23.7.26

ESSAY UAS PSI INOVASI KARYAWAN- Cholifahtun Pratista

 

ESSAY UAS: PSI INOVASI KARYAWAN

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

Nama: Cholifahtun Pratista Dewi

NIM: 23310410120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2026

 

Need for Achievement dan Cara Menciptakan Keberuntungan dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Need for Achievement Bukan Sekadar Ingin Menang. Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk berhasil dalam hidup. Namun, tidak semua orang memiliki keberanian untuk menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya. Menurut saya, inilah yang menjadi inti dari konsep need for achievement atau dorongan untuk berprestasi. Seseorang yang memiliki dorongan berprestasi akan berusaha melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin, bukan hanya untuk mendapatkan pujian, tetapi karena ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Pada materi Psikologi Inovasi dijelaskan bahwa seorang entrepreneur harus memiliki semangat berprestasi dan berani menetapkan tujuan yang realistis namun tetap menantang. Apabila tujuan yang dibuat terlalu mudah, seseorang cenderung cepat merasa puas. Sebaliknya, jika tujuan tersebut terlalu tinggi dan jauh dari kemampuannya, seseorang bisa kehilangan semangat bahkan sebelum mencoba. Menurut saya, penjelasan ini sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa. Banyak mahasiswa sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi mereka sering kali sudah menyerah terlebih dahulu karena merasa tidak mampu.

Permasalahan yang sering saya lihat adalah banyak orang ingin mendapatkan hasil yang besar tanpa mau melewati prosesnya. Misalnya ingin cepat lulus, mendapatkan pekerjaan yang bagus, atau memiliki usaha yang sukses, tetapi kurang konsisten dalam belajar maupun mengembangkan kemampuan diri. Akibatnya, ketika menghadapi kegagalan sedikit saja mereka langsung merasa tidak berbakat dan berhenti mencoba. Padahal kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.

Douglas McGregor menjelaskan bahwa dorongan berprestasi dapat dilatih, salah satunya dengan membiasakan diri berpikir positif dan menuliskan hal-hal positif dalam kehidupan. Menurut saya, cara ini cukup menarik karena apa yang sering kita pikirkan akan memengaruhi cara kita bertindak. Ketika seseorang lebih banyak melihat peluang daripada hambatan, maka ia akan lebih berani mengambil keputusan dan mencoba hal-hal baru.

Hal lain yang menurut saya menarik adalah pembahasan mengenai teori keberuntungan dari Robert Wiseman. Banyak orang menganggap keberuntungan hanyalah soal nasib, padahal teori tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan juga dapat dibangun melalui kebiasaan. Orang yang terbuka terhadap pengalaman baru, rajin mengembangkan kemampuan, mampu melihat hikmah dari kegagalan, dan berhati-hati dalam mengambil keputusan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.

Contoh tersebut terlihat pada tokoh Ruben dalam kisah The Crocodile River. Ruben memilih tetap memegang prinsip hidupnya meskipun menghadapi godaan dari Lorena. Ia tidak tergoda untuk mengambil jalan pintas demi memperoleh keuntungan. Justru pengalaman tersebut dijadikan pelajaran untuk memperbaiki dirinya dan mengembangkan usaha yang dimiliki. Menurut saya, sikap Ruben menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh karakter dan nilai moral yang dimiliki seseorang.

Saya juga setuju dengan pendapat bahwa kita sebaiknya lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat berkembang. Lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pola pikir seseorang. Ketika kita berada di lingkungan yang positif, kita akan lebih termotivasi untuk belajar, bekerja keras, dan terus memperbaiki diri. Sebaliknya, apabila kita terus berada di lingkungan yang penuh keluhan dan pesimisme, semangat kita juga akan ikut menurun.

Walaupun demikian, saya kurang sependapat apabila seseorang langsung dinilai tidak memiliki masa depan hanya berdasarkan satu perilaku buruknya. Menurut saya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah apabila diberikan kesempatan dan memiliki kemauan memperbaiki diri. Dalam kehidupan nyata, banyak orang yang pernah melakukan kesalahan tetapi akhirnya mampu bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, saya melihat bahwa karakter seseorang seharusnya dinilai dari proses perubahan yang ia lakukan, bukan hanya dari satu tindakan di masa lalu.

Solusi yang menurut saya dapat dilakukan untuk meningkatkan need for achievement adalah mulai membuat target yang jelas dan bertahap. Misalnya sebagai mahasiswa, saya bisa menetapkan target menyelesaikan tugas tepat waktu, meningkatkan kemampuan komunikasi, mengikuti pelatihan, atau belajar keterampilan baru yang bermanfaat untuk dunia kerja. Selain itu, saya perlu membiasakan diri mengevaluasi setiap kegagalan sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Dengan cara tersebut, rasa percaya diri akan tumbuh secara perlahan karena setiap keberhasilan kecil akan menjadi motivasi untuk mencapai tujuan berikutnya.

Dari pembelajaran Psikologi Inovasi ini saya memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba. Kesuksesan merupakan hasil dari kebiasaan berpikir positif, kemauan untuk terus belajar, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan melihat peluang di balik setiap kesulitan. Menurut saya, inilah makna sebenarnya dari menjadi seorang entrepreneur, yaitu tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan selalu berusaha menemukan solusi yang bermanfaat.

 

Daftar Pustaka

Harper, M. (1984). Entrepreneurship for the Poor. London: Intermediate Technology Publications.

McGregor, D. (1960). The Human Side of Enterprise. New York: McGraw-Hill.

Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Four Essential Principles. New York: Hyperion.

0 komentar:

Posting Komentar