ESSAY
UAS: PSI INOVASI KARYAWAN
Dosen
Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Nama:
Cholifahtun Pratista Dewi
NIM:
23310410120
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
2026
Need
for Achievement dan Cara Menciptakan Keberuntungan dalam Kehidupan Sehari-hari
Need
for Achievement Bukan Sekadar Ingin Menang. Setiap orang pasti memiliki
keinginan untuk berhasil dalam hidup. Namun, tidak semua orang memiliki
keberanian untuk menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya. Menurut saya,
inilah yang menjadi inti dari konsep need for achievement atau dorongan untuk berprestasi.
Seseorang yang memiliki dorongan berprestasi akan berusaha melakukan sesuatu
dengan sebaik mungkin, bukan hanya untuk mendapatkan pujian, tetapi karena
ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Pada
materi Psikologi Inovasi dijelaskan bahwa seorang entrepreneur harus memiliki
semangat berprestasi dan berani menetapkan tujuan yang realistis namun tetap
menantang. Apabila tujuan yang dibuat terlalu mudah, seseorang cenderung cepat
merasa puas. Sebaliknya, jika tujuan tersebut terlalu tinggi dan jauh dari
kemampuannya, seseorang bisa kehilangan semangat bahkan sebelum mencoba.
Menurut saya, penjelasan ini sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa. Banyak
mahasiswa sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi mereka sering kali
sudah menyerah terlebih dahulu karena merasa tidak mampu.
Permasalahan
yang sering saya lihat adalah banyak orang ingin mendapatkan hasil yang besar
tanpa mau melewati prosesnya. Misalnya ingin cepat lulus, mendapatkan pekerjaan
yang bagus, atau memiliki usaha yang sukses, tetapi kurang konsisten dalam
belajar maupun mengembangkan kemampuan diri. Akibatnya, ketika menghadapi
kegagalan sedikit saja mereka langsung merasa tidak berbakat dan berhenti
mencoba. Padahal kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
Douglas
McGregor menjelaskan bahwa dorongan berprestasi dapat dilatih, salah satunya
dengan membiasakan diri berpikir positif dan menuliskan hal-hal positif dalam
kehidupan. Menurut saya, cara ini cukup menarik karena apa yang sering kita
pikirkan akan memengaruhi cara kita bertindak. Ketika seseorang lebih banyak
melihat peluang daripada hambatan, maka ia akan lebih berani mengambil
keputusan dan mencoba hal-hal baru.
Hal
lain yang menurut saya menarik adalah pembahasan mengenai teori keberuntungan
dari Robert Wiseman. Banyak orang menganggap keberuntungan hanyalah soal nasib,
padahal teori tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan juga dapat dibangun
melalui kebiasaan. Orang yang terbuka terhadap pengalaman baru, rajin
mengembangkan kemampuan, mampu melihat hikmah dari kegagalan, dan berhati-hati
dalam mengambil keputusan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.
Contoh
tersebut terlihat pada tokoh Ruben dalam kisah The Crocodile River. Ruben
memilih tetap memegang prinsip hidupnya meskipun menghadapi godaan dari Lorena.
Ia tidak tergoda untuk mengambil jalan pintas demi memperoleh keuntungan.
Justru pengalaman tersebut dijadikan pelajaran untuk memperbaiki dirinya dan
mengembangkan usaha yang dimiliki. Menurut saya, sikap Ruben menunjukkan bahwa
kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh karakter dan
nilai moral yang dimiliki seseorang.
Saya
juga setuju dengan pendapat bahwa kita sebaiknya lebih banyak bergaul dengan
orang-orang yang memiliki semangat berkembang. Lingkungan memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap pola pikir seseorang. Ketika kita berada di
lingkungan yang positif, kita akan lebih termotivasi untuk belajar, bekerja
keras, dan terus memperbaiki diri. Sebaliknya, apabila kita terus berada di
lingkungan yang penuh keluhan dan pesimisme, semangat kita juga akan ikut
menurun.
Walaupun
demikian, saya kurang sependapat apabila seseorang langsung dinilai tidak
memiliki masa depan hanya berdasarkan satu perilaku buruknya. Menurut saya,
setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah apabila diberikan kesempatan dan
memiliki kemauan memperbaiki diri. Dalam kehidupan nyata, banyak orang yang
pernah melakukan kesalahan tetapi akhirnya mampu bangkit dan menjadi pribadi
yang lebih baik. Oleh karena itu, saya melihat bahwa karakter seseorang
seharusnya dinilai dari proses perubahan yang ia lakukan, bukan hanya dari satu
tindakan di masa lalu.
Solusi
yang menurut saya dapat dilakukan untuk meningkatkan need for achievement
adalah mulai membuat target yang jelas dan bertahap. Misalnya sebagai
mahasiswa, saya bisa menetapkan target menyelesaikan tugas tepat waktu,
meningkatkan kemampuan komunikasi, mengikuti pelatihan, atau belajar
keterampilan baru yang bermanfaat untuk dunia kerja. Selain itu, saya perlu
membiasakan diri mengevaluasi setiap kegagalan sebagai bahan pembelajaran,
bukan sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Dengan cara tersebut, rasa
percaya diri akan tumbuh secara perlahan karena setiap keberhasilan kecil akan
menjadi motivasi untuk mencapai tujuan berikutnya.
Dari
pembelajaran Psikologi Inovasi ini saya memahami bahwa keberhasilan tidak
datang secara tiba-tiba. Kesuksesan merupakan hasil dari kebiasaan berpikir
positif, kemauan untuk terus belajar, keberanian mengambil keputusan, serta
kemampuan melihat peluang di balik setiap kesulitan. Menurut saya, inilah makna
sebenarnya dari menjadi seorang entrepreneur, yaitu tidak mudah menyerah ketika
menghadapi tantangan dan selalu berusaha menemukan solusi yang bermanfaat.
Daftar
Pustaka
Harper,
M. (1984). Entrepreneurship for the Poor. London: Intermediate Technology
Publications.
McGregor,
D. (1960). The Human Side of Enterprise. New York: McGraw-Hill.
Wiseman,
R. (2003). The Luck Factor: The Four Essential Principles. New York: Hyperion.
0 komentar:
Posting Komentar