Menjadi Suri Tauladan melalui Kepekaan
terhadap Perubahan dan Keberanian Berwirausaha
Cindy Auriliya Fikri Andani
NIM 24310410023
Kelas Karyawan (B)
Mata Kuliah Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
ESAI 3 – MENJADI SURI TAULADAN

Menjadi suri tauladan di tengah
perubahan tidak cukup hanya dengan memiliki banyak ide. Mahasiswa perlu mampu
memahami masalah yang muncul dan berani mencoba solusi yang bermanfaat. Dua
tips yang saling berhubungan adalah meningkatkan kepekaan terhadap perubahan
dan melatih keberanian berwirausaha melalui percobaan kecil. Kepekaan membantu
menemukan kebutuhan yang belum terpenuhi sedangkan jiwa kewirausahaan mendorong
seseorang mengubah pengamatan menjadi tindakan. Kedua sikap tersebut penting
agar mahasiswa tidak hanya mengikuti perkembangan zaman tetapi juga memberi
contoh tentang cara menghadapi perubahan secara positif.
Tips pertama adalah membiasakan diri
mengamati perubahan di lingkungan terdekat. Perubahan dapat terlihat dari
kebiasaan belanja teman kampus dan penggunaan layanan digital hingga
meningkatnya perhatian terhadap sampah. Setiap perubahan perlu dilihat sebagai
petunjuk tentang kebutuhan manusia bukan semata peluang mendapatkan keuntungan.
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa mengenali peluang usaha
berkaitan dengan kepekaan membaca lingkungan dan kemampuan belajar serta
membangun hubungan (Fei & Shuangyan, 2024). Pengamatan akan lebih berguna
jika dilanjutkan dengan pertanyaan tentang masalah yang benar-benar ingin
diselesaikan.
Langkah yang bisa dilakukan adalah
mencatat tiga masalah yang sering ditemui selama satu minggu. Contohnya
mahasiswa kesulitan mencari makanan terjangkau di sekitar kampus atau
membutuhkan tempat membeli barang bekas yang masih layak pakai. Catatan itu kemudian
diperiksa dengan bertanya langsung kepada beberapa orang yang mengalami masalah
serupa. Media sosial juga dapat dipakai untuk memperhatikan kebutuhan konsumen
selama informasi yang ditemukan tetap diperiksa. Penelitian menemukan hubungan
positif antara pembelajaran kewirausahaan melalui media sosial dan kemampuan
mengenali peluang pada mahasiswa (Aeni, 2025). Hasil pengamatan yang terkumpul
menjadi dasar untuk memilih satu ide yang paling masuk akal.
Mengamati kebutuhan tidak berarti
seluruh masalah harus dijadikan usaha. Keputusan yang baik juga memperhatikan
dampak sosial dan lingkungan. Penelitian menunjukkan hubungan positif antara
tanggung jawab sosial dan niat mahasiswa untuk menjalankan kewirausahaan hijau
(Prayogo & Ongkowijoyo, 2024). Mahasiswa dapat mempertimbangkan ide seperti
penjualan barang pakai ulang atau layanan pengurangan sampah kemasan. Gagasan
seperti ini tetap membutuhkan penilaian biaya dan manfaat agar tidak berhenti
sebagai keinginan baik. Sesudah masalah dipilih langkah selanjutnya adalah
menguji apakah solusi memang dibutuhkan.
Tips kedua adalah mencoba ide usaha
dalam skala kecil sebelum mengeluarkan banyak modal. Buku Leading Innovation
menjelaskan pendekatan design thinking yang menempatkan pemahaman kebutuhan
pengguna dan pengujian solusi sebagai bagian penting dari inovasi (Shields,
2023). Mahasiswa dapat memulai dengan contoh produk sederhana lalu meminta
calon pengguna menilai manfaat dan kekurangannya. Misalnya layanan titip jual
barang bekas dapat diuji kepada lima teman terlebih dahulu. Tanggapan mereka
membantu menentukan perubahan yang diperlukan tanpa harus langsung membuka toko
atau membeli stok besar.
Percobaan kecil juga melatih ketangguhan
karena tanggapan konsumen tidak selalu sesuai harapan. Jika produk kurang
diminati mahasiswa perlu mencari alasan yang jelas sebelum memutuskan
melanjutkan atau mengubah konsepnya. Sikap ini lebih bermanfaat daripada
mempertahankan gagasan hanya karena sudah telanjur dibuat. Penelitian menemukan
potensi manfaat kehadiran teladan wirausaha berkelanjutan dalam kegiatan
pendidikan terhadap pengembangan ide peserta (Diepolder et al., 2024). Artinya
mahasiswa bisa belajar dari contoh orang yang terbuka terhadap masukan dan
kemudian memperlihatkan sikap serupa saat bekerja bersama teman.
Kepekaan terhadap perubahan menjadi
lebih berarti ketika ditindaklanjuti dengan percobaan yang bertanggung jawab.
Mahasiswa dapat menjadi teladan dengan mendengarkan kebutuhan orang lain dan
berani memperbaiki gagasan yang belum berhasil. Hasil usaha tidak harus
langsung besar karena pengalaman memahami pelanggan dan mengatur risiko juga
merupakan bentuk pencapaian. Dalam kegiatan kelompok mahasiswa yang bersedia
menerima kritik dan membagi tugas secara adil dapat menumbuhkan keberanian
bersama. Keteladanan seperti ini menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar
mencari keuntungan melainkan proses belajar untuk menghadirkan solusi yang
berguna bagi lingkungan sekitar.
Link Youtube
Video 1 :
https://youtu.be/e3R1mJfEPVk?si=H1X7JXT5bG3uW_Xg
Video 2 :
https://youtu.be/w5xQkcPI_so?si=9LteZyLIFKq_0RbO
Daftar Pustaka
Aeni, C. (2025). Social media-based entrepreneurial
learning and its impact on opportunity recognition and business model
innovation: Evidence from university students in Indonesia. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 17(4),
6536–6553. https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i4.9068
Diepolder, C. S., Weitzel, H., & Huwer, J. (2024).
Exploring the impact of sustainable entrepreneurial role models on students’
opportunity recognition for sustainable development in sustainable
entrepreneurship education. Sustainability,
16(4), Article 1484. https://doi.org/10.3390/su16041484
Fei, W., & Shuangyan, X. (2024). Structural model
and characteristics of entrepreneurial opportunity recognition abilities among
university students in China: A grounded theory approach. Humanities and Social Sciences Communications, 11, Article 1166.
https://doi.org/10.1057/s41599-024-03699-7
Prayogo, J. C., & Ongkowijoyo, G. (2024).
Investigating university students’ green entrepreneurial intention: A pathway
towards green economy. Jurnal Performa:
Jurnal Manajemen dan Start-up Bisnis, 9(1), 40–62.
https://doi.org/10.37715/jp.v9i1.4680
Shields, K. (2023). Leading innovation (2nd ed.). eCampusOntario.
https://ecampusontario.pressbooks.pub/leadinginnovation2/
0 komentar:
Posting Komentar