7.10.26

Liany Nur Ramadhani (24310410016) - Kelas Psikologi Inovasi - B Tugas Essay 2 - Dr. Arundati Shinta M.A - Analisis Disonansi Kognitif dan Mekanisme Pertahanan Diri pada Perokok Aktif di Lingkungan Olahraga

 


Liany Nur Ramadhani 

24310410016

Kelas Psikologi Inovasi - B

Tugas Essay 2 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 

Yogyakarta 

(September 2026)

Analisis Disonansi Kognitif dan Mekanisme Pertahanan Diri pada Perokok Aktif di Lingkungan Olahraga.


Disonansi kognitif terjadi ketika individu mengalami ketidakselarasan antara pengetahuan yang dimiliki dan tindakan nyata sehari-hari. Kondisi ini membuat seseorang cenderung menciptakan pembenaran diri (self-justification) agar tidak perlu merubah perilakunya, yang pada akhirnya menghambat munculnya niat untuk berinovasi atau berubah menuju pola hidup sehat.

Wawancara dilakukan pada tanggal 25 September 2026 terhadap seorang target berinisial R (seorang anggota pusat kebugaran/gym). Subjek memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya merokok bagi kesehatan fisik dan performa olahraga. Namun, ia tetap aktif merokok di area istirahat gym setelah selesai latihan.

Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan mekanisme pertahanan diri yang digunakan subjek untuk meredakan ketegangan psikologis akibat disonansi tersebut:

  1. Subjek merasionalisasikan tindakannya dengan alasan bahwa efek negatif rokok dapat dinetralkan oleh aktivitas fisik yang ia lakukan secara rutin. "Saya kan rutin latihan berat setiap hari, jadi racunnya ikut keluar lewat keringat. Lagipula merokok setelah gym bantu otot saya lebih rileks."
  2. Subjek menyepelekan risiko jangka panjang dan menganggap ancaman kesehatan hanya terjadi pada orang yang tidak berolahraga. "Banyak kok atlet luar negeri yang merokok tapi prestasinya tetap bagus. Yang berbahaya itu kalau merokok tapi enggak pernah olahraga sama sekali."
Penggunaan mekanisme pertahanan diri ini membuktikan bahwa subjek aktif menyaring informasi untuk memvalidasi kebiasaannya. Ketidakmampuan untuk menerima ketidaksesuaian antara pengetahuan dan tindakan ini menjadi hambatan utama dalam psikologi inovasi diri, karena individu terus mempertahankan zona nyaman melalui rasionalisasi semu.

Daftar pustaka 

0 komentar:

Posting Komentar