15.10.26

Tisya Sukmalatri 24310410022 - Psi Inovasi - Esai 5 Berperilaku Inovatif - Dr. Arundati Shinta - Kelas Karyawan - Oktober 2026

 

Tisya Sukmalatri

24310410022

Psikologi Inovasi - Kelas Karyawan

Essay 5 – Berperilaku Inovatif

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 


Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi: Inovasi Kreatif Bernilai Ekonomi

Kreativitas merupakan kemampuan menghasilkan ide baru, sedangkan inovasi merupakan upaya mewujudkan ide tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Suryana (2013) menjelaskan bahwa ekonomi kreatif mengandalkan kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan produk atau peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu contoh perilaku inovatif yang saya lakukan adalah mengolah minyak jelantah atau minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi. Saya melihat bahwa bahan yang biasanya dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai jual.

Ide membuat lilin aromaterapi berawal dari keinginan saya untuk memanfaatkan minyak jelantah agar memiliki kegunaan baru. Saya mencoba melihat bahan tersebut dari sudut pandang berbeda, bukan hanya sebagai minyak bekas, tetapi sebagai bahan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif.

Menurut Suryana (2013), kreativitas dapat diwujudkan melalui gagasan baru, cara yang berbeda, dan pengembangan produk yang memiliki nilai komersial. Hal ini menjadi dasar saya dalam mengembangkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Saya memilih produk ini karena dapat dibuat dengan berbagai warna, aroma, dan bentuk kemasan yang menarik. Saya juga menggunakan wadah kaca agar tampilannya lebih rapi dan cocok dijadikan dekorasi ruangan maupun hadiah.

Dalam prosesnya, saya belajar bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan sesuatu yang berbeda, tetapi juga bagaimana ide tersebut dapat memberikan manfaat dan memiliki peluang untuk dikembangkan.

Untuk langkah langkah pembuatan lilin aromaterapi dimulai dengan menyaring minyak jelantah untuk memisahkan sisa makanan dan kotoran. Selanjutnya, minyak diproses menggunakan bahan penyerap yang sesuai untuk membantu mengurangi kotoran dan bau. Setelah itu, minyak dicampurkan dengan bahan pembentuk lilin, seperti stearin, campuran kemudian dipanaskan dan diberi berbagai macam aroma pewangi yang sesuai untuk produk lilin. Sumbu dipasang pada wadah kaca, lalu campuran dituangkan dan didiamkan hingga mengeras. Setelah selesai, lilin dapat dikemas agar terlihat lebih menarik. Lilin ini saya jual dengan harga Rp 33.000/pcs.

Proses ini melatih saya untuk berpikir kreatif, mencoba cara baru, serta memperhatikan hasil dari ide yang dikembangkan.

Hendro (2011) membahas kewirausahaan sebagai proses mengenali peluang dan mengembangkan usaha. Hal ini sesuai dengan inovasi yang saya lakukan karena minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang berpotensi dipasarkan. Lilin aromaterapi dapat dipromosikan melalui Instagram atau YouTube dengan menampilkan foto produk, pilihan aroma, dan harga jual.

Selain berpotensi menghasilkan pendapatan, produk ini juga dapat dikembangkan menjadi usaha kreatif yang memiliki ciri khas. Jika permintaan meningkat, usaha tersebut berpeluang membuka kesempatan kerja dalam proses produksi dan pemasaran. Namun, penentuan harga jual harus mempertimbangkan biaya bahan tambahan, wadah kaca, sumbu, pewangi, kemasan, serta tenaga produksi.

Melalui pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, saya belajar bahwa inovasi dapat dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Dengan kreativitas, bahan yang awalnya dianggap tidak berguna dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Sejalan dengan Suryana (2013) dan Hendro (2011), kreativitas dan kemampuan melihat peluang dapat menjadi dasar untuk mengembangkan usaha. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang membuat lilin, tetapi juga belajar mencoba ide baru, mengenali peluang, dan mengembangkan potensi usaha kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Link : https://www.instagram.com/p/DeghehOFO-cIMbQwrXvOCRokWlkWknn9Q9-1XU0/?rpxt=MTcwamlpMHVpNjJnaw==

 

Daftar Pustaka :

Hendro. (2011). Dasar-dasar kewirausahaan: Panduan bagi mahasiswa untuk mengenal, memahami, dan memasuki dunia bisnis. Erlangga.

Suryana. (2013). Ekonomi kreatif, ekonomi baru: Mengubah ide dan menciptakan peluang. Salemba Empat.

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar