Lakukan Perubahan Diri dengan Rutin Berolahraga Jogging
ESSAY-7
Alifa Maura Bunga Herina
24310430041
Mata kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
15 Juli 2026
Perubahan diri tidak selalu harus
dimulai dari sesuatu yang besar. Saya percaya bahwa perubahan yang dilakukan
secara bertahap dan konsisten lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Berdasarkan pemikiran tersebut, saya memilih membangun kebiasaan berolahraga
melalui kegiatan jogging secara rutin selama sepuluh minggu berturut-turut.
Seluruh kegiatan jogging dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dengan
titik awal di Lapangan Daleman, Sumberharjo, Prambanan. Rute lari tidak selalu
sama pada setiap pertemuan. Selain mengelilingi lapangan,
saya juga beberapa
kali berlari menyusuri
jalan-jalan di sekitar Desa sehingga jarak tempuh menyesuaikan rute yang
dipilih. Oleh karena itu, lokasi yang tercatat pada aplikasi Strava terkadang
berbeda-beda karena mengikuti jalur lari pada hari tersebut. Seluruh
waktu dan jarak tempuh
tetap diukur menggunakan smartwatch dan direkam melalui aplikasi Strava sebagai
dokumentasi perkembangan latihan setiap sesi.
Latihan dimulai pada tanggal 12 April 2026. Pada beberapa minggu pertama, saya masih
beradaptasi dengan aktivitas jogging
karena sebelumnya saya setiap sore rutin berjalan santai keliling desa
ditemani ibu. Berbeda dengan jogging, pada awal latihan saya masih mencoba
beradaptasi dari berjalan menjadi berlari. Tubuh masih mudah lelah dan napas
belum stabil sehingga saya harus mengatur ritme lari agar dapat menyelesaikan
latihan dengan baik. Meskipun demikian, saya
tetap berusaha menjalankan jadwal yang telah ditentukan sebagai bentuk komitmen
terhadap perubahan yang ingin dicapai.
Seiring
berjalannya waktu, tubuh mulai beradaptasi dengan latihan yang dilakukan secara konsisten. Saya merasakan
peningkatan stamina, pola pernapasan menjadi lebih teratur, dan kemampuan
menjaga kecepatan lari semakin baik. Saya juga sempat
mengikuti lari marathon 5 km pada 26 April 2026, yang
menjadi pengalaman berharga sekaligus menambah motivasi
untuk terus berlatih. Walaupun pada beberapa minggu hasil latihan mengalami
sedikit penurunan akibat kondisi tubuh dan tingkat kelelahan, saya tetap
mempertahankan kebiasaan
jogging tanpa melewatkan jadwal latihan.
Berikut tabel
prestasi pengubahan diri melalui kegiatan jogging
Tabel 1. Laporan kemajuan
kegiatan jogging
|
M |
1 (12/04/'26) |
2 (18/04/'26) |
3 (24/04/'26) |
4 (2/05/'26) |
5 (9/05/'26) |
6 (17/05/'26) |
7 (23/05/'26) |
8 (30/05/'26) |
9 (8/06/'26) |
10 (15/06/'26 |
|
W |
60 |
65 |
75 |
70 |
60 |
70 |
60 |
70 |
65 |
70 |
|
J |
4,2 |
4,8 |
5,7 |
5,3 |
7,8 |
5,8 |
4,01 |
6,02 |
5,31 |
7,2 |
Grafik 1 Laporan kemajuan kegiatan jogging
Tabel 1 dan Grafik 1 menunjukkan
perkembangan waktu latihan dan jarak tempuh selama sepuluh minggu. Data
tersebut memperlihatkan bahwa hasil latihan tidak selalu meningkat setiap
minggu, tetapi secara keseluruhan menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan
saat memulai program. Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa proses perubahan
merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi, bukan sekadar
mengejar hasil yang tinggi dalam waktu singkat.
Perubahan ini menunjukkan bahwa inovasi
dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.
Perubahan perilaku memerlukan motivasi, komitmen, serta evaluasi terhadap hasil
yang telah dicapai. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan lebih
mudah dipertahankan dibandingkan perubahan besar yang dilakukan sekaligus
(Wiseman, 2009). Adanya data dari smartwatch dan Strava membantu saya
mengevaluasi perkembangan setiap minggu
sehingga menjadi umpan balik yang positif untuk mempertahankan kebiasaan
baru.
Melalui kegiatan ini saya tidak hanya memperoleh manfaat fisik berupa meningkatnya kebugaran dan daya tahan tubuh, tetapi juga manfaat psikologis. Setelah jogging, suasana hati menjadi lebih baik, pikiran terasa lebih segar, dan tingkat stres berkurang. Saya juga menjadi lebih disiplin dalam mengatur waktu karena harus menyisihkan waktu untuk berolahraga di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas sehari-hari.
Program perubahan diri ini memberikan
pengalaman bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya berharap kebiasaan jogging tidak berhenti setelah tugas mata kuliah ini selesai,
tetapi dapat terus menjadi bagian dari gaya
hidup sehat saya di masa mendatang.
Daftar Pustaka
Wiseman, R. (2009). 59 Seconds:
Think a Little, Change a Lot. London:
Macmillan.
Lampiran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar