Jawaban Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Naufal Afif Rivaldi (23310410028)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Keadaan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini masih sangat memprihatinkan. Banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan kesejahteraan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Minimnya lapangan pekerjaan, pembangunan yang tidak merata, dan kepadatan penduduk di masing-masing daerah menjadi salah satu contoh penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia yang masih belum bisa mengembangkan potensinya terhadap sumber daya alam yang ada, sehingga menyebabkan sumber daya alam Indonesia belum dapat dikelola sendiri. Hal tersebut mengakibatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah.
Sementara itu, seiring peningkatan populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi saat ini mengakibatkan pengelolaan sampah sebagian besar daerah masih menimbulkan permasalahan yang sulit dikendalikan. Timbunan sampah yang tidak terkendali terjadi sebagai konsekuensi logis dari aktivitas manusia dan industrialisasi yang kemudian berdampak pada permasalahan lingkungan. Pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh dinas terkait hanya berfokus pada pengumpulan dan pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa melalui pengolahan tertentu. Melihat permasalahan tersebut seharusnya sampah dapat dioptimalkan lebih lanjut pengelolaan dan pemanfaatannya agar lebih memiliki nilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Cakupan penanganan sampah oleh pemerintah dirasakan sangat rendah. Sampah yang berhasil dikumpulkan oleh petugas kebersihan di Indonesia hanya sekitar 16,7 juta ton per tahun. Di sisi lain, sampah yang tidak terkumpul oleh petugas dinas terkait terhitung sekitar 116 juta ton pertahun, perbedaannya sangat signifikan. Sebagian besar sampah rumah tangga di Indonesia kurang begitu dimanfaatkan dan cenderung diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Faktanya, hanya sebagian kecil dari sampah rumah tangga yang dikonversi menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih, sebagai contoh hanya 7,15 % dari sampah yang terkumpul dikonversi menjadi pupuk. Implikasinya, kebanyakan sampah dikirim ke TPA (Kementrian Lingkungan Hidup, 2008).
Pengelolaan sampah merupakan salah satu isu terpenting di dunia saat ini. Pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi yang pesat telah mempercepat produksi sampah. Pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah sangat penting untuk memastikan masa depan yang sehat dan berkelanjutan bagi semua makhluk hidup. Pentingnya pengelolaan sampah dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama, pengelolaan sampah membantu melestarikan sumber daya alam. Praktik pengelolaan sampah yang tepat dapat membantu melestarikan sumber daya berharga seperti air, mineral, dan energi dengan mengurangi kebutuhan untuk mengekstraksi material baru. Mendaur ulang dan menggunakan kembali sampah membantu melestarikan sumber daya alam, dan juga berkontribusi untuk mengurangi jejak karbon. Kedua, pengelolaan sampah membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pembuangan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran tanah, udara, dan air yang dapat membahayakan manusia dan hewan. Sistem pembuangan sampah terbuka yang banyak digunakan dapat menyebabkan penyebaran penyakit, karena sampah menarik hama yang membawa penyakit. Praktik pengelolaan sampah yang tepat seperti pemilahan sampah, daur ulang, dan pembuangan terkendali dapat membantu mencegah pencemaran dan menjaga lingkungan. Ketiga, pengelolaan sampah juga dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Praktik pengelolaan sampah yang tepat dapat menciptakan peluang kerja dan pendapatan melalui program daur ulang dan konversi sampah menjadi energi. Daur ulang dan penggunaan kembali produk sampah dapat menciptakan lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi. Terakhir, pengelolaan sampah membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Penguraian sampah di tempat pembuangan akhir dan tempat pembuangan terbuka melepaskan gas rumah kaca seperti metana, yang 25 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. Pengelolaan sampah melalui pembuangan terkendali, daur ulang, dan program konversi sampah menjadi energi dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kesimpulannya, pengelolaan sampah yang tepat sangat penting untuk pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi ekonomi, kesehatan masyarakat, dan pelestarian sumber daya alam. Kita perlu mengadopsi pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan terhadap pengelolaan sampah demi kesejahteraan planet kita dan penghuninya. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menerapkan dan mempromosikan praktik pengelolaan sampah yang efektif.
DAFTAR PUSTAKA:
Abidin ZA dan Saebani AB. 2013. Pengantar Sistem Sosial Budaya di Indonesia. Bandung : CV Pustaka Setia.
Sabartiyah. 2008. Pelestarian Lingkungan Hidup. Jakarta : CV. Pamularsih.
Suhartini. 2009. Kajian Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan
Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Yogyakarta : Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta
Sumaatmadja, H. Nursid. 2000. Manusia dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung : CV Alfabet.
Tambunan, Tulus. 2003. Perekonomnian Indonesia. Jakarta : Ghalia Indonesia

0 komentar:
Posting Komentar