23.7.26

ESSAI 5 - BERPERILAKU INOVATIF (PSIKOLOGI INOVASI)

Berperilaku Inovatif Melalui Daur Ulang Sampah Anorganik Menjadi Produk Bernilai

Nama : Devi Nur Hasanah

NIM : 23310410117

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.


Permasalahan sampah anorganik masih menjadi tantangan yang cukup besar di Indonesia. Kaleng bekas, kertas kado, maupun hiasan plastik sering kali langsung dibuang setelah digunakan. Padahal, apabila dikelola dengan baik, sampah tersebut masih memiliki nilai guna bahkan dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Menurut saya, inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi mampu melihat peluang dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Dalam mata kuliah Psikologi Inovasi, saya belajar bahwa inovasi berawal dari kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif, melihat peluang, dan berani mencoba solusi baru terhadap suatu permasalahan. Menurut Munandar (2012), kreativitas merupakan kemampuan menghasilkan gagasan atau karya yang baru, bermanfaat, dan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah. Berdasarkan pemahaman tersebut, saya mencoba memanfaatkan beberapa sampah anorganik yang ada di rumah menjadi sebuah produk sederhana yang memiliki fungsi dan nilai estetika.

Bahan utama yang saya gunakan adalah sebuah kaleng bekas, kertas kado yang sudah tidak terpakai, hiasan tinsel putih, serta double tape. Kaleng bekas saya lapisi menggunakan kertas kado agar tampil lebih menarik, kemudian bagian atasnya saya beri hiasan tinsel sehingga tampilannya menjadi lebih estetik. Hasil akhirnya adalah sebuah wadah serbaguna yang dapat digunakan sebagai tempat alat tulis, tempat kuas makeup, vas bunga artificial, maupun dekorasi meja kerja.

Melalui kegiatan sederhana ini saya menyadari bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan biaya yang besar. Dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak digunakan, seseorang dapat menghasilkan produk baru yang memiliki nilai fungsi sekaligus nilai jual. Apabila dikembangkan lebih serius, produk seperti ini dapat dipasarkan sebagai kerajinan tangan melalui media sosial atau marketplace dengan modal yang relatif kecil.

Selain membantu mengurangi jumlah sampah anorganik, kegiatan daur ulang juga dapat menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif. Saat ini banyak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mahasiswa, maupun pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan barang bekas menjadi produk dekorasi atau kerajinan yang diminati konsumen. Apabila keterampilan ini terus dikembangkan, maka dapat membuka peluang usaha baru dan menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi pengangguran. Individu tidak hanya berperan sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan melalui produk-produk kreatif yang dihasilkan.

Melalui tugas ini saya belajar bahwa inovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Tidak semua orang harus menciptakan teknologi canggih untuk menjadi inovatif. Mengubah barang bekas menjadi produk yang lebih bernilai juga merupakan bentuk inovasi karena mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, meningkatkan nilai ekonomi suatu barang, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. Saya berharap kebiasaan berpikir kreatif seperti ini dapat terus saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat.

Link Produk :

Link produk : https://youtube.com/post/Ugkxs_cBLok85DclL4v-hKWGWJigRZTM5qzp?si=efXeEU-ueL1RTsKI

Daftar Pustaka

Munandar, U. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

0 komentar:

Posting Komentar