Oleh: Iqbal Fahri Alfarisi | 24310410012 | Psikologi Inovasi | SPSJ (B) | Dr. Arundita Shinta., M.A
Berwirausaha
tentu memiliki tantangan yang sangat besar. Tantangan yang sering dihadapi bagi
seorang wirausaha adalah kompetitor yang cukup kuat dan perubahan tren yang
begitu cepat. Alih-alih menyerah seorang wirausaha yang mencapai kesuksesan akan
dihantam kegagalan berkali-kali. Secara realitas di lapangan UMKM yang sulit
berkembang dan stuck bahkan bangkrut dikarenakan sulitnya berinovasi
pada produk yang ditawarkan pada para konsumen. Diera digital yang mudah viral
menjadikan tren pada usaha-usaha yang khususnya F&B semakin cepatnya
perubahan tren terjadi.
Wirausaha
yang berhasil menangani dari permasalahan perubahan tren dikarenakan memiliki
jiwa yang kreatif. Salah satu jiwa tersebut, sangat diperlukan di zaman yang
canggih ini. Banyak wirausaha yang sangat memperhatikan modal berupa uang di saat
memulai usaha. Sebagian dari entrepreneur ketika memulai usaha tidak memiliki inovasi
atau kreativitas pada produk yang ditawarkan ke para konsumen. Padahal
kewirausahaan itu sendiri artinya menawarkan sesuatu yang kreatif terhadap
permasalahan sosial atau lingkungan yang ada (Nasution, 2023).
Pertama
kali yang terlintas dalam memulai usaha adalah modal. Sering disalah pahami
modal yang dimaksud adalah uang. Padahal modal bukan hanya sekedar uang bahkan
lebih dari uang. Makna modal yang seharusnya ditanamkan pada jiwa entrepreneur
adalah networking, kreativitas, pengalaman, dan kegigihan. Sangat
disayangkan sebagian dari entrepreneur tidak menyiapkan modal kesuksesan dari usaha
adalah berani mengambil risiko (Nugroho, 2025).
Kedua
pilar dalam jiwa entrepreneur yang
kreatif dan gigih sudah menjadi modal yang cukup untuk meraih kesuksesan.
Meskipun masih banyak yang seharusnya jiwa yang dimiliki seorang entrepreneur.
Ketika entrepreneur sudah menyadari kedua ini dan menyiapkan diawal usaha
ketika mengalami perubahan tren tidak akan lagi merasa terancam atau menjadi
suatu permasalahan yang besar, karena mereka sudah memiliki strategi inovasi
yang perlu dikembangkan dari produk yang ditawarkan bahkan memiliki nilai keunikan
tersendiri dibanding kompetitor lainnya. Namun, jika entrepreneur tidak
memiliki jiwa yang gigih, berani mengambil risiko, serta kreatif ketika
menghadapi perubahan tren akan kewalahan bahkan akan ketinggalan dengan
perubahan tren yang terjadi.
Salah
satu contoh yang saya alami langsung memiliki usaha bersama dengan empat teman
saya. Usaha yang bergerak dibidang industri dan kreatif yaitu lilin aroma
terapi. Ketika dilihat banyak sekali lilin aroma terapi yang beredar dijual
dimasyarakat. Jika tidak memiliki kreativitas maka produk ini tidak akan
memiliki nilai jual karena tidak ada value pembeda dengan kompetitor.
Lilin aroma terapi yang kami tawarkan memiliki keunikan yaitu sebagian bahan
dibuat dari minyak jelantah yang filtrasi dan aman untuk dihirup, aroma yang
ditawarkan khas nusantara atau rempah-rempah, racikan essential oil
alami yang dibuat sendiri, dan cocok dikonsumsi di saat sedang penat dan stress
atau ingin bersantai.
Jadi jika ingin menjadi seorang entrepreneur
perlu menyadari apa saja yang perlu disiapkan ke depannya bukan hanya modal
berupa uang saja. Bukan berarti uang tidak penting dalam memulai usaha, tetapi
dengan kita memiliki modal networking kita bisa menjalin kerja sama atau
mitra serta mendapatkan jejaring investasi dari para investor untuk ke depannya.
Pengetahuan dan pengalaman juga menjadi penting agar dapat menilai risiko yang
sedang dialami kemudian setelah itu perlu juga berani mengambil risiko dengan
kegigihan dan melalui kreativitas yang ditawarkan dari inovasi produk yang telah
dilakukan, tentunya berdasarkan hasil riset pasar.
Referensi:
Nugroho, W. (2025). Pengaruh
Kedisiplinan , Praktik Kerja Industri , dan Motivasi Terhadap Kesiapan
Berwirausaha Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan. 8(1).
Winda
Suci Lestari Nasution, dan P. N. (2023).
MEMBENTUK JIWA ENTREPRENEUR BERKARAKTER INOVATIF DAN KREATIF. TRIDHARMADIMAS:
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta, 3(2), 32–41.

0 komentar:
Posting Komentar