NASABAH BANK SAMPAH DI BANK SAMPAH MESEM
(Makmur Sejahtera Mandiri) RW 11 Kauman
Minun Rahmayanti
24310410006
Kelas SPSJ
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M. A
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
ESAI 8 - NASABAH BANK SAMPAH
Bank sampah merupakan salah satu strategi untuk mengubah sampah dari yang awalnya dianggap mengganggu menjadi bernilai jual. Dengan adanya bank sampah ini selain dapat membuat lingkungan menjadi lebih sehat terjaga juga dapat membangun kesadaran serta kepedulian dari masyarakat tentang pentingnya bertanggungjawab dengan sampah yang mereka hasilkan. Terlebih bank sampah juga dapat membantu membuka lowongan pekerjaan, sehingga dapat membantu menambah penghasilan bahkan dapat menjadi penghasilan utama. Di masa kritis pengolahan sampah seperti saat ini bank sampah hadir sebagai salah satu solusi terbaik yang bisa dicoba oleh masyarakat.
Saya sudah terbiasa mengumpulkan sampah plastik dan kardus di rumah, yang biasanya akan dijual ke tukang rongsok keliling. Namun untuk menjadi nasabah di bank sampah ini merupakan hal baru bagi saya. Ternyata bukan hanya menabung di bank saja yang akan mendapatkan buku tabungan, dengan menjadi nasabah di bank sampah dan menabung atau menyetorkan sampah yang di produksi ternyata juga sistemnya mirip dengan ketika menabung di perbankan.
Hari Jum'at tanggal 28 November 2025 setelah usai bekerja saya langsung ke Bank Sampah Mesem yang ada di depan Alun-Alun Utara. Saat itu saya berharap dapat langsung mendaftar menjadi nasabah, namun sayangnya saat tiba disana bank sampah tersebut sudah tutup dan menurut info dari Bapak yang saya temui disana bahwa bank sampah disini hanya buka saat pagi saja yaitu di jam 07.00-10.00.
Akhirnya di Jum'at berikutnya saya memutuskan di pagi hari mampir ke bank sampah terlebih dahulu sebelum berangkat bekerja. Sekitar jam 09.00 pagi di tanggal 5 Desember 2025 saya mendapatkan buku tabungan bank sampah saya untuk pertama kali. Meski tidak terlalu banyak yang saya bawa, saya hanya membawa beberapa jenis sampah plastik seperti botol plastik, gelas plastik, bekas cup makanan, serta wadah kosmetik bekas. Saya juga membawa beberapa besi dan paku-paku bekas yang sebelumnya saya kumpulkan serta beberapa sampah kertas bekas kardus makanan. Hari itu saldo yang saya dapatkan senilai Rp. 3.955,2 dengan sampah seberat 4,24 kg.
Kemudian Jum'at berikutnya di tanggal 12 Desember 2025 saya kembali ke bank sampah sekitar jam 07.00 pagi. Di pekan ini saya kembali mengumpulkan sampah-sampah plastik seperti botol plastik, gelas plastik, kemasan makanan, dan juga sampah kertas dan kardus. selanjutnya saya juga mengumpulkan besi bekas kandang kucing dan paku bekas, selain itu pekan ini saya juga membawa minyak bekas yang sudah tidak terpakai. Saldo yang saya dapatkan dari total berata sampah 8,27 kg yaitu sebesar Rp. 11.824. Sedangkan total saldo saya selama menabung di bank sampah dalam dua pekan ini mencapai Rp. 15.779,2.
Dengan adanya bank sampah barang-barang yang mungkin sebelumnya kita anggap sudah tidak berguna dapat di manfaatkan dengan lebih baik lagi. karena sampah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk bernilai jual dan akhirnya dapat menjadi uang atau penghasilan. Serta lingkungan yang kita tinggali menjadi lebih bersih, sehat dan nyaman.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar