Nama. : Caecilia Dian Eka P
NIM. ; 22310410182
Berperilaku Inovatif dalam Ekonomi Sirkuler: Apron Anak dari Plastik Daur Ulang
Pendahuluan
Salah satu permasalahan lingkungan yang paling besar di era modern ini adalah limbah plastik. Plastik sangat sulit untuk terurai. Selain itu, beberapa jenis plastik dihabiskan setelah sekali pakai, seperti plastik minyak. Untuk menciptakan solusi yang lebih bermanfaat, penulis berinovasi untuk mengubah wadah kemasan minyak bekas plastik menjadi apron anak-anak.
Produk ini ditujukan untuk anak-anak yang melukis, memasak, dan bermain dengan bahan-bahan yang membuat pakaian mereka kotor.
Proses Kreatif: Mengubah Plastik Minyak Bekas Menjadi Apron Anak
Beberapa orang dan warung membuang plastik minyak bekas setelah isinya habis. Padahal, plastik ini memiliki ketahanan air yang cukup baik, sehingga dapat digunakan kembali. Berdasarkan observasi, penulis melihat adanya peluang mengolah plastik bekas minyak tersebut untuk membuat apron bagi anak-anak.
Pengumpulan bahan-bahan
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat apron ini antara lain:
Plastik minyak bekas (kemasan minyak goreng 1 liter atau 2 liter)
Lem tembak
Tali atau karet elastis untuk bagian pengikat apron
Cara pembuatan Apron anak dari Plastik Minyak Bekas
1. Membersihkan dan Mengeringkan Plastik
Plastik minyak bekas dicuci dengan sabun, sehingga tidak ada sisa minyak minyak yang masih menempel. Setelah itu dikeringkan.
2. Membentuk Pola Apron
Selanjutnya, membuat pola dengan ukuran standar, yaitu 20 x 50 cm. Pola tersebut digambar langsung diatas plastik menggunakan spidol permanen sebelum dipotong.
3. Penyambungan Bagian Apron
Beberapa lembar plastik dapat disambungkan satu dengan lainnya melalui lem tembak agar apron lebih kokoh. Dilakukan penempelan di tepian-apron supaya lebih rapi dan tidak mudah lepas.
4. Penambahan Tali Pengikat
Pemasaran dan Penjualan Produk
Untuk lebih bisa menyebarkan inovasi tersebut, penulis memasarkannya di e-commerce. Adapun strategi pemasarannya yaitu:
1. Pemasaran di e-commerce.
Penulis membuat konten di shopee dengan beberapa format sebagai berikut:
a. Foto produk
b. Review penggunaan apron
c. Promo penjualan
2. Penetapan Harga dan Distribusi Penulis membuka harga sekitar Rp53.910 produk ini dijual melaui Shopee.
Link produk :
https://id.shp.ee/98kUtav
Hubungan dengan Psikologi Inovasi
Beberapa aspek psikologi yang juga berperan dalam inovasi ini adalah: pemikiran yang kreatif, dan kepuasan, serta kegelisahan konsumen.
Pemikiran kreatif
Inovasi ini menunjukkan kreativitas dalam berpikir sehingga dapat menyelesaikan masalah sampah plastik. Penulis melihat plastik dari minyak goreng bekas bukan sebagai sampah, tetapi sebagai bahan yang dapat digunakan.
Motivasi dan Kepuasan dari Inovasi
Kepuasan yang didapat dari produk yang terbuat dari sampah. tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberikan manfaat kepada usaha kecil sehingga menunjang perekonomian.
Pengaruh Inovasi terhadap Perilaku Konsumen
Dengan adanya inovasi celemek yang terbuat dari plastik yang dapat didaur ulang ini, penulis berharap masyarakat akan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan secara kreatif memanfaatkan sampah rumah tangga organik.
Kesimpulan dari Inovasi Ini
Berinovasi bukan hanya menciptakan produk baru, tetapi juga bagaimana kita bisa melihat masalah tersebut dengan solusi kreatif yang dapat memberikan dampak positif pada lingkungan. Dengan cara ini, penulis dapat menghasilkan apron anak yang fungsional, tahan air, dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan plastik minyak bekas.
Daftar Pustaka
Setiawan, R., & Suryani, A. (2021). Inovasi Berbasis Ekonomi Sirkuler dalam Upaya Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Lingkungan, 15(2), 45-58.
Suharto, R. (2020). Daur ulang plastik: solusi pengurangan limbah plastik dan potensi ekonomi kreatif. Jurnal Teknologi Hijau, 5(1), 22-30.
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/11/30/d3456ff24f1d2f2cfd0ccbb0/statistik-lingkungan-hidup-indonesia-2023.html
https://statistik.menlhk.go.id/sisklhkX/assets/publikasi/file/SLHI%202022%20upload%20final
0 komentar:
Posting Komentar