16.7.26

Esai 6 - Partisipasi Lomba Psikologi Inovasi - Dr. Arundati Shinta - SPSJ - Juli 2026 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)


"Partisipasi dalam Perlombaan sebagai Upaya Merancang Keberuntungan dengan Mengikuti berbagai Kompetisi perlombaan" 

Itsnaini Latifatur Rohmah

(24310440001)

Fakultas Psikologi Proklamasi 45

Yogyakarta



Mengikuti perlombaan merupakan salah satu cara yang saya lakukan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman. Dalam mata kuliah Psikologi Inovasi dijelaskan bahwa keberuntungan bukan hanya datang karena kebetulan, tetapi dapat dirancang melalui keberanian mencoba, kreativitas, latihan yang konsisten, dan kemauan untuk terus belajar. Oleh karena itu, saya berusaha aktif mengikuti berbagai perlombaan karena setiap pengalaman memberikan kesempatan untuk berkembang, baik ketika berhasil maupun ketika belum memperoleh hasil yang diharapkan.

Perlombaan pertama yang saya ikuti adalah Kejuaraan Taekwondo Sleman Battle Arena yang diselenggarakan pada 24–25 Mei 2025 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada kegiatan tersebut saya dipercaya sebagai manajer tim Black Eagle Taekwondo Academy yang mendampingi 43 atlet kategori pemula dan prestasi. Kejuaraan ini memperebutkan Piala Bupati Sleman dan diikuti sekitar 860 atlet dari lima provinsi di Indonesia. Sebelum pertandingan dimulai, saya bersama para pelatih menyusun jadwal latihan, mengatur administrasi pertandingan, memastikan kesiapan perlengkapan atlet, serta memberikan motivasi agar mereka lebih percaya diri saat bertanding. Persiapan yang dilakukan secara matang membuahkan hasil yang membanggakan karena Black Eagle Taekwondo Academy berhasil meraih Juara Umum 1 kategori pemula.



Perlombaan kedua adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa Kemdiktisaintek). Saya dipercaya menjadi ketua tim dan mewakili Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dengan proposal berjudul Peran Optimisme terhadap Peningkatan Subjective Well-Being dalam Berpikir dan Memaknai Kondisi Kehidupan pada Transpuan ODHIV di Daerah Istimewa Yogyakarta. Proposal dikumpulkan pada 9 April 2026 setelah melalui proses diskusi, pencarian referensi ilmiah, penyusunan instrumen, dan beberapa kali revisi bersama tim. Meskipun proposal kami belum memperoleh pendanaan dari Belmawa, kami berhasil meraih Juara 2 pada kompetisi PKM tingkat universitas dan menerima penghargaan pada 9 Mei 2026 bertepatan dengan acara Wisuda Periode Mei Universitas Proklamasi 45 yang diselenggarakan di Hotel Hyatt Yogyakarta. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kegagalan bukanlah akhir, tetapi menjadi motivasi untuk memperbaiki kualitas karya ilmiah pada kesempatan berikutnya.


Perlombaan ketiga saya kembali dipercaya sebagai manajer tim Black Eagle Taekwondo Academy pada International GloRa Taekwondo Indonesia Championship (GTIC) 2026 yang diselenggarakan pada 19–21 Juni 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kejuaraan ini diikuti lebih dari 3.000 atlet dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Australia, dan Brunei Darussalam. Saya bertanggung jawab mengoordinasikan 55 atlet kategori pemula dan prestasi, mulai dari administrasi, jadwal pertandingan, hingga koordinasi dengan pelatih dan orang tua atlet. Berkat persiapan yang baik dan kerja sama seluruh tim, Black Eagle Taekwondo Academy berhasil memperoleh 13 medali emas, 17 medali perak, dan 23 medali perunggu.

Melalui ketiga perlombaan tersebut saya semakin memahami bahwa konsep Psikologi Inovasi tentang merancang keberuntungan bukan berarti menunggu kesempatan datang, tetapi menciptakannya melalui keberanian mencoba, latihan yang konsisten, kerja sama tim, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar dari setiap pengalaman. Bagi saya, setiap perlombaan memberikan kesempatan untuk berkembang dan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan di masa depan.


Daftar Pustaka

KR Jogja. (2026, 19 April). Sleman Battle Arena Piala Bupati Sleman, Elja Sembada dan Black Eagle juara umum. KRjogja.com

McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: Van Nostrand.

Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind. London: Arrow Books.


Psikologi Inovasi - Esai Prestasi ke-2 - Dr. Arundati Shinta - SPSJ - Juli 2026 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)

 

Berdampak Melalui Langkah-Langkah Kecil: Membangun Ruang Bertumbuh Bersama Masyarakat


Itsnaini Latifatur Rohmah

(24310440001)

Fakultas Psikologi Proklamasi 45

Yogyakarta



Saya percaya bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali mampu memberikan dampak yang nyata bagi banyak orang. Berangkat dari keyakinan tersebut, saya mencoba membangun sebuah komunitas yang menjadi ruang untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama masyarakat. Kegiatan yang kami selenggarakan bersifat sukarela dan tidak berorientasi pada keuntungan. Sebagian besar kegiatan dapat diikuti secara gratis. Peserta cukup membawa konsumsi dari rumah. Namun, apabila kegiatan diadakan di ruang privat sebuah kafe, peserta diwajibkan membeli makanan atau minuman sebagai bentuk penghargaan kepada pemilik tempat yang telah memberikan ruang bagi kami untuk berkegiatan.


Salah satu kegiatan yang kami selenggarakan adalah Soft Healing Session: Burnout & Recovery pada hari Minggu, 31 Mei 2026 di Plai Kafe. Kegiatan ini menghadirkan praktisi psikolog klinis, Mas Bayu Murdani, M.Psi., Psikolog Klinis, sebagai narasumber. Dalam kegiatan ini saya bertugas mengoordinasikan pendaftaran peserta, melakukan pemesanan ruang, serta mencari MC sekaligus moderator yang akan memandu jalannya acara.



Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Acara dimulai pukul 15.00–15.30 dengan registrasi peserta dan persiapan. Selanjutnya, pukul 15.30–16.30 peserta mengikuti sesi ice breaking dan psikoedukasi mengenai burnout, mulai dari penyebab, tanda-tanda yang muncul, hingga cara mengatasinya. Setelah itu, pukul 16.30–17.30 diisi dengan sesi tanya jawab, berbagi pengalaman, dan meditasi bersama. Acara kemudian ditutup pada pukul 17.30–18.00 dengan sesi penutupan dan diskusi santai. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 17 peserta dari berbagai latar belakang. Banyak peserta merasa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang sedang mereka alami. Sesi berbagi pengalaman juga menjadi ruang yang aman bagi peserta untuk saling mendengarkan dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi burnout maupun tekanan hidup sehari-hari. Melihat peserta pulang dengan perasaan yang lebih tenang menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya.

Kegiatan berikutnya adalah olahraga bersama bertajuk Move with Awareness, Breathe with Intention yang diselenggarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026 di Pendopo G&I Kalasan bersama Coach Khury. Dalam kegiatan ini saya bertugas menyusun agenda olahraga bersama, mengakomodasi peserta, menghubungi coach, serta menjadi moderator selama kegiatan berlangsung. Acara berlangsung pukul 15.30–17.30 dan diikuti oleh 10 peserta. Seluruh peserta membawa matras dan makanan masing-masing sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sederhana namun tetap terasa hangat dan nyaman.


Selain melakukan latihan yoga, di akhir kegiatan peserta diajak mengikuti sesi refleksi diri untuk mensyukuri setiap nikmat yang telah Tuhan berikan hingga saat ini. Menurut saya, sesi ini menjadi bagian yang penting karena membantu peserta berhenti sejenak dari kesibukan, lebih bersyukur, serta lebih hadir dalam menjalani hidup dengan penuh kesadaran (mindfulness). Banyak peserta juga menyampaikan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini mereka merasa tubuh menjadi lebih rileks, pikiran lebih tenang, dan perasaan menjadi lebih lega.


Melalui komunitas ini saya berusaha menghadirkan keseimbangan antara kegiatan psikoedukasi dan aktivitas olahraga agar masyarakat memiliki ruang untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Saya berharap komunitas ini dapat terus berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat bagi banyak orang melalui Langkah-langkah kecil, saya percaya bahwa setiap kebaikan yang dilakukan secara konsisten pada akhirnya akan membawa dampak yang berarti bagi masyarakat.





15.7.26

ESAI 7- LAKUKAN PERUBAHAN DIRI

 

Lakukan Perubahan Diri dengan Rutin Berolahraga Jogging

ESSAY-7




Alifa Maura Bunga Herina 

24310430041

 

Mata kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

15 Juli 2026


Perubahan diri tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Saya percaya bahwa perubahan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Berdasarkan pemikiran tersebut, saya memilih membangun kebiasaan berolahraga melalui kegiatan jogging secara rutin selama sepuluh minggu berturut-turut. Seluruh kegiatan jogging dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dengan titik awal di Lapangan Daleman, Sumberharjo, Prambanan. Rute lari tidak selalu sama pada setiap pertemuan. Selain mengelilingi lapangan, saya juga beberapa kali berlari menyusuri jalan-jalan di sekitar Desa sehingga jarak tempuh menyesuaikan rute yang dipilih. Oleh karena itu, lokasi yang tercatat pada aplikasi Strava terkadang berbeda-beda karena mengikuti jalur lari pada hari tersebut. Seluruh waktu dan jarak tempuh tetap diukur menggunakan smartwatch dan direkam melalui aplikasi Strava sebagai dokumentasi perkembangan latihan setiap sesi.

Latihan dimulai pada tanggal 12 April 2026. Pada beberapa minggu pertama, saya masih beradaptasi dengan aktivitas jogging karena sebelumnya saya setiap sore rutin berjalan santai keliling desa ditemani ibu. Berbeda dengan jogging, pada awal latihan saya masih mencoba beradaptasi dari berjalan menjadi berlari. Tubuh masih mudah lelah dan napas belum stabil sehingga saya harus mengatur ritme lari agar dapat menyelesaikan latihan dengan baik. Meskipun demikian, saya tetap berusaha menjalankan jadwal yang telah ditentukan sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan yang ingin dicapai.

Seiring berjalannya waktu, tubuh mulai beradaptasi dengan latihan yang dilakukan secara konsisten. Saya merasakan peningkatan stamina, pola pernapasan menjadi lebih teratur, dan kemampuan menjaga kecepatan lari semakin baik. Saya juga sempat mengikuti lari marathon 5 km pada 26 April 2026, yang menjadi pengalaman berharga sekaligus menambah motivasi untuk terus berlatih. Walaupun pada beberapa minggu hasil latihan mengalami sedikit penurunan akibat kondisi tubuh dan tingkat kelelahan, saya tetap mempertahankan kebiasaan jogging tanpa melewatkan jadwal latihan.

Berikut tabel prestasi pengubahan diri melalui kegiatan jogging

 

Tabel 1. Laporan kemajuan kegiatan jogging

M

1

(12/04/'26) 

2

(18/04/'26) 

3

(24/04/'26) 

4

(2/05/'26) 

5

(9/05/'26)  

6

(17/05/'26) 

7

(23/05/'26)

8

(30/05/'26)

9

(8/06/'26) 

10

(15/06/'26

W

60

65

75

70

60

70

60

70

65

70

J

4,2

4,8

5,7

5,3

7,8

5,8

4,01

6,02

5,31

7,2

Note : M = Minggu ke-n, W = Waktu dalam menit, J = Jarak dalam KM


                                                            Grafik 1 Laporan kemajuan kegiatan jogging

 

Tabel 1 dan Grafik 1 menunjukkan perkembangan waktu latihan dan jarak tempuh selama sepuluh minggu. Data tersebut memperlihatkan bahwa hasil latihan tidak selalu meningkat setiap minggu, tetapi secara keseluruhan menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan saat memulai program. Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa proses perubahan merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi, bukan sekadar mengejar hasil yang tinggi dalam waktu singkat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa inovasi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus. Perubahan perilaku memerlukan motivasi, komitmen, serta evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan perubahan besar yang dilakukan sekaligus (Wiseman, 2009). Adanya data dari smartwatch dan Strava membantu saya mengevaluasi perkembangan setiap minggu sehingga menjadi umpan balik yang positif untuk mempertahankan kebiasaan baru.

Melalui kegiatan ini saya tidak hanya memperoleh manfaat fisik berupa meningkatnya kebugaran dan daya tahan tubuh, tetapi juga manfaat psikologis. Setelah jogging, suasana hati menjadi lebih baik, pikiran terasa lebih segar, dan tingkat stres berkurang. Saya juga menjadi lebih disiplin dalam mengatur waktu karena harus menyisihkan waktu untuk berolahraga di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas sehari-hari.

Program perubahan diri ini memberikan pengalaman bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya berharap kebiasaan jogging tidak berhenti setelah tugas mata kuliah ini selesai, tetapi dapat terus menjadi bagian dari gaya hidup sehat saya di masa mendatang.

 

 

Daftar Pustaka

Wiseman, R. (2009). 59 Seconds: Think a Little, Change a Lot. London: Macmillan.

 

Lampiran