Melakukan Perubahan Diri
Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
Nurul Faidah (23310410069)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Perubahan diri merupakan proses yang melibatkan kesadaran, komitmen, dan konsistensi dalam membangun kebiasaan baru. Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh tuntutan akademik maupun pekerjaan, menjaga kesehatan fisik dan mental sering kali menjadi hal yang terabaikan. Salah satu bentuk perubahan diri yang saya lakukan adalah membiasakan diri untuk pergi ke gym setiap hari dengan fokus pada latihan treadmill. Kebiasaan ini awalnya dilakukan sebagai upaya memperbaiki kondisi fisik, namun dalam perjalanannya memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan psikologis dan pola hidup secara keseluruhan.
Pada tahap awal, membangun kebiasaan gym bukanlah hal yang mudah. Rasa malas, kelelahan, dan keterbatasan waktu menjadi tantangan utama. Aktivitas treadmill sering terasa monoton dan melelahkan, terutama ketika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas fisik rutin. Namun, dengan menetapkan tujuan yang realistis, seperti berjalan cepat atau berlari ringan selama 20 hingga 30 menit setiap hari, perlahan kebiasaan ini mulai terbentuk. Konsistensi menjadi faktor penting dalam proses perubahan diri, karena dari pengulangan inilah disiplin dan komitmen mulai berkembang.
Perubahan yang paling terasa adalah pada aspek fisik. Setelah menjalani kebiasaan gym secara rutin, tubuh menjadi lebih bugar dan stamina meningkat. Aktivitas sehari-hari tidak lagi terasa mudah melelahkan, dan kualitas tidur pun menjadi lebih baik. Selain itu, latihan treadmill membantu menjaga berat badan tetap stabil serta meningkatkan kesehatan jantung. Kondisi fisik yang lebih sehat ini secara tidak langsung memengaruhi kepercayaan diri dan semangat dalam menjalani aktivitas harian.
Selain perubahan fisik, dampak psikologis dari kebiasaan ini juga sangat signifikan. Aktivitas treadmill memberikan ruang bagi diri saya untuk melepaskan stres dan ketegangan emosional. Saat berjalan atau berlari, pikiran menjadi lebih jernih dan perasaan negatif seperti cemas, lelah mental, dan overthinking dapat berkurang. Olahraga juga memicu pelepasan hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati, sehingga setelah gym saya merasa lebih tenang, fokus, dan positif dalam menghadapi tantangan.
Kebiasaan gym setiap hari juga berperan dalam membentuk sikap disiplin dan kemampuan pengendalian diri. Saya belajar untuk tetap berkomitmen meskipun motivasi tidak selalu berada pada tingkat yang sama. Pada hari-hari tertentu, intensitas latihan mungkin berkurang, namun kehadiran di gym tetap diusahakan. Hal ini mengajarkan bahwa perubahan diri bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberlanjutan usaha dan kesediaan untuk tetap konsisten.
Secara keseluruhan, kebiasaan gym setiap hari dengan treadmill telah menjadi sarana penting dalam proses perubahan diri saya. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan mental dan emosional. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa perubahan diri yang bermakna dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara rutin. Melalui kebiasaan ini, saya belajar bahwa merawat diri merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas.
0 komentar:
Posting Komentar