PSIKOLOGI
LINGKUNGAN
ESAI-6
BELAJAR PENGOLAHAN SAMPAH DI TPST RANDU ALAS
Dosen Pengampu:Dr., Dra. Arundati
Shinta, MA.
Istianah
23310410085
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNVERSITAS
PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
TPST Randu Alas berlokasi di dusun
Candikarang , Sardonoharjo , Ngaglik , Sleman Yogyakarta. TPST Randu Alas ini
sudah berdiri sejak 2015, awal mula berdirinya tpst randu alas ini karena rasa
prihatin atau kepedulian yang tinggi terhadap sampah seperti halnya isu-isu
sampah yang ada di Yogyakarta. Sebelum tpst randu alas ini berdiri dulunya
adalah tempat pembuangan sampah liar oleh masyarakat sekitar , namun dengan
adanya kesadaran dari beberapa orang akan peduli kepada lingkungan sehingga
mengupayakan berdirinya tpst randu alas ini dimana beliau ini yang menjadi pengurus tpst randu alas
sekarang yakni pak mujono selaku wakil ketua di tpst randu alas ini. Pada sabtu
19 oktober 2024 saya bersama dua teman saya datang mengunjungi tpst randu alas,
kami datang secara mandiri tanpa di dampingi dosen karena kunjungan bersama
dosen sudah dilaksanakan pada Sabtu , 12 oktober 2024, namun kami disambut
dengan baik oleh pak mujono kami dipersilahkan untuk duduk bersama berdiskusi
dan sharing tentang isu-isu sampah di Yogyakarta ini. Disini pak mujono mulai
menceritakan awal mula berdirinya tpst randu alas, tujuan dari berdirinya tpst
randu alas , serta memberi edukasi kepada kami agar kami bisa sadar dan juga
peduli akan lingkungan sekitar dan juga bagaimana kami bisa memanfaatkan sampah
yang sedang menjadi topik hangat di Yogyakarta untuk saat ini , kami berdiskusi
selama kurang lebih 1 jam. Tpst randu alas ini merupakan tempat pengolahan
sampah yang berfokus pada 3R (reduce,reuse,recycle) mengurangi , menggunakan
kembali , dan mendaur ulang, yakni dimana dapat mengurangi kuantitas sampah dam
memperbaiki karakteristik sampah sehingga dapat dipilah dan menjadi sampah yang
bernilai ekonomi. Setelah 1 jam kami berdiskusi dengan pak mujono beliau
mengajak kami untuk melihat langsung kegiatan pemilahan sampah yang ada di tpst
ini. Tpst randu alas ini dapat menampung 250Kg lebih, dalam 6 padukuhan yang
berada di daerah sekitar tpst tersebut dimana adapun sampah hasil produksi
rumah tangga, rumah tangga usaha , dan ruang usaha. Adapun kendala dalam
pemilahan sampah di tpst ini sedikit lebih lama karena pemilahan masih
dilakukan secara manual belum adan bantuan mesin cacah yang dapat lebih
memudahkan juga mempersingkat waktu pemilahan sampah organik dan anorganik ujar
pak mujono. Disamping itu permasalahan yang seing ditemukan yakni mendapati
sampah jenis tertentu misalkan seperti diapers, pembalut dan sejenisnya yang
terkadang masih ada kotorannya lebih tepatnya tidak di cuci terlebih dahulu.
Sudah seringkali diberikan sosialisasi untuk masyarakat setempat yang menjadi
langganan di tpst ini untuk memilah sampah-sampah yang di produksi agar lebih memudahkan petugas juga
mempersingkt waktu petugas yang harus memilah sebegitu banyaknya sampah agar
tidak over, namun hanya bisa dihitung dengan jari masyarakat yang mau melakukan
pemilahan sampah mandiri ini ujar pak mujono, dimana hal ini menjadi bukti
nyata bahwa minimnya kesadaran masyarakat kita akan peduli terhadap lingkungan
dan juga isu-isu sampah. Di tpst ini ada tempat pembakaran sampah yang dimana
cerobong pembakarn sampah ini sudah sesuai SOP dan juga mendapatkan izin dari
dinas terkait dimana cerobong pembakaran sampah ini menjulang lebih tinggi dari
rumah -rumah warga sekitar untuk menimalisir polusi dari pembakaran sampah yang
ada , adapun sampah yang dibakar yakni sampah yang tidak lagi bisa di daur
ulang seprti diapers, pembalut dan sejenisnya. Selain itu adapun sampah-sampah
organik yang bisa dimanfaatkan menjadi kompos. Kompos disini melalui proses
fermentasi sekitar 40 hari hingga dapat menjadi pupuk alami yang dapat
diaplikasikan pada tanaman dan bermanfaat bagi pertanian. Selain itu tpst randu
alas juga mebuat budidaya maggot yakni larva lalat, yang umumny berasal dari
lalat rumah atau lalat daging. Maggot berperan penting dalam dalam ekosistem
sebagai agen pengurai alami, selain perannya yang penting secara ekologis
maggot juga mempunyai manfaat lain dalam bisang medis yakni pengobatan luka
pada yang sulit sembuh misalnya luka pada diabetes ataupun luka kronis lainnya.
Selain fungsi-fungsi maggot yang sudah disebutkan maggot juga bisa menjadi
sumber penghasilan tambahan. Tpst randu alas tidak hanya membantu mengurangi
sampah tapi adalah bukti nyata dimana sampah nisa menjadi produk yang bernilai, dan juga
mengajarkan kita pentingmya akan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian
lingkungan sekitar.
0 komentar:
Posting Komentar