Tisya
Sukmalatri
24310410022
Psikologi
Inovasi - Kelas Karyawan
Essay
5 – Berperilaku Inovatif
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Mengubah
Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi: Inovasi Kreatif Bernilai Ekonomi
Kreativitas
merupakan kemampuan menghasilkan ide baru, sedangkan inovasi merupakan upaya
mewujudkan ide tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Suryana (2013)
menjelaskan bahwa ekonomi kreatif mengandalkan kreativitas dan inovasi untuk
menghasilkan produk atau peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu
contoh perilaku inovatif yang saya lakukan adalah mengolah minyak jelantah atau
minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi. Saya melihat bahwa bahan yang
biasanya dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang
menarik dan memiliki nilai jual.
Ide
membuat lilin aromaterapi berawal dari keinginan saya untuk memanfaatkan minyak
jelantah agar memiliki kegunaan baru. Saya mencoba melihat bahan tersebut dari
sudut pandang berbeda, bukan hanya sebagai minyak bekas, tetapi sebagai bahan
yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif.
Menurut
Suryana (2013), kreativitas dapat diwujudkan melalui gagasan baru, cara yang
berbeda, dan pengembangan produk yang memiliki nilai komersial. Hal ini menjadi
dasar saya dalam mengembangkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Saya
memilih produk ini karena dapat dibuat dengan berbagai warna, aroma, dan bentuk
kemasan yang menarik. Saya juga menggunakan wadah kaca agar tampilannya lebih
rapi dan cocok dijadikan dekorasi ruangan maupun hadiah.
Dalam
prosesnya, saya belajar bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan
sesuatu yang berbeda, tetapi juga bagaimana ide tersebut dapat memberikan
manfaat dan memiliki peluang untuk dikembangkan.
Untuk
langkah langkah pembuatan lilin aromaterapi dimulai dengan menyaring minyak
jelantah untuk memisahkan sisa makanan dan kotoran. Selanjutnya, minyak
diproses menggunakan bahan penyerap yang sesuai untuk membantu mengurangi
kotoran dan bau. Setelah itu, minyak dicampurkan dengan bahan pembentuk lilin,
seperti stearin, campuran kemudian dipanaskan dan diberi berbagai macam aroma pewangi
yang sesuai untuk produk lilin. Sumbu dipasang pada wadah kaca, lalu campuran
dituangkan dan didiamkan hingga mengeras. Setelah selesai, lilin dapat dikemas
agar terlihat lebih menarik. Lilin ini saya jual dengan harga Rp 33.000/pcs.
Proses
ini melatih saya untuk berpikir kreatif, mencoba cara baru, serta memperhatikan
hasil dari ide yang dikembangkan.
Hendro
(2011) membahas kewirausahaan sebagai proses mengenali peluang dan
mengembangkan usaha. Hal ini sesuai dengan inovasi yang saya lakukan karena
minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang berpotensi dipasarkan. Lilin
aromaterapi dapat dipromosikan melalui Instagram atau YouTube dengan
menampilkan foto produk, pilihan aroma, dan harga jual.
Selain
berpotensi menghasilkan pendapatan, produk ini juga dapat dikembangkan menjadi
usaha kreatif yang memiliki ciri khas. Jika permintaan meningkat, usaha
tersebut berpeluang membuka kesempatan kerja dalam proses produksi dan
pemasaran. Namun, penentuan harga jual harus mempertimbangkan biaya bahan
tambahan, wadah kaca, sumbu, pewangi, kemasan, serta tenaga produksi.
Melalui
pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, saya belajar bahwa inovasi
dapat dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Dengan kreativitas, bahan
yang awalnya dianggap tidak berguna dapat dikembangkan menjadi produk yang
memiliki nilai tambah. Sejalan dengan Suryana (2013) dan Hendro (2011),
kreativitas dan kemampuan melihat peluang dapat menjadi dasar untuk
mengembangkan usaha. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang membuat
lilin, tetapi juga belajar mencoba ide baru, mengenali peluang, dan
mengembangkan potensi usaha kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Link
: https://www.instagram.com/p/DeghehOFO-cIMbQwrXvOCRokWlkWknn9Q9-1XU0/?rpxt=MTcwamlpMHVpNjJnaw==
Daftar
Pustaka :
Hendro. (2011). Dasar-dasar
kewirausahaan: Panduan bagi mahasiswa untuk mengenal, memahami, dan memasuki
dunia bisnis. Erlangga.
Suryana. (2013). Ekonomi kreatif,
ekonomi baru: Mengubah ide dan menciptakan peluang. Salemba Empat.
.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar