Jawaban
UAS Psikologi Lingkungan
Mata
Kuliah
Psikologi
Lingkungan
Dosen Pengampu
Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Persepsi
Pentingnya Mengelola Sampah
Oleh
Adytya
Septriyanto Nugroho
23310410044 / SP
Masalah sampah saat ini memang tidak
ada habisnya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penumpukan sampah sendiri merupakan
hasil dari banyaknya sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga menyebabkan
sampah-sampah tersebut menjadi menumpuk sangat banyak sampai menyebabkan pencemaran
lingkungan. Berbagai upaya mungkin sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk
menanggulangi banyaknya sampah yang menumpuk disekitar mereka tetapi ada
sebagian juga masyarakat yang masih enggan melakukan pengelolaan sampah
disekitar mereka dengan baik karena tingkat kepedulian orang-orang yang
berbeda-beda terhadap masalah sampah.
Hal seperti ini tentu menyebabkan berbagai jenis masalah pencemaran sampah semakin merajalela. Khusunya untuk jenis sampah anorganik, jenis sampah ini adalah sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai, contohnya sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun supaya terurai dengan baik. Permasalahan pencemaran sampah anorganik bisa menjadi sangat buruk karena jika jenis sampah ini dibiarkan tanpa dikelola dengan baik akan menjadi sebuah bencana besar bagi kondisi lingkungan tersebut. sebuah upaya kesadaran masing-masing orang sangat dibutuhkan supaya masalah pencemaran sampah dan penumpukan sampah ini bisa teratasi dengan baik.
Sampah berserakan di kawasan Malioboro selama libur Lebaran 2023 (zukhronnee muhammad)
Di kota Yogyakarta sendiri
misalnya, pencemaran sampah masih belum bisa teratasi dengan baik karena
kurangnya kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. Hal ini cenderung disebabkan
karena kota Yogyakarta yang sering menjadi destinasi wisata oleh warga kota
lain bahkan turis. Walaupun sudah banyak larangan membuang sampah sembarangan
dan juga penempatan tong-tong sampah di pinggir jalan Kota Yogyakarta, hal tersebut
nyatanya masih kurang memadai dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap
sampah. Hal ini bisa dibuktikan dengan masih ditemukanya sampah di pinggir
jalan, misalnya kertas tisu bekas, bungkus permen, bahkan sampai kardus bekas
makanan yang tercecer di pinggir jalan
Sebagai upaya dalam mengatasi pencemaran
dan penumpukan sampah, kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya wajib
mulai belajar dari hal kecil untuk mengelola sampah dengan baik , misalnya
dengan membuang sampah ditempatnya, mengadakan berbagai kegiatan untuk meminimalkan
penumpukan sampah ( plogging, gotong royong membersihkan sampah seminggu sekali,
menjadi nasabah bank sampah supaya sampah kita bisa didaur ulang dan bermanfaat
). Semua upaya itu tidaklah berarti jika persepsi kita sendiri terhadap sampah
masih sebatas angan-angan saja. Jika kita ingin mempunyai lingkungan bebas sampah,
upaya kecil kita saat ini dalam menangani sampah sangatlah berati untuk masa
depan bebas sampah dan terbebas dari pencemaran lingkungan


0 komentar:
Posting Komentar