10.7.26

Esai 8- My most admirable accomplishment

Pencapaian Paling Mengagumkan: Menembus Batas Eksistensi Akademik

Oleh: 

Banun Havifah Cahyo Khosiyono (24310440002)

Esai 8 untuk Mata Kuliah Psikologi Inovasi (Dosen:Dr. Arundati Shinta, M.A.) | Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta | Juni 2026


Banyak orang mengukur sebuah kesuksesan besar hanya dari kilau trofi di atas panggung atau gemuruh tepuk tangan dalam sebuah kompetisi. Namun bagi saya, pencapaian paling fenomenal dalam hidup ini adalah sebuah perjuangan sunyi namun konsisten melawan keterbatasan akademik—sebuah proses yang mendefinisikan ulang batas kemampuan saya sekaligus memperkuat kontribusi nyata di dunia pendidikan. Momen tersebut adalah ketika saya berhasil meraih Beasiswa Disertasi Doktor yang sangat kompetitif dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2018, yang kemudian disusul oleh publikasi internasional pertama saya di jurnal bereputasi global terindeks Scopus Q2.

Tahun 2018 menjadi titik awal dari babak perjuangan yang intens ini. Diterima di program S3 Ilmu Pendidikan Bahasa merupakan sebuah tantangan tersendiri, namun berhasil mendapatkan dukungan finansial penuh dari LPDP berada di level kesulitan yang jauh berbeda. Prosesnya menuntut persiapan yang matang, pertahanan visi riset yang kuat saat wawancara, serta resiliensi yang tinggi. Beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana komparatif; melainkan sebuah validasi mendalam atas potensi akademik dan komitmen saya untuk memajukan mutu pendidikan bahasa serta pendidikan dasar di Indonesia.

Namun, puncak dari perjalanan ini terukir indah pada tahun 2019. Demi memenuhi syarat kelulusan doktor yang independen, saya menetapkan target yang sangat ambisius: menembus jurnal internasional bereputasi yang sepenuhnya gratis (free). Para akademisi tentu memahami betapa ketat dan melelahkannya proses peer-review pada platform jurnal papan atas tanpa biaya. Setelah berbulan-bulan menulis, merevisi, dan menganalisis data dengan teliti, artikel ilmiah saya resmi diterbitkan oleh The Journal of Asia TEFL (Volume 16, Nomor 2, Musim Panas 2019). Berhasil menembus indeksasi Scopus Q2 pada percobaan pertama—tanpa mengeluarkan biaya publikasi sepeser pun—menjadi tonggak sejarah yang luar biasa bagi saya. Hal ini membuktikan bahwa kualitas akademik yang murni dan dedikasi yang tinggi mampu mendobrak tembok persaingan publikasi global. Artikel utuh beserta arsip resminya dapat diakses secara langsung melalui tautan Link Publikasi Jurnal Asia TEFL pada artikel ini. 

Melihat kembali momen-momen emas yang saling bertautan di tahun 2018 dan 2019 tersebut, bagi saya arti pencapaian ini jauh lebih mendalam daripada sekadar deretan teks di dalam daftar riwayat hidup. Ini adalah simbol kemenangan dari sebuah kegigihan atas keraguan diri. Menavigasi kedalaman disertasi doktor sekaligus memenuhi standar ketat publikasi global mengajarkan saya cara berpikir kritis, berinovasi tanpa rasa takut, dan tetap teguh di bawah tekanan yang luar biasa. Pencapaian inilah yang membentuk karakter saya hari ini sebagai seorang pendidik sekaligus peneliti—yang memiliki dorongan kuat untuk menginspirasi mahasiswa serta konsisten memberikan sumbangsih inovatif bagi komunitas akademik dunia.


Link YouTube: https://youtu.be/ejWgMjgRTK4



0 komentar:

Posting Komentar