Nama : Caecilia Dian Eka P
NIM. : 22310410182
Disonansi Kognitif pada Perokok: Mekanisme Pertahanan dan Implikasinya dalam Psikologi Inovasi
Pendahuluan
Disonansi kognitif merupakan keadaan psikologis yang tidak nyaman. Keadaan ini terjadi ketika seseorang memiliki keyakinan atau pengetahuan yang bertentangan. Dalam hal ini, perokok yang mengetahui mengenai bahaya merokok bagi kesehatan akan tetapi tetap terus melakukan kebiasaan tersebut bisa dikatakan mengalami disonansi kognitif.
Merokok telah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Namun, pada kenyataanya masih banyak yang memilij untuk tetap merokok meskipun mengetahui risiko tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perokok menghadapi disonansi kognitif dan mekanisme yang digunakan untuk meredam ketidaknyamanan psikologis akibat kontradiksi antara pengetahuan dan kebiasaan.
Metode Wawancara
Dava merupakan seorang karyawan maskapai penerbangan yang telah merokok sejak tahun 2018, ia merupakan subjek untuk keberhasilan penelitian ini. Dava sering kali terlihat merokok di area istirahat dan wawancara pun berlangsung disana.
Hasil Wawancara
Berdasarkan wawancara sebelumnya, Dava mengakui bahwa merokok dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan, misalnya, batuk kronis, warna bibir yang berubah hitam, dan penurunan stamina. Namun demikian, ia menambahkan bahwa merokok membantunya rileks dan lebih fokus saat bekerja. Dava membayar sejumlah uang yang cukup banyak untuk merokok tetapi ia menyatakan bahwa sulit bagi dirinya untuk berhenti karena merokok adalah kebiasaan bagian dari rutinitasnya. Penjelasan Dava mempertimbangkan beberapa mekanisme pertahanan, termasuk:
Rasionalisasi. Dava mengatakan bahwa merokok membuatnya merasa jauh lebih baik dan tertarik untuk bekerja. Menurut teori disonansi kognitif, orang akan menemukan pembenaran apa pun untuk tindakan yang bertentangan dengan keyakinan mereka.
Penyangkalan: Dava menyadari bahwa merokok memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, tetapi berkata bahwa hal ini tidak akan menjadi relevan dalam waktu dekat. Ia yakin bahwa konsekuensi kesehatan negatif dari merokok dapat dikompensasi dengan berolahraga teratur.
Pembahasan dan Kaitan dengan Psikologi Inovasi
Dava mengalami disonansi kognitif. Dengan mengurangi disonansi, seseorang dapat mengubah sikapnya, mengubah perilakunya, atau menemukan informasi baru yang mendukung tentang kebiasaan yang bertentangan dengan keyakinannya. Psikologi inovasi menunjukkan bahwa pemahaman tentang mekanisme disonansi kognitif akan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif dalam mengubah perilaku yang berhubungan dengan merokok. Misalnya, kampanye berhenti merokok yang menggunakan teknologi, seperti aplikasi yang akan mengingatkan orang akan manfaat dan bahaya merokok, akan membantu orang mengatasi disonansi mereka dengan cara yang lebih konstruktif. Beberapa teknik yang dapat digunakan oleh perokok untuk mengurangi disonansi kognitif antara lain:
Teknik Percakapan Motivasi (MI): Teknik ini memotivasi individu untuk meneliti ambivalensi mereka terhadap perubahan perilaku dan mendorong mereka untuk mengambil kebiasaan sehat.
Program Pengurangan Stres: Program ini menawarkan metode relaksasi seperti yoga atau meditasi sebagai alternatif untuk mengurangi stres tanpa harus merokok
Kesimpulan
Seperti yang dibuktikan pada wawancara ini, disonansi kognitif biasanya memaksa subyek untuk terus mengekalkan kebiasaan buruk walaupun mereka sedar kesannya. Perokok, sebagai contoh, mengalami ketidakselesaan kerana mereka tahu cara buruk mereka merokok percuma, dan oleh itu mereka bertindak meninggikan kebiasaan itu dengan penjelasan diri dan penolakan. Untuk mengatasi situasi ini, psikologi inovatif dalam format kempen pendidikan, intervensi digital, dan teknik motivasi wajib digunakan.
Daftar Pustaka
Anwar, Y., Nababan, D., & Tarigan, F. L. (2021). Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja di Desa Tawar Sedenge Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(2), 1565. Universitas Ubudiyah Indonesia.
Fadholi, G. F. P., Ernungtyas, N. F., Irwansyah, & Hasna, S. (2020). Disonansi kognitif perokok aktif di Indonesia. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi), 11(1), 1-14. Universitas Negeri Padang.
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/12/20/feffe5519c812d560bb131ca/profil-statistik-kesehatan-2023.html
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQzNSMy/persentase-penduduk-berumur-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-tembakau-selama-sebulan-terakhir-menurut-provinsi.html
0 komentar:
Posting Komentar