31.12.25

Psi Lingkungan - Esai 8– Nasabah Bank Sampah - Dr. A. Shinta, M. A - SPSJ - Desember 2025 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)

 

MENJADI NASABAH DI BANK SAPAH GEMAH RIPAH: 
Resik Lingkungane, Resik Kampunge, Makmur Wargane

 

Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001) – Psi. Lingkungan – Essai 8
Fakultas Psikoligi, Universitas Proklamasi 45 
Yogyakarta



Pengalaman menjadi nasabah bank sampah di TPST Gemah Ripah memberikan pemahaman nyata bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan maupun masyarakat. TPST Gemah Ripah berlokasi di Gg. Mahakam, Jetis, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584, dan merupakan inisiatif warga Gebang Wedomartani yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, serta bernilai ekonomis. Kehadiran TPST ini menjadi contoh konkret pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.


Kunjungan pertama saya ke TPST Gemah Ripah dilakukan untuk mendaftar sebagai nasabah bank sampah sekaligus menyetorkan sampah yang telah saya kumpulkan dari rumah. Jenis sampah yang saya bawa adalah minyak jelantah dengan berat 0,9 kg. Minyak jelantah tersebut berasal dari sisa hasil penggorengan ibu saya, yang bekerja sebagai pedagang kerupuk. Melalui  bank sampah, minyak jelantah dapat dikelola kembali sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Proses penimbangan dilakukan secara terbuka dan dicatat sebagai tabungan, sehingga saya merasa terlibat langsung dalam sistem pengelolaan sampah yang terstruktur.


Kunjungan kedua dilakukan dengan membawa satu plastik besar berisi botol bekas kemasan minyak goreng yang biasa digunakan ibu dalam aktivitas sehari-hari. Berat botol plastik tersebut mencapai 0,76 kg. Botol-botol ini termasuk sampah anorganik yang jika tidak dikelola akan menumpuk dan mencemari lingkungan. Di TPST Gemah Ripah, sampah plastik dipilah, ditimbang, dan disalurkan ke pihak yang dapat mendaur ulangnya. Dari kedua kunjungan tersebut, saya memperoleh sejumlah uang tabungan sesuai dengan berat dan jenis sampah yang disetorkan, meskipun nominalnya tidak besar, namun memberikan kepuasan tersendiri karena berasal dari sampah rumah tangga. Di TPST Gemah Ripah sistemnya menabung dalam kurun waktu sekitar 1 tahun, jadi ketika kita membawa sampah tidak langsung bisa ditukar dengan uang, namun akan dicatat di buku Tabungan nasabah dan bisa diambil setelah terkumpul sekitar 1 tahun.


Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan. TPST Gemah Ripah berhasil membangun kesadaran warga bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar. Pengalaman menjadi nasabah bank sampah ini menumbuhkan kebiasaan baru di rumah, yaitu memilah dan mengumpulkan sampah sebelum dibuang. Dengan langkah sederhana ini, saya merasa ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung gerakan masyarakat menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar