28.12.24

Esai Prestasi (Sania)

 Esai Prestasi

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA


Nursania Dukomalamo (23310410096)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Tarian Yospan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Papua, Indonesia. Tarian ini tidak hanya dikenal karena gerakan-gerakannya yang enerjik dan dinamis, tetapi juga karena nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tarian Yospan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan mempromosikan identitas budaya masyarakat Papua, serta menjadi simbol kebanggaan bagi suku-suku di wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, tarian Yospan telah mengalami perkembangan yang signifikan dan meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam essay ini, akan dibahas tentang prestasi yang diraih oleh tarian Papua Yospan, dampaknya terhadap budaya lokal, dan peranannya dalam memperkenalkan kebudayaan Papua ke dunia luar.

Kata “Yospan” sendiri merupakan singkatan dari “Yosim Pancar” yang memiliki arti “pancar cahaya”. Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari pria dan wanita yang mengenakan pakaian adat Papua. Dalam tarian ini, penari saling berinteraksi dengan gerakan yang dinamis dan kompak, menunjukkan keharmonisan antara manusia dengan alam serta sesama.

Rabu, 29 September 2024. Saya bersama teman teman anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Papua (IKMAPA) menampilkan kesenian tari dari daerah asal kami daerah Papua (tari yospan) pada Dieas Natalis HMTM UP 45 (Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin) Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 26 oktober kami dari IKMAPA menampilkan tarian yospan di acara wisuda mahasiswa universitas proklamasi 45 Yogyakarta.

Tarian ini juga menjadi cara bagi mahasiswa Papua untuk mengenalkan diri mereka kepada masyarakat luas, terutama di luar Papua. Dengan mengenalkan tarian Yospan, mereka tidak hanya menunjukkan kekayaan seni dan budaya Papua, tetapi juga berusaha menghilangkan stereotip negatif yang seringkali melekat pada masyarakat Papua terutama dikalangan mahasiswa, saya sebagai anak muda yang lahir dan besar di tanah Papua walaupun bukan asli dari sana, sangat bangga dapat melestarikan budaya saya dan bangga dapat mengenalkan kepada orang orang banyak yang mungkin pada era sekarang gen z banyak yang kurang tertarik sama hal hal yang berbau tradisional namun bagi saya hal itu masih sangat menarik perhatian dan membuat jatuh cinta berkali kali.

(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)





0 komentar:

Posting Komentar