Pengalaman menjadi nasabah bank sampah di
TPST Gemah Ripah memberikan pemahaman nyata bahwa pengelolaan sampah dapat
dimulai dari rumah dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan maupun
masyarakat. TPST Gemah Ripah berlokasi di Gg. Mahakam, Jetis, Wedomartani,
Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584, dan
merupakan inisiatif warga Gebang Wedomartani yang bertujuan menciptakan
lingkungan bersih, sehat, serta bernilai ekonomis. Kehadiran TPST ini menjadi
contoh konkret pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Kunjungan pertama saya ke TPST Gemah Ripah
dilakukan untuk mendaftar sebagai nasabah bank sampah sekaligus menyetorkan
sampah yang telah saya kumpulkan dari rumah. Jenis sampah yang saya bawa adalah
minyak jelantah dengan berat 0,9 kg. Minyak jelantah tersebut berasal dari sisa
hasil penggorengan ibu saya, yang bekerja sebagai pedagang kerupuk. Melalui bank sampah, minyak jelantah dapat dikelola
kembali sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Proses penimbangan
dilakukan secara terbuka dan dicatat sebagai tabungan, sehingga saya merasa
terlibat langsung dalam sistem pengelolaan sampah yang terstruktur.
Kunjungan kedua dilakukan dengan membawa satu
plastik besar berisi botol bekas kemasan minyak goreng yang biasa digunakan ibu
dalam aktivitas sehari-hari. Berat botol plastik tersebut mencapai 0,76 kg.
Botol-botol ini termasuk sampah anorganik yang jika tidak dikelola akan
menumpuk dan mencemari lingkungan. Di TPST Gemah Ripah, sampah plastik dipilah,
ditimbang, dan disalurkan ke pihak yang dapat mendaur ulangnya. Dari kedua
kunjungan tersebut, saya memperoleh sejumlah uang tabungan sesuai dengan berat
dan jenis sampah yang disetorkan, meskipun nominalnya tidak besar, namun
memberikan kepuasan tersendiri karena berasal dari sampah rumah tangga. Di TPST
Gemah Ripah sistemnya menabung dalam kurun waktu sekitar 1 tahun, jadi ketika
kita membawa sampah tidak langsung bisa ditukar dengan uang, namun akan dicatat
di buku Tabungan nasabah dan bisa diambil setelah terkumpul sekitar 1 tahun.
Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa
bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga
sebagai sarana edukasi lingkungan. TPST Gemah Ripah berhasil membangun
kesadaran warga bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar.
Pengalaman menjadi nasabah bank sampah ini menumbuhkan kebiasaan baru di rumah,
yaitu memilah dan mengumpulkan sampah sebelum dibuang. Dengan langkah sederhana
ini, saya merasa ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus
mendukung gerakan masyarakat menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
0 komentar:
Posting Komentar