Nama : Al rizqy alfiananda
Nim : 23310410040
Uas Psikologi Lingkungan
Analisis perilaku Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terhadap sampah menggunakan skema persepsi dari Paul A. Bell dan kawan-kawan:
Faktor-Faktor Persepsi
1.Stimulus (Sampah): Kondisi persampahan di Yogyakarta yang tidak memuaskan.
2.Penerimaan (Reception): Menteri LH menerima informasi tentang kondisi persampahan di Yogyakarta.
3.Pengolahan (Processing): Menteri LH memproses informasi tersebut dan menilai bahwa pemda DIY tidak bekerja optimal.
4.Interpretasi (Interpretation): Menteri LH menafsirkan bahwa pemda DIY gagal mengelola sampah dengan baik.
5.Respon (Response): Menteri LH melakukan sidak dan mengekspresikan kemarahan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
1. Faktor Internal:
- Latar belakang dan pengalaman Menteri LH dalam pengelolaan lingkungan.
- Tujuan dan target Menteri LH dalam mengurangi sampah.
1. Faktor Eksternal:
- Kondisi persampahan di Yogyakarta.
- Kebijakan dan peraturan tentang pengelolaan sampah.
- Reaksi masyarakat dan media.
1. Faktor Psikologis:
- Emosi (kemarahan) Menteri LH.
- Motivasi Menteri LH untuk memperbaiki pengelolaan sampah.
Kontradiksi antara Peraturan dan Perilaku
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq tidak menyinggung perlunya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, padahal UU RI No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 12 Ayat 1 menyatakan bahwa setiap orang wajib mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang berwawasan lingkungan. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara peraturan dan perilaku.
Permasalahan yang terjadi adalah:
Kontradiksi Peraturan dan Perilaku
1.Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq tidak menekankan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
2.UU RI No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 12 Ayat 1 menyatakan bahwa setiap orang wajib mengelola sampah rumah tangga dengan cara berwawasan lingkungan.
Kegagalan Pengelolaan Sampah
1. Pemda DIY tidak bekerja optimal dalam mengelola sampah.
2. Masyarakat tidak bertanggung jawab terhadap sampahnya.
Komunikasi dan Kerjasama
1. Menteri LH dan pemda DIY memiliki perbedaan pendapat tentang pengelolaan sampah.
2. Kurangnya komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Perilaku Masyarakat
1. Masyarakat tidak memisahkan sampah organik dan anorganik.
2. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik.
Saran
1. Menteri LH harus mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi persepsi dan perilaku.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik.
3. Mengembangkan kebijakan dan program yang mendukung perubahan perilaku masyarakat.
4. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara pemda, masyarakat, dan stakeholder lainnya.
Sumber:
1. Patimah et al. (2024)
2. Sarwono (1995)
3. Paul A. Bell dan kawan-kawan
4. UU RI No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.

0 komentar:
Posting Komentar