31.12.25

Psi Lingkungan - Esai 7 – Belajar di TPST - Dr. A. Shinta, M. A - SPSJ - Desember 2025 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)

 
STUDY TOUR : BELAJAR MENGELOLA SAMPAH DI TPST RANDU ALAS


Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001) – Psi. Lingkungan – Essai 7
Fakultas Psikoligi, Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Kegiatan study tour ke TPST Randu Alas, Yogyakarta, menjadi pengalaman belajar yang membuka wawasan tentang pengelolaan sampah di tingkat komunitas. TPST Randu Alas dikenal sebagai salah satu tempat pengelolaan sampah yang cukup baik dan aktif dijadikan lokasi edukasi lingkungan bagi siswa sekolah maupun masyarakat umum. Melalui kunjungan ini, kami tidak hanya melihat praktik pengelolaan sampah secara langsung, tetapi juga memahami tantangan nyata yang masih dihadapi di lapangan.


Secara manajemen, TPST Randu Alas telah menerapkan sistem pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah kembali untuk didaur ulang atau disalurkan ke pihak pengepul. Selain itu, TPST ini juga berperan sebagai pusat edukasi, di mana pengunjung diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah serta dampaknya terhadap lingkungan. Inilah yang membuat TPST Randu Alas sering menjadi tujuan kunjungan sekolah dan komunitas peduli lingkungan.



Namun, di balik praktik pengelolaan yang sudah berjalan cukup baik, TPST Randu Alas masih menghadapi berbagai permasalahan. Keterbatasan alat dan teknologi menjadi kendala utama dalam mengolah sampah yang jumlahnya terus meningkat setiap hari. Tidak semua sampah dapat diolah secara optimal, terutama residu sampah yang sulit didaur ulang. Akibatnya, sebagian sampah masih harus dibakar sebagai jalan terakhir untuk mengurangi penumpukan.


Praktik pembakaran sampah inilah yang menimbulkan persoalan baru. Asap hasil pembakaran menyebabkan polusi udara dan menimbulkan bau tidak sedap, sehingga beberapa warga di sekitar TPST mengeluhkan dampaknya terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sistem pengelolaan sudah berjalan, belum sepenuhnya ramah lingkungan dan masih membutuhkan perbaikan.


Dari study tour ini, kami belajar bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut keterlibatan masyarakat, dukungan sarana, dan kebijakan yang berkelanjutan. TPST Randu Alas telah menunjukkan upaya nyata dalam mengelola sampah dan memberikan edukasi, namun masih memerlukan dukungan alat, pendanaan, dan inovasi agar praktik pembakaran sampah dapat dihentikan. Kunjungan ini mengajarkan bahwa solusi sampah membutuhkan kolaborasi antara pengelola, pemerintah, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar