MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH TPST RANDU ALAS
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Muh Anas Rusdianto
(23310410036)
Kisah
Inspiratif TPS Randu Alas: Dedikasi, Inovasi, dan inovasi Berdampak dalam Pengelolaan
Sampah
Cerita ini berawal dari keprihatinan Pak
Joko, seorang warga Candi karang,
Sleman, terhadap masalah penyebaran penyakit
demam berdarah dengue (DBD) yang meresahkan masyarakat di lingkungan pemukiman
padat penduduk sekitarnya. Melihat kondisi ini, Pak Joko terdorong untuk
mengambil inisiatif dan melakukan sesuatu yang dapat memberikan solusi bagi
permasalahan tersebut.
Langkah awalnya adalah mendirikan tempat
pembuangan sampah mandiri di halaman rumahnya sendiri. Pak Joko menyadari bahwa
pengelolaan sampah yang baik merupakan kunci penting untuk memutus rantai
penyebaran penyakit DBD. Dari sini, Pak Joko mulai merintis upaya yang lebih
terorganisir dan sistematis dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.
Berkat kerja keras dan ketekunannya, Pak
Joko berhasil mendapatkan bantuan dana dari dinas terkait untuk membangun TPS
(Tempat Pembuangan Sampah) Randu Alas yang dapat beroperasi dengan kapasitas
yang lebih besar. TPS ini kini dikelola oleh tim yang terdiri dari 8 orang
anggota, mampu melayani wilayah sekitar yang padat penduduk.
Setiap harinya, TPS Randu Alas dapat
menangani hingga 6 mobil pick-up sampah yang masuk dari berbagai area sekitar.
Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah secara terstruktur menjadi tiga
kategori: sampah organik (daun, sayuran), sampah anorganik (botol, plastik),
dan sampah residu (pampers, aluminium foil).
Pengelolaan sampah di TPS Randu Alas
dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis. Langkah pertama adalah
pemilahan sampah menjadi tiga klasifikasi utama, yaitu sampah organik, sampah
anorganik, dan sampah residu.
Sampah organik, seperti dedaunan dan sisa
makanan, dipisahkan dan dikumpulkan dalam satu tempat. Sampah organik ini
kemudian diolah menjadi kompos berkualitas tinggi. Proses pembuatan kompos
dilakukan dengan mencampur bahan-bahan organik tersebut dan menyemprotkannya
dengan cairan khusus. Tim pengelola TPS juga secara rutin mengaduk dan
memeriksa suhu kompos untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Sementara itu, sampah anorganik seperti
botol, kardus, dan plastik dikumpulkan secara terpisah. Sampah anorganik ini
kemudian dijual ke tempat pendauran ulang, sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
Untuk sampah residu, seperti pampers dan
aluminium foil, pihak TPS Randu Alas membakarnya di tempat khusus yang telah
diuji dan dinyatakan aman oleh dinas terkait. Pembakaran sampah residu ini
dilakukan untuk menghindari penumpukan dan memastikan penanganan yang tepat.
Melalui tahapan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah secara komprehensif, TPS Randu Alas dapat mengelola sampah secara efektif. Sampah organik diolah menjadi kompos yang bermanfaat, sampah anorganik didaur ulang, dan sampah residu dimusnahkan dengan cara yang aman.
Pendekatan pengelolaan sampah yang
terstruktur ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga
memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan
kompos dan penjualan sampah daur ulang. Selain itu, langkah-langkah ini turut
berkontribusi dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran
penyakit seperti demam berdarah. Keberhasilan TPS Randu Alas tidak hanya
berdampak pada pengurangan penyebaran
penyakit DBD, tetapi juga membawa manfaat besar bagi lingkungan dan
perekonomian warga sekitar. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk
memupuk tanaman, sementara hasil penjualan sampah anorganik membuka peluang
usaha baru bagi masyarakat.
Kisah Pak Joko dan TPS Randu Alas ini
menjadi inspirasi bagi banyak pihak tentang bagaimana dedikasi, inovasi, dan
kerja keras dapat memberikan dampak transformatif dalam pengelolaan sampah di
lingkungan masyarakat. Upaya ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki
potensi untuk membawa perubahan yang bermanfaat bagi komunitas, baik dari segi
kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian.
Dokumentasi di TPS Randu Alas
.jpeg)

.jpeg)


0 komentar:
Posting Komentar