Tugas Esai 7 : My Biggest Achievement
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A
Amelia Natasya Rivani (23310410086)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Prestasi bukan semata-mata tentang penghargaan atau pengakuan yang diterima, tetapi juga tentang proses panjang yang membentuk karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab individu. Sepanjang perjalanan pendidikan saya, terdapat berbagai pengalaman berprestasi yang memberikan pembelajaran bermakna dan berkontribusi besar terhadap perkembangan diri saya. Prestasi-prestasi tersebut tidak hanya saya banggakan karena hasilnya, tetapi juga karena nilai-nilai yang saya peroleh selama proses menjalaninya. Pengalaman berprestasi pertama yang sangat berkesan saya raih ketika duduk di bangku sekolah dasar, yaitu meraih Juara 2 lomba kaligrafi. Melalui lomba ini, saya belajar bahwa sebuah hasil yang baik membutuhkan latihan, kesabaran, dan ketekunan. Proses berlatih menulis kaligrafi mengajarkan saya untuk fokus, teliti, serta menghargai setiap tahapan yang dijalani. Pengalaman ini menjadi fondasi awal yang menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk menampilkan kemampuan diri di hadapan orang lain.
Pada jenjang sekolah menengah
pertama, saya mulai aktif dalam kegiatan organisasi dan perlombaan. Saya
bergabung dalam organisasi OSIS serta mengikuti lomba tartil Al-Qur’an.
Keterlibatan dalam OSIS melatih saya untuk bertanggung jawab, bekerja sama dengan
orang lain, serta mengelola waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik.
Sementara itu, pengalaman mengikuti lomba tartil mengajarkan saya pentingnya
kedisiplinan, konsentrasi, dan ketenangan dalam menampilkan kemampuan di depan
umum. Kedua pengalaman tersebut membantu saya mengembangkan kemampuan sosial
dan komunikasi sejak dini.
Memasuki masa sekolah menengah
atas, saya bergabung dalam organisasi PKS (Patroli Keamanan Sekolah). Melalui
organisasi ini, saya belajar tentang kepemimpinan, kedisiplinan, serta
kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Prestasi yang paling saya banggakan
pada masa ini adalah ketika saya terpilih menjadi salah satu panitia Roots
Day, yaitu kegiatan deklarasi sekolah anti-perundungan yang diselengarakan
oleh Program Roots Indonesia, kolaborasi Kemendikbudristek dan UNICEF untuk
mencegah perundungan di sekolah dengan membentuk Agen Perubahan (siswa
terlatih) yang mengedukasi teman sebaya tentang empati, hormat, dan
solidaritas, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif melalui
berbagai kegiatan kreatif . Saya mengikuti proses seleksi yang cukup ketat dari
sekitar 100 siswa dan berhasil terpilih. Pengalaman ini memberikan kesadaran
yang mendalam mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman,
nyaman, dan bebas dari perundungan. Keterlibatan saya dalam kegiatan ini juga
menumbuhkan empati dan kepedulian sosial yang kuat.
Saat menjadi mahasiswa Psikologi,
saya terus berusaha mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik dan
organisasi. Saya pernah menjadi peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM),
aktif dalam Himpunan Mahasiswa Psikologi, serta tergabung dalam Departemen
Humas dan Riset. Salah satu pengalaman yang paling membanggakan adalah
keterlibatan saya sebagai penyelenggara podcast “Tertuntas: Mental Health” yang
berkolaborasi dengan Kominfo. Melalui podcast ini, saya turut berperan dalam
memberikan edukasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat luas. Pengalaman
ini melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan terhadap
isu-isu psikologis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Seluruh prestasi dan pengalaman
tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung
jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Bagi saya, prestasi bukanlah
tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui setiap pengalaman yang saya jalani, saya belajar bahwa keberanian
mencoba, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan kunci utama
dalam meraih prestasi yang bermakna dan bermanfaat.
Lampiran




0 komentar:
Posting Komentar