PSIKOLOGI
LINGKUNGAN
ESAI-7
MENJADI NASABAH BANK SAMPAH DHUAWAR SEJAHTERA KROCO
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati
Shinta, MA.
Istianah
23310410085
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNVERSITAS
PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
Masalah sampah merupakan tantangan besar yang dihadapi hampir setiap
daerah di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, volume sampah
yang dihasilkan juga semakin besar, sehingga pengelolaannya menjadi semakin
kompleks. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan,
mengganggu kesehatan masyarakat, dan bahkan menyebabkan bencana, seperti banjir
akibat saluran air yang tersumbat.
Di tengah permasalahan ini, muncul inovasi yang membantu mengatasi
masalah sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, yaitu bank
sampah. Bank sampah adalah sebuah konsep pengelolaan sampah berbasis komunitas
yang memungkinkan masyarakat untuk menukar sampah yang dapat didaur ulang
dengan insentif berupa uang atau barang. Konsep ini tidak hanya membantu
mengurangi jumlah sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mendaur ulang.
Dengan hadirnya bank sampah, Indonesia memiliki peluang besar untuk
mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan sekaligus menciptakan
peluang ekonomi yang bermanfaat bagi banyak pihak.
Bank
Sampah Dhuawar Sejahtera di Pedukuhan Kroco Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih
Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta ini secara resmi dijadikan
Bank Sampah induk di Kabupaten Kulon Progo, Bank Sampah Dhuawar berdiri pada
tanggal 20 Agustus 2016, kedatangan saya ke Bank sampah ini disambut secara
baik oleh ibu febriyanti selaku Direktur Bnak Sampah Dhuawar, dalam kesempatan
ini selain untuk mendaftarkan diri saya sebagai nasabah bank sampah dhuawar ibu
febriyanti juga berkenan mengantarkan saya untuk melihat sarana dan prasaran
yang ada, penisian buku-buku administrasi juga penjelasan menganai penerimaan
sampah dari nasabah dari proses pemilahan, penimbangan, pencatatan, produksi
sampai pemasaran. Seperti yang ibu febriyanti katakana tujuan utama
didirikannya bank sampah ini adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah
dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan
lingkungan yang sehat,rapi ,dan bersih, Bank Sampah Dhuawar buka pada hari
Senin-Sabtu pukul 08.00-16.00 dan pada hari Minggu pukul 08.00-14.00. Hasil
dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan
kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola
menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan
yang disetor oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku
tabungan seperti menabung di bank. Sampah yang disetorkan adalah sampah-sampah
yang sudah dipilah seperti botol/gelas air mineral, kardus,dus snack, buku
tulis, koran,segala jenis logam, botol kaca bekas, minyak jelantah, minyak
jelantah ini biasanya dibuat kerajinan berupa sabun cuci tangan, sedangkan
untuk sampah organik seperti daun kering maupun basah digunakan untuk membuat
kompos dengan alat komposter, untuk sisa atau rompesan sayur dibuat pupuk cair.
Saya sebagai nasabah baru di bank sampah dhuawar sejahtera ini saya menyetorkan
:
1.
Botol
bekas minuman plastik seberat 1,14kg = Rp, 3.078
2.
Botol
kaca bekas seberat 1,7 kg = Rp, 340
3.
Botol
sirup kaca bekas 1 biji = Rp,100
4.
Minyak
jelanta seberat 5,5 kg = Rp, 27.500
Total keseluruhan dari setoran pertama saya sebagai nasabah baru bank sampah
dhuawar sejahtera adalah Rp, 31.018 dan dibagi hasil sebesar 10% dan saldo
akhir saya sebagai nasabah baru bank sampah dhuawar sejahtera adalah Rp,
27.916, jadi Tahukah kamu bahwa sampah di rumah kita bisa punya nilai ekonomi?
Daripada menumpuk dan mencemari lingkungan, sampah seperti botol plastik,
kertas, dan logam bisa disetorkan ke bank sampah. Yuk, kita bersama-sama
menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat seperti lingkungan
lebih bersih , mendapat uang tambahan , dan juga bisa belajar mengolah sampah.
0 komentar:
Posting Komentar