23.7.26

Essai 5 - Berperilaku Inovatif


Berperilaku Inovasi; ​Merubah Barang Tak Terpakai Menjadi Greeting Board yang Cantik🌸




Rahma Nur Al Amina

23310410066


Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

2026

Sampah sering kali dipandang sebagai barang yang tidak memiliki manfaat sehingga langsung dibuang. Padahal, melalui kreativitas dan inovasi, barang bekas dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai ekonomi. Berangkat dari pemikiran tersebut, saya membuat sebuah greeting board bertema rustic aesthetic dengan memanfaatkan kardus bekas sebagai bahan utama. Produk ini dirancang sebagai media penyampaian ucapan ulang tahun, wisuda, pernikahan, maupun momen spesial lainnya sehingga dapat digunakan sebagai dekorasi sekaligus hadiah yang berkesan.


Ide pembuatan greeting board muncul ketika melihat kardus bekas yang masih cukup kokoh tetapi tidak lagi digunakan. Saya kemudian membayangkan bahwa permukaan kardus dapat dipadukan dengan akrilik bening sebagai penyangga kartu ucapan sehingga tampil lebih menarik. Agar terlihat lebih estetik, saya menambahkan pita berwarna emas sebagai aksen utama, bunga hias kecil, daun dekoratif, serta pita abu-abu pada bingkai akrilik. Kombinasi bahan sederhana tersebut menghasilkan produk yang memiliki kesan elegan meskipun berasal dari barang bekas. Proses ini merupakan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular karena memanfaatkan kembali limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.


Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan, yaitu akrilik, kardus bekas, pita, bunga hias, lem lilin, korek api, gunting, cutter, bolpoin, dan kertas HVS untuk ucapan. Kardus kemudian digambar menggunakan bolpoin sesuai ukuran yang diinginkan lalu dipotong menggunakan cutter. Setelah itu dibuat alas yang kokoh sebagai penyangga greeting board. Akrilik dipasang pada bagian tengah menggunakan lem lilin sehingga dapat menjepit kartu ucapan.


Tahap berikutnya adalah menghias bagian depan kardus. Saya membentuk potongan pita emas menyerupai aliran bukit agar memberikan tekstur yang menarik. Selanjutnya bunga dan daun hias ditempel pada beberapa sisi sebagai pelengkap tanpa menghilangkan kesan sederhana dari bahan utama. Setelah semua dekorasi terpasang, kartu ucapan dicetak pada kertas HVS dan dimasukkan ke dalam akrilik. Tahap terakhir adalah memastikan semua bagian telah menempel dengan kuat dan membersihkan sisa lem agar hasil akhirnya tampak lebih rapi.


Selama proses pembuatan, saya beberapa kali mengubah susunan dekorasi karena ingin menghasilkan komposisi yang seimbang. Saya juga harus menyesuaikan tinggi penyangga agar greeting board dapat berdiri dengan stabil. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan produk baru, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah selama proses pembuatan hingga menghasilkan karya yang lebih baik.


Greeting board ini memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai produk kerajinan tangan dengan harga sekitar Rp25.000–Rp35.000 per buah, tergantung ukuran dan desain. Melalui media sosial, produk ini dapat dipromosikan sebagai hadiah yang unik, ramah lingkungan, dan dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan. Dengan demikian, limbah kardus yang semula tidak bernilai dapat diubah menjadi produk kreatif yang memiliki manfaat, nilai estetika, serta peluang ekonomi.



Daftar Pustaka


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah di Indonesia.


Link Video

0 komentar:

Posting Komentar