15.10.26

Tisya Sukmalatri 24310410022 - Psi Inovasi - Esai 4 My Best Coping Behavior - Dr. Arundati Shinta - Kelas Karyawan - Oktober 2026

 

Tisya Sukmalatri

24310410022

Psikologi Inovasi - Kelas Karyawan

Essay 4 – My Best Coping Behavior

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 


“Pengalaman Menghadapi Stres dan Cara Saya Bangkit”

Salah satu situasi yang dapat membuat saya merasa tertekan sebagai mahasiswa adalah ketika tugas kuliah menumpuk, sementara saya juga harus membagi waktu dengan tanggung jawab pekerjaan saya. Kejadian ini sedang saya alami bulan September 2026 ini, pengalaman ini terasa berat ketika beberapa tugas harus diselesaikan dalam waktu yang berdekatan. Saya terkadang merasa bingung harus memulai dari mana, khawatir tugas tidak selesai tepat waktu, dan merasa lelah karena banyak hal yang harus dipikirkan sekaligus.

Ketika berada dalam situasi tersebut, saya menyadari bahwa membiarkan diri terus merasa cemas tidak akan menyelesaikan masalah. Saya perlu mencari cara agar bisa kembali berpikir jernih dan menyelesaikan tanggung jawab secara bertahap. Bagi saya, bagian tersulit bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga mengelola pikiran dan perasaan ketika semuanya terasa berat.

Coping behavior yang saya gunakan adalah mengatur prioritas, menenangkan diri, dan mencari hal menyenangkan serta dukungan dari orang terdekat. Saya mencoba mencatat tugas yang harus diselesaikan, menentukan mana yang paling mendesak, kemudian mengerjakannya satu per satu. Saya juga berusaha memberikan waktu kepada diri sendiri untuk beristirahat ketika mulai merasa terlalu lelah. Selain itu, bercerita kepada orang yang saya percaya membantu saya merasa lebih lega dan melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

Menurut saya, cara tersebut cukup membantu karena saya tidak lagi hanya berfokus pada banyaknya masalah, tetapi mulai memikirkan langkah yang bisa dilakukan. Saya belajar bahwa tidak semua hal harus selesai sekaligus. Terkadang, memulai dari satu pekerjaan kecil sudah menjadi kemajuan yang berarti.

Dari pengalaman tersebut, saya mendapatkan pelajaran bahwa stres tidak selalu bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan cara yang lebih sehat. Saya juga belajar mengenali batas kemampuan diri, mengatur waktu dengan lebih baik, dan tidak memaksakan diri untuk selalu mampu melakukan semuanya secara bersamaan.

Hikmah terbesar yang saya dapatkan adalah bahwa menghadapi kesulitan membutuhkan keberanian untuk mencoba cara yang berbeda. Saya tidak harus selalu kuat atau menyelesaikan semuanya sendirian. Meminta dukungan dan memberikan waktu untuk diri sendiri bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari usaha untuk bangkit.

Ke depannya, saya ingin mempertahankan kebiasaan mengatur prioritas dan menenangkan diri ketika menghadapi tekanan. Saya berharap pengalaman ini dapat membantu saya menjadi pribadi yang lebih tangguh, mampu mengelola stres, dan lebih siap menghadapi tantangan dalam kehidupan akademik maupun pekerjaan.

0 komentar:

Posting Komentar