25.12.24

ESAI-6 BELAJAR PENGOLAHAN SAMPAH DI TPST RANDU ALAS ( ISTIANAH )

 

PSIKOLOGI LINGKUNGAN

ESAI-6 BELAJAR PENGOLAHAN SAMPAH DI TPST RANDU ALAS

Dosen Pengampu:Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.


 


 

                                                        

 

 

 

 


Istianah

23310410085

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

                  

TPST Randu Alas berlokasi di dusun Candikarang , Sardonoharjo , Ngaglik , Sleman Yogyakarta. TPST Randu Alas ini sudah berdiri sejak 2015, awal mula berdirinya tpst randu alas ini karena rasa prihatin atau kepedulian yang tinggi terhadap sampah seperti halnya isu-isu sampah yang ada di Yogyakarta. Sebelum tpst randu alas ini berdiri dulunya adalah tempat pembuangan sampah liar oleh masyarakat sekitar , namun dengan adanya kesadaran dari beberapa orang akan peduli kepada lingkungan sehingga mengupayakan berdirinya tpst randu alas ini dimana beliau  ini yang menjadi pengurus tpst randu alas sekarang yakni pak mujono selaku wakil ketua di tpst randu alas ini. Pada sabtu 19 oktober 2024 saya bersama dua teman saya datang mengunjungi tpst randu alas, kami datang secara mandiri tanpa di dampingi dosen karena kunjungan bersama dosen sudah dilaksanakan pada Sabtu , 12 oktober 2024, namun kami disambut dengan baik oleh pak mujono kami dipersilahkan untuk duduk bersama berdiskusi dan sharing tentang isu-isu sampah di Yogyakarta ini. Disini pak mujono mulai menceritakan awal mula berdirinya tpst randu alas, tujuan dari berdirinya tpst randu alas , serta memberi edukasi kepada kami agar kami bisa sadar dan juga peduli akan lingkungan sekitar dan juga bagaimana kami bisa memanfaatkan sampah yang sedang menjadi topik hangat di Yogyakarta untuk saat ini , kami berdiskusi selama kurang lebih 1 jam. Tpst randu alas ini merupakan tempat pengolahan sampah yang berfokus pada 3R (reduce,reuse,recycle) mengurangi , menggunakan kembali , dan mendaur ulang, yakni dimana dapat mengurangi kuantitas sampah dam memperbaiki karakteristik sampah sehingga dapat dipilah dan menjadi sampah yang bernilai ekonomi. Setelah 1 jam kami berdiskusi dengan pak mujono beliau mengajak kami untuk melihat langsung kegiatan pemilahan sampah yang ada di tpst ini. Tpst randu alas ini dapat menampung 250Kg lebih, dalam 6 padukuhan yang berada di daerah sekitar tpst tersebut dimana adapun sampah hasil produksi rumah tangga, rumah tangga usaha , dan ruang usaha. Adapun kendala dalam pemilahan sampah di tpst ini sedikit lebih lama karena pemilahan masih dilakukan secara manual belum adan bantuan mesin cacah yang dapat lebih memudahkan juga mempersingkat waktu pemilahan sampah organik dan anorganik ujar pak mujono. Disamping itu permasalahan yang seing ditemukan yakni mendapati sampah jenis tertentu misalkan seperti diapers, pembalut dan sejenisnya yang terkadang masih ada kotorannya lebih tepatnya tidak di cuci terlebih dahulu. Sudah seringkali diberikan sosialisasi untuk masyarakat setempat yang menjadi langganan di tpst ini untuk memilah sampah-sampah yang di produksi  agar lebih memudahkan petugas juga mempersingkt waktu petugas yang harus memilah sebegitu banyaknya sampah agar tidak over, namun hanya bisa dihitung dengan jari masyarakat yang mau melakukan pemilahan sampah mandiri ini ujar pak mujono, dimana hal ini menjadi bukti nyata bahwa minimnya kesadaran masyarakat kita akan peduli terhadap lingkungan dan juga isu-isu sampah. Di tpst ini ada tempat pembakaran sampah yang dimana cerobong pembakarn sampah ini sudah sesuai SOP dan juga mendapatkan izin dari dinas terkait dimana cerobong pembakaran sampah ini menjulang lebih tinggi dari rumah -rumah warga sekitar untuk menimalisir polusi dari pembakaran sampah yang ada , adapun sampah yang dibakar yakni sampah yang tidak lagi bisa di daur ulang seprti diapers, pembalut dan sejenisnya. Selain itu adapun sampah-sampah organik yang bisa dimanfaatkan menjadi kompos. Kompos disini melalui proses fermentasi sekitar 40 hari hingga dapat menjadi pupuk alami yang dapat diaplikasikan pada tanaman dan bermanfaat bagi pertanian. Selain itu tpst randu alas juga mebuat budidaya maggot yakni larva lalat, yang umumny berasal dari lalat rumah atau lalat daging. Maggot berperan penting dalam dalam ekosistem sebagai agen pengurai alami, selain perannya yang penting secara ekologis maggot juga mempunyai manfaat lain dalam bisang medis yakni pengobatan luka pada yang sulit sembuh misalnya luka pada diabetes ataupun luka kronis lainnya. Selain fungsi-fungsi maggot yang sudah disebutkan maggot juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Tpst randu alas tidak hanya membantu mengurangi sampah tapi adalah bukti nyata dimana sampah  nisa menjadi produk yang bernilai, dan juga mengajarkan kita pentingmya akan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

 









0 komentar:

Posting Komentar