ESAI II WAWANCARA TENTANG DISONANSI KOGNITIF RAY FRANSISCA MARITA KUSUMA (24310410005) PSIKOLOGI INOVASI KELAS KARYAWAN Ibu Dr. Arundati Shinta., MA Oktober 2026
DISONANSI KOGNITIF PADA MAHASISWA YANG MENUNDA TUGAS KARENA BERMAIN GAME
Disonansi kognitif merupakan keadaan ketika seseorang mengalami ketidaksesuaian antara pengetahuan, keyakinan, sikap, dan perilakunya. Kondisi ini dapat ditemukan dalam kehidupan mahasiswa, salah satunya ketika mahasiswa mengetahui bahwa tugas harus segera dikerjakan, tetapi justru menghabiskan banyak waktu untuk bermain game melalui telepon genggam. Untuk memahami kondisi tersebut, saya melakukan wawancara terhadap seorang mahasiswa yang memiliki kebiasaan begadang, bermain game, dan menunda pengerjaan tugas.
Wawancara dilakukan pada 25 September 2026 terhadap M (inisial), mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara, M menyadari bahwa kebiasaan begadang dan bermain game dapat menghambat penyelesaian tugas. Namun, M tetap melakukan kebiasaan tersebut.
Ketika ditanya alasan lebih memilih bermain game daripada mengerjakan tugas, M mengatakan, “Saya sebenarnya tahu tugas itu penting dan harus dikerjakan, tetapi kalau sudah main game biasanya lupa waktu. Saya berpikir nanti masih bisa mengerjakannya.” Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan M mengenai kewajiban akademik dengan perilaku yang dilakukannya. Salah satu mekanisme pertahanan diri yang terlihat adalah rasionalisasi. M berusaha memberikan alasan yang dapat membuat perilakunya terasa lebih dapat diterima. Hal tersebut terlihat dari pernyataannya, “Saya berpikir nanti masih bisa mengerjakannya.” Alasan tersebut membantu M mengurangi rasa tidak nyaman akibat mengetahui bahwa dirinya sedang menunda tugas. M juga menunjukkan bentuk penghindaran (avoidance). Ketika menghadapi tugas yang dianggap berat atau membosankan, M memilih melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan, yaitu bermain game. M mengatakan, “Kalau tugasnya banyak dan saya sudah capek, saya lebih memilih main game dulu supaya tidak terlalu stres.” Perilaku tersebut dapat menjadi cara sementara untuk menghindari tekanan akibat tugas, meskipun tugas akhirnya tetap harus diselesaikan.
Kesimpulan hasil wawancara menunjukkan bahwa M mengalami disonansi kognitif karena mengetahui pentingnya menyelesaikan tugas tepat waktu, tetapi tetap melakukan perilaku menunda dengan bermain game dan begadang. Rasionalisasi dan penghindaran menjadi mekanisme pertahanan diri yang digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang muncul akibat pertentangan antara pengetahuan dan perilakunya.
Daftar Pustaka
Safrah, D., & Setyaningsih, E. (t.t.). Modifikasi perilaku menunda tugas pada mahasiswa melalui teknik reinforcement positif. Universitas Muhammadiyah Aceh.
http://indojurnal.com/index.php/jejakdigital/article/view/3794

0 komentar:
Posting Komentar