2.11.26

Tisya Sukmalatri 24310410022 - Psi Inovasi - Esai 3 Menjadi Suri Tauladan - Dr. Arundati Shinta - Kelas Karyawan - November 2026

 

Tisya Sukmalatri

24310410022

Psikologi Inovasi - Kelas Karyawan

Essay 3 – Menjadi Suri Tauladan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 



Menjadi generasi muda yang sukses bukan hanya tentang mendapatkan nilai bagus atau mencapai cita-cita, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadapi kesulitan dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Mahasiswa sering menghadapi berbagai tantangan, seperti tugas yang menumpuk, kegagalan mencapai target, dan kekhawatiran tentang masa depan. Oleh karena itu, resiliensi dan ketekunan menjadi dua hal penting yang perlu dikembangkan agar kita mampu bertumbuh dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Tips 1: Mengembangkan Resiliensi dengan Belajar dari Kegagalan

Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk menghadapi kesulitan, menyesuaikan diri, dan bangkit kembali setelah mengalami tekanan. Menurut Dwiastuti et al. (2021), resiliensi akademik menjadi hal penting bagi siswa dan mahasiswa dalam menghadapi berbagai hambatan selama proses pendidikan. Resiliensi membantu individu tetap berusaha meskipun mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan akademiknya.

Salah satu cara mengembangkan resiliensi adalah dengan menerima keadaan tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Ketika mengalami kegagalan, kita dapat mencoba memahami penyebabnya, mengevaluasi kekurangan, dan menentukan langkah yang perlu diperbaiki. Selain itu, menjaga kesehatan diri dan meminta dukungan dari orang yang dipercaya juga dapat membantu kita menghadapi masalah.

Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa proses belajar tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya saya merasa lelah atau kecewa ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Namun, saya perlu belajar untuk tidak berhenti hanya karena mengalami kesulitan. Saya bisa menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi agar lebih siap menghadapi tantangan berikutnya. Dengan demikian, resiliensi bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi orang lain untuk tidak mudah menyerah.

Tips 2: Menumbuhkan Ketekunan melalui Kebiasaan Kecil

Selain resiliensi, ketekunan juga penting untuk mencapai tujuan. Ketekunan berkaitan dengan kemampuan untuk mempertahankan usaha dan konsistensi dalam mengejar tujuan jangka panjang. Dyantari dan Simarmata (2023) menjelaskan pentingnya grit bagi mahasiswa dalam proses belajar dan pencapaian tujuan. Konsep ini relevan dengan kehidupan mahasiswa yang perlu menjalani proses belajar secara konsisten meskipun menghadapi berbagai hambatan.

Ketekunan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuat jadwal kegiatan, menyelesaikan tugas secara bertahap, menetapkan target harian, dan mengevaluasi perkembangan diri. Kita tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Hal yang lebih penting adalah memulai dari langkah kecil dan melakukannya secara konsisten. Ketika merasa bosan atau kehilangan motivasi, kita dapat mengingat kembali tujuan awal dan alasan mengapa tujuan tersebut penting untuk dicapai.

Dalam kehidupan mahasiswa, ketekunan dapat ditunjukkan dengan berusaha memahami materi kuliah, mengerjakan tugas tepat waktu, aktif mencari pengetahuan baru, dan bertanggung jawab terhadap kewajiban. Menurut Vivekananda (2018), grit pada mahasiswa mencakup konsistensi minat dan ketekunan usaha. Hal ini menunjukkan bahwa mencapai tujuan tidak hanya membutuhkan keinginan, tetapi juga usaha yang berkelanjutan.

Saya percaya bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Sikap tersebut dapat menjadi contoh bagi orang lain bahwa keberhasilan membutuhkan proses, bukan hanya hasil yang terlihat.

Resiliensi dan ketekunan merupakan dua sikap yang saling melengkapi. Resiliensi membantu kita bangkit ketika menghadapi kegagalan, sedangkan ketekunan membantu kita terus melangkah untuk mencapai tujuan. Keduanya perlu dikembangkan agar generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Menjadi suri tauladan tidak harus dimulai dari pencapaian yang besar. Kita dapat memulainya dengan menunjukkan sikap pantang menyerah, konsisten menjalankan tanggung jawab, dan mau belajar dari kesalahan. Dengan menerapkan kedua tips tersebut dalam kehidupan sehari-hari, saya berharap dapat menjadi pribadi yang terus berkembang dan memberikan inspirasi bagi orang lain melalui tindakan nyata.

Link Tips 1 : https://youtube.com/shorts/PY8WSHvVa5k?si=PNIQ7C56OuOeKBfC

Link Tips 2 : https://youtube.com/shorts/wo0JHNerW5Q?si=nFNX1rR-BjTXhV9_

 

Daftar Pustaka:

Dwiastuti, I., Hendriani, W., & Andriani, F. (2021). Perkembangan penelitian resiliensi akademik di Indonesia: Scoping literature review. Jurnal Psikologi TALENTA, 7(1). https://doi.org/10.26858/talenta.v7i1.23748

Dyantari, K. R., & Simarmata, N. (2023). The role of grit for college students in Indonesia. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 25(2). https://doi.org/10.26486/psikologi.v25i2.3167

Vivekananda, N. L. A. (2018). Studi deskriptif mengenai grit pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung. Humanitas (Jurnal Psikologi), 1(3), 183–196. https://doi.org/10.28932/humanitas.v1i3.756

 

 

0 komentar:

Posting Komentar