Psikologi Inovasi
Esai 5 - Mengubah Kardus Bekas Menjadi Mainan Montessori Edukatif
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Nama : Annisa Septiana Putri
NIM : 23310410108

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
2026
Setiap hari banyak kardus bekas yang hanya digunakan sebagai kemasan, kemudian dibuang begitu saja. Padahal, kardus bekas masih memiliki kualitas yang cukup baik untuk dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Sebagai bentuk perilaku inovatif, saya mencoba mengolah kardus bekas menjadi mainan Montessori edukatif yang dapat digunakan sebagai media belajar anak. Selain membantu mengurangi limbah, produk ini juga memberikan manfaat bagi perkembangan anak.
Ide pembuatan mainan ini muncul setelah saya melihat berbagai konten di media sosial yang memperlihatkan orang-orang membuat mainan edukatif dari kardus bekas. Saya tertarik karena bahan yang digunakan mudah ditemukan di rumah, biaya pembuatannya sangat murah, dan hasilnya tetap menarik untuk dimainkan. Dari inspirasi tersebut, saya mencoba membuat mainan Montessori versi saya sendiri dengan memanfaatkan kardus bekas yang sudah tidak terpakai. Menurut saya, kreativitas tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga mengembangkan ide yang sudah ada menjadi karya yang bermanfaat.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Pertama, saya menyiapkan kardus bekas yang masih tebal dan bersih. Setelah itu, saya membuat pola sesuai bentuk mainan Montessori yang ingin dibuat menggunakan pensil. Selanjutnya, pola tersebut digunting dengan hati-hati agar hasilnya rapi. Setelah semua bagian selesai dipotong, saya mewarnainya menggunakan spidol agar tampil lebih menarik dan mudah dikenali oleh anak. Dengan langkah-langkah yang sederhana tersebut, kardus bekas dapat berubah menjadi media bermain sekaligus belajar yang aman dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan kreativitas. Mainan Montessori dari kardus bekas dapat membantu anak mengenal bentuk, warna, serta melatih kemampuan motorik halus dan konsentrasi. Selain bermanfaat bagi anak, produk ini juga berpotensi memiliki nilai ekonomi. Apabila dibuat dengan desain yang menarik, mainan ini dapat dipasarkan kepada orang tua atau guru PAUD dengan harga yang terjangkau. Hal tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai sehingga masa penggunaannya menjadi lebih panjang dan jumlah sampah yang dihasilkan dapat berkurang.
Melalui tugas ini saya semakin memahami bahwa inovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Dengan memanfaatkan kardus bekas menjadi mainan edukatif, saya tidak hanya belajar berpikir kreatif, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Dokumentasi


Link :
https://vt.tiktok.com/ZSXsQqJqr/
Saya upload TikTok karena Youtube kena pelanggaran
Daftar Pustaka
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar