10.1.26

Esai 5 - Partisipasi Lomba

 

Mata Kuliah: Psikologi Inovasi

Tugas: Esai 5 – Pengembangan Keterampilan Menulis Melalui Partisipasi Lomba

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.



SITI RAFIDA (23310410088)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Januari 2026


Pengembangan keterampilan menulis merupakan proses yang membutuhkan latihan berkelanjutan serta keterlibatan aktif penulis dalam kegiatan kepenulisan. Salah satu upaya yang saya lakukan untuk mengembangkan kemampuan menulis adalah dengan berpartisipasi dalam lomba menulis puisi. Keikutsertaan saya dalam lomba tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian kemenangan, melainkan sebagai sarana latihan dan pengembangan kreativitas menulis puisi secara mandiri. Melalui lomba, saya memperoleh ruang untuk menguji kemampuan menulis sekaligus memperdalam proses kreatif yang saya jalani.

Menulis puisi menuntut kemampuan penulis dalam mengolah bahasa secara estetis dan bermakna. Dalam proses penciptaan puisi, saya belajar memilih diksi yang tepat, membangun imaji atau citraan, serta menyusun struktur bahasa puitik agar pesan yang disampaikan tidak bersifat dangkal. Hidayat dan Sari (2022) menyatakan bahwa menulis puisi merupakan bentuk menulis kreatif yang dapat meningkatkan kepekaan berbahasa dan kemampuan berpikir imajinatif karena penulis dituntut untuk mengolah makna secara simbolik dan mendalam. Partisipasi dalam lomba menulis puisi mendorong saya untuk lebih cermat memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi agar karya yang dihasilkan memiliki kualitas estetika yang lebih baik.

Selain mengasah kreativitas, lomba menulis puisi juga melatih kedisiplinan dan konsistensi dalam menulis. Adanya tema serta batas waktu pengumpulan karya menuntut saya untuk mengelola proses kreatif secara lebih terarah, mulai dari pencarian ide, penulisan draf, hingga tahap revisi. Proses ini membantu saya membangun kebiasaan menulis secara berkelanjutan. Rahmawati dan Suhardi (2021) menjelaskan bahwa latihan menulis puisi yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kemampuan ekspresif dan kreativitas penulis. Sehingga, lomba menulis puisi menjadi media latihan yang efektif karena memberikan kesempatan bagi penulis untuk berlatih secara langsung dalam situasi yang menantang.

Partisipasi dalam lomba menulis puisi juga memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan refleksi terhadap karya yang dihasilkan. Hasil seleksi maupun penilaian dari juri menjadi bahan evaluasi untuk memahami kelebihan dan kekurangan puisi yang saya tulis. Melalui proses evaluasi tersebut, saya menyadari bahwa menulis puisi tidak berhenti pada tahap penciptaan, tetapi juga melibatkan proses perbaikan dan pematangan karya. Refleksi ini mendorong saya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas tulisan pada karya berikutnya. Keikutsertaan saya dalam lomba menulis puisi saya maknai sebagai bentuk usaha aktif dalam menciptakan peluang pengembangan diri. Dalam konteks ini, keberuntungan tidak dipahami sebagai sesuatu yang datang secara kebetulan, melainkan sebagai hasil dari keberanian untuk mencoba, konsistensi dalam berlatih, serta kesediaan menempatkan diri dalam situasi yang menantang. Dengan mengikuti lomba, saya belajar bahwa kesempatan dapat muncul ketika seseorang berani mempublikasikan karyanya dan terlibat secara aktif dalam proses kreatif.

Oleh sebab itu, partisipasi dalam lomba menulis puisi memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan menulis saya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam mengolah bahasa dan makna, tetapi juga membentuk sikap disiplin, reflektif, dan percaya diri sebagai penulis. Lomba menulis puisi menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam proses pengembangan diri di bidang kepenulisan kreatif.

 

Daftar Pustaka

Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Pengembangan kemampuan menulis kreatif melalui puisi pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(2), 145–156.

Rahmawati, D., & Suhardi. (2021). Peningkatan keterampilan menulis puisi melalui latihan menulis kreatif. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 11(1), 45–56.


Lampiran



0 komentar:

Posting Komentar