12.10.26

Membangun Minat Berwirausaha Mahasiswa : Peran Pendidikan dan Motivasi Kewirausahaan - Esai 1

Oleh: Iqbal Fahri Alfarisi | 24310410012 | Psikologi Inovasi | SPSJ (B) | Dr. Arundita Shinta., M.A





Judul Jurnal

Minat berwirausaha mahasiswa ditinjau dari pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha mahasiswa: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Penulis

Achmad Zainul Rozikin, M.Ziaurrahman, Nur Annisa, Herman, Bintang Aurellia, dan Shinta Adelia

Penerbit

NERACA JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI

Tahun Terbit

November 2024 (20-28)

Pendahuluan

Kewirausahaan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan inovasi. Namun, ketertarikan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan masih menjadi tantangan. Memiliki pengetahuan akademik tidak selalu membuat seseorang berani memulai usaha. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mendorong minat berwirausaha mahasiswa.

Pembahasan

Penelitian tersebut bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Permasalahan utamanya adalah masih rendahnya ketertarikan mahasiswa terhadap kewirausahaan. Dalam penelitian ini, minat berwirausaha menjadi variabel dependen, sedangkan pendidikan kewirausahaan dan motivasi menjadi variabel independen.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sebanyak 167 mahasiswa menjadi responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki kontribusi 33%, sedangkan motivasi berwirausaha sebesar 3,6%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 36,6% terhadap minat berwirausaha mahasiswa (Rozikin et al., 2024).

Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki kontribusi lebih besar daripada motivasi berwirausaha dalam penelitian tersebut. Pendidikan kewirausahaan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami peluang usaha dan proses pengelolaan bisnis. Sementara itu, motivasi berwirausaha merupakan faktor yang berkaitan dengan dorongan individu untuk memilih dan menjalankan kegiatan usaha.

Meskipun demikian, hasil penelitian perlu dipahami secara kritis. Kontribusi sebesar 36,6% menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut belum menjelaskan seluruh variasi minat berwirausaha. Masih terdapat 63,4% variasi yang berkaitan dengan faktor lain atau belum dijelaskan oleh model penelitian. Faktor seperti efikasi diri, lingkungan keluarga, akses modal, dan pengalaman usaha dapat menjadi bahan penelitian selanjutnya. Selain itu, kontribusi satistik tidak serta-merta membuktikan hubungan sebab-akibat di luar batas rancangan penelitian yang digunakan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian tersebut, minat berwirausaha mahasiswa masih berkaitan dengan pendidikan dan motivasi kewirausahaan, tetapi keduanya belum memberikan penjelasan secara menyeluruh. Menurut saya, pendidikan kewirausahaan perlu dikembangkan melalui kegiatan praktisi, seperti simulasi bisnis, pendampingan usaha, dan proyek kewirausahaan. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu memperoleh pengalaman untuk mengidentifikasi peluang, menghadapi risiko, dan mengevaluasi kegagalan. Dengan demikian, pembelajaran kewirausahaan diharapkan dapat membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Referensi

Rozikin, A. Z., Ziaurrahman, M. , Nur Annisa, Herman, B., & Aurellia, Dan Adelia, S. (2024). Jurnal pendidikan ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10, 20–28.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar