Tisya
Sukmalatri
24310410022
Psikologi
Inovasi - Kelas Karyawan
Essay
4 – My Best Coping Behavior
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
“Pengalaman Menghadapi Stres dan Cara Saya Bangkit”
Salah satu situasi yang dapat membuat saya merasa tertekan
sebagai mahasiswa adalah ketika tugas kuliah menumpuk, sementara saya juga
harus membagi waktu dengan tanggung jawab pekerjaan saya. Kejadian ini sedang
saya alami bulan September 2026 ini, pengalaman ini terasa berat ketika
beberapa tugas harus diselesaikan dalam waktu yang berdekatan. Saya terkadang
merasa bingung harus memulai dari mana, khawatir tugas tidak selesai tepat
waktu, dan merasa lelah karena banyak hal yang harus dipikirkan sekaligus.
Ketika berada dalam situasi tersebut, saya menyadari bahwa
membiarkan diri terus merasa cemas tidak akan menyelesaikan masalah. Saya perlu
mencari cara agar bisa kembali berpikir jernih dan menyelesaikan tanggung jawab
secara bertahap. Bagi saya, bagian tersulit bukan hanya menyelesaikan tugas,
tetapi juga mengelola pikiran dan perasaan ketika semuanya terasa berat.
Coping behavior yang saya gunakan adalah mengatur prioritas,
menenangkan diri, dan mencari hal menyenangkan serta dukungan dari orang
terdekat. Saya mencoba mencatat tugas yang harus diselesaikan, menentukan mana
yang paling mendesak, kemudian mengerjakannya satu per satu. Saya juga berusaha
memberikan waktu kepada diri sendiri untuk beristirahat ketika mulai merasa
terlalu lelah. Selain itu, bercerita kepada orang yang saya percaya membantu
saya merasa lebih lega dan melihat permasalahan dari sudut pandang yang
berbeda.
Menurut saya, cara tersebut cukup membantu karena saya tidak
lagi hanya berfokus pada banyaknya masalah, tetapi mulai memikirkan langkah
yang bisa dilakukan. Saya belajar bahwa tidak semua hal harus selesai
sekaligus. Terkadang, memulai dari satu pekerjaan kecil sudah menjadi kemajuan
yang berarti.
Dari pengalaman tersebut, saya mendapatkan pelajaran bahwa
stres tidak selalu bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan cara yang lebih
sehat. Saya juga belajar mengenali batas kemampuan diri, mengatur waktu dengan
lebih baik, dan tidak memaksakan diri untuk selalu mampu melakukan semuanya
secara bersamaan.
Hikmah terbesar yang saya dapatkan adalah bahwa menghadapi
kesulitan membutuhkan keberanian untuk mencoba cara yang berbeda. Saya tidak
harus selalu kuat atau menyelesaikan semuanya sendirian. Meminta dukungan dan
memberikan waktu untuk diri sendiri bukan berarti menyerah, melainkan bagian
dari usaha untuk bangkit.
Ke depannya, saya ingin mempertahankan kebiasaan mengatur
prioritas dan menenangkan diri ketika menghadapi tekanan. Saya berharap
pengalaman ini dapat membantu saya menjadi pribadi yang lebih tangguh, mampu
mengelola stres, dan lebih siap menghadapi tantangan dalam kehidupan akademik
maupun pekerjaan.

0 komentar:
Posting Komentar