Mata Kuliah: Psikologi
Inovasi
Tugas: Esai 5 – Pengembangan
Keterampilan Menulis Melalui Partisipasi Lomba
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
SITI RAFIDA (23310410088)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Januari 2026
Pengembangan keterampilan
menulis merupakan proses yang membutuhkan latihan berkelanjutan serta
keterlibatan aktif penulis dalam kegiatan kepenulisan. Salah satu upaya yang
saya lakukan untuk mengembangkan kemampuan menulis adalah dengan berpartisipasi
dalam lomba menulis puisi. Keikutsertaan saya dalam lomba tersebut tidak
semata-mata berorientasi pada pencapaian kemenangan, melainkan sebagai sarana
latihan dan pengembangan kreativitas menulis puisi secara mandiri. Melalui
lomba, saya memperoleh ruang untuk menguji kemampuan menulis sekaligus
memperdalam proses kreatif yang saya jalani.
Menulis puisi menuntut kemampuan penulis dalam mengolah bahasa secara estetis dan bermakna. Dalam proses penciptaan puisi, saya belajar memilih diksi yang tepat, membangun imaji atau citraan, serta menyusun struktur bahasa puitik agar pesan yang disampaikan tidak bersifat dangkal. Hidayat dan Sari (2022) menyatakan bahwa menulis puisi merupakan bentuk menulis kreatif yang dapat meningkatkan kepekaan berbahasa dan kemampuan berpikir imajinatif karena penulis dituntut untuk mengolah makna secara simbolik dan mendalam. Partisipasi dalam lomba menulis puisi mendorong saya untuk lebih cermat memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi agar karya yang dihasilkan memiliki kualitas estetika yang lebih baik.
Selain mengasah
kreativitas, lomba menulis puisi juga melatih kedisiplinan dan konsistensi
dalam menulis. Adanya tema serta batas waktu pengumpulan karya menuntut saya
untuk mengelola proses kreatif secara lebih terarah, mulai dari pencarian ide,
penulisan draf, hingga tahap revisi. Proses ini membantu saya membangun
kebiasaan menulis secara berkelanjutan. Rahmawati dan Suhardi (2021)
menjelaskan bahwa latihan menulis puisi yang dilakukan secara rutin dapat
meningkatkan kemampuan ekspresif dan kreativitas penulis. Sehingga, lomba
menulis puisi menjadi media latihan yang efektif karena memberikan kesempatan
bagi penulis untuk berlatih secara langsung dalam situasi yang menantang.
Partisipasi dalam lomba
menulis puisi juga memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan refleksi
terhadap karya yang dihasilkan. Hasil seleksi maupun penilaian dari juri
menjadi bahan evaluasi untuk memahami kelebihan dan kekurangan puisi yang saya
tulis. Melalui proses evaluasi tersebut, saya menyadari bahwa menulis puisi
tidak berhenti pada tahap penciptaan, tetapi juga melibatkan proses perbaikan
dan pematangan karya. Refleksi ini mendorong saya untuk terus belajar dan
meningkatkan kualitas tulisan pada karya berikutnya. Keikutsertaan saya dalam
lomba menulis puisi saya maknai sebagai bentuk usaha aktif dalam menciptakan
peluang pengembangan diri. Dalam konteks ini, keberuntungan tidak dipahami
sebagai sesuatu yang datang secara kebetulan, melainkan sebagai hasil dari keberanian
untuk mencoba, konsistensi dalam berlatih, serta kesediaan menempatkan diri
dalam situasi yang menantang. Dengan mengikuti lomba, saya belajar bahwa
kesempatan dapat muncul ketika seseorang berani mempublikasikan karyanya dan
terlibat secara aktif dalam proses kreatif.
Oleh sebab itu,
partisipasi dalam lomba menulis puisi memiliki peran penting dalam pengembangan
keterampilan menulis saya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan
teknis dalam mengolah bahasa dan makna, tetapi juga membentuk sikap disiplin,
reflektif, dan percaya diri sebagai penulis. Lomba menulis puisi menjadi sarana
pembelajaran yang bermakna dalam proses pengembangan diri di bidang kepenulisan
kreatif.
Daftar Pustaka
Hidayat, R., & Sari,
M. (2022). Pengembangan kemampuan menulis kreatif melalui puisi pada mahasiswa.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(2), 145–156.
Rahmawati, D., & Suhardi.
(2021). Peningkatan keterampilan menulis puisi melalui latihan menulis kreatif.
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 11(1), 45–56.
Lampiran



0 komentar:
Posting Komentar