Essay 6 dan Tugas Video – Tips resiliensi, dorongan, dan ketekunan dalam menghadapi perubahan serta menjadi suri tauladan.
Tips Resiliensi Untuk Terus Bertumbuh Bagi
Penderita Kecemasan dan Dorongan Untuk Berprestasi
Rizka
Latifa NIM 23310410058
Essay guna
memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu :
Dr. Arundati Shinta, M.A.
Resiliensi diri adalah kemampuan untuk
bangkit, beradaptasi, dan tetap bertahan dalam situasi sulit. terutama bagi
mereka yang hidup dengan kecemasan. Dalam menghadapi dunia yang terus bergerak
cepat dan penuh rangsangan, berikut beberapa langkah sederhana namun bermakna
untuk membangun kekuatan dari dalam:
- Mengenali keadaan dan menerima keberadaannya
Langkah awal untuk bertumbuh adalah menyadari
bahwa kecemasan bukan kelemahan, melainkan bagian dari diri yang sedang butuh
perhatian. Dengan mengenali dan menerima kondisi ini tanpa menghakimi, kita
memberi ruang pada diri untuk mulai menyembuhkan.
- Mengafirmasikan diri bahwa zona luar tidak semuanya menakutkan
Tak semua hal di luar sana berbahaya atau
mengancam. Cobalah untuk mengucapkan afirmasi positif setiap hari, seperti
“Saya aman,” atau “Saya mampu menghadapi ini dengan tenang.” Perlahan, pikiran akan belajar melihat dunia secara lebih seimbang.
- Mandi pagi sebelum beraktivitas
Mandi pagi bukan hanya menyegarkan tubuh, tapi
juga membantu membersihkan beban mental. Air yang mengalir bisa menjadi simbol
pelepasan kecemasan, menyuntikkan semangat dan ketenangan sebelum menjalani
hari.
- Sesekali melakukan rekreasi ke alam untuk peregangan
Alam punya cara tersendiri untuk menenangkan
jiwa. Meluangkan waktu untuk berjalan kaki di taman, menghirup udara segar,
atau sekadar duduk memandangi pepohonan dapat membantu mengendurkan ketegangan
yang menumpuk dalam tubuh dan pikiran.
Tidak ada proses yang instan dalam membangun resiliensi diri, apalagi bagi
individu dengan kecemasan. Namun, ketika langkah-langkah sederhana ini
dilakukan secara konsisten, perlahan akan muncul kekuatan baru yang tumbuh dari
dalam.
Mungkin tidak semua hari terasa ringan. Akan ada saat di mana dunia luar
tampak terlalu bising dan tubuh terlalu lelah untuk bergerak. Pada momen
seperti itulah, penting untuk berbaik hati pada diri sendiri. Izinkan diri
beristirahat tanpa rasa bersalah, dan ingat bahwa tidak apa-apa untuk melambat.
Perjalanan berprestasi akademik bagi penderita kecemasan memang penuh tantangan, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Kunci utama adalah bersikap lembut dan sabar pada diri sendiri. Setiap langkah kecil yang kamu ambil, walau terasa berat, sebenarnya adalah bentuk keberanian dan kemajuan.
Bagi penderita kecemasan, berprestasi akademik bukan tentang kesempurnaan
atau tekanan berlebihan, melainkan tentang proses membangun kemampuan dan
ketenangan hati dalam menghadapi tugas-tugas belajar. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantu:
- Luangkan waktu dan upayakan diri untuk merasakan ketenangan
Sebelum mulai belajar atau mengerjakan tugas,
ambil waktu sejenak untuk menenangkan pikiran. Tarik napas dalam-dalam,
rilekskan tubuh, dan fokus pada perasaan tenang. Ketenangan ini akan menjadi
fondasi agar kamu bisa belajar dengan lebih baik.
- Ambil satu tugas yang harus diselesaikan, fokus pada itu
Daripada merasa kewalahan dengan banyaknya
pekerjaan, coba ambil satu tugas saja untuk dikerjakan. Fokus penuh pada satu
hal akan membantu mengurangi rasa cemas dan membuat pekerjaan terasa lebih
ringan.
- Yakinkan diri bahwa yang telah dikerjakan adalah batas maksimalnya,
tak perlu kesempurnaan
Sadarilah bahwa usaha terbaik yang kamu
lakukan sudah cukup. Kesempurnaan bukan tujuan utama—yang penting adalah
kemajuan dan konsistensi. Beri penghargaan pada diri sendiri atas kerja keras
yang sudah dilakukan.
- Yakinilah nilai diri tidak ditentukan dari selembaran kertas
Nilai akademik hanyalah satu dari banyak aspek
yang menilai kemampuanmu. Harga diri dan nilai diri lebih besar dari sekadar
angka atau nilai di kertas. Kamu berharga karena siapa kamu, bukan hanya karena
hasil ujian atau tugas.
Proses membangun resiliensi dan meraih
prestasi bagi penderita kecemasan memang tidak selalu mudah, namun sangat
mungkin dilakukan dengan kesabaran dan strategi yang tepat. Mengizinkan diri
untuk beristirahat, menerima keterbatasan tanpa merasa gagal, dan mencari
dukungan ketika dibutuhkan adalah bagian penting dari perjalanan ini.
Ingatlah bahwa setiap langkah kecil adalah
kemajuan yang berarti. Tidak perlu terburu-buru atau membandingkan diri dengan
orang lain, karena setiap individu memiliki waktu dan cara yang berbeda untuk
berkembang. Fokuslah pada upaya dan pertumbuhan diri, bukan hanya pada hasil
akhir.
Dengan berkomitmen pada langkah-langkah yang membangun ketenangan, fokus, dan penerimaan diri, penderita kecemasan dapat menemukan kekuatan dalam dirinya untuk terus belajar dan berprestasi. Percayalah, kamu tidak sendiri dan kamu mampu menjalani proses ini dengan penuh keberanian dan harapan.
Link Video menjadi Suri Tauladan
Resiliensi: https://youtube.com/shorts/7f_CRenTHcQ?si=BTucg__UUqjvOd7X
Dorongan berprestasi akademik : https://youtu.be/nMiaJTCA5i0?si=ZLl-nwnmidooZMiI
0 komentar:
Posting Komentar