PSIKOLOGI INOVASI
ESAI 10 – UJIAN
AKHIR SEMESTER
Dosen Pengampu: Dr. Arundati
Shinta, M.A.
Nama: Gunarti
NIM: 23310410118
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Juli 2026
Menurut saya,
konsep need for achievement (nAff) yang dikemukakan oleh David
McClelland menunjukkan bahwa
keberhasilan seorang individu memiliki dorongan untuk mencapai prestasi yang
lebih baik melalui tujuan yang menantang, tetapi tetap realistis. Individu
dengan need for achievement yang tinggi akan terus berusaha memperbaiki
dirinya, tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan, dan memandang setiap
tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Selain itu, materi juga
menjelaskan bahwa semangat berprestasi dapat dilatih melalui pembiasaan
berpikir positif dan pengembangan diri secara terus-menerus.
Menurut saya,
konsep tersebut masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Banyak orang
ingin memperoleh hasil secara instan tanpa melalui proses yang panjang. Ketika
mengalami kegagalan atau kesulitan ekonomi, sebagian orang memilih menyerah
atau bahkan mengambil jalan pintas yang bertentangan dengan nilai moral.
Padahal, seorang entrepreneur seharusnya memiliki keberanian menghadapi
tantangan, terus belajar, serta tetap memegang prinsip dalam mencapai
keberhasilan.
Hal tersebut
tergambar dalam cerita The Crocodile River yang dijelaskan pada materi
perkuliahan. Tokoh Ruben digambarkan sebagai pribadi yang tetap berpegang pada
nilai-nilai yang diyakininya, terus mengembangkan keterampilan, dan mampu
melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya,
Lorena memilih jalan yang bertentangan dengan moral demi mencapai tujuannya.
Menurut saya, kisah tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur
dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses dan cara seseorang mencapainya.
Keberhasilan yang diperoleh melalui kerja keras, pengembangan kemampuan, dan
integritas akan memberikan kepuasan yang lebih bermakna dibandingkan
keberhasilan yang diperoleh melalui cara yang instan.
Pelajaran dari
kisah Ruben juga terlihat pada empat faktor keberuntungan yang dikemukakan oleh
Robert Wiseman, yaitu membangun relasi dengan orang-orang yang positif, terus
mengasah keterampilan, mampu melihat sisi positif dari kesulitan, dan mengambil
keputusan dengan bijaksana. Keempat faktor tersebut menurut saya dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perjalanan hidup yang saya alami.
Pengalaman
tersebut saya rasakan ketika pandemi COVID-19. Pada saat itu saya kehilangan
pekerjaan sehingga kondisi ekonomi saya benar-benar terpuruk. Saya harus
memulai kembali dari nol tanpa memiliki kepastian mengenai sumber penghasilan.
Kondisi tersebut menjadi permasalahan terbesar yang pernah saya hadapi. Namun,
saya memilih untuk tidak terus-menerus meratapi keadaan. Saya melihat kondisi
tersebut sebagai kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru sesuai dengan
kemampuan yang saya miliki. Dari situlah lahir usaha Gunshomespa, sebuah
layanan home spa yang saya rintis secara bertahap.
Dalam proses membangun Gunshomespa, saya menyadari bahwa
kemampuan teknis saja tidak cukup. Saya belajar membuat desain promosi yang
menarik, memahami pemasaran digital, hingga mempelajari penggunaan Meta Ads
agar usaha saya dapat dikenal oleh lebih banyak calon pelanggan. Pengetahuan
tersebut saya pelajari sedikit demi sedikit dengan bimbingan pasangan saya saat
itu. Walaupun hubungan kami tidak lagi berlanjut, ilmu yang saya peroleh tetap
menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha hingga sekarang.
Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa setiap orang yang hadir dalam hidup
dapat memberikan pelajaran yang bermanfaat apabila kita mampu mengambil sisi
positifnya.
Selain mengembangkan usaha, saya juga sedang
menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi. Menjalani kuliah sambil bekerja dan
mengurus anak bukanlah hal yang mudah. Saya harus mampu membagi waktu antara
melayani pelanggan, mengikuti perkuliahan, menyelesaikan berbagai tugas, dan
tetap menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ibu. Tidak jarang saya
mengerjakan tugas hingga larut malam setelah selesai bekerja. Walaupun melelahkan,
saya memiliki tujuan yang jelas, yaitu menyelesaikan pendidikan dengan hasil
yang baik agar memiliki kompetensi yang lebih luas dan dapat mengembangkan
usaha maupun karier di masa depan. Tujuan tersebut cukup menantang, tetapi
masih realistis sehingga membuat saya tetap termotivasi untuk terus berusaha.
Menurut saya, pengalaman tersebut juga mencerminkan empat
faktor keberuntungan yang dijelaskan Wiseman. Saya berusaha belajar dari dosen,
teman, pelanggan, maupun orang-orang yang memiliki pengalaman lebih banyak
daripada saya. Saya terus mengasah keterampilan melalui pengalaman kerja dan
pendidikan. Saya juga berusaha melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan
untuk belajar, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Selain itu, saya selalu
berusaha mempertimbangkan setiap keputusan dengan matang, baik dalam mengelola
usaha maupun merencanakan masa depan setelah lulus kuliah.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saya berpendapat bahwa
solusi untuk meningkatkan need for achievement adalah dengan menetapkan tujuan
yang realistis tetapi menantang, terus belajar mengembangkan kemampuan,
membangun lingkungan yang positif, serta berani melihat kegagalan sebagai
proses pembelajaran. Selain itu, keberhasilan juga harus dicapai dengan tetap
memegang nilai moral dan integritas sehingga kesuksesan yang diperoleh tidak
hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Sebagai seorang ibu, mahasiswa, dan pelaku usaha, saya
percaya bahwa setiap tantangan merupakan kesempatan untuk berkembang. Perjalanan
membangun Gunshomespa setelah kehilangan pekerjaan, menyelesaikan pendidikan
psikologi, dan menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua merupakan bukti
bahwa semangat berprestasi tidak muncul secara instan, tetapi dibentuk melalui
proses belajar, kerja keras, dan ketekunan. Oleh karena itu, saya meyakini
bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan hasil
dari usaha yang terus dilakukan secara konsisten disertai keberanian untuk
bangkit ketika menghadapi kesulitan.
Daftar Pustaka
Harper, D. V. (1984). The Crocodile River. New York:
Harper & Row.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society.
Princeton, NJ: Van Nostrand.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study
of the Lucky Mind. London: Century.
0 komentar:
Posting Komentar