9.10.26

Liany Nur Ramadhani (24310410016) -Tugas essay 4 - Kelas Psikologi Inovasi - B


Liany Nur Ramadhani 

24310410016

Kelas Psikologi Inovasi - B

Tugas essay 4

Dosen pengampu: DR. Arundai Shinta M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

(9 Oktober 2026)

"Bangkit dari Kegagalan Seleksi Pramugari : Mengubah Rasa Kecewa Menjadi Resiliensi Diri"


Setiap orang pasti pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya, begitu pula dengan saya. Peristiwa paling menyakitkan yang pernah saya alami terjadi pada bulan Oktober 2023. Saat itu, saya dinyatakan gagal pada tahap akhir seleksi penerimaan pramugari di salah satu maskapai penerbangan impian saya, padahal saya telah mempersiapkan fisik, penampilan, dan latihan bahasa asing selama berbulan-bulan. Keputusan tersebut terasa sangat meremukkan kepercayaan diri saya. Saya merasa seluruh usaha keras, waktu, dan biaya yang telah dikorbankan menjadi sia-sia. Situasi semakin berat karena ekspektasi tinggi dari keluarga serta perasaan malu ketika melihat beberapa teman seperjuangan berhasil lolos memakai seragam maskapai tersebut. Tekanan mental itu membuat saya mengalami stres berat, kehilangan arah, dan mengurung diri selama beberapa minggu karena merasa diri saya tidak cukup menarik maupun kompeten.  

Di tengah rasa terpuruk, saya menyadari bahwa terus meratapi nasib tidak akan mengubah keadaan. Saya memutuskan untuk menerapkan strategi coping behavior yang berfokus pada masalah dan penyelarasan emosi. Langkah awal yang saya lakukan adalah expressive writing, yaitu mencurahkan seluruh emosi ketakutan dan kekecewaan ke dalam jurnal pribadi untuk meredakan beban emosional. Setelah pikiran lebih tenang, saya beralih ke tindakan nyata: saya berani mengevaluasi kelemahan saya selama proses interview dan pantomimic test, lalu mendaftar kursus komunikasi publik serta memperdalam ilmu di bangku kuliah psikologi. Saya memfokuskan energi untuk membangun kualitas diri dari dalam, bukan hanya mengandalkan penampilan luar. 

Proses untuk bangkit kembali ini memberikan hikmah dan reward yang sangat berharga bagi hidup saya. Saya belajar bahwa kegagalan penolakan bukanlah penanda akhir dari nilai diri saya, melainkan sebuah proses pendewasaan mental. Reward terbesar yang saya dapatkan adalah terbentuknya mentalitas yang tahan banting, rasa percaya diri yang tidak mudah goyah oleh penilaian orang lain, serta keberhasilan saya meraih prestasi akademik dan kepemimpinan di kampus pada tahun 2024. Pengalaman pahit ini mengubah cara pandang saya hingga kini: saya tidak lagi takut menghadapi penolakan dan memiliki mekanisme pertahanan diri yang jauh lebih sehat saat berhadapan dengan situasi stres di masa depan. 

Daftar pustaka 

0 komentar:

Posting Komentar