Tugas Psikologi Lingkungan
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi
45
Ade Satria Kurniawan 23310410065
Dosen Pengampu Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA
Definisi Bank Sampah menurut Yayasan Unilever Indonesia, 2013, adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering seara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012, bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi.
Bank sampah adalah salah satu
strategi penerapan 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah pada
sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah
salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Dengan
menukarkan sampah dengan uang atau barang berharga yang dapat ditabung,
masyarakat akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sehingga mereka mau
memilah sampah (Dirjen Cipta Karya, 2011).
Setiap penyetor akan mendapatkan buku
tabungan atau catatan transaksi yang mencatat jumlah sampah yang disetorkan dan
nilainya. Nilai dari sampah yang disetorkan bisa dikonversi menjadi uang tunai,
barang kebutuhan sehari-hari, atau bahkan digunakan untuk membayar tagihan
tertentu, tergantung pada kebijakan bank sampah setempat.
Tujuan utama dari bank sampah adalah
untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),
meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat, serta memberikan
manfaat ekonomi bagi para pesertanya. Selain itu, bank sampah juga berperan
dalam mendukung program daur ulang dan pengelolaan sampah yang lebih
berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini saya mencoba
mendaftar menjadi nasabah bank sampah di salah satu kelurahan yang ada di
kabupaten Sleman. Namanya adalah bank sampah Go Green. Pendiri Bank Sampah
Go-Green adalah ibu Supriyani Wulandari, bank sampah ini beliau inisiasi
bersama keluarga atas keprihatinan beliau dengan kondisi sampah di sekitarnya.
Saat ini selain di jual kembali, sampah sampah yang di hasilkan bisa di olah
menjadi BBM.
Kegiatan utama bank sampah ini adalah
1. Pengumpulan
dan Pemilahan Sampah
Warga dapat menyetorkan
sampah yang sudah dipilah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, logam,
dan lainnya.
2. Edukasi
Lingkungan
Mengadakan program
edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang.
3. Daur
Ulang dan Pengolahan
Beberapa bank sampah juga
terlibat dalam proses daur ulang atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk
mendaur ulang sampah yang terkumpul.
Berikut sampah yang bisa saya tabung di bank sampah ini, mulai dari kardus, botol kaca, botol plastik, dll.
1. Kardus 16,8 kg x 800 = 13.440
2. Kerasan 8,6 x 200 = 1.720
3. Alumunium 0,5 x 8000 = 4.000
4. HVS 9 x 900 = 8.100
5. Duplek 0,4 x 250 = 100
6. Botol beling besar 8,9 x 200 = 1.780
7. Pet kotor 0,5 x 950 = 475
Demikian hasil dari bank sampah yang saya lakukan. Semoga tetep istikomah untuk berperilaku pro lingkungan dan memanfaatkan barang bekas menjadi bermanfaat. Sampai jumpa di next essay




.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar