29.11.24

Essay 7 Menjadi Nasabah Bank Sampah

 Tugas Psikologi Lingkungan

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Essay 7 Menjadi Nasabah Bank Sampah

 


Ade Satria Kurniawan 23310410065

                Dosen Pengampu Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA 

Definisi Bank Sampah menurut Yayasan Unilever Indonesia, 2013, adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering seara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 13 Tahun 2012, bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi.  


Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Dengan menukarkan sampah dengan uang atau barang berharga yang dapat ditabung, masyarakat akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sehingga mereka mau memilah sampah (Dirjen Cipta Karya, 2011).


Setiap penyetor akan mendapatkan buku tabungan atau catatan transaksi yang mencatat jumlah sampah yang disetorkan dan nilainya. Nilai dari sampah yang disetorkan bisa dikonversi menjadi uang tunai, barang kebutuhan sehari-hari, atau bahkan digunakan untuk membayar tagihan tertentu, tergantung pada kebijakan bank sampah setempat.


Tujuan utama dari bank sampah adalah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi para pesertanya. Selain itu, bank sampah juga berperan dalam mendukung program daur ulang dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.



Dalam kesempatan ini saya mencoba mendaftar menjadi nasabah bank sampah di salah satu kelurahan yang ada di kabupaten Sleman. Namanya adalah bank sampah Go Green. Pendiri Bank Sampah Go-Green adalah ibu Supriyani Wulandari, bank sampah ini beliau inisiasi bersama keluarga atas keprihatinan beliau dengan kondisi sampah di sekitarnya. Saat ini selain di jual kembali, sampah sampah yang di hasilkan bisa di olah menjadi BBM.

Kegiatan utama bank sampah ini adalah

1.     Pengumpulan dan Pemilahan Sampah

Warga dapat menyetorkan sampah yang sudah dipilah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, logam, dan lainnya.

2.     Edukasi Lingkungan

Mengadakan program edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang.

3.     Daur Ulang dan Pengolahan

Beberapa bank sampah juga terlibat dalam proses daur ulang atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mendaur ulang sampah yang terkumpul.


Berikut sampah yang bisa saya tabung di bank sampah ini, mulai dari kardus, botol kaca, botol plastik, dll. 




1. Kardus 16,8 kg x 800 = 13.440

2. Kerasan 8,6 x 200 = 1.720

3. Alumunium 0,5 x 8000 = 4.000

4. HVS 9 x 900 = 8.100

5. Duplek 0,4 x 250 = 100

6. Botol beling besar 8,9 x 200 = 1.780

7. Pet kotor 0,5 x 950 = 475 


Demikian hasil dari bank sampah yang saya lakukan. Semoga tetep istikomah untuk berperilaku pro lingkungan dan memanfaatkan barang bekas menjadi bermanfaat. Sampai jumpa di next essay 


 





0 komentar:

Posting Komentar