untuk memperhatikan motivasi kerja karyawan demi meningkatkan kinerja mereka. salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi. Perusahaan harus dapat meningkatkan motivasi karyawan karena motivasi karyawan dapat berdampak pada pencapaian tujuan perusahaan. Karyawan yang termotivasi untuk memuaskan kebutuhannya akan pekerjaan membuat karyawan lebih keras dan dampaknya pada kinerja yang dihasilkan menjadi lebih optimal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan dengan menambah variabel terkait kinerja karyawan dan menggunakan referensi yang relevan dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi.


6.6.22

Peluang Bisnis Online Untuk Kalangan Anak Muda

 

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Genap Semester TA 2021/2022

Oleh :

Fariha Aulia Syahda (21310410092)

Kelas A (Reguler)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Dosis Pengampu:

Dr. Arunati Shinta, MA

source: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.berdesa.com%2Fbisnis-online-cepat-kaya%2F&psig=AOvVaw05klCNjK2_QFg7K-SdxwD0&ust=1654613198703000&source=images&cd=

Di era yang semakin maju ini banyak sekali perubahan yang terjadi. Dahulu masyarakat menjual dengan cara barter barang lalu berkembang menjadi jual beli dan dari sini masyarakat banyak membuka toko-toko kecil hingga berkembang menjadi kios, ruko, agen hingga mal. Nah, dibalik perkembanga n semua itu kemajuan kembali dalam jual beli salah satunya menggunakan media sosial untuk jembatan transaksi pembelian. Biasanya metode ini dikenal istilah bisnis online atau bisa disebut juga dengan online shop. Bisnis online itu sendiri memiliki pengertian suatu usaha yang dipasarkan melalui media internet dengan banyak sekali macam cara sehingga bisa menghasilkan uang. Tentu saja banyak sekali keuntungan dari bisnis online itu sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam bisnis online misalnya melakukan promosi di website, blog, lalu yang paling populer adalah jejaring sosial seperti facebook, whatsapp, twitter, Instagram, dan yang paling sering dikunjugi yaitu e-commerce ( shoppe, Lazada, bukalapak , dll).  

            Disini penulis melakukan riset berdasarkan hasil wawancara dari salah satu narasumber yang memulai kariernya dalam dunia bisnis online . Narasumber bernama Sintya Zahro usia 19 tahun dan saat ini masih menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya jurusan Psikologi semester 2. Berikut penjabaran dari wawancara narasumber.

Bisnis online apa yang sedang anda jalani?

“Bisnis online yang sedang saya jalani yaitu produk hijab, seperti pasmina, segiempat dan juga kerudung langsungan”

Bagaimana awal Anda membuka bisnis online tersebut?

“Awalnya saya tidak membuka bisnis online secara langsung. Mulanya saya menjadi reseller atau tangan kedua dari penjual awal, jadi saya mengambil barang orang lain untuk saya jualkan kembali. Setelah jalan beberapa tahun menjadi reseller saya mulai tertarik untuk membuka bisnis online sendiri, karena sudah ada pengalaman pada saat menjadi reseller, saya jadi memahami harga pasar dan putar balik modal, setelah saya melepaskan diri menjadi reseller barulah saya membuka bisnis online sendiri. Itulah awal mula saya membuka bisnis online.”

Apa alasan anda mengambil bisnis online di era masyarakat lebih suka berbelanja di official store?

“Tentunya bisnis online ini lebih efisien, saya dapat melakukan hal lain seperti kuliah dan mengerjakan tugas namun tetap bisa fokus pada bisnis online saya ini. wktu nya pun sangat fleksibel dan tidak menghambat aktifitas sehari-hari.”

Apa yang menjadi pembanding bisnis anda dengan bisnis online yang lain?

“Tentunya bisnis yang saya lakukan sesuai dengan harga pasar dan terjangkau tentunya untuk kalangan anak muda dan pelajar, produk yang saya jual pun sudah menyetujui baik itu pada bahan maupun pada jahitannya, karena sebelum menjual produk sudah pasti saya akan survei terkait dan saya akan melakukannya coba nyaman atau tidaknya.”

Berapa omset yang Anda raih dalam jangka waktu perbulan?

“Dikarenakan saya baru merintis, jadi omset yang saya can perbulan nya sebesar Rp 600.000.-.”

Apakah menurut Anda bisnis ini cocok untuk kalangan pemuda yang baru merintis suatu bisnis?

“Tentu saja sangat cocok, bila masih takut untuk mencoba bisnis online kecil-kecilan, kalian bisa selangkah demi selangkah dengan menjadi reseller terlebih dahulu, seperti pengalaman saya sebelumnya, agar terbiasa dengan balada perdagangan produk.”

    Dari hasil wawancara diatas dapat dikatakan bahwa bisnis ini sangat cocok bagi para pemula khususnya di kalangan anak muda yang ingin terjun dalam dunia bisnis . Selain caranya yang mudah dan modalnya juga tidak terlalu besar dan pendapatannya pun bisa untuk investasi di masa yang akan datang.


Daftar Pustaka

Wahyuningtyas, AC (2019). Berbisnis Online Melalui Media Sosial. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi                      , 7(2). 

doi:10.23887/ekuitas.v7i2.18197.

IAIN KEDIRI (nd). Bisnis Online  . 

[online] Tersedia di:

http://etheses.iainkediri.ac.id/35/4/7%20BAB%20II.pdf [Diakses 6 Juni 2022].


15.6.20

PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN


UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
(Semester Genap 2019/2020)


Oleh:

Hosianna Ronauli Simbolon
19310410032
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta MA
Organisasi yang ingin mengembangkan bisnis tentunya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kualitas sumber daya manusia. Perusahaan yang ingin meningkatkan kinerjanya harus mempunyai komitmen terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia. Ini berarti bahwa sumber daya manusia melalui pelatihan haruslah mendapatkan prioritas tinggi diperusahaan agar pengetahuan, keterampilan dan kemampuan karyawan tidak hilang. Alasan lain perlu nya pelatihan karena pelatihan adalah sebuah proses dimana orang-orang mendapatkan kapabilitas untuk membantu pencapaiaan tujuan-tujuan organisasional. Malthis (2006).
Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh suatu organisasi dalam meningkatkan kualitas kinerja karyawan yaitu dengan memberikan pelatihan. Pelatihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang karyawan dalam kaitannya dengan   aktivitas   ekonomi.   Pelatihan membantu karyawan dalam   memahami   suatu   pengetahuan praktis   dan   penerapannya,   guna meningkatkan keterampilan, kecakapan, dan sikap yang diperlukan    organisasi    dalam    usaha    mencapai tujuan. Pelatihan   menurut   Desler  (2009)  adalah Proses  mengajarkan  karyawan  baru  atau  yang  ada sekarang, keterampilan     dasar     yang     mereka butuhkan  untuk  menjalankan  pekerjaan  mereka”.
 Pelatihan  merupakan usaha   dalam meningkatkan  mutu  sumber  daya  manusia  dalam suatu organisasi. Karyawan,  baik  yang  baru  ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat  berubah  akibat  perubahan lingkungan  kerja,  strategi, dan lain sebagainya. Pada dasarnya setiap kegiatan yang terarah tentu harus mempunyai sasaran yang jelas, memuat hasil yang ingin dicapai dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Demikian pula dengan program pelatihan. Hasil yang hendak dicapai hendaknya dirumuskan dengan jelas agar langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan pelatihan dapat diarahkan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. Adapun tujuan dari pelatihan karyawan adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideologi.
2.      Meningkatkan produktivitas kerja
3.      Meningkatkan kualitas kerja.
4.      Meningkatkan perencanaan sumber daya manusia.
5.      Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja.
6.      Meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi maksimal.
Sedangkan tujuan  pengembangan tenaga kerja Secara umum sebagai berikut:
1.     Mengembangkan keahlian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan efektif.
2.     Mengembangkan pengetahuan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional.
3.    Mengembangkan sikap sehingga menimbulkan kemauan kerja sama secara horizontal diantara sesama karyawan dengan manager atau pimpinan.
Selain itu Pelaksanaan pelatihan dimaksudkan untuk mendapatkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, keterampilan yang baik, kemampuan dan sikap yang baik untuk mengisi jabatan pekerjaan yang tersedia dengan produktivitas kerja yang tinggi, yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik. Kebutuhan untuk setiap pekerja sangat  beragam untuk itu pelatihan perlu dipersiapkan dan dilaksanakan sesuai dengan bidang pekerjaannya. Dengan demikian pekerjaan yang dihadapi akan dapat dikerjakan sesuai dengan prosedur yang benar.

Moekijat( 1991:4) mengatakan pelatihan diperlukan untuk membantu pegawai menambah kecakapan dan pengetahuan yang berhubungan erat dengan pekerjaan dimana pegawai tersebut bekerja. Dalam sebuah organisasi, pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk SDM  merupakan hal yang harus ada. Program pelatihan dan pengembangan  keterampilan SDM merupakan istilah yang berhubungan dengan usaha-usaha berencana yang dilakukan untuk mencapai penguasaan skill, pengetahuan, dan sikap-sikap pegawai atau anggota organisasi.
Pada pelatihan SDM memfokuskan terhadap serangkaian kegiatan untuk memberikan peluang kepada setiap karyawan untuk mendapatkan atau meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. Umumnya progam pelatihan SDM diberikan kepada karyawan yang baru atau lama yang bertujuan agar setiap karyawan mampu menghadapi situasi-situasi yang selalu berubah. Sedangkan pengembangan SDM bertujuan untuk mengembangkan keterampilan untuk pekerjaan masa depan. Pengembangan SDM merupakan sebuah proses pendidikan jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, yaitu karyawan manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk mencapai tujuan umum. Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Pelatihan dan Pengembangan keterampilan SDM merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas SDM agar bisa menjadi sumber daya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan kerja, agar dapat meningktkan kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan yang baik.
Oleh sebab itu Pelatihan dan pengembangan bertujuan untuk peningkatan kemampuan dan keahlian karyawan sehingga mereka memiliki kompetensi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.  Lam and Zhang (2003) dalam studinya menunjukkan bahwa adanya kesempatan pelatihan dan pengembangan secara terus-menerus khususnya bagi para anggota baru, akan membuat mereka terus berkembang untuk mengejar ambisi dan cita-cita mereka dan pada akhirnya akan membuat mereka semakin mandiri dalam keterikatan pada pekerjaan, dan juga merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan prestasi kerja mereka terhadap organisasi dan pekerjaan yang digeluti.  Pelatihan sangat berpengaruh terhadap prestasi karyawan. Dengan meningkatkan prestasi dan semangat kerja karyawan, maka perusahaan akan mencapai tujuan yang dicita-citakan. Sehingga perusahaan perlu menyusun rancangan pelatihan untuk karyawan secara sistematis, efektif, dan efisien.
Daftar pustaka :





PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM BERKERJA


Devi Nurmala Sari
19310410048
Mata Kuliah : Psikologi Industri
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
Ujian Akhir Psikologi Industri (Semester Genap 2019/2020).

Komunikasi merupakan aspek paling penting dalam sebuah kerja sama tim. Apalagi dalam urusan pekerjaan. Komunikasi sangat dibutuhkan, baik antar karyawan maupun antara karyawan dengan perusahaan. Komunikasi karyawan menjadi kunci berjalannya perusahaan untuk menghasilkan produk yang baik. Komunikasi karyawan harus efektif, artinya kedua belah pihak yang berkomunikasi harus mempunyai makna yang sama tentang pesan yang disampaikan. Sehingga proses pertukaran pesan menghasilkan input yang jelas.
Apapun jenis komunikasi yang Anda gunakan, pastikan Anda berpartisipasi dalam diskusi, mengajukan pertanyaan di mana diperlukan dan memberikan tanggapan ketika ditanya. Hal ini akan berpengaruh pada situasi kantor, iklim kerja dan pandangan rekan kerja. Fakta lain membuktikan dengan lancarnya komunikasi semakin meningkatkan nilai tambah pada diri Anda, termasuk nilai tambah sebagai calon karyawan teladan.
Tidak peduli dalam keadaan apapun, pastikan nada komunikasi Anda profesional. Apa yang Anda katakan adalah refleksi besar pada Anda, jadi pastikan Anda berpikir sebelum berbicara. Pastinya pernah ingat bukan “Mulutmu harimaumu”. Bukan berarti setiap pertanyaan harus dijawab, namun gunakan teknik tertentu ketika Anda tidak bisa menjawab seperti,”mungkin rekan yang lain lebih mengetahui hal itu disbanding saya, coba kita tanyakan”. Intinya adalah bukan jawaban, namun bantuan yang Anda lakukan agar rekan yang bertanya memiliki harapan untuk terjawabnya pertanyaan ini.
Tidak hanya soft skill atau hard skill, adanya komunikasi yang baik dapat menjadi asset untuk perusahaan maupun dirimu sendiri. Berikut ini adalah alasan mengapa komunikasi merupakan hal yang penting dalam dunia kerja.
1.    Meningkatkan team building
Membangun tim secara efektif didasari oleh bagaimana anggota tim berkomunikasi dan bekerja sama. Dengan menerapkan startegi yang efektif untuk meningkatkan komunikasi, kamu dapat membantu tim menjadi lebih efektif. Dan hal ini akan berdampak pada kepuasan karyawan dan perusahaan itu sendiri.
2.    Meningkatkan produktivitas
Komunikasi akan mempermudah koordinasi, sehingga para karyawan akan semakin produktif dalam bekerja. Pada akhirnya, produktivitas yang baik akan menguntungkan bagi organisasi.
3.    Menghargai perbedaan dan toleransi
Dengan banyaknya ragam bahasa dan budaya, tentu komunikasi dibutuhkan dalam dunia kerja agar karyawan semakin bisa memahami satu sama lainnya. Komunikasi yang efektif akan membuat karyawan semakin menghargai perbedaan yang ada, sehingga suasana kerja pun akan terasa nyaman.
4.    Mempermudah dalam penerapan aturan
Komunikasi dalam dunia kerja berperan sebagai penerapan sebuah peraturan dalam perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki aturan masing- masing dan berfungsi untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Peraturan berfungsi untuk memudahkan seseorang dalam bekerja. Dan peran komunikasi akan digunakan oleh atasan untuk menyampaikan peraturan tersebut kepada karyawannya.
5.    Memudahkan memahami karakter
Komunikasi dalam dunia kerja juga digunakan untuk memahami karakter seseorang. Dengan begitu, maka kamu akan lebih mudah berkomunikasi secara efektif dan menghindari kesalahpahaman di tempat kerja.
6.    Menyelesaikan suatu konflik
Jika suatu perusahaan sedang ada konflik, maka hal yang biasa dilakukan adalah mengadakan rapat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam hal ini, komunikasi juga menjadi sarana penting untuk memecahkan suatu masalah yang sedang terjadi.
7.    Mempermudah mengambil keputusan
Keputusan dalam suatu perusahaan diputuskan oleh seorang pemimpin. Keputusan diambil setelah dikomunikasikan terlebih dahulu melalui rapat yang dihadiri oleh petinggi perusahaan dan karyawannya.
Komunikasi dalam dunia kerja yang baik akan dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan berupa tanggapan dari peserta rapat atas keputusan yang akan diambil.
8.    Meningkatkan motivasi
Motivasi merupakan hal yang penting untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Motivasi ini berkaitan dengan komunikasi. Dalam dunia kerja, komunikasi merupakan unsur penting untuk meningkatkan motivasi seseorang dalam bekerja.
Komunikasi yang baik dapat mempengaruhi seseorang menjadi lebih giat dalam bekerja. Dan komunikasi yang buruk juga dapat berdampak pada motivasi kerja seseorang, serta menimbulkan konflik dalam perusahaan.


Itu tadi beberapa manfaat yang akan diterima perusahaan jika para karyawannya memiliki komunikasi yang baik. Sebagian besar komunikasi adalah wujud saling menerima pesan. Anda profesional muda harus terbuka untuk menerima arahan ataupun masukkan dari rekan kerja dan manajer dalam organisasi perusahaan. Banyak bergaul dengan atasan yang sudah lama diperusahaan akan membuat Anda makin banyak pengalaman.
Mendengarkan masukkan dan kemudian mengambil tindakan untuk memperbaiki apa pun yang masih belum dicapai adalah langkah paling tepat untu profesional muda. Tidak ada yang sempurna, namun dari ketidak sempurnaan itu setidaknya ada harapa untuk mejadi yang lebih baik. “Guru yang terbaik adalah pengalaman di masa lalu”.

Refrensi:
Ayuna. 2019. “Pentingnya Komunikasi Antar Karyawan & Manfaatnya Bagi Perusahaan”. Diakses dari https://sleekr.co/blog/pentingnya-komunikasi-antar-karyawan-manfaatnya-bagi-perusahaan/
Nofa Riyanto Nurhuda. 2016. “Life skills: Pentingnya Komunikasi dalam Dunia Kerja”. Diakses dari https://medium.com/@NofaRyn/life-skills-pentingnya-komunikasi-dalam-dunia-kerja-c11aef387265
Diakses dari web Enervon. 2019. “Ini 8 Alasan Pentingnya Komunikasi Dalam Dunia Kerja”. Diakses dari https://www.enervon.co.id/news/447/ini-8-alasan-pentingnya-komunikasi-dalam-dunia-kerja/
Sumber Gambar:
https://www.enervon.co.id/news/447/ini-8-alasan-pentingnya-komunikasi-dalam-dunia-kerja/
https://sleekr.co/blog/pentingnya-komunikasi-antar-karyawan-manfaatnya-bagi-perusahaan/

Efektivitas Pelatihan Karyawan Untuk Meningkatkan Kualitas Kinerja


UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
(Semester Genap 2019/2020)


Ganjar Dwi Lestari  (19310410012)
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A


Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Efektivitas pelatihan karyawan merupakan hal yang sangat penting terutama untuk mengembangkan sumber daya manusia. Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di perusahaan, organisasi, instansi pendidikan, ataupun lembaga lain dilakukan untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan.Untuk itu, pelatihan dibutuhkan agar seluruh karyawan mampu mengikuti perkembangan dunia kerja maupun bisnis sesuai dengan jabatannya. Pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, etos kerja, disiplin, sikap, keterampilan, dan keahlian tertentu agar bisa bekerja lebih maksimal serta lebih baik.


Tujuan Pelatihan Karyawan
Pelatihan adalah salah satu hal yang penting dilakukan untuk mengembangkan kinerja karyawan ataupun sumber daya manusia. Pelatihan umumnya dilakukan sesuai prosedur yang terorganisir dan sistematis serta dibuat seperti proses pendidikan dalam jangka waktu pendek. Dengan adanya pelatihan maka karyawan non manajerial bisa mempelajari pengetahuan, keahlian, dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaannya.
Tujuan pelatihan karyawan sendiri antara lain seperti meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja, meningkatkan mutu kerja karyawan sehingga karyawan terhindar dari kesalahan kerja, meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan, menarik ataupun mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas, menjaga keselamatan kerja, mencegah timbulnya antipati dari karyawan, serta menghindari keusangan karyawan.
Tentunya perusahaan ingin menarik, memiliki, dan mempertahankan karyawan terutama yang bisa bersaing serta mengikuti perkembangan dunia bisnis. Karenanya, efektivitas pelatihan karyawan sangat diperlukan dalam peningkatan keterampilan dan kinerja karyawan sehingga karyawan yang dimiliki bisa sukses ketika melakukan pekerjaannya.

Jenis-Jenis Pelatihan Kerja di Perusahaan
Training kerja dapat dilakukan dalam beragam cara, berikut merupakan jenis-jenis training yang bisa diterapkan dalam suatu perusahaan:
1.       Job/Technical Training:Jenis pelatihan ini lebih berfokus pada pekerjaan/tugas serta teknik yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan.
2.       Interpersonal and Problem Solving Training:Pelatihan ini lebih berpusat pada cara memecahkan masalah dalam suatu proses produksi.
3.       Developmental and Innovative Training:Jenis pelatihan ini akan melatih pengembangan dan inovasi dalam diri karyawan untuk membantu operasional perusahaan.
4.       Required and Regular Training:Jenis pelatihan ini lebih dikenal dengan pelatihan rutin, yaitu pelatihan karyawan yang dilakukan perusahaan secara berkala dan bertahap pada kurun waktu tertentu. Training jenis ini merupakan yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan.
Sasaran Pelatihan Karyawan
Kegiatan pelatihan karyawan memang sangat dibutuhkan jika ingin karyawan yang bekerja pada perusahaan, instansi, organisasi, ataupun lembaga lain bekerja secara efektif. Pelatihan sendiri pada dasarnya dilakukan dengan maksud untuk mengubah tingkah laku dan mengingkatkan kemampuan sumber daya manusia.
Perubahan tingkah laku sumber daya manusia yang diinginkan perusahaan, organisasi, instansi, ataupun lembaga lain tentunya berkaitan dengan meningkatnya keahlian, keterampilan, sikap, pengetahuan, perilaku, dan lainnya yang bisa berpengaruh pada produktivitas kerja. Oleh sebab itu, perlu melakukan pelatihan yang tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini sasaran pelatihan karyawan yang dapat dibagi dalam tiga kategori yakni sebagai berikut:
1.       Kategori kognitif merupakan proses pelatihan yang difokuskan pada peningkatan intelektual misalnya meningkatan pengetahuan maupun keterampilan dalam berpikir.
2.       Kategori psikomotorik yaitu dimana pelatihan dilakukan untuk mengembangkan keterampilan fisik yang diinginkan perusahaan seperti pengontrolan gerakan-gerakan tertentu agar karyawan bisa melakukan gerakan yang tepat. Pelatihan ini biasanya untuk aktivitas kerja yang banyak berhubungan dengan kegiatan fisik.
3.       Kategori afektif adalah pelatihan untuk membuat karyawan memiliki sikap tertentu sesuai dengan jabatan dan keinginan maupun kebutuhan perusahaan.
Berbagai sasaran kegiatan pelatihan karyawan di atas bisa dicapai dengan efektivitas pelatihan karyawan. Dengan diberikan pelatihan yang efektif maka karyawan dapat bekerja dengan baik dan sukses pada jabatan yang ditekuni. Jika karyawan bisa bekerja dengan baik dan sukses pastinya keuntungan perusahaan, organisasi, ataupun lembaga yang bersangkutan bisa meningkat.
Manfaat Pelatihan Karyawan
Pelatihan karyawan tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, instansi, atau lembaga tapi juga untuk karyawan itu sendiri.Berbagai manfaat yang bisa diperoleh karyawan dari pelatihan antara lain meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri, membantu karyawan dalam mengatasi tekanan ataupun konflik, membantu karyawan untuk tidak takut ketika melakukan tugas baru, meningkatkan kepuasan kerja, dan masih banyak keuntungan lainnya.
Untuk perusahaan sendiri, pelatihan karyawan bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan keuntungan perusahaan, mempererat hubungan bawahan dengan atasan, memperbaiki dan meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan semua karyawan pada setiap level, membantu perkembangan perusahaan, dan lainnya.
Selain bisa memberikan manfaat pada karyawan dan perusahaan, pelatihan juga bermanfaat bagi manajer yakni tugas dan pekerjaan bawahan lebih lancar meski manajer tidak ditempat, mempunyai bawahan yang terampil maupun ahli, bisa menyerahkan lebih banyak pekerjaan dan memberikan tanggung jawab kepada anak buah, menunjang karir pribadi untuk bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, serta terhindar dari menangani pekerjaan kecil yang bukan porsi seorang manajer.Seluruh manfaat yang sangat berguna dan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dan pengembangan perusahaan ini bisa diperoleh dengan efektivitas pelatihan karyawan.
Cara Mengukur Efektivitas Pelatihan Karyawan
Pelatihan karyawan setiap tahunnya biasanya diadakan oleh perusahaan, instansi, organisasi, ataupun lembaga lainnya. Tujuan dilakukannya kegiatan pelatihan untuk meningkatkan mutu, kinerja, daya saing, dan profesionalitas karyawan yang dimiliki. Untuk itu, kegiatan pelatihan karyawan yang telah dilakukan perusahaan dapat dikatakan efektif ataupun sukses bila tujuan yang diinginkan serta ditetapkan perusahaan tercapai.
Efektivitas pelatihan karyawan bisa dilihat dari meningkatnya keterampilan, pengetahuan, keahlian karyawan yang sudah dilatih. Pelatihan yang efektif dan sukses  akan membentuk pandangan serta cara berfikir karyawan menjadi sesuai dengan visi ataupun misi perusahaan.
Selain itu, pelatihan yang efektif dan sukses bisa menjadikan kompetensi seperti pengetahuan, sikap, perilaku, dan pengetahuan karyawan meningkat.Agar bisa mengetahui apakah pelatihan yang sudah dilakukan efektif dan sukses perlu dilakukan evaluasi. Dengan melakukan evaluasi maka dapat diketahui ketepatan dan efektivitas pelatihan karyawan yang sudah dilakukan.
Dampak Apabila Perusahaan Tidak  Melakukan Pelatihan Kerja Karyawan
Berikut merupakan dampak yang mungkin akan timbul jika perusahaan memilih untuk tidak melakukan training karyawan:
1.       Karyawan sering melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaannya.
2.       Hasil kerja karyawan tidak memenuhi standar kerja perusahaan.
3.       Timbul rasa tidak puas karyawan dan perusahaan yang berakibat saling menjelek-jelekkan.
4.       Kurangnya pengetahuan dalam menggunakan teknologi di perusahaan.
5.       Produktivitas kerja cenderung konstan, atau bahkan menurun.
6.       Loyalitas terhadap perusahaan cenderung rendah.

Daftar pustaka