8.5.26

MY BEST COPING BEHAVIOR_ SULASTRI

 

MY BEST COPING BEHAVIOR

Sulastri  (23310410122)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A.

April 2026


Coping Behavior adalah segala usaha, Tindakan, atau pikiran sadar yang dilakukan individu untuk mengelola, mengurangi, atau mengatasi tuntutan situasi stress yang menekan, baik eksternal maupun internal. Tujuan dari coping Behavior yaitu untuk mengelola masalah ( situasi menekan) atau mengatur respon emosional terhadap masalah tersebut.

Dalam tulisan ini saya ingin bercerita tentang suatu kejadian yang membuat saya menyakitkan namun banyak sekali hikmah yang saya dapatkan. Saat itu saya berada di bangku SMK ( usia saya 17 Tahun). Dimana saat itu saya berada di tengah – tengah keluarga yang sangat sederhana dan serba kekurangan. Dimana seharusnya saya seperti teman – teman yang lain yang bisa bermain bebas tetapi saya harus di bawah tekanan keadaan. Orangtua saya seorang petani padi, dimana tidak gampang menjadi petani, dan saat itu saya tidak memiliki kendaraan sama sekali setiap ke sawah, harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 15-20 Km.selain itu saya setiap hari harus jalan kaki ke jalan raya untuk bisa nai bus ke sekolah. Di saat situasi itu saya sangat rasanya ingin menyerah dan hamper setiap hari menangis meratapi kehidupan saya yang perihatin sekali tidak seperti teman lain sebaya saya.

Namun dari situ saya memiliki kebanggaan tersendiri karena bisa membantu meringankan beban orangtua saya. Dan orang tua selalu mendidik saya untuk bisa menjadi Wanita yang Tangguh dan mandiri, tidak boleh merepotkan orang lain.karena perjalanan kehidupan saya yang terasa berat maka saya di akhir SMK Kelas 12 saya selalu berusaha belajar dengan sungguh – sungguh dan harapan saya ingin membuat orangtua saya bangga terhadap saya. Sampai saya melakukan berbagai cara secara duniawi dan ukhrowi, yang awalnya saya seorang yang sangat sungkan untuk bertemu orang banyak, saya saat itu mencoba untuk menjadi guru TPA, karena kebetulan masjid tempat saya tidak ada aktivitas mengaji, padahal di lingkungan saya banyak sekali anak – anak. Lalu saya memberanikan diri untuk bisa mengajar mereka setiap sore setiap pulang sekolah. Setelah itu saya mulai mencoba mengikuti organisasi – organisasi disekolah. Seperti : organisasi OSIS, organisasi bolavolly, organisasi tonti, organisasi drumband. Setelah mengikuti organisasi tersebut saya mulai percaya diri dan mulai berani tampil di depan.dan mulai banyak mengikuti lomba – lomba tonti, lomba volley dan lomba drumband. Dan Alhamdulillah saya bisa membawa kejuaraan dan mengharumkan nama sekolah. Dari situ saya di beri hadiah sejumlah uang dan saya tambahi dengan tabungan saya dengan hasil menjual seekor sapi,hingga akhirnya saya bisa beli sepeda motor. Dan dari situ saya mulai banyak kegiatan yang bisa saya tempuh dengan motoran.

Nah, itu pengalaman saya yang menyakitkan namun membawa banyak hikmah yang saya dapatkan dan sampai sekarang saya menyadari hal itu, kenapa orangtua saya mendidik anak – anaknya untuk perihatin dan memiliki jiwa yang Tangguh dan mandiri. Terutama untuk anak – anaknya yang perempuan, karena perempuan harus bisa berdiri sendiri walaupun suatu hari nanti saat sudah menikah bisa tercukupi dengan suaminya. Dan Alhamdulillah pada saat saya memasuki kehidupan menikah saya berusaha untuk tetap bisa menjadi Wanita Tangguh dan mandiri. Dan selalu berusaha untuk melakukan hal – hal yang positif.

0 komentar:

Posting Komentar