Esai 8 – My Most Admirable Accomplishment
Mata Kuliah Psikologi Inovasi
My Biggest Achievement: The Best Central Application Specialist 2025
Oleh:
Nariswari Salsabiela
NIM 23310410107

Tidak semua pencapaian besar harus diperoleh melalui kompetisi. Bagi saya, pencapaian yang paling membanggakan justru lahir dari proses belajar, konsistensi, serta tanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari. Momen tersebut terjadi pada 30 Januari 2026 ketika saya menerima penghargaan The Best Central Application Specialist 2025 dalam acara Annual Meeting Medquest NSC 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Penghargaan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan karena diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja terbaik selama satu tahun.
Saya bekerja sebagai Application Specialist di bidang Biomedical Technology. Tugas utama saya adalah memberikan training kepada dokter, perawat, dan analis kesehatan mengenai pengoperasian alat laboratorium, mulai dari preparasi sampel, prosedur pemeriksaan, hingga interpretasi hasil pemeriksaan. Selain memberikan training, saya juga mendampingi implementasi alat secara langsung di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan agar user mampu mengoperasikan instrumen secara optimal. Kantor pusat perusahaan berada di Salemba, Jakarta Pusat, dengan kantor cabang di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Sistem kerja yang diterapkan bersifat hybrid dan remote, sehingga koordinasi pekerjaan dilakukan secara online, sedangkan pekerjaan offline dilakukan di fasilitas kesehatan customer. Sebagai anggota Central Application Team, saya bertanggung jawab menangani area Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan, Sulawesi, dan Riau.
Pada tahun 2025, perusahaan melakukan evaluasi terhadap 14 orang Application Specialist di seluruh Indonesia berdasarkan kompetensi dan kontribusi. Dari proses tersebut, saya dipercaya menerima penghargaan The Best Central Application Specialist 2025. Saat nama saya diumumkan di atas panggung pada 30 Januari 2026, saya menyadari bahwa setiap perjalanan dinas, sesi training, dan tantangan dalam handling customer telah membentuk kemampuan profesional saya hingga akhirnya memperoleh kepercayaan tersebut.
Dari sudut pandang Psikologi Inovasi, pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berupa penemuan teknologi baru, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi kreatif dalam proses kerja. Saya terus menyesuaikan metode training dengan karakteristik setiap tenaga kesehatan agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap kebutuhan user merupakan salah satu bentuk perilaku inovatif di lingkungan kerja.
Prestasi ini juga sejalan dengan konsep self-efficacy dari Bandura (1997), yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas yang menantang. Pengalaman berhasil menangani berbagai implementasi alat di berbagai daerah meningkatkan rasa percaya diri saya dalam menghadapi tantangan berikutnya. Selain itu, growth mindset menurut Dweck (2006) mendorong saya untuk memandang setiap kesulitan sebagai kesempatan belajar, bukan sebagai hambatan. Motivasi saya juga didorong oleh kebutuhan akan kompetensi, otonomi, dan hubungan sosial sebagaimana dijelaskan dalam Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2000). Oleh karena itu, penghargaan ini saya maknai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia kesehatan.
Daftar Pustaka
Amabile, T. M. (1996). Creativity in context. Westview Press.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self‐determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. Random House.
0 komentar:
Posting Komentar