Oleh: Iqbal Fahri Alfarisi | 24310410012 | Psikologi Inovasi | SPSJ (B) | Dr. Arundita Shinta., M.A
|
Judul
Jurnal |
Minat
berwirausaha mahasiswa ditinjau dari pendidikan kewirausahaan dan motivasi
berwirausaha mahasiswa: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya |
|
Penulis |
Achmad
Zainul Rozikin, M.Ziaurrahman, Nur Annisa, Herman, Bintang Aurellia, dan
Shinta Adelia |
|
Penerbit |
NERACA
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI |
|
Tahun
Terbit |
November
2024 (20-28) |
|
Pendahuluan |
Kewirausahaan
memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan
pekerjaan, dan menciptakan inovasi. Namun, ketertarikan mahasiswa untuk
menjadi wirausahawan masih menjadi tantangan. Memiliki pengetahuan akademik
tidak selalu membuat seseorang berani memulai usaha. Oleh karena itu, penting
untuk memahami faktor-faktor yang dapat mendorong minat berwirausaha
mahasiswa. |
|
Pembahasan |
Penelitian
tersebut bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan dan motivasi
berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Palangkaraya. Permasalahan utamanya adalah masih rendahnya ketertarikan
mahasiswa terhadap kewirausahaan. Dalam penelitian ini, minat berwirausaha
menjadi variabel dependen, sedangkan pendidikan kewirausahaan dan motivasi
menjadi variabel independen. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner.
Sebanyak 167 mahasiswa menjadi responden yang dipilih menggunakan teknik random
sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan
memiliki kontribusi 33%, sedangkan motivasi berwirausaha sebesar 3,6%. Secara
simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 36,6%
terhadap minat berwirausaha mahasiswa (Rozikin et al., 2024).
Temuan
ini memperlihatkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki kontribusi lebih
besar daripada motivasi berwirausaha dalam penelitian tersebut. Pendidikan
kewirausahaan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami peluang
usaha dan proses pengelolaan bisnis. Sementara itu, motivasi berwirausaha
merupakan faktor yang berkaitan dengan dorongan individu untuk memilih dan
menjalankan kegiatan usaha. Meskipun
demikian, hasil penelitian perlu dipahami secara kritis. Kontribusi sebesar
36,6% menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut belum menjelaskan seluruh
variasi minat berwirausaha. Masih terdapat 63,4% variasi yang berkaitan
dengan faktor lain atau belum dijelaskan oleh model penelitian. Faktor
seperti efikasi diri, lingkungan keluarga, akses modal, dan pengalaman usaha
dapat menjadi bahan penelitian selanjutnya. Selain itu, kontribusi satistik
tidak serta-merta membuktikan hubungan sebab-akibat di luar batas rancangan
penelitian yang digunakan. |
|
Kesimpulan
|
Berdasarkan
penelitian tersebut, minat berwirausaha mahasiswa masih berkaitan dengan
pendidikan dan motivasi kewirausahaan, tetapi keduanya belum memberikan
penjelasan secara menyeluruh. Menurut saya, pendidikan kewirausahaan perlu
dikembangkan melalui kegiatan praktisi, seperti simulasi bisnis, pendampingan
usaha, dan proyek kewirausahaan. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori,
tetapi juga perlu memperoleh pengalaman untuk mengidentifikasi peluang,
menghadapi risiko, dan mengevaluasi kegagalan. Dengan demikian, pembelajaran
kewirausahaan diharapkan dapat membangun usaha secara mandiri dan
berkelanjutan. |
|
Referensi
|
Rozikin, A. Z.,
Ziaurrahman, M. , Nur Annisa, Herman, B., & Aurellia, Dan Adelia, S.
(2024). Jurnal pendidikan ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10,
20–28. |
0 komentar:
Posting Komentar