Berani Melangkah, Berani Berkarya: Pengalaman Berpartisipasi dalam Event Run dan Lomba Cipta Puisi
Rahma Nur Al Amina
23310410066
Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A
Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah Event Berbudaya Run 5k yang diselenggarakan oleh Harris Hotel Solo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mengajak peserta menikmati suasana kota sambil mengenalkan nilai budaya lokal melalui konsep fun run. Sebelum mengikuti perlombaan, saya mempersiapkan diri dengan berlatih lari secara bertahap. Saya mulai membangun kebiasaan berlari beberapa kali dalam seminggu, meningkatkan jarak tempuh, serta memperbaiki teknik pernapasan dan daya tahan tubuh. Pada awal latihan saya sempat mengalami kelelahan dan rasa mual, tetapi saya tidak menjadikannya alasan untuk berhenti. Sebaliknya, saya mengevaluasi pola latihan, waktu istirahat, dan asupan nutrisi agar performa semakin baik. Ketika hari perlombaan tiba, saya berhasil menyelesaikan lintasan 5 kilometer dengan penuh semangat. Meskipun belum meraih juara, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam berlatih mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan diri.
Kompetisi kedua adalah Lomba Cipta Puisi. Berbeda dengan lomba lari yang mengandalkan ketahanan fisik, lomba ini menuntut kreativitas dan kemampuan mengolah emosi menjadi karya sastra. Saya menulis puisi berjudul “Pada Senja yang Menua” yang menggambarkan makna keikhlasan dalam melepaskan seseorang yang pernah dicintai. Melalui diksi yang puitis, saya berusaha menyampaikan bahwa cinta yang dewasa bukan selalu tentang memiliki, tetapi tentang memberikan ruang bagi seseorang untuk menemukan kebahagiaannya sendiri. Proses penulisan puisi tidak terjadi dalam sekali jadi. Saya berkali-kali memperbaiki pemilihan kata, irama, dan makna agar pesan yang ingin disampaikan dapat dirasakan oleh pembaca. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa kreativitas lahir dari keberanian untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan karya.
Kedua kompetisi tersebut memiliki tantangan yang berbeda, tetapi sama-sama mengajarkan pentingnya proses. Dalam event lari, saya belajar mengenai disiplin, ketekunan, dan kemampuan mengelola kondisi fisik. Sementara dalam lomba puisi, saya belajar mengekspresikan perasaan secara positif melalui karya. Kedua pengalaman tersebut memperluas pengalaman hidup saya sekaligus melatih kemampuan menghadapi tantangan baru.
Melalui pengalaman mengikuti Event Run 5K dan Lomba Cipta Puisi, saya semakin yakin bahwa keberuntungan dapat dibangun melalui konsistensi, kreativitas, serta keberanian keluar dari zona nyaman. Kedua kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan pembelajaran yang berharga bagi pengembangan diri, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Daftar Pustaka
Mahdalena, I., Alfarizi, B., Ramadhan, S., Yunita, A., Atharizz, N. F., & Rizkyanfi, M. W. (2023). Pembentukan karakter melalui partisipasi dalam olahraga. Jurnal Ilmiah Spirit, 24(1), 36–42. https://doi.org/10.36728/jis.v24i1.3216
Reza, M., Finnalia, S., & Wahidah, F. (2023). The role of growth mindset and self-compassion on subjective well-being in adolescents. Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi, 9(2), 1–12. https://doi.org/10.22236/jippuhamka.v9i2.11386



0 komentar:
Posting Komentar