11.5.26

Deltha Arthaliya NIM 24310430209 - Psi Inovasi - Tugas 2 - Wawancara Disonansi Kognitif - Arundati Shinta - Mei 2026 - Kelas Karyawan

 Disonansi Kognitif pada Perokok Aktif dalam
Perspektif Psikologi Inovasi

Deltha Arthaliya
24310430209

Pendahuluan
Disonansi kognitif merupakan kondisi psikologi ketika seseorang mengalami ketidaksesuaian antara pengetahuan, keyakinan, dan perilaku yang dimilikinya. Sehingga ketika muncul konflik antara apa yang diketahui dan apa yang dilakukan, individu akan merasa tidak nyaman secara psikologis. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, seseorang biasanya akan mencari pembenaran, menyangkal sebagai fakta, atau mengalihkan perhatian pada hal lain agar perilakunya tetap terasa dapat diterima.

Hasil Wawancara dan Analisis
Wawancara dilakukan pada seorang petani muda yang aktif merokok. Sebut saja Amin. Saat ditanya mengapa masih merokok, Amin menjawab bahwa dirinya sedang tidak merokok karena merasa bosan. Ia juga mengatakan bahwa jika rasa bosan itu terus muncul, maka kemungkinan saatnya ia berhenti merokok.

Saat ditanya apakah merokok merupakan hal baik atau buruk, Amin menjawab bahwa hal tersebut tergantung sudut pandang. Menurutnya, merokok memiliki sisi baik karena dapat membantu pengusaha rokok, pekerja industri rokok, petani tembakau, dan penjual tembakau. Ia mengaku bahwa dirinya mengetahui dampak buruk rokok bagi kesehatan, tetapi ia merasa bahwa niat membantu banyak orang melalui industri tersebut juga merupakan hal baik. Amin juga mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk merokok. Selain itu, menurutnya, hal paling sulit dalam proses berubah adalah rasa nyaman.

Dari apa yang disampaikan Amin, terlihat adanya disonansi kognitif. Amin memahami bahwa merokok berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi ia tetap mempertahankan perilaku tersebut. Untuk mengurangi konflik batin yang muncul, ia menggunakan mekanisme pertahanan diri.

Amin mencoba menciptakan keseimbangan dalam pikirannya. Rasionalisasi terlihat ketika Amin menjelaskan sisi positif dari merokok dengan menekankan manfaat ekonomi bagi banyak orang. Alasan tersebut menjadi bentuk pembenaran diri agar perilaku merokok tetap terasa bermakna dan tidak sepenuhnya dianggap buruk.

Selain itu, bentuk denial terlihat ketika Amin mengatakan bahwa yang tidak baik adalah sesuatu yang berlebihan. Pernyataan tersebut cenderung mengecilkan risiko merokok selama dilakukan dalam batas tertentu.

Permasalahan dan Hubungan
Permasalahan dalam case ini adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan dan tindakan. Amin mengetahui bahwa merokok memiliki dampak negatif bagi kesehatan, tetapi rasa nyaman dan kebiasaan membuatnya tetap mempertahankan perilaku tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan tidak selalu cukup untuk menghasilkan perubahan perilaku. Kadang seseorang lebih memilih mempertahankan kenyamanan psikologis dibanding menghadapi proses perubahan yang tidak nyaman.

Dalam psikologi inovasi, perubahan membutuhkan keterbukaan terhadap pola pikir baru dan keberanian meninggalkan kebiasaan lama. Namun disonansi kognitif dapat menjadi hambatan karena individu cenderung kreatif dalam menciptakan alasan.

Kalimat dari Amin, “Hal paling sulit dari proses berubah adalah rasa nyaman.” menunjukan bahwa tantangan terbesar bukan hanya kurangnya informasi, tetapi keterikatan emosional terhadap kebiasaan yang sudah memberi rasa aman dan nyaman. Dalam psikologi inovasi, seseorang dapat berkembang ketika ia mau menghadapi ketidak nyamanan demi membangun pola hidup baru yang lebih sehat.

Kesimpulan
Dalam kasus ini, memperlihatkan bahwa manusia tidak selalu bertindak sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Rasa nyaman, kebiasaan, dan kebutuhan mempertahankan diri sering kali membuat seseorang lebih memilih membenarkan perilaku lama dibanding berubah.

Melalui sudut pandang psikologi inovasi, perubahan perilaku membutuhkan kesiapan psikologis untuk keluar dari zona nyaman. Inovasi tidak hanya terjadi pada teknologi atau ide baru, tetapi juga pada keberanian individu untuk membentuk pola pikir dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

0 komentar:

Posting Komentar