19.5.25

ESSAY 1 - MERINGKAS JURNAL ENTREPRENEURSHIP

Nama                           : Laora Arthamevia Viranezy

NIM                            : 22310410148

Mata Kuliah                : Psikologi Inovasi

Tugas Ke                     : 1

Nama Tugas                : Esai 1 – Meringkas Jurnal Enterpreneurship

Dosen Pengampu        : Dr., Dra. Arundati Shinta, M.A.

Mei 2025

 

 

Membangun Tradisi Entrepreneurship dalam Masyarakat Indonesia

(Helisia Margahana, Eko Triyanto) 

 


Entrepreneurship telah menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi seperti meningkatnya pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja. Menurut David McClelland, sebuah negara perlu memiliki setidaknya 2% wirausahawan dari total penduduknya agar dapat menjadi negara makmur. Meski angka entrepreneurship di Indonesia telah melebihi ambang batas internasional, masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk membangun tradisi entrepreneurship secara sistematis dan berkelanjutan.

Jurnal ini menekankan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam membentuk tradisi kewirausahaan, yaitu keluarga, pendidikan, dan peran pemerintah. Lingkungan keluarga merupakan pondasi awal pembentukan karakter wirausaha. Sikap orang tua yang mendukung dan memberi contoh langsung dalam berwirausaha dapat menumbuhkan minat dan motivasi anak untuk mengikuti jejak tersebut. Pendidikan juga berperan vital dalam membentuk mindset entrepreneur. Kurikulum yang berbasis kewirausahaan akan melatih peserta didik untuk berpikir kreatif, inovatif, dan berani mengambil risiko. Pendidikan kewirausahaan bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga siswa dan mahasiswa memiliki pengalaman membangun usaha sejak dini. Pendidikan ini juga terbukti meningkatkan kepercayaan diri, daya juang, dan motivasi berprestasi. Pilar ketiga adalah dukungan dari pemerintah. Pemerintah dapat memperkuat budaya entrepreneurship melalui kebijakan yang mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, pelatihan keterampilan, serta kemudahan akses terhadap permodalan. Berbagai program seperti pelatihan, seminar, hingga hibah usaha turut memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia.

Entrepreneur bukan sekadar pencipta lapangan kerja, melainkan motor penggerak pembangunan ekonomi. Jiwa kewirausahaan yang kuat akan melahirkan individu-individu yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing dalam era global. Tradisi entrepreneurship yang ditanamkan sejak dini melalui keluarga, pendidikan, dan kebijakan pemerintah dapat menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, serta bangsa yang lebih tahan terhadap krisis. Dengan membangun tradisi entrepreneurship yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia berpeluang besar menjadi bangsa yang mandiri, sejahtera, dan kompetitif di kancah dunia

0 komentar:

Posting Komentar