21.5.25

ESSAI 4- Partisipasi Lomba

 Nama        : Caecilia Dian Eka P

NIM.           : 22310410182

Esai 4 – Partisipasi Lomba

Mengasah Diri Melalui Partisipasi dalam Dua Ajang Kompetisi

Partisipasi dalam kegiatan lomba merupakan salah satu bentuk pengembangan diri yang tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga melatih mentalitas kompetitif dan sportif dalam diri seseorang. Saya telah mengikuti dua perlombaan yang memberikan pengaruh positif bagi kepribadian dan semangat saya, yakni ITSB Chess Tournament 2025dan lomba Creative Writing Essay yang diadakan oleh komunitas literasi kampus. Kedua lomba ini saya ikuti dalam kurun waktu yang berbeda, namun masing-masing memberikan tantangan dan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Melalui esai ini, saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti kedua lomba tersebut dan bagaimana partisipasi tersebut memberikan kontribusi terhadap perkembangan diri saya secara akademis dan non-akademis.

Lomba pertama yang saya ikuti adalah ITSB Chess Tournament 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi dan Sains Bandung. Turnamen ini merupakan ajang bergengsi yang terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk siswa, masyarakat umum non-master, wasit catur, dan civitas akademika ITSB. Saya tergabung dalam kategori Umum Non Master Open yang memiliki aturan cukup ketat, mulai dari dress code, kewajiban membawa perlengkapan pertandingan, hingga tahapan registrasi ulang dan bukti transfer biaya pendaftaran. Turnamen ini menggunakan sistem Swiss 7 ronde, artinya setiap peserta akan bermain tujuh kali dengan lawan yang dipilih berdasarkan skor pertandingan sebelumnya. Pengalaman ini menjadi sangat menantang karena saya harus menjaga fokus dan stamina sepanjang hari, mengingat setiap ronde memiliki jadwal yang padat, dimulai sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Turnamen ini tidak hanya menguji kemampuan strategi dalam permainan, tetapi juga konsistensi berpikir di bawah tekanan waktu dan persaingan.

Selain aspek teknis pertandingan, ITSB Chess Tournament 2025 juga memberikan saya pelajaran penting tentang pentingnya disiplin dan persiapan. Saya harus memastikan segala persyaratan administrasi seperti kartu identitas, seragam yang sesuai, serta bukti transfer pembayaran sudah lengkap. Di sinilah saya belajar tentang tanggung jawab personal dalam mengikuti kegiatan formal. Bahkan hal kecil seperti membawa pulpen menjadi kewajiban yang tidak boleh dilupakan. Selain itu, melalui sesi technical meeting, saya dapat berinteraksi dengan peserta lain dan memperluas relasi. Meskipun saya tidak menjadi juara, saya merasa sangat puas karena berhasil menyelesaikan seluruh ronde dengan maksimal dan menjadikan turnamen ini sebagai batu loncatan untuk mengikuti turnamen catur lainnya di masa depan.

Lomba kedua yang saya ikuti adalah lomba Creative Writing Essay tingkat nasional yang diadakan oleh komunitas literasi kampus pada awal tahun ini. Tema yang diangkat dalam lomba tersebut berkaitan dengan pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. Berbeda dengan turnamen catur yang lebih menekankan pada strategi dan daya ingat, lomba esai ini mengasah kemampuan analisis, argumentasi, serta gaya bahasa saya. Dalam menulis esai, saya harus melakukan riset mendalam terhadap isu literasi digital, menyusun kerangka tulisan, serta menyampaikan opini dengan bahasa yang persuasif. Saya menghabiskan hampir dua minggu untuk menulis dan menyunting tulisan saya sebelum akhirnya mengirimkannya ke panitia. Hasilnya, meskipun tidak masuk ke dalam tiga besar, saya berhasil mendapatkan penghargaan Honourable Mention yang sangat memotivasi saya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis.

Pengalaman dalam lomba menulis ini membuat saya menyadari bahwa kemampuan akademik dan literasi tidak kalah penting dari kemampuan teknis lainnya. Melalui proses membaca referensi, menyusun argumen, dan menyampaikan ide melalui tulisan, saya belajar berpikir kritis dan sistematis. Saya juga mendapat umpan balik dari juri yang memberikan saran terkait struktur dan kejelasan gagasan saya. Hal ini sangat membantu saya dalam memperbaiki kualitas tulisan ke depannya. Tidak hanya itu, saya juga mulai aktif dalam komunitas literasi kampus sebagai bentuk lanjutan dari partisipasi saya dalam lomba tersebut. Dengan begitu, saya merasa bahwa mengikuti lomba bukanlah sekadar mengejar piala atau penghargaan, tetapi lebih kepada proses pembelajaran yang membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas intelektual.

Dua lomba yang saya ikuti ini telah memberikan saya pengalaman yang sangat berbeda namun sama-sama bermakna. Turnamen catur mengasah ketajaman berpikir strategis dan ketenangan dalam tekanan, sementara lomba menulis membangun kepekaan terhadap isu sosial dan kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut. Partisipasi dalam kedua lomba ini juga memperluas jejaring pertemanan saya dan meningkatkan rasa percaya diri. Saya jadi lebih berani untuk mencoba hal-hal baru dan tidak takut menghadapi kegagalan. Melalui kegagalan pula saya belajar untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kekurangan. Oleh karena itu, saya percaya bahwa keterlibatan dalam berbagai perlombaan sangat penting dalam membentuk mahasiswa yang tangguh, kreatif, dan kompetitif.

Dengan mengikuti dua lomba ini, saya merasa menjadi pribadi yang lebih matang dan terbuka terhadap berbagai tantangan. Saya tidak hanya belajar bersaing secara sehat, tetapi juga menghargai proses dan kerja keras yang harus dilalui untuk mencapai hasil yang baik. Saya berharap ke depan bisa terus aktif mengikuti berbagai perlombaan lainnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik, karena saya yakin setiap pengalaman tersebut akan memberikan bekal berharga untuk masa depan saya.

Daftar Pustaka

Institut Teknologi dan Sains Bandung. (2025, Mei 4). ITSB Chess Tournament 2025. https://itsb.ac.id/pages/itsb-chess-tournament-2025


0 komentar:

Posting Komentar