23.7.26

ESSAY 8: Cholifahtun Pratista D- 23310410120

 

ESSAY 8: MY BIGGEST ACHIEVEMENT

Pemanfaatan Arang Buah Ketapang untuk Mengurangi Kandungan Boraks pada Makanan

 

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

Nama: Cholifahtun Pratista Dewi

NIM: 23310410120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2026

 

2026-07-22 21:45:12.6120002026-07-22 21:45:12.692000

Pada tanggal 15 Juni 2017, saya bersama dua orang teman mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR) mewakili SMP kami. Saat itu kami masih duduk di bangku kelas IX SMP. Tim kami terdiri dari tiga orang yang memiliki semangat untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, kami menyusun penelitian, melakukan percobaan, hingga mempresentasikan hasil karya di hadapan dewan juri.

Judul karya tulis ilmiah yang kami angkat adalah "Pemanfaatan Arang Buah Ketapang untuk Mengurangi Kandungan Boraks pada Makanan." Kami memilih tema tersebut karena pada saat itu masih banyak ditemukan penggunaan boraks sebagai bahan tambahan pada berbagaijenis makanan, seperti bakso, mi, kerupuk, dan jajanan lainnya. Padahal, boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan dalam pangan karena dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Kondisi tersebut mendorong kami untuk mencari solusi sederhana dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Buah ketapang dipilih karena keberadaannya sangat melimpah dan sering kali tidak dimanfaatkan. Kami mengolah buah ketapang menjadi arang melalui proses pembakaran dengan teknik sederhana hingga menghasilkan arang yang memiliki daya serap. Berdasarkan berbagai referensi yang kami pelajari dan percobaan sederhana yang kami lakukan, arang buah ketapang memiliki potensi sebagai adsorben yang dapat membantu mengurangi kandungan zat berbahaya, termasuk boraks, pada makanan. Penelitian ini juga menjadi bentuk pemanfaatan limbah alami agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Selama proses penelitian, kami belajar banyak mengenai cara menyusun karya ilmiah. Mulai dari mencari referensi, merumuskan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, mencatat hasil pengamatan, hingga menyusun laporan penelitian sesuai kaidah ilmiah. Selain itu, kami juga harus membagi waktu antara persiapan ujian sekolah dengan latihan presentasi untuk menghadapi perlombaan. Meskipun cukup melelahkan, semua proses tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja yang kami ikuti diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Setiap peserta menampilkan hasil penelitian yang menarik dan inovatif sehingga persaingan berlangsung sangat ketat. Kami sempat merasa gugup ketika harus mempresentasikan hasil penelitian di depan dewan juri. Namun, dengan persiapan yang matang dan kerja sama tim yang baik, kami mampu menjelaskan penelitian serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para juri dengan percaya diri.

Kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tim kami berhasil meraih Juara Harapan II tingkat DIYJawa Tengah. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena kami mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi kami bertiga, tetapi juga mengharumkan nama sekolah yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi wakil dalam perlombaan tersebut.

Melalui pengalaman mengikuti LKIR ini, saya belajar bahwa inovasi dapat lahir dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Buah ketapang yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ternyata dapat dimanfaatkan menjadi bahan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain memperoleh prestasi, kami juga mendapatkan pengalaman berharga tentang pentingnya kerja sama, berpikir kritis, disiplin, serta berani menyampaikan ide di depan banyak orang. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan selama saya menempuh pendidikan di SMP dan menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Link YouTube: https://youtu.be/9Ws_i_QdWq0?si=O0KPJ8sE9XAdUdVc

0 komentar:

Posting Komentar