10.11.24

Essay 6 Belajar Pengelolaan Sampah di TPS Randu Alas

                    MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH TPST RANDU ALAS


Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu  : Dr. Arundati Shinta, M.A

Muh Anas Rusdianto

(23310410036)

Kisah Inspiratif TPS Randu Alas: Dedikasi, Inovasi, dan inovasi Berdampak dalam Pengelolaan Sampah

 

Cerita ini berawal dari keprihatinan Pak Joko, seorang warga Candi karang, Sleman, terhadap masalah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang meresahkan masyarakat di lingkungan pemukiman padat penduduk sekitarnya. Melihat kondisi ini, Pak Joko terdorong untuk mengambil inisiatif dan melakukan sesuatu yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut.

Langkah awalnya adalah mendirikan tempat pembuangan sampah mandiri di halaman rumahnya sendiri. Pak Joko menyadari bahwa pengelolaan sampah yang baik merupakan kunci penting untuk memutus rantai penyebaran penyakit DBD. Dari sini, Pak Joko mulai merintis upaya yang lebih terorganisir dan sistematis dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, Pak Joko berhasil mendapatkan bantuan dana dari dinas terkait untuk membangun TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Randu Alas yang dapat beroperasi dengan kapasitas yang lebih besar. TPS ini kini dikelola oleh tim yang terdiri dari 8 orang anggota, mampu melayani wilayah sekitar yang padat penduduk.

Setiap harinya, TPS Randu Alas dapat menangani hingga 6 mobil pick-up sampah yang masuk dari berbagai area sekitar. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah secara terstruktur menjadi tiga kategori: sampah organik (daun, sayuran), sampah anorganik (botol, plastik), dan sampah residu (pampers, aluminium foil).

Pengelolaan sampah di TPS Randu Alas dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis. Langkah pertama adalah pemilahan sampah menjadi tiga klasifikasi utama, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu.

Sampah organik, seperti dedaunan dan sisa makanan, dipisahkan dan dikumpulkan dalam satu tempat. Sampah organik ini kemudian diolah menjadi kompos berkualitas tinggi. Proses pembuatan kompos dilakukan dengan mencampur bahan-bahan organik tersebut dan menyemprotkannya dengan cairan khusus. Tim pengelola TPS juga secara rutin mengaduk dan memeriksa suhu kompos untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol, kardus, dan plastik dikumpulkan secara terpisah. Sampah anorganik ini kemudian dijual ke tempat pendauran ulang, sehingga dapat dimanfaatkan kembali.

Untuk sampah residu, seperti pampers dan aluminium foil, pihak TPS Randu Alas membakarnya di tempat khusus yang telah diuji dan dinyatakan aman oleh dinas terkait. Pembakaran sampah residu ini dilakukan untuk menghindari penumpukan dan memastikan penanganan yang tepat.

Melalui tahapan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah secara komprehensif, TPS Randu Alas dapat mengelola sampah secara efektif. Sampah organik diolah menjadi kompos yang bermanfaat, sampah anorganik didaur ulang, dan sampah residu dimusnahkan dengan cara yang aman.

Pendekatan pengelolaan sampah yang terstruktur ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan kompos dan penjualan sampah daur ulang. Selain itu, langkah-langkah ini turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit seperti demam berdarah. Keberhasilan TPS Randu Alas tidak hanya berdampak pada pengurangan  penyebaran penyakit DBD, tetapi juga membawa manfaat besar bagi lingkungan dan perekonomian warga sekitar. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman, sementara hasil penjualan sampah anorganik membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kisah Pak Joko dan TPS Randu Alas ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak tentang bagaimana dedikasi, inovasi, dan kerja keras dapat memberikan dampak transformatif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Upaya ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk membawa perubahan yang bermanfaat bagi komunitas, baik dari segi kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian.


Dokumentasi di TPS Randu Alas








0 komentar:

Posting Komentar