PSIKOLOGI INOVASI
ESAI 4 – MY BEST COPING BEHAVIOR
Coping Behavior dalam Menghadapi Konflik
Keluarga
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A
Nama: Gunarti
NIM: 23310410118
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
MEI, 2026
Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan keluarga
yang sering dipenuhi pertengkaran orang tua. Situasi tersebut membuat suasana
rumah terasa kurang nyaman dan cukup mempengaruhi kondisi mental saya. Saat
masih kecil, saya sering merasa takut, sedih, bahkan mudah tantrum ketika
mendengar orang tua bertengkar. Memasuki masa remaja, saya menjadi lebih sering
overthinking dan memilih mencari ketenangan di luar rumah, seperti bermain ke
tempat teman atau pergi ke rumah nenek agar pikiran terasa lebih tenang.
Konflik dalam keluarga yang berlangsung cukup lama
membuat saya mencoba berbagai cara untuk mengurangi stres dan tekanan emosional
yang saya rasakan. Saat merasa sangat stres atau emosional, saya beberapa kali
mengganti warna rambut atau memotong rambut sebagai bentuk pelampiasan emosi
dan cara untuk merasa lebih lega. Selain itu, saya juga lebih sering
mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran. Musik menjadi salah satu cara
yang membantu saya melampiaskan emosi yang selama ini dipendam.
Seiring bertambahnya usia, saya mulai mencoba
coping behavior lain yang menurut saya lebih sehat. Saya lebih sering
jalan-jalan untuk mencari suasana baru dan menenangkan diri ketika pikiran
terasa penuh. Memasuki tahun 2024, saat mulai menjalani perkuliahan, saya mencoba
mengalihkan stres ke kegiatan yang lebih positif, seperti fokus pada tugas
kuliah dan aktivitas sehari-hari. Hal tersebut cukup membantu saya agar tidak
terus larut dalam overthinking.
Pada tahun 2025, saya mulai mencoba kegiatan naik
gunung dan ternyata hal tersebut menjadi coping behavior yang paling membantu
saya merasa tenang. Saat berada di alam, saya merasa pikiran menjadi lebih lega
dan emosi lebih stabil. Dari kegiatan tersebut, saya juga mulai lebih menjaga
kesehatan fisik dengan rutin berjalan kaki sekitar 3 km setiap hari. Menurut
saya, kegiatan di alam membantu saya lebih mengenal diri sendiri dan belajar
mengontrol emosi dengan lebih baik.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa setiap
orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tekanan hidup. Saya juga menyadari
bahwa coping behavior yang sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.
Pengalaman yang saya alami memang tidak mudah, tetapi perlahan membuat saya
menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih mampu memahami diri
sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar