BELAJAR MENGHADAPI TANTANGAN DAN MENERIMA KEADAAN
Galuh
Sekar Anindita
NIM
24310410027
Kelas
Karyawan
Mata
Kuliah Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
ESAI 4 : MY
BEST COPING BEHAVIOR
Salah satu pengalaman yang cukup berat bagi
saya terjadi pada tahun 2023, ketika saya mendapatkan penempatan sebagai
anggota Polri di Brimob Yogyakarta. Sebelumnya, saya berharap dapat ditempatkan
di satuan kerja Polda. Namun, ternyata saya mendapatkan penempatan di Brimob.
Saat itu, saya tidak memiliki gambaran tentang brimob, yang saya bayangkan
adalah Brimob merupakan satuan yang keras dan memiliki latihan yang berat. Hal
tersebut membuat saya merasa sedih, khawatir, dan belum siap menghadapi
lingkungan kerja yang baru.
Keadaan tersebut menjadi sumber stres bagi
saya karena tidak sesuai dengan harapan. Saya harus menjalani pembinaan selama
dua bulan, jauh dari orang tua, tanpa menggunakan handphone, serta mengikuti
latihan fisik dan kemampuan dasar Brimob. Awalnya, saya merasa takut dan
berpikir apakah saya mampu melewati semua proses tersebut.
Dalam menghadapi keadaan itu, cara pertama
yang saya lakukan adalah berusaha berpikir positif (positive
thinking). Saya mencoba mengubah pikiran saya yang awalnya merasa
takut menjadi lebih yakin bahwa saya pasti bisa menjalani proses tersebut. Saya
juga berusaha menanamkan dalam diri bahwa penempatan di Brimob merupakan bagian
dari tugas dan tanggung jawab saya sebagai anggota Polri. Dengan begitu, saya
tidak terus-menerus musician hal yang membuat saya sedih. Selain itu, saya
belajar menerima keadaan. Saya menyadari bahwa tidak semua hal
yang saya inginkan dapat berjalan sesuai harapan. Daripada terus merasa kecewa,
saya mencoba menerima penempatan tersebut dan menjalaninya dengan ikhlas. Saya
juga berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, serta kegiatan yang
ada di Brimob.
Cara lain yang membantu saya menghadapi
stres adalah dukungan dari teman-teman. Selama menjalani pembinaan
dan latihan, saya merasa terbantu dengan adanya teman satu letting. Kami saling
memberikan semangat, saling membantu, dan menguatkan ketika merasa lelah.
Kebersamaan tersebut membuat saya merasa tidak sendirian dalam menghadapi
kesulitan. Saya juga berusaha fokus menjalani setiap proses.
Saya tidak terlalu memikirkan beratnya seluruh kegiatan yang harus dilalui,
tetapi mencoba menyelesaikan setiap latihan satu per satu. Saya belajar untuk
tetap disiplin, menjaga semangat, dan tidak mudah menyerah. Cara tersebut
membantu saya untuk lebih tenang dan mampu menghadapi tantangan.
Dari pengalaman ini, saya mendapatkan hikmah
bahwa sesuatu yang awalnya terasa berat dan menakutkan belum tentu tidak bisa
kita jalani. Saya menjadi lebih mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan
lingkungan kerja. Saya juga semakin memahami arti kebersamaan dan kekeluargaan
di Brimob. Hingga saat ini, saya merasa senang menjalani pekerjaan saya.
Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa dengan berpikir positif, menerima
keadaan, dan mendapatkan dukungan dari orang sekitar, kita dapat menghadapi
stres dan melewati berbagai tantangan.

0 komentar:
Posting Komentar