21.5.25

Psikologi Inovasi Essay 6 dan Tugas Video - Tips resiliensi, dorongan, dan ketekunan dalam menghadapi perubahan serta menjadi suri tauladan.

 Essay 6 dan Tugas Video – Tips resiliensi, dorongan, dan ketekunan dalam menghadapi perubahan serta menjadi suri tauladan.

 

Tips Resiliensi Untuk Terus Bertumbuh Bagi Penderita Kecemasan dan Dorongan Untuk Berprestasi

 

Rizka Latifa  NIM 23310410058

Essay guna memenuhi tugas:

Mata Kuliah    : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu        : Dr. Arundati Shinta, M.A.

 


Resiliensi diri adalah kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap bertahan dalam situasi sulit. terutama bagi mereka yang hidup dengan kecemasan. Dalam menghadapi dunia yang terus bergerak cepat dan penuh rangsangan, berikut beberapa langkah sederhana namun bermakna untuk membangun kekuatan dari dalam:

  1. Mengenali keadaan dan menerima keberadaannya

Langkah awal untuk bertumbuh adalah menyadari bahwa kecemasan bukan kelemahan, melainkan bagian dari diri yang sedang butuh perhatian. Dengan mengenali dan menerima kondisi ini tanpa menghakimi, kita memberi ruang pada diri untuk mulai menyembuhkan.

  1. Mengafirmasikan diri bahwa zona luar tidak semuanya menakutkan

Tak semua hal di luar sana berbahaya atau mengancam. Cobalah untuk mengucapkan afirmasi positif setiap hari, seperti “Saya aman,” atau “Saya mampu menghadapi ini dengan tenang.” Perlahan, pikiran akan belajar melihat dunia secara lebih seimbang.

  1. Mandi pagi sebelum beraktivitas

Mandi pagi bukan hanya menyegarkan tubuh, tapi juga membantu membersihkan beban mental. Air yang mengalir bisa menjadi simbol pelepasan kecemasan, menyuntikkan semangat dan ketenangan sebelum menjalani hari.

  1. Sesekali melakukan rekreasi ke alam untuk peregangan

Alam punya cara tersendiri untuk menenangkan jiwa. Meluangkan waktu untuk berjalan kaki di taman, menghirup udara segar, atau sekadar duduk memandangi pepohonan dapat membantu mengendurkan ketegangan yang menumpuk dalam tubuh dan pikiran.

Tidak ada proses yang instan dalam membangun resiliensi diri, apalagi bagi individu dengan kecemasan. Namun, ketika langkah-langkah sederhana ini dilakukan secara konsisten, perlahan akan muncul kekuatan baru yang tumbuh dari dalam.

Mungkin tidak semua hari terasa ringan. Akan ada saat di mana dunia luar tampak terlalu bising dan tubuh terlalu lelah untuk bergerak. Pada momen seperti itulah, penting untuk berbaik hati pada diri sendiri. Izinkan diri beristirahat tanpa rasa bersalah, dan ingat bahwa tidak apa-apa untuk melambat.

Perjalanan berprestasi akademik bagi penderita kecemasan memang penuh tantangan, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Kunci utama adalah bersikap lembut dan sabar pada diri sendiri. Setiap langkah kecil yang kamu ambil, walau terasa berat, sebenarnya adalah bentuk keberanian dan kemajuan.

Bagi penderita kecemasan, berprestasi akademik bukan tentang kesempurnaan atau tekanan berlebihan, melainkan tentang proses membangun kemampuan dan ketenangan hati dalam menghadapi tugas-tugas belajar. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantu:

  1. Luangkan waktu dan upayakan diri untuk merasakan ketenangan

Sebelum mulai belajar atau mengerjakan tugas, ambil waktu sejenak untuk menenangkan pikiran. Tarik napas dalam-dalam, rilekskan tubuh, dan fokus pada perasaan tenang. Ketenangan ini akan menjadi fondasi agar kamu bisa belajar dengan lebih baik.

  1. Ambil satu tugas yang harus diselesaikan, fokus pada itu

Daripada merasa kewalahan dengan banyaknya pekerjaan, coba ambil satu tugas saja untuk dikerjakan. Fokus penuh pada satu hal akan membantu mengurangi rasa cemas dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

  1. Yakinkan diri bahwa yang telah dikerjakan adalah batas maksimalnya, tak perlu kesempurnaan

Sadarilah bahwa usaha terbaik yang kamu lakukan sudah cukup. Kesempurnaan bukan tujuan utama—yang penting adalah kemajuan dan konsistensi. Beri penghargaan pada diri sendiri atas kerja keras yang sudah dilakukan.

  1. Yakinilah nilai diri tidak ditentukan dari selembaran kertas

Nilai akademik hanyalah satu dari banyak aspek yang menilai kemampuanmu. Harga diri dan nilai diri lebih besar dari sekadar angka atau nilai di kertas. Kamu berharga karena siapa kamu, bukan hanya karena hasil ujian atau tugas.

Proses membangun resiliensi dan meraih prestasi bagi penderita kecemasan memang tidak selalu mudah, namun sangat mungkin dilakukan dengan kesabaran dan strategi yang tepat. Mengizinkan diri untuk beristirahat, menerima keterbatasan tanpa merasa gagal, dan mencari dukungan ketika dibutuhkan adalah bagian penting dari perjalanan ini.

Ingatlah bahwa setiap langkah kecil adalah kemajuan yang berarti. Tidak perlu terburu-buru atau membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap individu memiliki waktu dan cara yang berbeda untuk berkembang. Fokuslah pada upaya dan pertumbuhan diri, bukan hanya pada hasil akhir.

Dengan berkomitmen pada langkah-langkah yang membangun ketenangan, fokus, dan penerimaan diri, penderita kecemasan dapat menemukan kekuatan dalam dirinya untuk terus belajar dan berprestasi. Percayalah, kamu tidak sendiri dan kamu mampu menjalani proses ini dengan penuh keberanian dan harapan.


Link Video menjadi Suri Tauladan

Resiliensi: https://youtube.com/shorts/7f_CRenTHcQ?si=BTucg__UUqjvOd7X

Dorongan berprestasi akademik :  https://youtu.be/nMiaJTCA5i0?si=ZLl-nwnmidooZMiI


0 komentar:

Posting Komentar