MY
BEST COPING BEHAVIOR
Sulastri (23310410122)
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta,M.A.
April
2026
Coping
Behavior adalah segala usaha, Tindakan, atau pikiran sadar yang
dilakukan individu untuk mengelola, mengurangi, atau mengatasi tuntutan situasi
stress yang menekan, baik eksternal maupun internal. Tujuan dari coping
Behavior yaitu untuk mengelola masalah ( situasi menekan) atau mengatur respon
emosional terhadap masalah tersebut.
Dalam
tulisan ini saya ingin bercerita tentang suatu kejadian yang membuat saya
menyakitkan namun banyak sekali hikmah yang saya dapatkan. Saat itu saya berada
di bangku SMK ( usia saya 17 Tahun). Dimana saat itu saya berada di tengah –
tengah keluarga yang sangat sederhana dan serba kekurangan. Dimana seharusnya
saya seperti teman – teman yang lain yang bisa bermain bebas tetapi saya harus
di bawah tekanan keadaan. Orangtua saya seorang petani padi, dimana tidak
gampang menjadi petani, dan saat itu saya tidak memiliki kendaraan sama sekali
setiap ke sawah, harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 15-20 Km.selain itu
saya setiap hari harus jalan kaki ke jalan raya untuk bisa nai bus ke sekolah.
Di saat situasi itu saya sangat rasanya ingin menyerah dan hamper setiap hari
menangis meratapi kehidupan saya yang perihatin sekali tidak seperti teman lain
sebaya saya.
Namun
dari situ saya memiliki kebanggaan tersendiri karena bisa membantu meringankan
beban orangtua saya. Dan orang tua selalu mendidik saya untuk bisa menjadi
Wanita yang Tangguh dan mandiri, tidak boleh merepotkan orang lain.karena
perjalanan kehidupan saya yang terasa berat maka saya di akhir SMK Kelas 12
saya selalu berusaha belajar dengan sungguh – sungguh dan harapan saya ingin
membuat orangtua saya bangga terhadap saya. Sampai saya melakukan berbagai cara
secara duniawi dan ukhrowi, yang awalnya saya seorang yang sangat sungkan untuk
bertemu orang banyak, saya saat itu mencoba untuk menjadi guru TPA, karena
kebetulan masjid tempat saya tidak ada aktivitas mengaji, padahal di lingkungan
saya banyak sekali anak – anak. Lalu saya memberanikan diri untuk bisa mengajar
mereka setiap sore setiap pulang sekolah. Setelah itu saya mulai mencoba
mengikuti organisasi – organisasi disekolah. Seperti : organisasi OSIS,
organisasi bolavolly, organisasi tonti, organisasi drumband. Setelah mengikuti
organisasi tersebut saya mulai percaya diri dan mulai berani tampil di
depan.dan mulai banyak mengikuti lomba – lomba tonti, lomba volley dan lomba
drumband. Dan Alhamdulillah saya bisa membawa kejuaraan dan mengharumkan nama
sekolah. Dari situ saya di beri hadiah sejumlah uang dan saya tambahi dengan
tabungan saya dengan hasil menjual seekor sapi,hingga akhirnya saya bisa beli
sepeda motor. Dan dari situ saya mulai banyak kegiatan yang bisa saya tempuh
dengan motoran.
Nah,
itu pengalaman saya yang menyakitkan namun membawa banyak hikmah yang saya
dapatkan dan sampai sekarang saya menyadari hal itu, kenapa orangtua saya
mendidik anak – anaknya untuk perihatin dan memiliki jiwa yang Tangguh dan
mandiri. Terutama untuk anak – anaknya yang perempuan, karena perempuan harus
bisa berdiri sendiri walaupun suatu hari nanti saat sudah menikah bisa tercukupi
dengan suaminya. Dan Alhamdulillah pada saat saya memasuki kehidupan menikah
saya berusaha untuk tetap bisa menjadi Wanita Tangguh dan mandiri. Dan selalu
berusaha untuk melakukan hal – hal yang positif.

0 komentar:
Posting Komentar