23.7.26

ESSAI 8 - MY MOST ADMIRABLE ACCOMPLISHMENT (PSIKOLOGI INOVASI)

Membiayai Kuliah dengan Hasil Kerja Keras Sendiri

Nama : Devi Nur Hasanah

NIM : 23310410117

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.


Setiap orang memiliki definisi keberhasilan yang berbeda. Ada yang bangga karena memenangkan perlombaan, memperoleh penghargaan, atau meraih jabatan tertentu. Bagi saya, pencapaian terbesar dalam hidup bukanlah sebuah piala ataupun sertifikat, melainkan kemampuan untuk membiayai pendidikan saya sendiri sambil tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Perjalanan ini bermula pada tahun 2018 ketika saya masih duduk di bangku kelas XII SMA. Saat itu saya berhasil memperoleh tiga beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saya berpikir bahwa impian saya untuk kuliah akhirnya akan terwujud. Namun kenyataannya tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Kedua orang tua saya menolak seluruh beasiswa tersebut karena mereka beranggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi ataupun membangun karier. Keputusan tersebut membuat saya harus mengubur impian yang telah lama saya perjuangkan.

Saya sempat merasa kecewa, marah, dan kehilangan harapan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa saya tidak dapat mengubah keputusan orang lain. Yang dapat saya lakukan adalah mengubah cara saya memperjuangkan masa depan.

Pada tanggal 16 Juni 2019, saya memutuskan meninggalkan kota kelahiran saya di Sidoarjo dan merantau ke Yogyakarta untuk bekerja. Keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Saya harus belajar hidup mandiri, mengatur keuangan sendiri, serta menabung sedikit demi sedikit dengan harapan suatu hari nanti dapat melanjutkan pendidikan menggunakan hasil kerja keras saya sendiri.

Perjalanan itu berlangsung selama beberapa tahun. Ada masa ketika saya hampir menyerah karena biaya hidup, tuntutan pekerjaan, dan impian kuliah terasa sangat jauh untuk diwujudkan. Namun saya terus mengingat alasan mengapa saya memulai perjalanan ini. Saya percaya bahwa setiap usaha kecil akan membawa saya lebih dekat pada tujuan.

Akhirnya, pada 16 Februari 2024, saya resmi menjadi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Saya memilih kelas karyawan agar tetap dapat bekerja sambil kuliah. Sejak saat itu, saya belajar membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, tugas, dan kehidupan pribadi. Tidak jarang saya harus mengerjakan tugas setelah pulang kerja atau memanfaatkan akhir pekan untuk belajar. Meskipun melelahkan, saya merasa seluruh perjuangan tersebut sangat layak untuk dijalani.

Menurut teori Self-Determination Theory yang dikemukakan oleh Deci dan Ryan, individu akan memiliki motivasi yang lebih kuat ketika tujuan yang dicapai berasal dari keinginan dan nilai yang diyakini oleh dirinya sendiri. Saya merasakan bahwa motivasi terbesar saya bukan berasal dari tuntutan orang lain, melainkan dari impian yang sudah saya miliki sejak lama untuk memperoleh pendidikan tinggi. Motivasi intrinsik inilah yang membuat saya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan selama bekerja sekaligus menempuh perkuliahan.

Selain memperoleh pendidikan, saya juga belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Saya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya kuliah secara mandiri, serta belajar menentukan prioritas antara keinginan dan kebutuhan. Pengalaman tersebut membuat saya semakin menghargai setiap hasil kerja keras yang saya peroleh.


Bagi sebagian orang, pencapaian ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi saya, keberhasilan membiayai kuliah sendiri merupakan bukti bahwa mimpi tidak selalu ditentukan oleh keadaan awal seseorang. Saya mungkin tidak memiliki jalan yang mudah, tetapi saya memiliki tekad untuk terus berjalan sampai tujuan tercapai.

Hari ini saya belum berada di garis akhir. Saya masih harus menyelesaikan perkuliahan, terus bekerja, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun saya bangga karena saya tidak menyerah pada keadaan. Saya berhasil membuktikan kepada diri sendiri bahwa perempuan juga mampu mengejar pendidikan, mandiri secara finansial, dan mewujudkan impiannya melalui kerja keras.

Bagi saya, itulah pencapaian yang paling membanggakan dalam hidup.

Link YouTube : https://youtube.com/shorts/NBF7hqCKpZE?si=ZvbmybI8n0-iEz4k

Daftar Pustaka

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Self-Determination Theory: Basic Psychological Needs in Motivation, Development, and Wellness. New York: Guilford Press..

0 komentar:

Posting Komentar